• Dapatkan 8 buku karya Agustianto, antara lain: Fikih Muamalah Ke-Indonesiaan, Maqashid Syariah, dalam Ekonomi dan Keuangan, Perjanjian (Akad) Perbankan Syariah, Hedging, Pembiayaan Sindikasi Syariah, Restrukturisasi Pembiayaan Bank Syariah, Ekonomi Islam Solusi Krisis Keuangan Global. Hub: 081286237144 Hafiz

  • Webinar Kupas Tuntas Teori dan Praktik Pembiayaan Take Over Syariah Tgl 11 Juli 2020 Via Zoom Cloud Meeting

    0

    Posted on : 06-07-2020 | By : Hafizoh Hilwa | In : Pendidikan Ekonomi Syariah, Perbankan Syariah, Webinar & Training

    DASAR PEMIKIRAN

     

    Pembiayaan take over adalah satu jenis pembiayaan yang banyak dipraktekkan di perbankan syariah dan Lembaga Keuangan Syariah. Hal ini disebabkan karena kebutuhan masyarakat akan pembiayaan take over senantiasa  tumbuh dan berkembang sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan kegiatan bisnis.

    Dalam praktiknya setidaknya terdapat 15 macam bentuk pembiayaan take over syariah sebagaimana yang terlihat pada silabus materi pembahasan. Pembiayaan take over seringkali tidak berdiri sendiri melainkan selalu diiringi dengan refinancing (top up).Karena itulah forum workshop ini akan membahas pembiayaan take over yg digabung (hybrid) dengan refinancing.

    Fatwa-fatwa ekonomi syariah tentang pengalihan hutang dan take over juga terus tumbuh di Indonesia. Selama ini praktik take over hanya dari bank konvensional ke bank syariah, sekarang telah diatur take over dan pengalihan hutang sesame bank syariah. DSN MUI juga sudah mengeluarkan ketentuan (fatwa) tentang desain-desain akad pengalihan hutang dan piutang (take over) antar bank syariah. 

    Saat ini juga terjadi take over dari bank induk konvensional ke Unit Usaha Syariah, Praktik ini menuntut kajian legal apakah harus dilakukan roya pasang atas jaminan, dan bagaimana pula desain akadnya. Selain itu terjadi pula take over sesama bank syariah dalam satu perusahaan bank syariah, yaitu dari cabang bank syariah ke cabang yg lain dalam satu bank syariah. Masih banyak bentuk dan isu penting lainnya terkait dengan take over, seperti take over empat pihak dimana terjadi perpindahan kreditur dan  dan  peralihan debitur juga.

    Selain itu, harus diketahui bahwa pengalihan hutang (take over) yang ada selama ini hanyalah take over atas kredit bank konvensional ke syariah  yang memiliki asset barang,  bagaimana pula take over dalam banyak kasus berikut yang tidak ada barang , yaitu ; 

    1. take over  modal kerja (working capital) 

    2. Take over hutang (Kredit) Rekening Koran 

    3. atau take over yang undrelying assetnya sudah tidak ada lagi

    4. take over kredit multijasa atau multiguna atau 

    5. Take over kartu kredit konvensiona 

    6. Temasuk  Take over antar cabang syariah dalam satu bank yang sama. 

    Semua itu membutuhkan jawaban yg tuntas dan solutif secara syariah, legal, risk manajement, akuntansi dan aspek bisnisnya. Dalam pembiayaan take over, terdapat pula sejumlah issu penting, Seperti isu akuntansi, dan issu legal.  Dalam masalah legal banyak persoalan antara lain :

    1.    Mana akad yg dinotarilkan dan mana akad yg dibawah tangan.

    2.    Mana akad take over yg bridging of financing, Mana pula akad  tidak boleh masuk dalam SOP di Bank-Bank BPD dan BUMN.

    3.     Dalam akad di bawah tangan harus dibedakan mana akad yg tertulis dan mana akad yg diucapkan.

    4.    Dalam Take over ada issu agunan : yaitu roya pasang atau tidak,    baik dlm satu bank maupun beda bank.

    Itulah sejumlah issu dan  materi pembahasan take over yang terdapat dalam forum training dan workshop ini. 

    Selain take over, refinancing adalah salah satu produk yang perlu dikembangkan perbankan syariah. 

    Pembahasan materi refinancing dalam training ini karena materi ini tergolong baru di Indonesia dan seringkali pembiayaan ini digabungkan dengan take over. DSN MUI juga sudah mengeluarkan ketentuan (fatwa) syariah tentang refinancing, melalui fatwa No 89/2014. OJK juga sudah menerbitkan buku kodifikasi produk yg memuat refinancing. Setidaknya terdapat tujuh model refinancing yang perlu dipahami dan dikembangkan oleh bank-bank syariah, dan dipahami oleh dosen pascasarjana, notaries dan praktisi hukum, bahkan DPS. (Dewan Pengawas Syariah).

    Training ini tidak saja membahas praktik refinancing, tetapi teori, analisis ilmu ekonomi dan ketentuan-ketentuan (dhawabith) refinancing syariah. Dengan memahami 7 model refinancing, maka bank-bank syariah akan semakin kaya produk dan inovatif. Perbankan syariah harus selalu memperkaya produk-produknya agar bisa semakin berkembang sejalan dengan tuntutan bisnis dan kebutuhan masyarakat umum. Sumber Daya Insani perbankan syariah,  dan SDI  LKS seperti Multifinance Syariah dan BMT,perlu mengetahui teori, praktik dan isu-isu terbaru terkait take over dan refinancing syariah. 

    Demikian pula Dosen-dosen pascasarjana ekonomi islam, konsultan, Dewan Pengawas,  bahkan para Guru Besar, harus selalu mengupdate dan mengupgrademateri kuliahnya dan silabusnya dengan ilmu-ilmu terbaru dan segar, teori-teori dan praktik baru yang selalu berkembang dan memiliki proyeksi masa depan untuk pengembangan produk industry keuangan syariah.

    Notaris, pengacara/law firm, auditor,  dan DPS juga sangat perlu meng-upgrade dan meng-update pengetahuannya dan meningkatkan kompetensinya mengenai take over dan refinancing ini,  perkembangan terkini, isu-isu terbaru, teori dan praktik terbaru mengenai segala bentuk dan problematika pembiayaan take over dan refinancing.

    Sehubungan dengan itu maka Iqtishad Consulting sebagai lembaga Pendidikan dan Pelatihan Keuangan syariah, akan kembali  menggelar Webinar Kupas Tuntas  Teori  dan Praktik  Pembiayaan Take Over Syariah  Tgl 16 Mei 2020 Via Zoom Cloud Meeting.

    Iqtishad Consulting telah berpengalaman menggelar Pelatihan, Training dan Workshop Perbankan dan Keuangan Syariah serta Aspek Hukum Perbankan dan Keuangan sebanyak 420 angkatan sejak tahun 2010  hingga  Sekarang. 

    Materi Pembahasan :

    1.    Pengertian dan Ruang lingkup.

    2.    Lima Faktor Penyebab terjadinya Pembiayaan take over

    3.    Take over dari bank konvensional ke bank syariah yang memiliki objek barang.

    4.    Enam  alternatif skim pembiayaan take over kredit konvensional ke bank syariah menurut Fatwa dan OJK

    5.    Gabungan (hybrid) Pembiayaan Take over dan refinancing sekaligus (top up)

    6.    Take Over dan top up dengan Skema Musyarakah Mutanaqishah (MMq

    7.    Take over dari bank konvensional ke bank syariah yang tidak memiliki objek barang melainkan dalam bentuk modal kerja, termasuk take over pembiayaan rekening koran.

    8.    Take over dari bank konvensional ke bank syariah yang tidak memiliki objek barang dan tidak ada usaha, melainkan take over hutang piutang

    9.    Take over dari bank induk konvensional ke unit usaha syariahnya sendiri.

    10.  Akad syariah pembiayaan Take over dari bank konven ke syariah yang digabung dengan refinancing

    11.  Take over kredit modal kerja dari bank konven ke syariah yang digabung dengan refinancing

    12.  Take over kartu kredit bank konvensionak ke lembaga  syariah.

    13.  Take over dari bank syariah ke bank syariah yang memiliki objek barang,

    14.  Take over dari bank syariah ke bank syariah dalam bentuk modal kerja,

    15.  Take over dari bank syariah ke bank syariah yang disertai refinancing.

    16.  Take over dari bank syariah ke bank syariah dimana skema bank asal adalah MMq, Apa dan bagaimana skema dan akadnya.?

    17.  Take Over dari Cabang Bank Syariah ke Cabang Bank Syariah dalam satu Bank Syariah.

    18.  Take over 4 pihak,dari bank konven ke bank syariah, perpindahan kreditur dan debitur

    19.  Take Over dari Gadai Konvensional ke Pegadaian Syariah.

    20.  Pembiayaan Take Over dengan line facility.

    21.  Beberapa Issu Legal Pembiayaan Take Over : Isu Jaminan dan Roya pasang, Isu perjanjian notaril dan di bawah tangan.

    22.  Risiko Pembiayaan Take Over

    23.  Akuntansi Pembiayaan Take Over Refinancing

    1.      Definisi  Pembiayaan refinancing syariah :

    2.      Lima macam refinancing syariah,

    3.      Tiga Tujuan Pembiayaan Refinancing : multi guna, investasi dan modal kerja.

    4.      Tiga Desain akad refinancing,

    5.      Fatwa MUI tentang refinancing syariah

    6.      Isu – isu penting refinancing syariah

    7.      Isu agunan dan roya pasang.

    8.      Akutansi refinancing Syariah,

    9.      Larangan Bay’ al ‘inah dan Hadits-Hadits Nabi Saw

    10.  Siapa yang perlu Ikut Workshop ini

    11.  Praktisi perbankan syariah dan BPR Syariah.

    12.  Praktisi Lembaga Keuangan Syariah seperti Multifinance dan Penjaminan Syariah (Jamkrindo dan Askrindo).

    13.  Notaris dan  pengacara (law firm).

    14.  Al-Mudaqqiq Al-Khariji (Auditor Eksternal)

    15.  Praktisi BMT dan Koperasi Syariah

    16.  Dosen, Ketua Prodi Ekonomi Syariah, Dekan FEBI dan Guru Besar

    17.  Legal Officer Bank Syariah, Risk Management dan Product Development.

    18.  Dewan Pengawas Syariah Bank Syariah dan LKS

    19.  Hakim Syariah Pengadilan Agama dan PTA.

     

    PROFIL TRAINER

    Agustianto Mingka adalah Ketua Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia, Wakil Sekjen MES Pusat, Anggota Pleno DSN MUI, Dosen Pascasarjana Universitas Indonesia, Dosen Program Doktor Islamic Economics and Finance Univ. Trisakti, Dosen Pascasarjana Univ.  Paramadina, Dosen Pascasarjana MAKSI UNPAD Bandung, Dosen Program S2 Magister Ekonomi Islam Universitas Az-Zahra. DPS di beberapa lembaga keuangan syariah seperti Indonesia Eximbank (LPEI), Asuransi Jasa Raharja Putra, SMS Finance dll. Pendidikan S1, S2 IAIN SU, S3 Program Doktor Ekonomi Islam UIN.

     

    WAKTU DAN TEMPAT 

    Hari / Tanggal : Sabtu, 11 Juli 2020

    Pukul              : 14.00-16.00

    Tempat           : Via Zoom Cloud Meeting (Link akan didapatkan setelah pendaftaran)

     

    BIAYA/INVESTASI 

    Biaya : Rp 300.000 / orang. 

    Group 3 orang ke atas @Rp 250.000/ Peserta

     

    FASILITAS :

    File Modul Training dan dapat E-sertifikat dari Iqtishad Consulting

     

    CP DAN PENDAFTARAN :

    Sdri.Putri : 0822 8485 2215

    Sdri.Hafizoh : 0812 8623 7173

     

    Instagram : @iqtishad_consulting

    Email       : admin@Iqtishadconsulting.com /iqtishad2017@gmail.com 

    Website   : www.iqtishadconsulting.com www.agustiantocentre.com 

     

    Note : 

    1. Bukti sah menjadi peserta jika sudah mengirimkan formulir pendaftaran dan bukti transfer.

    2. Peserta yang belum pernah webinar dengan aplikasi zoom akan dipandu menggunakan zoom tersebut 

    TANYA JAWAB DAN KUPAS TUNTAS KASUS-KASUS DAN ISSU-ISSU RESTRUKTURISASI PEMBIAYAAN PERBANKAN SYARIAH & LKS TANGGAL 13 JULI 2020 VIA ZOOM CLOUD MEETING

    0

    Posted on : 06-07-2020 | By : Hafizoh Hilwa | In : Pendidikan Ekonomi Syariah, Perbankan Syariah, Webinar & Training

    Ada 15 issu utama dan kasus-kasus aktual seputar Aplikasi Restrukturisasi Pembiayaan Perbankan dan Keuangan Syariah.

    1. Bagaimana akad-akad restrukturisasi pembiayaan dikaitkan dengan ketentuan hukum positif, seperti masalah roya pasang dan  pengikatan jaminan dengan APHT atau fidusia.

    2. Bagaimana merestrukturisasi pembiayaan murabahah, Musyarakah Mutanaqishah, istisna’, IMBT, ijarah atau ijarah multijasa serta gadai dengan qardh.

    3. Bagaimana merestrukturisasi  murabahah dengan Musyarakah Mutanaqishah atau IMBT? Krn jika pembiayaan konsumtif seperti KPR tidak mungkin dengan Musyarakah karena ada usaha yang menjadi basis bagi hasil.Kapan saatnya pilihan konversi IMBT, Musyarakah dan MMq?

    4. Bagaimana merestrukturisasi akad MMq?

    Apakah akad sewa yg direscheduling, atau bay’ hishshah atau Musyarakah atau ketiganya?

    Dalam reconditioning MMq apakah nisbah yang diubah atau ujrahnya atau keduanya.

    5. Bagaimana akad restrukturisasi modal kerja dgn musyarakah?

    6. Bagaimana harmonisasi akad-akad syariah dalam fatwa DSN-MUI ke praktek hukum positif yang berasaskan prinsip menghilangkan kesulitan yang berdasarkan kemudahan, keadilan dan kemaslahatan. Jangan sampai restrukturisasi  salah kaprah justru  semakin memberatkan dan membebani nasabah yang sedang kesulitan ekonomi disebabkan ketidaktahuan dalam mengharmonisasi fatwa-fatwa ke dalam hukum positif.

    Kasus-kasus menarik lainnya yang akan dibahas ;

    7. Bagaimana merestrukturisasi perjanjian line facility dan akad draw downnya, baik murabahah, Musyarakah atau Musyarakah Mutanaqishah ?

    Apa keunggulan perjanjian line facility yang draw downnya murabahah dalam kasus restrukturisasi ?

    Mengapa murabahah  seharusnya dipayungi perjanjian line facility ?

    8. Pembiayaan murabahah yang telah dikonversi ke Musyarakah, dapatkah diubah lagi ke murabahah  jika Pendemi covid usai sebelum Maret 2021. Bagaimana akadnya yang tepat dan sesuai syariah?

    9. Dalam kasus restrukturisasi bgmn menambahkan dan menerapkan alnernatif Novasi subjektif pasif atau aktif, dan Novasi objectif dalam restrukturisasi akad Musyarakah atau murabahah.

    10. Bagaimana restrukturisasipada Akad-akad Hybrid Contracts.

    Misalnya restrukturisasi akad MMq yang merupa

    Hibryd kontrak antara Musyarakah, Bay’ dan ijarah yg menjadi satu kesatuan. 

    Kalau MMq di restrukturisasi apakah ujrah sewa saja yg bisa diperpanjang, bagaimana dengan jual beli equity (bay’ hishshah) apakah jangka waktunya juga bisa diperpanjang,

    Apakah besaran ujrah bisa diubah/ditambah karena perpanjangan masa.?

    Apakah berubah juga harga jual beli porsi equity saat diperpanjang ?

    Berhubung akad ini 

    Musyarakah,  apakah nisbah juga berubah sebagaimana dalam restrukturisasi  Musyarakah biasa

    11. Bagaimana pula restrukturisasi Hybrid Contracts pada pembiayaan line facility?

    Apakah perjanjian line facility  yg berupa wa’ad itu diadendum atau akad draw downnya (murabahah/Musyarakah) atau keduanya?

    12. Dapatkkah beberapa pembiayaan line facility direstrukturisasi menjadi satu akad tunggal ketika direstrukturisasi supaya tidak setiap akad diadendum satu persatu?

    13. Bagaimana resrukturisasi pembiayaan anjak piutang syariah dgn wakalah bil ujrah di satu sisi, dan akad bridging of financing/qardh di sisi lain?

    Dalam akad wakalah bil-ujrah apakah boleh penambahan ujrah.? atau tidak boleh seperti murabahah.?

    Selanjutnya, apakah wakakah bil ujrah di sini bisa dikonversi akadnya? Seperti halnya murabahah

    14. Bolehkah dalam restrukturisasi akad murabahah telah dikonversi menjadi Musyarakah, menggabungkan pokok dan margin yang tertunggak menjadi pokok pembiayaan baru ( mirip plafondering).

    Bagaimana analisis dan jawaban fikihnya?

    Bagaimana jika ditinjau dari konsep dasar murabahah  yg tidak membedakan pokok dan margin?( Fiqh muamalah approach)

    Bagaimana pula jika hal ini diterapkan pada restrukturisasi musyarakah, Mudharabah, MMq, IMBT, Istishna’, Ijarah Multijasa, wakalah bil ujrah, Kafalah bil ujrah, Gadai syariah dsb 

    15. Bagaimana pula restrukturisasi akad  gadai syariah.

    Akad ini sebenarnya adalah hybrid contracts.

    Rahn, Qardh dan Ijarah.

    Di satu sisi ada rahn.

    Di sisi lain ada qardh, dan di sisi lain lagi ada ijarah.

    Apakah rahn yang direfinancingnysatau ijarah?

    Bagaimana akad bridging of financingnya)(qardh) bisakan ditambah dana pembiayaan qardh tersebut?

    Bagaimana ketentuan syariahnya ?

    Untuk mengupas tuntas semua permasalahan dan kasus  itu , Iqtishad Consulting akan menggelar sebuah Webinar Tanya Jawab, Bedah Kasus  dan Kupas Tuntas  segala issu ttg  akad-akad restrukturisasi pembiayaan syariah dan implementasinya dalam hukum positif secara harmonis pada:

     

    WAKTU DAN TEMPAT

    Hari / Tanggal : Kamis/13 Juli 2020

    Pukul : 14.00 – 16.00 WIB 

    Tempat : Via Zoom Cloud Meeting (Linknya akan anda dapatkan setelah Pendaftaran)

     

    INVESTASI

    Praktisi bank Rp 400.000

    Grup 5 orang @ Rp 350.000

    BPRS Rp 300.000

    Dosen atas nama Kampus Rp 150.000

    Grup 10 orang @ Rp 100.000

    Umum / auditor/ konsultan Rp 350.000

     

    FASILITAS

    E-Sertifikat

    File Materi

     

    TEMPAT PENDAFTARAN

    Putri : 0822-8485-2215

    Fitri : 0858-8866-9469

     

    Instagram : @iqtishad_consulting

    Email : admin@Iqtishadconsulting.com /iqtishad2017@gmail.com 

    Website : www.iqtishadconsulting.com www.agustiantocentre.com 

     

    Note : 

    1. Bukti sah menjadi peserta jika sudah mengirimkan formulir pendaftaran dan bukti transfer.

    2. Peserta yang belum pernah webinar dengan aplikasi zoom akan dipandu menggunakan zoom tersebut 

     

    Alamat kantor : Hotel Sofyan Betawi Jl. Cut Mutia, Menteng Jakarta Pusat (kantor Pusat).

    Kantor cabang aktivitas : Jl. H. Abd Ghani, Komplek BPKP 2 No 86 RT.4/RW.2 Ciputat Timur, Tangerang

    Selatan, Banten. 

    ToT Dosen dan Praktisi Ekonomi Syariah level 3 : Webinar Eksekutif Aplikasi maqashid Syariah pada Produk Perbankan dan Keuangan Syariah Tgl 26 Juli 2020 Via Zoom Cloud Meeting

    0

    Posted on : 28-06-2020 | By : Hafizoh Hilwa | In : Pendidikan Ekonomi Syariah, Perbankan Syariah, Webinar & Training

     

    DASAR PEMIKIRAN

     

    Maqashid syariah menduduki posisi yang sangat penting dalam merumuskan ekonomi syariah. Maqashid syariah tidak saja diperlukan untuk merumuskan kebijakan-kebijakan ekonomi makro (moneter, fiscal ; public finance), tetapi juga untuk menciptakan produk-produk perbankan dan keuangan syariah serta teori-teori ekonomi mikro lainnya.

    Maqashid syariah juga sangat diperlukan dalam membuat regulasi perbankan dan lembaga keuangan syariah.

    Tanpa maqashid syariah, maka semua produk keuangan dan perbankan, regulasinya, fatwa, kebijakan fiscal dan moneter, akan kehilangan substansi syariahnya. Tanpa maqashid syariah, fikih muamalah yang dikembangkan dan regulasi perbankan dan keuangan yang hendak dirumuskan akan kaku dan statis, akibatnya lembaga perbankan dan keuangan syariah akan sulit dan lambat berkembang. Selama ini pendekatan kepada akad dan produk bank syariah masih banyak didominasi pendekatan fikih muamalah yang bercorak formalistic dan tekstualis, cenderung kaku dan sempit akibatnya pemahaman dosen, pakar, dan Sumber Daya Insani (SDI) perbankan syariah, termasuk para direktur, kepala cabang, group head dan bahkan DPS, sering terjerat kepada pola pemikiran yang harfiyah dan tekstualis.

    Untuk itulah pemahaman tentang maqashid syariah perlu dikembangkan dalam keuagan dan perbankan syariah.

    Para ulama ushul fiqh sepakat bahwa pengetahuan maqashid syariah menjadi syarat utama dalam berijtihad untuk menjawab berbagai problematika kehidupan ekonomi dan keuangan yang terus berkembang. Maqashid syariah tidak saja menjadi faktor yang paling menentukan dalam melahirkan produk-produk ekonomi syariah yang dapat berperan ganda (alat sosial kontrol dan rekayasa sosio-econonomy) untuk mewujudkan kemaslahatan manusia, tetapi juga lebih dari itu, maqashid syariah dapat memberikan dimensi filosofis dan rasional terhadap produk-produk hukum ekonomi Islam yang dilahirkan dalam aktivitas ijtihad ekonomi syariah kontemporer.

    Maqashid syaiah akan memberikan pola pemikiran yang rasional dan substansial dalam memandang akad-akad dan produk-produk perbankan syariah.

    Hanya dengan pendekatan maqashid syariah-lah produk perbankan dan keuangan syariah dapat berkembang dengan baik dan dapat meresponi kemajuan bisnis yang terus berubah dengan cepat

    Upaya ijtihad terhadap kompleksitas ekonomi dan keuangan syariah masa kini yang terus berubah, memerlukan analisis berdimensi filosofis dan rasional dan subtantif yang terkandung dalam konsep maqashid syariah.

    Berdasarkan urgensi maqashid syariah yang demikian besar, maka Iqtishad Consulting bermaksud menggelar Workshop Eksekutif Aplikasi Maqashid Syariah pada Ekonomi, Keuangan, Produk Perbankan, dan Regulasi Perbankan dan Keuangan Syariah.
    Pemahaman maqashid syariah ini bertitik tolak dari pemahaman (penguasaan) berbagai disiplin ilmu, seperti ushul fiqh, falsafah tasyri’, tarikh tasyri’ fil muamalah, filsafat hukum Islam, ulumul quran dan tafsir, ulumul hadits danmushtalahul hadits, qawaid fiqh, kaedah ushul fiqh dan kaedah bahasa Arab. Karena itulah, pengetahuan tentangmaqashid al-syariah ini menjadi syarat yang sangat penting dalam melakukan ijtihad ekonomi syariah kontemporer.Untuk memahami semua itu dengan baik para pakar ekonomi syariah, dosen pascasarjana, direktur bank, DPS dan konsultan syariah, bahkan hakim, notaries dan auditor perlu mengikuti Workshop Eksekutif ini.

     

    Siapa yang bisa ikut?

    Direktur Bank-bank syariah dan Dirut BPR Syariah

    Direktur Pascasarjana dan Dosen Pascasarjana

    Guru Besar Ekonomi Islam dan Guru Besar Syariah

    Dewan Pengawas Syariah Bank-bank syariah dan LKS

    Komisaris Bank-bank syariah

    Ketua STAIN dan STAIS yang berlatar belakang ilmu syariah

    Hakim Agung, Hakim Tinggi dan Hakim Pengadilan Agama

    Direktur Bank Pembangunan Daerah yang membawahi Unit Syariah

    Pimpinan /Kepala Divisi Unit Usaha Syariah Perbankan syariah

    Pejabat OJK dan Bank Indonesia.

    Dekan Fakultas Syariah, Dekan FEBI dan Dekan Fakultas Ekonomi

    Mahasiswa Pascasarjana dan Mahasiswa S1

     

    PEMBICARA :

    Agustianto Mingka (Ketua DPP IAEI Pusat, Presiden Direktur Iqtishad Consulting, Wakil Sekjen MES, Anggota Pleno Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dosen Pascasarjana PSTTI Universitas Indonesia, Dosen Pascasarjana IEF Trisakti, Dosen Pascasarjana Universitas Paramadina Pascasarjana IAIN, Pascasarjana Ekonomi Islam UI Az-Zahra, Wakil Sekjen MES Pusat, DPS di beberapa Lembaga Keuangan UUS BUMN dan Swasta. Super Trainer Indonesia 407 Angkatan.

     

    TANGGAL DAN TEMPAT

    Hari / Tanggal : Minggu, 26 Juli 2020

    Pukul : 15.30-17.00 WIB

    Tempat : Via Zoom Cloud Meeting

     

    INVESTASI:

     

    FASILITAS

    E-Sertifikat

    File Materi

     

    TEMPAT PENDAFTARAN

    Putri : 0822-8485-2215

    Fitri : 0858-8866-9469

     

    Instagram : @iqtishad_consulting

    Email : admin@Iqtishadconsulting.com /iqtishad2017@gmail.com 

    Website :www.iqtishadconsulting.com www.agustiantocentre.com 

     

    Note : 

    1. Bukti sah menjadi peserta jika sudah mengirimkan formulir pendaftaran dan bukti transfer.

    2. Peserta yang belum pernah webinar dengan aplikasi zoom akan dipandu menggunakan zoom tersebut 

     

    Alamat kantor : Hotel Sofyan Betawi Jl. Cut Mutia, Menteng Jakarta Pusat

    (kantor Pusat).

    Kantor cabang aktivitas : Jl. H. Abd Ghani, Komplek BPKP 2 No 86 RT.4/RW.2 Ciputat Timur, Tangerang

    Selatan, Banten. 

    Seminar Akuntansi Syariah Hybrid Contracts Menuju Sertifikasi Akuntansi Syariah Level 6 Tgl 31 Agustus 2020 Via Zoom Cloud Meeting

    0

    Posted on : 28-06-2020 | By : Hafizoh Hilwa | In : Pendidikan Ekonomi Syariah, Perbankan Syariah, Webinar & Training

    DASAR PEMIKIRAN

     

    Akuntansi syariah terus mengalami perkembangan secara dinamis baik di Indonesia maupun di tingkat Internasional.

    Sejak bunga sebagai instrumen profit dilarang secara ijma’ oleh lembaga-lembaga ulama dunia, akad-akad muamalah yang berbasis akad sektor riel menjadi penting dalam akuntansi keuangan kontemporer.

    Transformasi akuntansi meresponi akad-akad muamalah menimbulkan kerumitan tersendiri yang dihadapi oleh praktisi lembaga keuangan, regulator, dewan standar dan auditor.

    Kerumitan tersebut semakin terasa di era transaksi keuangan modern yang semakin kompleks, karena dibutuhkan desain kontrak (akad) dengan bentuk akad dan wa’ad dalam model hybrid contracts, dengan mengkombinasikan beberapa akad, yang kemudian dikenal dengan istilah hybrid contract atau al-’uqud al-murakkabah

    Saat ini, bentuk akad tunggal sudah tidak mampu merespon transaksi keuangan kontemporer yang selalu bergerak dan berkembang dengan cepat.Akibatnya regulasi pencatatan yang sesuai syariah harus dirumuskan berdasarkan konsep fikih muamalah dan Maqashid syariah.

    Saat ini masih banyak praktik akuntansi hybrid contracts yang salah dan tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah ( prinsip syariah)

    Sehubungan dengan urgennya akuntansi hybrid contracts, Iqtishad Consulting menggelar Seminar Nasional Akuntansi Syariah Hybrid Contracts Menuju Sertifikasi Level 6 pada ,:

     

    Materi Introduction :

    1. Kerangka Penyajian laporan Keuangan
    2 .Prinsip dan Ketentuan Akuntansi Hybrid Contracts
    3. Wa’ad dan Akad dalam hybrid contracts
    4. Akuntansi murabahah wal wakalah
    5. Akuntansi take over
    6. Akuntansi line facility
    7. Akuntansi PRKS
    8. Akuntansi Musyarakah Mutanaqishah
    9. Akuntansi L/C, Trade Finance / Trust Receipt
    10. Akuntansi Gadai / rahn yg quraniy
    12. Akuntansi kartu kredit syariah
    13.akuntansi ijarah multi jasa
    14. Akuntansi Anjak piutang dgn wakalah bil ujrah
    15. akuntansi kafalah bil ujrah
    16. Akuntansi hawalah bil ujrah.
    17. Akuntansi ijarah maushufah fiz Zimmah.
    18. Akuntansi Refinancing syariah

     

    PEMBICARA :

    Agustianto Mingka (Ketua DPP IAEI Pusat, Presiden Direktur Iqtishad Consulting, Wakil Sekjen MES, Anggota Pleno Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dosen Pascasarjana PSTTI Universitas Indonesia, Dosen Pascasarjana IEF Trisakti, Dosen Pascasarjana Universitas Paramadina Pascasarjana IAIN, Pascasarjana Ekonomi Islam UI Az-Zahra, Wakil Sekjen MES Pusat, DPS di beberapa Lembaga Keuangan UUS BUMN dan Swasta. Super Trainer Indonesia 407 Angkatan.

     

    TANGGAL DAN TEMPAT

    Hari/ Tanggal : Senin / 31 Agustus 2020

    Pukul : 14.00-16.30 WIB

    Tempat : Zoom Cloud Meeting

     

     

    INVESTASI:

     

    FASILITAS

    E-Sertifikat

    File Materi

     

    TEMPAT PENDAFTARAN

    Putri : 0822-8485-2215

    Fitri : 0858-8866-9469

     

    Instagram : @iqtishad_consulting

    Email : admin@Iqtishadconsulting.com /iqtishad2017@gmail.com 

    Website :www.iqtishadconsulting.com www.agustiantocentre.com 

     

    Note : 

    1. Bukti sah menjadi peserta jika sudah mengirimkan formulir pendaftaran dan bukti transfer.

    2. Peserta yang belum pernah webinar dengan aplikasi zoom akan dipandu menggunakan zoom tersebut 

     

    Alamat kantor : Hotel Sofyan Betawi Jl. Cut Mutia, Menteng Jakarta Pusat

    (kantor Pusat).

    Kantor cabang aktivitas : Jl. H. Abd Ghani, Komplek BPKP 2 No 86 RT.4/RW.2 Ciputat Timur, Tangerang

    Selatan, Banten. 

    Webinar Pembiayaan Property Syariah dan Akad-Akad Syariah untuk Pembiayaan KYG dan KPRS Tgl 9 Agustus 2020 Via Zoom Cloud Meeting

    0

    Posted on : 28-06-2020 | By : Hafizoh Hilwa | In : Pendidikan Ekonomi Syariah, Perbankan Syariah, Webinar & Training

    DASAR PEMIKIRAN

     

    Properti dan rumah merupakan kebutuhan primer masyarakat, namun hingga saat ini rumah masih merupakan barang langka.
    Terdapat kekurangan lebih dari 12 juta pasokan perumahan ( backlog ) dan hal itu terus terakumulasi setiap tahunnya.
    Di sisi lain multiplier effect dari
    sektor perumahan ini berdampak sangat signifikan terhadap
    pertumbuhan UKM, Pengusaha property (Developer), serta Ekonomi Indonesia secara umum.
    Oleh karena itu, pemerintah melakukan strategi untuk membangun 1 juta unit rumah setiap tahunnya, dan itu merupakan peluang bisnis KPR Syariah yang sangat potensial bagi para pengusaha yang bergerak di bidang property (developer perumahan).

    Kesadaran masyarakat untuk mengambil pembiayaan properti dan rumah secara syariah yang bebas riba makin tinggi, apalagi mayoritas masyarakat Indonesia adalah muslim.
    Bahkan dengan layanan yg excellence dan harga yang bersaing, tanpa denda dan sejumlah keunggulan syariah, menjadikan sistem pembiayaan KPR Syariah menjadi pilihan. Kekhasan syariah ini, menjadi peluang bagi developer di Indonesia.

    Keunggulan syariah ini perlu didakwahkan kepada masyarakat luas, khususnya developer, pengembang perumahan dan user.

    Dilatarbelakangi hal-hal tersebut di atas serta untuk membantu program pemerintah dalam pelaksanaaan pembangunan 1 juta rumah setiap tahunnya, maka kami Iqtishad CONSULTING dan PT.Maqashid Syariah Indonesia ikut berperan aktif dengan membentuk dan membangun SDM-SDM yang profesional di bidang bisnis KPR Syariah melalui Seminar, workshop dan Pelatihan Bisnis Property dan Akad-akad KPR Syariah.

     

    Who should be attend?

    1. Developer / pengembang secara luas
    baik muslim ataupun bukan.

    2. Pengusaha property pemula

    3. Masyarakat yg membutuhkan rumah, apartemen, atau ruko.

    4. Agen property

    5. Notaris.

     

    PEMBICARA :

    Agustianto Mingka (Ketua DPP IAEI Pusat, Presiden Direktur Iqtishad Consulting, Wakil Sekjen MES, Anggota Pleno Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dosen Pascasarjana PSTTI Universitas Indonesia, Dosen Pascasarjana IEF Trisakti, Dosen Pascasarjana Universitas Paramadina Pascasarjana IAIN, Pascasarjana Ekonomi Islam UI Az-Zahra, Wakil Sekjen MES Pusat, DPS di beberapa Lembaga Keuangan UUS BUMN dan Swasta. Super Trainer Indonesia 407 Angkatan.

     

    TANGGAL DAN TEMPAT

    Hari/ Tanggal : Minggu / 9 Agustus 2020 

    Pukul : 15.00 – 16.00 WIB

    Tempat : Zoom Cloud Meeting

     

    INVESTASI:

     

    FASILITAS

    E-Sertifikat

    File Materi

     

    TEMPAT PENDAFTARAN

    Putri : 0822-8485-2215

    Fitri : 0858-8866-9469

     

    Instagram : @iqtishad_consulting

    Email : admin@Iqtishadconsulting.com /iqtishad2017@gmail.com 

    Website :www.iqtishadconsulting.com www.agustiantocentre.com 

     

    Note : 

    1. Bukti sah menjadi peserta jika sudah mengirimkan formulir pendaftaran dan bukti transfer.

    2. Peserta yang belum pernah webinar dengan aplikasi zoom akan dipandu menggunakan zoom tersebut 

     

    Alamat kantor : Hotel Sofyan Betawi Jl. Cut Mutia, Menteng Jakarta Pusat

    (kantor Pusat).

    Kantor cabang aktivitas : Jl. H. Abd Ghani, Komplek BPKP 2 No 86 RT.4/RW.2 Ciputat Timur, Tangerang

    Selatan, Banten.    

    Webinar Kupas Tuntas Murabahah dari sisi Fikih Muamalah, sisi Maqashid Syariah, Hukum Positif, Teori Ekonomi Makro (5 variabel) dan UU Jabatan Notaris Tgl 21 Juli 2020 Via Zoom Cloud Meeting

    0

    Posted on : 28-06-2020 | By : Hafizoh Hilwa | In : Pendidikan Ekonomi Syariah, Webinar & Training

    DASAR PEMIKIRAN

     

    Mengkaji Murabahah dari sisi fikih muamalah an-sich seringkali menimbulkan kesalah-fahaman yang sangat fatal. Tidak sedikit notaris senior, Guru Besar Fikih dan Hakim Agung yg Professor keliru dalam memahami praktik murabahah, terutama ketika murabahah digabung dgn wakalah.

    Nasabah sebagai wakil bank difahami tidak utuh sehingga menimbulkan kesalahan dalam memahami murabahah dan wakalah

    Murabahah dan wakalah seharusnya difahami secara holistik, lengkap dan komprehensif sebagaimana dijelaskan dalam kitab kitab / buku buku fiqh muamalah kontemporer.
    Bahkan bagi Iqtishad Consulting, Murabahah tidak saja difahami secara utuh dari sisi fikih muamalah, tetapi juga harus difahami dalam konteks Maqashid syariah berbasis teori ekonomi Islam terutama makro ekonomi.

    Ahli fikih muamalah dunia tidak akan bisa menangkap makna dan hakikat akad murabahah tanpa disertai teori ilmu ekonomi Islam.(seperti terciptanya akselerasi arus barang/Riel sector, relasi murabahah dgn variabel produksi, investasi, employment, equilibrium, dll)
    Teori ini sangat berguna memahami konsep murabahah secara utuh.
    Sehingga bisa menemukan 14 perbedaan margin murabahah dengan bunga.
    Forum ini akan membedah teori itu dan menjelaskan 14 perbedaan murabahah dan bunga di atas.

    Selama ini kajian murabahah hanya dibahas dari perspektif muamalah saja. Pendekatan fikih muamalah yang atomistik, parsial dan tekstualis sering menimbulkan gagal faham dalam memandang implementasi akad murabahah.

    Keharusan dua akad wakalah dalam murabahah seperti tertulis dalam kitab fikih muamalah jarang difahami praktisi hukum dan Guru Besar atau Hakim Agung akibatnya terjadi kegagalan dalam memahami hakikat bay’ murabahah.

    Unfortunetely, kegagalan ini kadang terjadi pada kalangan elitis intelektual yang bukan specifik experts fikih maqashid, dan praktisi hukum Islam di level elit seperti hakim Agung.

    Karena itulah forum webinar akan membahas murabahah dan wakalah dgn pemahaman fikih yg utuh dan lengkap disertai pendekatan Maqashid syariah.

    Forum webinar ini juga akan membahas anatomi akta Murabahah dari sisi hukum positif, khususnya UU Jabatan notaris.Hal ini penting diketahui, karena apabila tidak menerapkan UU ini, akan menimbulkan risiko besar bagi bank syariah.
    Rumusan klausul akad murabahah harus ditransformasi menjadi klausul akad yang sistimatikanya dan formatnya harus sesuai Undang-Undang.Inilah yg akan dibahas di forum ilmiah ini.
    Selain itu, kelengkapan kajian murabahah di forum ini karena forum webinar membahas berbagai issu murabahah secara detail dan tuntas.Ada 32 Sub bahasan.

    Para ahli syariah, hakim, pengacara, dosen/ Guru Besar, DPS, konsultan dan praktisi perbankan dan LKS wajib mengetahui dan memahami konsep murabahah dan wakalah secara utuh dan komprehensif.
    Setidaknya ada 32 sub bahasan yang akan dibahas sbb ;

    Materi pembahasan

    1.Pembagian Akad Jual Beli / Bay’ Amanah.

    2. Konsep Dasar Murabahah.

    3. Empat belas Perbedaan margin murabahah dan bunga.

    4.Murabahah dari perspektif makro ekonomi

    5. Model-model penerapan Murabahah

    6. Murabahah Lil Amir bi Al Syirak

    7. Hybrid Wakalah dan Murabahah

    8. Parameter Hybrid wakalah dan Murabahah.

    9. Murabahah dan wakalah ganda (Kitab Fikih Yordania).
    Pandangan 4 mazhab ttg Murabahah wal wakalataini.

    10. Murabahah formalistik vs Murabahah substantif, Murabahah fikih vs Murabahah Maqashid Syariah

    10. Murabahah Basithah dan Murabahah Murakkabah

    11. Murabahah bit Taqsith

    12. Syarat dan Rukun Murabahah

    13. Objek murabahah : Intangible Asset dan gabungan barang dan jasa.

    14. Hamisy Jidfiyah (Uang muka) dalam murabahah

    15. Diskon dalam murabahah

    16. Sanksi (ta’zir) keterlambatan cicilan

    17. Ta’widh (ganti rugi) dlm murabahah

    18. Pelunasan dipercepat (prepayment)

    19. Rescheduling Murabahah

    20. Restrukturisasi Pembiayaan murabahah

    21. Konversi Akad Murabahah dan issu Jaminan.

    22. Penyelesaian pembiayaan macet dan eksekusi jaminan

    23. Anuitas dan Proporsional dalam margin murabahah

    24. Terlarangnya Murabahah Floating.

    25. Bentuk bentuk Traksaksi yang terlarang dengan akad murabahah

    26. Bay Al dayn terhadap piutang murabahah.

    27. Konversi akad murabahah menjadi MMq

    28. Di transaksi apa saja murabahah itu terlarang dilakukan ?

    29. Anatomi Akta Pembiayaan Murabahah

    30. Sistematika akad murabahah

    31. Contoh Akta Notaril Perjanjian Murabahah.

     

    PEMBICARA :

    Agustianto Mingka (Ketua DPP IAEI Pusat, Presiden Direktur Iqtishad Consulting, Wakil Sekjen MES, Anggota Pleno Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dosen Pascasarjana PSTTI Universitas Indonesia, Dosen Pascasarjana IEF Trisakti, Dosen Pascasarjana Universitas Paramadina Pascasarjana IAIN, Pascasarjana Ekonomi Islam UI Az-Zahra, Wakil Sekjen MES Pusat, DPS di beberapa Lembaga Keuangan UUS BUMN dan Swasta. Super Trainer Indonesia 407 Angkatan.

     

    TANGGAL DAN TEMPAT

    Hari/ Tanggal : Selasa / 21 Juli 2020 

    Pukul : 14.00 – 15.30 WIB

    Tempat : Zoom Cloud Meeting

     

    INVESTASI:

     

    FASILITAS

    E-Sertifikat

    File Materi

     

    TEMPAT PENDAFTARAN

    Putri : 0822-8485-2215

    Fitri : 0858-8866-9469

     

    Instagram : @iqtishad_consulting

    Email : admin@Iqtishadconsulting.com /iqtishad2017@gmail.com 

    Website :www.iqtishadconsulting.com www.agustiantocentre.com 

     

    Note : 

    1. Bukti sah menjadi peserta jika sudah mengirimkan formulir pendaftaran dan bukti transfer.

    2. Peserta yang belum pernah webinar dengan aplikasi zoom akan dipandu menggunakan zoom tersebut 

     

    Alamat kantor : Hotel Sofyan Betawi Jl. Cut Mutia, Menteng Jakarta Pusat

    (kantor Pusat).

    Kantor cabang aktivitas : Jl. H. Abd Ghani, Komplek BPKP 2 No 86 RT.4/RW.2 Ciputat Timur, Tangerang

    Selatan, Banten.   

    Webinar Kupas Tuntas Murabahah dari sisi Fikih Muamalah, sisi Maqashid Syariah, Hukum Positif, Teori Ekonomi Makro (5 variabel) dan UU Jabatan Notaris Tgl 21 Juli 2020 Via Zoom Cloud Meeting

    0

    Posted on : 28-06-2020 | By : Hafizoh Hilwa | In : Pendidikan Ekonomi Syariah, Perbankan Syariah, Webinar & Training

    DASAR PEMIKIRAN

     

    Mengkaji Murabahah dari sisi fikih muamalah an-sich seringkali menimbulkan kesalah-fahaman yang sangat fatal. Tidak sedikit notaris senior, Guru Besar Fikih dan Hakim Agung yg Professor keliru dalam memahami praktik murabahah, terutama ketika murabahah digabung dgn wakalah.

    Nasabah sebagai wakil bank difahami tidak utuh sehingga menimbulkan kesalahan dalam memahami murabahah dan wakalah

    Murabahah dan wakalah seharusnya difahami secara holistik, lengkap dan komprehensif sebagaimana dijelaskan dalam kitab kitab / buku buku fiqh muamalah kontemporer.
    Bahkan bagi Iqtishad Consulting, Murabahah tidak saja difahami secara utuh dari sisi fikih muamalah, tetapi juga harus difahami dalam konteks Maqashid syariah berbasis teori ekonomi Islam terutama makro ekonomi.

    Ahli fikih muamalah dunia tidak akan bisa menangkap makna dan hakikat akad murabahah tanpa disertai teori ilmu ekonomi Islam.(seperti terciptanya akselerasi arus barang/Riel sector, relasi murabahah dgn variabel produksi, investasi, employment, equilibrium, dll)
    Teori ini sangat berguna memahami konsep murabahah secara utuh.
    Sehingga bisa menemukan 14 perbedaan margin murabahah dengan bunga.
    Forum ini akan membedah teori itu dan menjelaskan 14 perbedaan murabahah dan bunga di atas.

    Selama ini kajian murabahah hanya dibahas dari perspektif muamalah saja. Pendekatan fikih muamalah yang atomistik, parsial dan tekstualis sering menimbulkan gagal faham dalam memandang implementasi akad murabahah.

    Keharusan dua akad wakalah dalam murabahah seperti tertulis dalam kitab fikih muamalah jarang difahami praktisi hukum dan Guru Besar atau Hakim Agung akibatnya terjadi kegagalan dalam memahami hakikat bay’ murabahah.

    Unfortunetely, kegagalan ini kadang terjadi pada kalangan elitis intelektual yang bukan specifik experts fikih maqashid, dan praktisi hukum Islam di level elit seperti hakim Agung.

    Karena itulah forum webinar akan membahas murabahah dan wakalah dgn pemahaman fikih yg utuh dan lengkap disertai pendekatan Maqashid syariah.

    Forum webinar ini juga akan membahas anatomi akta Murabahah dari sisi hukum positif, khususnya UU Jabatan notaris.Hal ini penting diketahui, karena apabila tidak menerapkan UU ini, akan menimbulkan risiko besar bagi bank syariah.
    Rumusan klausul akad murabahah harus ditransformasi menjadi klausul akad yang sistimatikanya dan formatnya harus sesuai Undang-Undang.Inilah yg akan dibahas di forum ilmiah ini.
    Selain itu, kelengkapan kajian murabahah di forum ini karena forum webinar membahas berbagai issu murabahah secara detail dan tuntas.Ada 32 Sub bahasan.

    Para ahli syariah, hakim, pengacara, dosen/ Guru Besar, DPS, konsultan dan praktisi perbankan dan LKS wajib mengetahui dan memahami konsep murabahah dan wakalah secara utuh dan komprehensif.
    Setidaknya ada 32 sub bahasan yang akan dibahas sbb ;

     

    Materi pembahasan

    1.Pembagian Akad Jual Beli / Bay’ Amanah.

    2. Konsep Dasar Murabahah.

    3. Empat belas Perbedaan margin murabahah dan bunga.

    4.Murabahah dari perspektif makro ekonomi

    5. Model-model penerapan Murabahah

    6. Murabahah Lil Amir bi Al Syirak

    7. Hybrid Wakalah dan Murabahah

    8. Parameter Hybrid wakalah dan Murabahah.

    9. Murabahah dan wakalah ganda (Kitab Fikih Yordania).
    Pandangan 4 mazhab ttg Murabahah wal wakalataini.

    10. Murabahah formalistik vs Murabahah substantif, Murabahah fikih vs Murabahah Maqashid Syariah

    10. Murabahah Basithah dan Murabahah Murakkabah

    11. Murabahah bit Taqsith

    12. Syarat dan Rukun Murabahah

    13. Objek murabahah : Intangible Asset dan gabungan barang dan jasa.

    14. Hamisy Jidfiyah (Uang muka) dalam murabahah

    15. Diskon dalam murabahah

    16. Sanksi (ta’zir) keterlambatan cicilan

    17. Ta’widh (ganti rugi) dlm murabahah

    18. Pelunasan dipercepat (prepayment)

    19. Rescheduling Murabahah

    20. Restrukturisasi Pembiayaan murabahah

    21. Konversi Akad Murabahah dan issu Jaminan.

    22. Penyelesaian pembiayaan macet dan eksekusi jaminan

    23. Anuitas dan Proporsional dalam margin murabahah

    24. Terlarangnya Murabahah Floating.

    25. Bentuk bentuk Traksaksi yang terlarang dengan akad murabahah

    26. Bay Al dayn terhadap piutang murabahah.

    27. Konversi akad murabahah menjadi MMq

    28. Di transaksi apa saja murabahah itu terlarang dilakukan ?

    29. Anatomi Akta Pembiayaan Murabahah

    30. Sistematika akad murabahah

    31. Contoh Akta Notaril Perjanjian Murabahah.

     

    PEMBICARA :

    Agustianto Mingka (Ketua DPP IAEI Pusat, Presiden Direktur Iqtishad Consulting, Wakil Sekjen MES, Anggota Pleno Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dosen Pascasarjana PSTTI Universitas Indonesia, Dosen Pascasarjana IEF Trisakti, Dosen Pascasarjana Universitas Paramadina Pascasarjana IAIN, Pascasarjana Ekonomi Islam UI Az-Zahra, Wakil Sekjen MES Pusat, DPS di beberapa Lembaga Keuangan UUS BUMN dan Swasta. Super Trainer Indonesia 407 Angkatan.

     

    TANGGAL DAN TEMPAT

    Hari/ Tanggal : Selasa / 21 Juli 2020 

    Pukul : 14.00 – 15.30 WIB

    Tempat : Zoom Cloud Meeting

     

    INVESTASI:

     

    FASILITAS

    E-Sertifikat

    File Materi

     

    TEMPAT PENDAFTARAN

    Putri : 0822-8485-2215

    Fitri : 0858-8866-9469

     

    Instagram : @iqtishad_consulting

    Email : admin@Iqtishadconsulting.com /iqtishad2017@gmail.com 

    Website :www.iqtishadconsulting.com www.agustiantocentre.com 

     

    Note : 

    1. Bukti sah menjadi peserta jika sudah mengirimkan formulir pendaftaran dan bukti transfer.

    2. Peserta yang belum pernah webinar dengan aplikasi zoom akan dipandu menggunakan zoom tersebut 

     

    Alamat kantor : Hotel Sofyan Betawi Jl. Cut Mutia, Menteng Jakarta Pusat

    (kantor Pusat).

    Kantor cabang aktivitas : Jl. H. Abd Ghani, Komplek BPKP 2 No 86 RT.4/RW.2 Ciputat Timur, Tangerang

    Selatan, Banten.   

    WEBINAR TANYA JAWAB DAN KUPAS TUNTAS ASPEK SYARIAH KASUS-KASUS DAN ISSU-ISSU RESTRUKTURISASI PEMBIAYAAN PERBANKAN SYARIAH & LKS Tgl 1 Juli 2020 Via Zoom Cloud Meeting

    0

    Posted on : 28-06-2020 | By : Hafizoh Hilwa | In : Pendidikan Ekonomi Syariah, Perbankan Syariah, Webinar & Training

    Ada 15 issu utama terkait Sharia complience yang harus diketahui DPS dan kasus-kasus terkait hukum aktual seputar Aplikasi Restrukturisasi Pembiayaan Perbankan dan Keuangan Syariah.

    Yaitu ;

    1. Bagaimana akad-akad restrukturisasi pembiayaan dikaitkan dengan ketentuan hukum positif, seperti masalah roya pasang dan pengikatan jaminan dengan APHT atau fidusia.

    2. Bagaimana merestrukturisasi pembiayaan murabahah, Musyarakah Mutanaqishah, istisna’, IMBT, ijarah atau ijarah multijasa serta gadai dengan qardh.

    3. Bagaimana merestrukturisasi murabahah dengan Musyarakah Mutanaqishah atau IMBT? Krn jika pembiayaan konsumtif seperti KPR tidak mungkin dengan Musyarakah karena ada usaha yang menjadi basis bagi hasil.Kapan saatnya pilihan konversi IMBT, Musyarakah dan MMq?

    4. Bagaimana merestrukturisasi akad MMq?
    Apakah akad sewa yg direscheduling, atau bay’ hishshah atau Musyarakah atau ketiganya?
    Dalam reconditioning MMq apakah nisbah yang diubah atau ujrahnya atau keduanya.

    5. Bagaimana akad restrukturisasi modal kerja dgn musyarakah?

    6. Bagaimana harmonisasi akad-akad syariah dalam fatwa DSN-MUI ke praktek hukum positif yang berasaskan prinsip menghilangkan kesulitan yang berdasarkan kemudahan, keadilan dan kemaslahatan. Jangan sampai restrukturisasi salah kaprah justru semakin memberatkan dan membebani nasabah yang sedang kesulitan ekonomi disebabkan ketidaktahuan dalam mengharmonisasi fatwa-fatwa ke dalam hukum positif.

    Kasus-kasus menarik lainnya yang akan dibahas ;

    7.Bagaimana merestrukturisasi perjanjian line facility dan akad draw downnya, baik murabahah, Musyarakah atau Musyarakah Mutanaqishah ?
    Apa keunggulan perjanjian line facility yang draw downnya murabahah dalam kasus restrukturisasi ?
    Mengapa murabahah seharusnya dipayungi perjanjian line facility ?

    8. Pembiayaan murabahah yang telah dikonversi ke Musyarakah, dapatkah diubah lagi ke murabahah jika Pendemi covid usai sebelum Maret 2021. Bagaimana akadnya yang tepat dan sesuai syariah?
    9.Dalam kasus restrukturisasi bgmn menambahkan dan menerapkan alnernatif Novasi subjektif pasif atau aktif, dan Novasi objectif dalam restrukturisasi akad Musyarakah atau murabahah.

    10. Bagaimana restrukturisasipada Akad-akad Hybrid Contracts.

    Misalnya restrukturisasi akad MMq yang merupa

    Hibryd kontrak antara Musyarakah, Bay’ dan ijarah yg menjadi satu kesatuan.
    Kalau MMq di restrukturisasi apakah ujrah sewa saja yg bisa diperpanjang, bagaimana dengan jual beli equity (bay’ hishshah) apakah jangka waktunya juga bisa diperpanjang,

    Apakah besaran ujrah bisa diubah/ditambah karena perpanjangan masa.?

    Apakah berubah juga harga jual beli porsi equity saat diperpanjang ?

    Berhubung akad ini
    Musyarakah, apakah nisbah juga berubah sebagaimana dalam restrukturisasi Musyarakah biasa

    11.Bagaimana pula restrukturisasi Hybrid Contracts pada pembiayaan line facility?
    Apakah perjanjian line facility yg berupa wa’ad itu diadendum atau akad draw downnya (murabahah/Musyarakah) atau keduanya?

    12.Dapatkkah beberapa pembiayaan line facility direstrukturisasi menjadi satu akad tunggal ketika direstrukturisasi supaya tidak setiap akad diadendum satu persatu?

    13.
    Bagamana resrukturisasi pembiayaan anjak piutang syariah dgn wakalah bil ujrah di satu sisi, dan akad bridging of financing/qardh di sisi lain?

    Dalam akad wakalah bil-ujrah apakah boleh penambahan ujrah.? atau tidak boleh seperti murabahah.?

    Selanjutnya, apakah wakakah bil ujrah di sini bisa dikonversi akadnya? Seperti halnya murabahah

    14. Bolehkah dalam restrukturisasi akad murabahah telah dikonversi menjadi Musyarakah, menggabungkan pokok dan margin yang tertunggak menjadi pokok pembiayaan baru ( mirip plafondering).
    Bagaimana analisis dan jawaban fikihnya?
    Bgmn jika ditinjau dari konsep dasar murabahah yg tidak membedakan pokok dan margin?( Fiqh muamalah approach)
    Bagaimana pula jika hal ini diterapkan pada restrukturisasi musyarakah, Mudharabah, MMq, IMBT, Istishna’, Ijarah Multijasa, wakalah bil ujrah, Kafalah bil ujrah, Gadai syariah dsb

    15.Bagaimans pula restrukturisasi akad gadai syariah.
    Akad ini sebenarnya adalah hybrid contracts.
    Rahn, Qardh dan Ijarah.
    Di satu sisi ada rahn.
    Di sisi lain ada qardh, dan di sisi lain lagi ada ijarah.
    Apakah rahn yg direfinancingnysatau ijarah?
    Bgmn akad bridging of financingnya)(qardh) bisakan ditambah dana pembiayaan qardh tersebut?
    Bgmn ketentuan syariahnya ?

    Untuk mengupas tuntas semua permasalahan dan kasus itu , Iqtishad Consulting akan menggelar sebuah Webinar Tanya Jawab, Bedah Kasus dan Kupas Tuntas segala issu ttg akad-akad restrukturisasi pembiayaan syariah dan implementasinya dalam hukum positif secara harmonis pada:

     

    WAKTU DAN TEMPAT

    Hari / Tanggal : 1 Juli 2020

    Pukul : 14.00-16.00 WIB

    Tempat : Via Zoom Cloud Meeting (Linknya akan anda dapatkan setelah Pendaftaran)

     

    BIAYA/INVESTASI :

    Rp 150.000 per peserta utk operasional panitia tim iqtishad, pembuatan sertifikat, dan moderator serta speaker sekedarnya.

     

    FASILITAS :

    Materi dan E-sertifikat

     

    CP dan Pendaftaran : 

    Sdri.Putri : 0822 8485 2215

    Sdri.Hafizoh : 0812 8623 7173   

     

    Instagram : @iqtishad_consulting

    Email : admin@Iqtishadconsulting.com /iqtishad2017@gmail.com 

    Website : www.iqtishadconsulting.com www.agustiantocentre.com 

     

    Note : 

    1. Bukti sah menjadi peserta jika sudah mengirimkan formulir pendaftaran dan bukti transfer.

    2. Peserta yang belum pernah webinar dengan aplikasi zoom akan dipandu menggunakan zoom tersebut 

     

    Alamat kantor : Hotel Sofyan Betawi Jl. Cut Mutia, Menteng Jakarta Pusat

    (kantor Pusat).

    Kantor cabang aktivitas : Jl. H. Abd Ghani, Komplek BPKP 2 No 86 RT.4/RW.2 Ciputat Timur, Tangerang

    Selatan, Banten.   

    Workshop Eksekutif : Anatomi Akta Musyarakah Mutanaqishah dari Perspektif Hukum Positif dan UU Jabatan Notaris untuk Pembiayaan KPRS, KPRS Indent, PembiayaanTake Over dan Refinancing Syariah Tgl 27 Juli 2020 Via Zoom Cloud Meeting

    0

    Posted on : 27-06-2020 | By : Hafizoh Hilwa | In : Pendidikan Ekonomi Syariah, Perbankan Syariah, Webinar & Training

    DASAR PEMIKIRAN
    Lembaga Keuangan Syariah dan Perbankan syariah harus terus menerus meningkatkan pemahaman dan kompetensinya di bidang aspek legal dan hukum perbankan syariah khususnya dalam pembuatan akta perjanjian di bank bank syariah.

    Perkembangan produk dan akad perbankan dan keuangan syariah syariah mengalami kemajuan yang sangat pesat karena bank syariah selalu menghadapi tantangan yang makin kompleks. Tantangan itu antara lain harus bisa memenuhi kebutuhan bisnis yang selalu berubah cepat dengan menyajikan produk-produk inovatif dan lebih variatif serta pelayanan yang memuaskan berdasarkan panduan syariah.

    Salah satu akad perjanjian yang paling urgen untuk mendinamiskan pengembangan produk perbankan syariah adalah musyarakah mutanaqsihah (MMq).

    Sebagaimana dimaklumi, Musyarakah Mutanaqishah (MMq) adalah akad yang sophisticated (canggih), karena ia dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan dan  produk perbankan syariah. Setidaknya MMq dapat digunakan untuk 15 macam produk,  seperti refinancing, working capital, take over, gabungan take over  dan top up (refinancing), KPRS Indent, investasi indent, pengalihan hutang dari bank syariah ke bank syariah, restrukturisasi pembiayaan (konversi akad), capital expenditure (investasi), reimbursement, pembiayaan konsumtif untuk KPRS, dan sebagainya.

    Praktisi Hukum, Dosen, praktisi Bank syariah, Koperasi Syariah, law firm, Hakim, harus memahami dengan baik anatomi akta MMq dalam semua produk tersebut khususnya pembiayaan KPRS baik indent maupun Ready Sticker, Take Over dan Refinancing Syariah.
    Penggunaan akad MMq utk KPR Syariah akan membuat harga KPRS lebih murah karena elastisitas dan dinamisnya dalam menghadapi fluktuasi harga di pasar.

    MMq juga dapat diterapkan utk pembiayaan take over dan refinancing.
    Training ini akan secara khusus membahas anatomi akta akad akad take over dan refinancing syariah berdasarkan perspektif hukum positif, khususnya Undang-Undang Jabatan Notaris UU No 2 Tahun 2014

    Berdasarkan pentingnya kajian akad MMq dari sisi hukum positif maka Iqtishad Consulting dan IAEI Jatim, menggelar Workshop Eksekutif Anatomi Akta Musyarakah Mutanaqishah dari sisi Hukum Positif, dan UU Jabatan Notaris utk Pembiayaan KPRS baik indent maupun Ready Sticker, Perjanjian Take Over dan Refinancing Syariah.

    Pentingnya workshop ini karena forum ini akan membahas dan membedah anatomi akta MMq dari sisi hukum positif
    Termasuk masalah agunan (APHT dan fiducia), Kepemilikan bersama, ke-BPN-an,

    MMq yang sudah diterapkan di banyak negara dan selama 13 tahun di Indonesia, seharusnya juga bisa diterapkan oleh bank-bank syariah di daerah, agar bank bank syariah bisa lebih kompetitif dan diminati masyarakat, juga agar bank syariah lebih kaya dengan produk yg dibutuhkan masyarakat, seperti refinancing, take over, hybrid take over dan refinancing, pembiayaan dalam bentuk reimburse pembelian barang, pembiayaan investasi, working capital, bahkan konversi akad dalam restrukturisasi pembiayaan syariah dan pengalihan utang sesama bank syariah, sebagainya.

    Praktisi Bank Syariah, Akademisi, Koperasi syariah, hakim, harus memahami anatomi aktanya dari sisi pasal 38 UUJN baik untuk KPRS , Take over maupun refinancing

    Materi Workshop :

    1. Mengapa harus Musyarakah Mutanaqishah (MMq) ?

    2. Keunggulan MMq dibanding Murabahah dan IMBT

    3. Musyarakah Mutanaqishah Menurut Fatwa DSN-MUI

    4. Harmonisasi Hukum Positif dan Hukum Syariah pada MMq

    5. Jaminan dan APHT pada Pembiayaan MMq

    6. Ketentuan perubahan harga ujrah pada cicilan MMq dan Fatwa DSN-MUI tentang Review Ujrah

    7. Pelunasan dipercepat (prepayment) dalam MMq

    8. Mengatasi Pembiayaan MMq Bermasalah (Penyelamatan dan Penyelesaian)

    9. Musyarakah Mutanaqishah untuk Pembiayaan Property

    10. Musyarakah Mutanaqishah untuk Pembiayaan Property Indent

    11. Musyarakah Mutanaqishah untuk Pembiayaan Take Over Murni

    12. Musyarakah& Mutanaqishah untuk Pembiayaan Take Over dan Refinancing Syariah

    13. Musyarakah Mutanaqishah untuk “Take Over” Sesama Bank Syariah

    14. Musyarakah Mutanaqishah untuk Pembiayan Investasi biasa dan investasi indent

    15. Musyarakah Mutanaqishah untuk Pembiayaan Konsumtif (Kenderaan)

    16. Penerapan teori Hybrid Contracts pada Musyarakah Mutanaqishah*

    17. Ijarah Maushufah Fiz Zimmah (IMFZ) pada Penerapan MMq Indent, dan solusinya

    18. Perlukah Surat Pengakuan Hutang dalam akad Perjanjian MMq

    19. Denda (Tazir)dan ta’widh dalam Pembiayaan Musyarakah Mutanaqishah

    20. Kajian Draft Akad (Legal Drafting) Musyarakah Mutanaqishah

    21. Anatomi AKTA Musyarakah Mutanaqishah.

    22. Contoh akad MMq untuk KPR dan Refinancing dan Take Over

     

    PROFIL TRAINER

    Agustianto Mingka adalah Ketua Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia(IAEI), Wakil Ketua Bidang Organisasi MES (Masyarakat Ekonomi Syariah) Pusat, Anggota Pleno DSN MUI, Tim Kerja Komite Pengembangan Jasa Keuangan Syariah OJK, Dosen pascasarjana Universitas Indonesia, Dosen Program Doktor Islamic Economics and Finance Univ. Trisakti, Dosen Pascasarjana Univ. Paramadina dan UIN. Dewan Pengawas Syariah di Indonesia Exim Bank, Asuransi Jasa Raharja Putra, Multifinance Syariah, dll.

    Agnes Nova Randomis,SH.M.Kn adalah Notaris Bank Syariah, yang berpengalaman menangani pembuatan akta akta di 17 Bank/LKS baik Syariah maupun konvensional,
    Beliau juga sudah memiliki sertifikasi kompetensi 4 level di bidang akad akad Bank Syariah.
    Beliau juga Trainer Iqtishad Consulting Jakarta yg sering memberikan presentasi di forum forum pelatihan aspek legal kontrak syariah

     

    WAKTU DAN TEMPAT

    Hari / Tanggal : Selasa, 27 Juli 2020

    Pukul : 14.00-16.00

    Tempat : Via Zoom Cloud Meeting (Link akan didapatkan setelah pendaftaran)   

     

    BIAYA/INVESTASI :
    Perorangan Rp 350.000,-

    FASILITAS :

    Materi dan E-sertifikat

     

    CP dan Pendaftaran : 

    Sdri.Putri : 0822 8485 2215

    Sdri.Hafizoh : 0812 8623 7173   

     

    Instagram : @iqtishad_consulting

    Email : admin@Iqtishadconsulting.com /iqtishad2017@gmail.com 

    Website : www.iqtishadconsulting.com www.agustiantocentre.com 

     

    Note : 

    1. Bukti sah menjadi peserta jika sudah mengirimkan formulir pendaftaran dan bukti transfer.

    2. Peserta yang belum pernah webinar dengan aplikasi zoom akan dipandu menggunakan zoom tersebut 

     

    Alamat kantor : Hotel Sofyan Betawi Jl. Cut Mutia, Menteng Jakarta Pusat

    (kantor Pusat).

    Kantor cabang aktivitas : Jl. H. Abd Ghani, Komplek BPKP 2 No 86 RT.4/RW.2 Ciputat Timur, Tangerang

    Selatan, Banten.   

    Webinar Eksekutif tentang : Aplikasi Ijarah Mausufah Fiz Zimmah (IMFZ) dalam Produk Perbankan dan Keuangan Syariah dan Solusi atas IMBT Tgl 3 Agustus 2020 Via Zoom Cloud Meeting

    0

    Posted on : 27-06-2020 | By : Hafizoh Hilwa | In : Pendidikan Ekonomi Syariah, Perbankan Syariah, Webinar & Training

    DASAR PEMIKIRAN
    Bank-Bank syariah harus selalu mengembangkan produk- produknya sesuai dengan kebutuhan bisnis yang selalu dinamis dan berkembang.

    Bank-bank syariah juga harus menunjukkan keunggulannya dari bank konvensional sesuai dgn jargon beyond banking yang melekat pada perbankan syariah.

    Ijarah Maushufah fiz Zimmah adalah akad yang paling penting utk menunjukkan keunggulan-keunggulan itu.

    Ijarah Mausufah Fiz Zimmah (IMFZ) adalah akad yang perlu bahkan harus dipraktekan di lembaga keuangan syariah karena skema dan akad ini memiliki sejumlah keunggulan dibanding Murabahah, Istishna’ dan Musyarakah Mutanaqishah.

    Di sisi Nasabah, terutama corporate baik swasta maupun milik negara, tentu lebih memilih IMFZ dibanding murabahah dan MMq. krn terdapat sepuluh keunggulan IMFZ dibanding akad akad lain

    Mengingat pentingnya dan unggulnya IMFZ ini maka Iqtishad Consulting akan menggelar Webinar Eksekutif 10 Keunggulan Ijarah Mausufah Fiz Zimmah (IMFZ) dalam Produk Perbankan & Keuangan Syariah dan solusi atas Kelemahan Ijarah Muntahiyah Bit Tamlik (IMBT)

    Iqtishad Consulting telah berpengalaman menggelar Pelatihan, Training dan Workshop perbankan dan keuangan syariah serta Aspek Hukum Perbankan dan Keuangan sebanyak 410 angkatan sejak tahun 2010  hingga  saat ini.

     

    Materi IMFZ : 
    1. Pengertian IMFZ
    2. Pandangan Ulama terkait IMFZ
    3.Keunggulan-Keunggulan IMFZ
    3. Macam – macam IMFZ
    4. Fatwa-Fatwa DSN MUI tentang IMFZ
    5. Praktek dan Implementasi IMFZ di Lembaga Keuangan Syariah, all
    a.IMFZ utk Pembiayaan Investasi
    b.IMFZ utk pembiayaan Infrastruktur
    c.IMFZ utk Konsumtif
    d.IMFZ utk Refinancing

    6. Manajemen resiko dalam IMFZ
    7. Kelemahan IMFZ dan solusinya
    8. Akuntansi IMFZ
    9. Pengikatan Jaminan (Fidusia atau APHT)
    10. Sistem penetapan Margin proposional dan anuitas
    11. Pengakuan Pendapatan dalam IMFZ
    12. Depresiasi, penyusutan dan Pajak
    13. Pajak Ijarah dan Financial lease
    14. Pajak hibah dan solusinya
    15. Pelunasan dipercepat (pre payment) dlm IMFZ
    16. Denda ta’zir atas keterlambatan pembayaran cicilan
    17. Ganti rugi (Ta’widh)
    18. Urbun dan Hamisy Jiddiyah (uang muka)
    19. Diskon harga
    20. Isu bay’ kali bi kali
    21. Pembiayaan Bermasalah dan Restrukturisasi IMFZ.

     

    PEMBICARA :

    1. Pakar, Konsultan dan Praktisi Perbankan Syariah dari Iqtishad Consultan. Beliau Sekjen Pertama Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI),dan Ketuanya 2011-1018, Wakil Sekjen MES Pusat selama dua Periode. Beliau adalah Bpk Agustianto Mingka
    Di tahun 2012-2016, Beliau Tim Kerja Pengembangan Jasa Keuangan Syariah OJK, Dewan Pengawas Syariah di perusahaan Negara BUMN dan DPS di beberapa Lembaga Keuangan Syariah.
    Dosen Pascasarjana di UI, Pascasarjana Trisakti dan Univ Paramadina.Pernah memberi kuliah di S2 UNPAD Bandung dan Pasca Sarjana IAIN.Syech Nurjati dan UIN,
    Pascasarjana Univ Islam Az-Zahra.

     

    INVESTASI

    Bank 350.000 per peserta

    BPRS 250.000/peserta

    BMT 250.000/Peserta

    Notaris 250.000/Peserta

    Dosen utusan / atas nama kampus Rp 50.000/peserta.

     

    FASILITAS

    E-Sertifikat

    File Materi

     

    TEMPAT PENDAFTARAN

    Putri : 0822-8485-2215

    Fitri : 0858-8866-9469

    Instagram : @iqtishad_consulting

    Email : admin@Iqtishadconsulting.com /iqtishad2017@gmail.com 

    Website : www.iqtishadconsulting.com www.agustiantocentre.com 

     

    Note : 

    1. Bukti sah menjadi peserta jika sudah mengirimkan formulir pendaftaran dan bukti transfer.

    2. Peserta yang belum pernah webinar dengan aplikasi zoom akan dipandu menggunakan zoom tersebut 

     

    Alamat kantor : Hotel Sofyan Betawi Jl. Cut Mutia, Menteng Jakarta Pusat

    (kantor Pusat).

    Kantor cabang aktivitas : Jl. H. Abd Ghani, Komplek BPKP 2 No 86 RT.4/RW.2 Ciputat Timur, Tangerang

    Selatan, Banten.   

    Webinar Hakim Peradilan Agama : Aspek Hukum Pembiayaan Line Facility Syariah Tgl 30 Juli 2020 Via Zoom Cloud Meeting

    0

    Posted on : 27-06-2020 | By : Hafizoh Hilwa | In : Pendidikan Ekonomi Syariah, Perbankan Syariah, Webinar & Training

    DASAR PEMIKIRAN

    Elastisitas dan fleksibiltas keuangan dalam bisnis adalah salah satu tuntutan pengusaha dan corporasi.

    Salah satu bentuk jasa pelayanan keuangan yg fleksibel yang menjadi kebutuhan masyarakat pengusaha dan Corporate adalah line facility ( as-tas-hilat as-saqfiyah ), yaitu fasilitas plafon pembiayaan bergulir dalam jangka waktu tertentu dengan ketentuan yang disepakati dan mengikat secara legal (legal binding) dan sering kali bersifat revolving. Dengan line facility maka pembiayaan murabahah bisa cair berkali-kali sepanjang masa pembiayaan.
    Lembaga Keuangan Syariah (LKS) merespon kebutuhan masyarakat tersebut dalam berbagai produknya, termasuk pembiayaan Line Facility untuk mendukung bisnis para pengusaha, developer dan kontraktor.

    Para hakim Peradilan Agama, baik Hakim Agung, hakim tinggi maupun Hakim Pengadilan Agama harus memahami konsep line facicilty ini dengan baik, jika tidak, maka hal ini dapat mencederai penegakan keadilan dalam memutus perkara karena kesalahan atau ketidak mengertilah tentang konsep at-tashilat al- saqfiyah dalam hukum syariah.

    Bagaimana hakim memahami konsep wa’ad berdasarkan keputusan fatwa ulama OKI, juga lembaga standart dunia AAOIFI serta fatwa DSN- MUI sangat menentukan dalam memutus perkara perselisihan pembiayaan line facility.

    Topik ini kami angkat karena masalah ini sudah sering terjadi dalam kasus penyelesaian sengketa perkara hukum ekonomi syariah.

    Dalam rangka itulah perlu disiapkan Hakim yang yg berkompeten dan memahami dengan baik konsep dan hakikat pembiayaan line facility syariah khususnya konsep syariah tentangnya.

    Sehubungan dengan itu Iqtishad Consulting menyelenggarakan Webinar dan Workshop Pembiayaan Line Facility Syariah bagi para Hakim Peradilan Agama se Indonesia secara bergelombang / bertahap

    Iqtishad Consulting telah berpengalaman menggelar pelatihan, Training dan Workshop perbankan dan keuangan syariah serta aspek hukum perbankan dan keuangan sebanyak 400 angkatan sejak tahun 2010.

    Peserta :
    Hakim Peradilan Agama
    Materi Training :

    1. Konsep Akad dan Wa’ad dalam Line Facility

    2. Wa’ad menurut Fatwa DSN MUI

    3. Desain – Desain akad pembiayaan Line Facility

    4. Implementasi Pembiayaan Line Facility

    5. Bentuk Perjanjian Line Facility

    6. Pengikatan Jaminan Perjanjian Pembiayaan Line Facility
    8. Praktik Hybrid Contract dalam Akan Line Facility

    9. Akta Notaris dan Akta di bawa tangan dalam Perjanjian Pembiayaan Line Facility

     

    PROFIL TRAINER

    Associate Professor Agustianto Mingka adalah Ketua Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia(IAEI), Wakil Ketua Bidang Organisasi MES (Masyarakat Ekonomi Syariah) Pusat, Anggota Pleno DSN MUI, Tim Kerja Komite Pengembangan Jasa Keuangan Syariah OJK, Dosen pascasarjana Universitas Indonesia, Dosen Program Doktor Islamic Economics and Finance Univ. Trisakti, Dosen Pascasarjana Univ. Paramadina dan UIN. Dewan Pengawas Syariah di Indonesia Exim Bank, Asuransi Jasa Raharja Putra, Multifinance Syariah, dll.

     

    WAKTU DAN TEMPAT

    Hari / Tanggal : Kamis, 30 Juli 2020

    Pukul : 14.00-16.00

    Tempat : Via Zoom Cloud Meeting (Link akan didapatkan setelah pendaftaran)   

     

    BIAYA/INVESTASI :

    Perorang 250.000/peserta

     

    FASILITAS :

    Materi dan E-sertifikat

     

    CP dan Pendaftaran : 

    Sdri.Putri : 0822 8485 2215

    Sdri.Hafizoh : 0812 8623 7173   

     

    Instagram : @iqtishad_consulting

    Email : admin@Iqtishadconsulting.com /iqtishad2017@gmail.com 

    Website : www.iqtishadconsulting.com www.agustiantocentre.com 

     

    Note : 

    1. Bukti sah menjadi peserta jika sudah mengirimkan formulir pendaftaran dan bukti transfer.

    2. Peserta yang belum pernah webinar dengan aplikasi zoom akan dipandu menggunakan zoom tersebut 

     

    Alamat kantor : Hotel Sofyan Betawi Jl. Cut Mutia, Menteng Jakarta Pusat

    (kantor Pusat).

    Kantor cabang aktivitas : Jl. H. Abd Ghani, Komplek BPKP 2 No 86 RT.4/RW.2 Ciputat Timur, Tangerang

    Selatan, Banten.  

    Webinar Kupas Tuntas Teori dan Praktik Pembiayaan Take Over Syariah Tgl 11 Juli 2020 Via Zoom Cloud Meeting

    0

    Posted on : 27-06-2020 | By : Hafizoh Hilwa | In : Pendidikan Ekonomi Syariah, Perbankan Syariah, Seminar & Training, Webinar & Training

    Dasar Pemikiran

    Pembiayaan take over adalah satu jenis pembiayaan yang banyak dipraktekkan di perbankan syariah dan Lembaga Keuangan Syariah. Hal ini disebabkan karena kebutuhan masyarakat akan pembiayaan take over senantiasa  tumbuh dan berkembang sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan kegiatan bisnis.

    Dalam praktiknya setidaknya terdapat 15 macam bentuk pembiayaan take over syariah sebagaimana yang terlihat pada silabus materi pembahasan. Pembiayaan take over seringkali tidak berdiri sendiri melainkan selalu diiringi dengan refinancing (top up).Karena itulah forum workshop ini akan membahas pembiayaan take over yg digabung (hybrid) dengan refinancing.

    Fatwa-fatwa ekonomi syariah tentang pengalihan hutang dan take over juga terus tumbuh di Indonesia. Selama ini praktik take over hanya dari bank konvensional ke bank syariah, sekarang telah diatur take over dan pengalihan hutang sesame bank syariah. DSN MUI juga sudah mengeluarkan ketentuan (fatwa) tentang desain-desain akad pengalihan hutang dan piutang (take over) antar bank syariah. 

    Saat ini juga terjadi take over dari bank induk konvensional ke Unit Usaha Syariah, Praktik ini menuntut kajian legal apakah harus dilakukan roya pasang atas jaminan, dan bagaimana pula desain akadnya. Selain itu terjadi pula take over sesama bank syariah dalam satu perusahaan bank syariah, yaitu dari cabang bank syariah ke cabang yg lain dalam satu bank syariah. Masih banyak bentuk dan isu penting lainnya terkait dengan take over, seperti take over empat pihak dimana terjadi perpindahan kreditur dan  dan  peralihan debitur juga.

    Selain itu, harus diketahui bahwa pengalihan hutang (take over) yang ada selama ini hanyalah take over atas kredit bank konvensional ke syariah  yang memiliki asset barang,  bagaimana pula take over dalam banyak kasus berikut yang tidak ada barang , yaitu ; 

    1. take over  modal kerja (working capital) 

    2. Take over hutang (Kredit) Rekening Koran 

    3. atau take over yang undrelying assetnya sudah tidak ada lagi

    4. take over kredit multijasa atau multiguna atau 

    5. Take over kartu kredit konvensiona 

    6. Temasuk  Take over antar cabang syariah dalam satu bank yang sama. 

    Semua itu membutuhkan jawaban yg tuntas dan solutif secara syariah, legal, risk manajement, akuntansi dan aspek bisnisnya. Dalam pembiayaan take over, terdapat pula sejumlah issu penting, Seperti isu akuntansi, dan issu legal.  Dalam masalah legal banyak persoalan antara lain :

    1.    Mana akad yg dinotarilkan dan mana akad yg dibawah tangan.

    2.    Mana akad take over yg bridging of financing, Mana pula akad  tidak boleh masuk dalam SOP di Bank-Bank BPD dan BUMN.

    3.     Dalam akad di bawah tangan harus dibedakan mana akad yg tertulis dan mana akad yg diucapkan.

    4.    Dalam Take over ada issu agunan : yaitu roya pasang atau tidak,    baik dlm satu bank maupun beda bank.

    Itulah sejumlah issu dan  materi pembahasan take over yang terdapat dalam forum training dan workshop ini. 

    Selain take over, refinancing adalah salah satu produk yang perlu dikembangkan perbankan syariah. 

    Pembahasan materi refinancing dalam training ini karena materi ini tergolong baru di Indonesia dan seringkali pembiayaan ini digabungkan dengan take over. DSN MUI juga sudah mengeluarkan ketentuan (fatwa) syariah tentang refinancing, melalui fatwa No 89/2014. OJK juga sudah menerbitkan buku kodifikasi produk yg memuat refinancing. Setidaknya terdapat tujuh model refinancing yang perlu dipahami dan dikembangkan oleh bank-bank syariah, dan dipahami oleh dosen pascasarjana, notaries dan praktisi hukum, bahkan DPS. (Dewan Pengawas Syariah).

    Training ini tidak saja membahas praktik refinancing, tetapi teori, analisis ilmu ekonomi dan ketentuan-ketentuan (dhawabith) refinancing syariah. Dengan memahami 7 model refinancing, maka bank-bank syariah akan semakin kaya produk dan inovatif. Perbankan syariah harus selalu memperkaya produk-produknya agar bisa semakin berkembang sejalan dengan tuntutan bisnis dan kebutuhan masyarakat umum. Sumber Daya Insani perbankan syariah,  dan SDI  LKS seperti Multifinance Syariah dan BMT,perlu mengetahui teori, praktik dan isu-isu terbaru terkait take over dan refinancing syariah. 

    Demikian pula Dosen-dosen pascasarjana ekonomi islam, konsultan, Dewan Pengawas,  bahkan para Guru Besar, harus selalu mengupdate dan mengupgrademateri kuliahnya dan silabusnya dengan ilmu-ilmu terbaru dan segar, teori-teori dan praktik baru yang selalu berkembang dan memiliki proyeksi masa depan untuk pengembangan produk industry keuangan syariah.

    Notaris, pengacara/law firm, auditor,  dan DPS juga sangat perlu meng-upgrade dan meng-update pengetahuannya dan meningkatkan kompetensinya mengenai take over dan refinancing ini,  perkembangan terkini, isu-isu terbaru, teori dan praktik terbaru mengenai segala bentuk dan problematika pembiayaan take over dan refinancing.

    Sehubungan dengan itu maka Iqtishad Consulting sebagai lembaga Pendidikan dan Pelatihan Keuangan syariah, akan kembali  menggelar Webinar Kupas Tuntas  Teori  dan Praktik  Pembiayaan Take Over Syariah  Tgl 16 Mei 2020 Via Zoom Cloud Meeting.

    Iqtishad Consulting telah berpengalaman menggelar Pelatihan, Training dan Workshop Perbankan dan Keuangan Syariah serta Aspek Hukum Perbankan dan Keuangan sebanyak 420 angkatan sejak tahun 2010  hingga  Sekarang. 

     

    Materi Pembahasan :

    1.    Pengertian dan Ruang lingkup.

    2.    Lima Faktor Penyebab terjadinya Pembiayaan take over

    3.    Take over dari bank konvensional ke bank syariah yang memiliki objek barang.

    4.    Enam  alternatif skim pembiayaan take over kredit konvensional ke bank syariah menurut Fatwa dan OJK

    5.    Gabungan (hybrid) Pembiayaan Take over dan refinancing sekaligus (top up)

    6.    Take Over dan top up dengan Skema Musyarakah Mutanaqishah (MMq

    7.    Take over dari bank konvensional ke bank syariah yang tidak memiliki objek barang melainkan dalam bentuk modal kerja, termasuk take over pembiayaan rekening koran.

    8.    Take over dari bank konvensional ke bank syariah yang tidak memiliki objek barang dan tidak ada usaha, melainkan take over hutang piutang

    9.    Take over dari bank induk konvensional ke unit usaha syariahnya sendiri.

    10.  Akad syariah pembiayaan Take over dari bank konven ke syariah yang digabung dengan refinancing

    11.  Take over kredit modal kerja dari bank konven ke syariah yang digabung dengan refinancing

    12.  Take over kartu kredit bank konvensionak ke lembaga  syariah.

    13.  Take over dari bank syariah ke bank syariah yang memiliki objek barang,

    14.  Take over dari bank syariah ke bank syariah dalam bentuk modal kerja,

    15.  Take over dari bank syariah ke bank syariah yang disertai refinancing.

    16.  Take over dari bank syariah ke bank syariah dimana skema bank asal adalah MMq, Apa dan bagaimana skema dan akadnya.?

    17.  Take Over dari Cabang Bank Syariah ke Cabang Bank Syariah dalam satu Bank Syariah.

    18.  Take over 4 pihak,dari bank konven ke bank syariah, perpindahan kreditur dan debitur

    19.  Take Over dari Gadai Konvensional ke Pegadaian Syariah.

    20.  Pembiayaan Take Over dengan line facility.

    21.  Beberapa Issu Legal Pembiayaan Take Over : Isu Jaminan dan Roya pasang, Isu perjanjian notaril dan di bawah tangan.

    22.  Risiko Pembiayaan Take Over

    23.  Akuntansi Pembiayaan Take Over Refinancing

    1.      Definisi  Pembiayaan refinancing syariah :

    2.      Lima macam refinancing syariah,

    3.      Tiga Tujuan Pembiayaan Refinancing : multi guna, investasi dan modal kerja.

    4.      Tiga Desain akad refinancing,

    5.      Fatwa MUI tentang refinancing syariah

    6.      Isu – isu penting refinancing syariah

    7.      Isu agunan dan roya pasang.

    8.      Akutansi refinancing Syariah,

    9.      Larangan Bay’ al ‘inah dan Hadits-Hadits Nabi Saw

    10.  Siapa yang perlu Ikut Workshop ini

    11.  Praktisi perbankan syariah dan BPR Syariah.

    12.  Praktisi Lembaga Keuangan Syariah seperti Multifinance dan Penjaminan Syariah (Jamkrindo dan Askrindo).

    13.  Notaris dan  pengacara (law firm).

    14.  Al-Mudaqqiq Al-Khariji (Auditor Eksternal)

    15.  Praktisi BMT dan Koperasi Syariah

    16.  Dosen, Ketua Prodi Ekonomi Syariah, Dekan FEBI dan Guru Besar

    17.  Legal Officer Bank Syariah, Risk Management dan Product Development.

    18.  Dewan Pengawas Syariah Bank Syariah dan LKS

    19.  Hakim Syariah Pengadilan Agama dan PTA.

     

    PROFIL TRAINER

    Agustianto Mingka adalah Ketua Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia, Wakil Sekjen MES Pusat, Anggota Pleno DSN MUI, Dosen Pascasarjana Universitas Indonesia, Dosen Program Doktor Islamic Economics and Finance Univ. Trisakti, Dosen Pascasarjana Univ.  Paramadina, Dosen Pascasarjana MAKSI UNPAD Bandung, Dosen Program S2 Magister Ekonomi Islam Universitas Az-Zahra. DPS di beberapa lembaga keuangan syariah seperti Indonesia Eximbank (LPEI), Asuransi Jasa Raharja Putra, SMS Finance dll. Pendidikan S1, S2 IAIN SU, S3 Program Doktor Ekonomi Islam UIN.

     

    WAKTU DAN TEMPAT 

    Hari / Tanggal : Sabtu, 11 Juli 2020

    Pukul              : 14.00-16.00

    Tempat           : Via Zoom Cloud Meeting (Link akan didapatkan setelah pendaftaran) 

     

    BIAYA/INVESTASI 

    Biaya : Rp 300.000 / orang. 

    Group 3 orang ke atas @Rp 250.000/ Peserta

     

    FASILITAS :

    File Modul Training dan dapat E-sertifikat dari Iqtishad Consulting

     

    CP DAN PENDAFTARAN :

    Sdri.Putri : 0822 8485 2215

    Sdri.Hafizoh : 0812 8623 7173 

     

    Instagram : @iqtishad_consulting

    Email       : admin@Iqtishadconsulting.com /iqtishad2017@gmail.com 

    Website   : www.iqtishadconsulting.com www.agustiantocentre.com 

     

    Note : 

    1. Bukti sah menjadi peserta jika sudah mengirimkan formulir pendaftaran dan bukti transfer.

    2. Peserta yang belum pernah webinar dengan aplikasi zoom akan dipandu menggunakan zoom tersebut 

    All Articles | Contact Us | RSS Feed | Mobile Edition