• Dapatkan 8 buku karya Agustianto, antara lain: Fikih Muamalah Ke-Indonesiaan, Maqashid Syariah, dalam Ekonomi dan Keuangan, Perjanjian (Akad) Perbankan Syariah, Hedging, Pembiayaan Sindikasi Syariah, Restrukturisasi Pembiayaan Bank Syariah, Ekonomi Islam Solusi Krisis Keuangan Global. Hub: 081286237144 Hafiz

  • Training dan Workshop Inovasi Produk Lembaga Keuangan Islam, Pembiayaan Take Over, Refinancing, Hybrid Contracts, Ijarah Multijasa dan Ijarah Muntahiyah bit Tamlik (IMBT) dan IMFZ Angkatan 249 Tgl 5 Oktober 2017 di Hotel Quest Surabaya

    0

    Posted on : 28-09-2017 | By : Agustianto | In : Fikih Muamalah, Islamic Economics, Pendidikan Ekonomi Syariah, Seminar & Training

    Dasar Pemikiran

    Salah satu strategi penting untuk mempercepat pertumbuhan lembaga keuangan Islam, baik perbankan maupun LKM BMT  adalah melakukan inovasi produk.

    Selama ini inovasi produk di lembaga keuangan Islam seperti BPRS dan BMT termasuk perbankan umum syariah masih lemah dan tertinggal, akibatnya pertumbuhan perbankan syariah menjadi lambat.

    Dalam rangka mengembangkan bisnis dan peningkatan palayanannya,  bank-bank syariah harus kreatif melakukan inovasi produk.

    Para dosen, dan praktisi perbankan seharusnya memahami dgn baik inovasi produk ini teritama praktisi perbankan syariah dan koperasi syariah BMT.

    Dosen ekonomi Islam juga wajib mengikuti perkembangan ilmu ekonomi Islam kontemporer yang semakin dinamis, agar materi kuliah up to date dan tidak ketinggalan dgn praktik di lapangan, sehingga dosen memiliki kompetensi yang memadai utk melahirkan sarjana ekonomi Islam unggulan.

    Pengetahuan Inovasi produk sangat dibutuhkan dalam menghadapi  tuntutan bisnis yang terus berubah.

    Banyak peluang bisnis yang menguntungkan bagi perbankan syariah, sepanjang bankir syariah inovatif, seperti pembiayaan sindikasi dan infrastruktur, PRKS,  hybrid take over dan refinancing, trade finance, KPRS indent, IMFZ (Ijarah Maushufah fiz Zimmah),  pembiayaan reimbursment, IMBT, Margin During Construction (MDC), restrukturisasi dengan konversi akad, dan Musyarakah Mutanaqishah, dsb. 

    IMBT yg bisa dikembangkan menjadi IMFZ memiliki 10 keunggulan dibandinh murabahah sangat perlu diterapkan bank syariah.

    Khusus musyarakah mutanaqishah dapat diterapkan dalam 11 sd 14 produk dan kebutuhan bisnis nasabah. 

    Semua inovasi produk bank syariah harus bisa diukur risikonya. Bagi lembaga penjaminan pembiayaan syariah semua inovasi produk yg disebut di atas perlu dipahami dengan baik sehingga  lembaga penjaminan pembiayaan bisa berperan dengan baik dlm menjamin suatu pembiayaan yg inovatif.

    Inovasi produk bank syariah juga harus dilakukan agar produk bank syariah tidak monoton dan dominan murabahah di tengah bervaraisinya kebutuhan  bisnis masyarakat. Sekedar contoh, untuk pembiayaan KPR Syariah yang jangka panjang, mayoritas bank syariah masih menggunakan akad yang kurang tepat, yaitu murabahah. Ketidak tepatan ini  dikarenakan  harga KPR akan menjadi jauh lebih mahal dibanding konvensional sebagai akibat antisipasi fluktuasi harga di masa depan.

    Selain isu-isu inovasi tersebut, perlu dipahami pula bahwa salah satu metode syariah untuk mengembangkan produk bank syariah  adalah menerapkan teori al-‘ukud al-murakkabah (hybrid contracts). Maka dalam forum ini teori dan praktik hybrid contracts juga akan dibahas. 

    Pemerintah melalui OJK (Otoritas Jasa Keuangan)  sering kali mendorong perbankan syariah untuk menciptakan produk-produk  yang inovatif dan unggulan. Keharusan Inovasi produk bahkan dimasukkan dalam Roadmap perbankan syariah 2015-2019 yang diterbitkan OJK.  

    Para Dosen di kampus dan Praktisi Bank Syariah dan LKS, khususnya Product Development, Risk Management, DPS, Lembaga Penjamin PembiayaN, Dosen Pascasarjana Ekonomi Islam, para Guru Besar, hakim, notaris serta pakar ekonomi Islam, harus memahami dengan baik teori, praktik dan perkembangan inovasi-inovasi baru produk perbankan dan keuangan syariah tersebut. Stake holdelders  bank  harus memahami fitur-fitur baru, regulasi baru serta serta fatwa-fatwa terbaru baik di kancah international maupun nasional.

    Dalam rangka itulah Iqtishad Consulting menggelar Training dan Workshop Inovasi Produk Lembaga Keuangan Islam, Pembiayaan Take Over, Refinancing, Hybrid Contracts, dan IMBT,  Angkatan 249

    Materi Training dan Workshop :

    1. Teori evolusi akad dan perspektif historisnya serta metodologi syariah untuk inovasi produk.

    2. Pembiayaan Take Over Syariah dari Lembaga Konvensional ke Lembaga Syariah. 15 Jenis dan bentuk Pembiayaan Take Over Syariah.

    3. Aspek Legal, Manajemen Risiko Pembiayaan Take Over ke Syariah.

    4. Pembiayaan Take Over Sesama Lembaga Keuangan Islam.

    5. Pembiayaan Refinancing secara Syariah, 5 Macam Refinancing Syariah, Meluruskan kesalahan praktik refinancing yg menyimpang dari syariah dan fatwa DSN MUI No 89, 

    6. Penerapan Hybrid Contract (al-‘ukud al-murakkabah) di 25 produk perbankan dan LKS dan ketentuan-ketentuannya, Hybrid Contract yang terlarang dan yang dibenarkan.

    7. Sepuluh Keunggulan IMBT  dibanding Murababah, IMBT produk apa saja dan  untuk kebutuhan apa saja ? dan solusi atas Issu-issu krusial IMBT serta penerapan IMFZ 

    Pengalaman Iqtishad :

    Sudah menggelar Training dan Workshop Perbankan syariah, Training Fikih Muamalah Advance  tentang Perbankan dan keuangan Syariah, Training Eksekutif Ushul Fiqh Keuangan,  Ekonomi Islam, sebanyak 246 Angkatan dan melahirkan lebih dari 6760-an alumni Direktur Bank Syariah, DPS, Notaris dan Konsultan. & 97 orang Guru Besar dan Doktor,

    Training training Iqtishad selama ini sudah diikuti Para Direktur Bank Syariah, Dirut BPR Syariah se-Indoensia, DPS, Komisaris Bank Syariah, Seluruh Pemimpin Divisi UUS Bank Pembangunan Daerah seluruh Indoenesia.

    TRAINER UTAMA :

    Agustianto Mingka (Ketua DPP IAEI / Ikatan Ahli Ekonomi Islam, Anggota Pleno Dewan Syariah Nasional MUI, Wa.Sekjen MES Pusat, Dosen Pascasarjana Universitas Indonesia, Dosen Pascasarjana Islamic Economics and Finance Univ.Trisakti Dosen Pascasarjana Univ.Paramadina, Dosen Program Magister Ekonomi Islam Univ.Islam Az-Zahra. DPS di Indonesia Exim Bank,

    Sasaran Peserta

    1.  Dosen Ekonomi Islam baik Dosen Pascasarjana maupun S1. Termasuk  Dosen Pascasarjana Hukum Ekonomi Islam, para Guru Besar, hakim, notaris,

    2. Para Praktisi Bank Syariah dan LKS (Direktur, Group Head, Pimpinan Divisi, Kepala Cabang), Product Development Bank Syariah, Risk Management,  DPS, praktisi Jamkrindo dan Askrindo, 

    3. Direktur dan Manager BMT, DPS BMT,  Direktur Askirindo dan Jamkrindo, serta pakar ekonomi Islam.

    WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN :

    Tanggal  : 5 Oktober 2017

    Pukul      : 09.00 – 16.00 WIB

    Tempat  : Hotel Quest Surabaya

    FASILITAS:

    Modul training, , makan siang, coffee break, hotspot, ruang Klas ber-AC, CD Materi (softcopy materi, 100 fatwa DSN-MUI, Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah) dan sertifikat.

    BIAYA PENDAFTARAN:

    Perorangan : Rp.1.500.000/peserta

    Group min 3 orang: Rp. 1.200.000/peserta

    Dosen dan Pengurus IAEI Diskon 25 % dari harga dasar Rp 1.5 juta.

    BMT group 10 orang diskon 25 % 

    CP DAN TEMPAT PENDAFTARAN

    Joko Wahyuhono 0821 1020 6289. 085716962518

    Nazla : 0813 6177 3383

    Pasya 082210845958

    Email: admin@iqtishadconsulting.com,  jokosyariah@gmail.com

    Website: www.iqtishadconsulting.com

    PENYELENGGARA:

    Event ini digelar Iqtishad Consulting Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Perbankan dan Keuangan Syariah Jakarta, 

    Alamat Kantor :  Hotel Sofyan Betawi Menteng, Jakarta Pusat. 

    Note: Bukti sah menjadi peserta jika sudah mengirimkan formulir pendaftaran dan bukti transfer 

     

    Training dan Workshop Nasional Manajemen Pembiayaan Sindikasi Syariah dan Project Financing Tgl 13 – 14 Februari 2019 Di Hotel Sofyan Betawi, Jakarta Pusat.

    0

    Posted on : 24-08-2017 | By : Agustianto | In : Artikel, Hari Besar Islam, Kabar Aktual, Pendidikan Ekonomi Syariah, Seminar & Training

    Digelar oleh Iqtishad Consulting Jakarta

    Dasar Pemikiran

    Bank syariah harus bisa secara terus-menerus mengembangkan produk-produk pembiayaannya dalam meresponi perkembangan bisnis corporate dan pembiayaan infrastruktur yang sedang tumbuh dan berkembang dengan pesat.

    Salah satu bentuk pembiayaan yang sangat penting dikembangkan perbankan syariah adalah pembiayaan sindikasi untuk pembiayaan infrastruktur, project financing atau corporate.

    Pembiayaan sindikasi menduduki posisi yang sangat sentral dalam financing perbankan syariah krn pembiayaan sindikasi akan mempercepat penyaluran dana dan mendorong pertumbuhan aset perbankan syariah secara signifikan.

    Dengan pembiayaan sindikasi Bank syariah bisa  melakukan ekspansi pembiayaan secara sinergis dengan lembaga-lembaga keuangan lain baik sesama syariah maupun dengan bank konvensional.

    Tuntutan ini sejalan dengan kebutuhan dana pembangunan infrastruktur dan  perkembangan corporasi yang membutuhkan pembiayaan yang besar. Untuk itulah bank-bank syariah harus bisa mengembangkan pembiayaan sindikasi sesama bank syariah bahkan bisa  bersindikasi dengan bank-bank konvensional.

    Untuk itulah Iqtishad Consulting menggelar Training dan Workshop Manajemen Pembiayaan Sindikasi Syariah dan pembiayaan project financing  Angkatan 247.

    Iqtishad Consulting sudah berpengalaman menggelar Training dan Workshop sebanyak 238 Angkatan sejak thn 2009.

    Materi Training:

    1.Pembiayaan Bilateral

    2.Syndication facility

    3.Manfaat Pembiayaan Sindikasi

    4.Bentuk Pembiayaan Sindikasi

    A. Dilihat dari Struktur Perjanjian

    1. Club Deal

    2. Sindikasi

    3. Sub Sindikasi (Sub Participation)

    4. Risk Participation

    B. Dilihat dari Jumlah Kreditur

    1. Co-Financing

    2. Club Deal

    3. Syndication

    5. Mengapa Club Deal ?

    6. Ciri-ciri Utama Pembiayaan Sindikasi Syariah

    7. Mengapa Sindikasi ?

    8. Apa, mengapa dan bagaimana Risk Participation ?

    9. Sub Participation dan Mengapa Sub Participation

    10.Role of Agent

    11.Pihak-Pihak dalam Pembiayaan Sindikasi

    1.Arranger

    2.Underwriter

    3.Participant

    12.Hak dan Kewajiban Aranger

    13.Hak dan Kewajiban Partisipan

    14.Hak dan Kewajiban Agent.

    15.Proses Pembentukan Pembiayaan Sindikasi Syariah

    16.Mekanisme Penarikan Pinjaman

    17.Mekanisme Pembayaran Margin

    18.Mekanisme Pembayaran Pokok Pinjaman

    19.Akte-akte dalam Pembiayaan Sindikasi :

    a. Perjanjian Pembiayaan Sindikasi

    b. Pengikatan Jaminan

    c. Perjanjian Pembagian Jaminan

    d. Perjanjian Antar Kreditur

    e. Perjanjian Keagenan

    20.Tugas dan Tanggung Jawab Facility Agent

    21.Tugas dan Tanggung Jawab Security Agent

    22.Tugas dan Tanggung Jawab Escrow Agent

    23.Enam Macam Jenis Fee dalam Sindikasi

    24.Offer

    25.Mandate

    26.Information Memorandum (Info Memo)

    27.Support Party

    29.Mekanisme Pengambilan Keputusan dalam Sindikasi

    30.Fatwa DSN-MUI tentang Pembiayaan Sindikasi

    31.Akad-Akad Syariah dalam Pembiayaan Sindikasi

    32.Sindikasi Bank Syariah dengan Bank Konvensional

    33.Contoh Perhitungan Margin dgn methode weighted average

    34. Perhitungan Pendapatan dari sindikasi Syariah.

    Pembicara:

    1. Ongky Wicaksono Praktisi berpengalaman  dari Dividi Sindikasi dan Project Financing Bank Mandiri.

    2. Agustianto  Mingka adalah DPS Indonesia EximBank,  Ketua DPP IAEI, Wasekjen PP MES, Anggota Pleno DSN-MUI, Dosen Pascasarjana Keuangan Syariah  Universitas Indonesia, Islamic Economics and Finance Universitas TRISAKTI dan Trainer (Narasumber Training sebanyak 237 Angkatan).

    Waktu dan Tempat

    Hari / Tanggal :  13 – 14 Februari 2019

    Waktu   : 09.00 – 16.00 WIB

    Tempat : Hotel Sofyan Betawi, Jakarta Pusat.

    Investasi:

    Biaya Rp 3.000.000

    Tidak termasuk Penginapan

    Itu Harga bagi bankir, tidak berlaku bagi Dosen

    Contact Person:

    Anju: 0878 7199 1554(WA/Telp)

    Info Lebih lanjut >> www.iqtishadconsulting.com 

    Training dan Workshop Nasional Notaris Perbankan Syariah tentang Aspek Legal dan Pembuatan Kontrak Perjanjian Produk Perbankan Syariah Tgl 6 – 7 Oktober 2017 di Hotel Aryaduta Palembang.

    0

     Digelar oleh Pengda Kota Palembang Ikatan Notaris Indonesia (IN) bekerjasama dengan Iqtishad Consulting 

    (Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Perbankan Syariah Nasional) 

    Dasar Pemikiran

    Notaris menduduki posisi yang sangat penting dalam industri perbankan syariah, karena notaries berperan dalam pembuatan akta-akta kontrak-kontrak produk perbankan syariah dan pengikatan jaminan (khususnya HT dan Fiducia).

    Perkembangan perbankan dan keuangan syariah yang  bergerak dengan cepat yang assetnya kini sudah Rp 331 triliun membutuhkan para notaris yang berkompeten membuat akta syariah dan pengikatan jaminannya.

    Asset Industri Keuangan Non Bank syariah lebih dari Rp 86 triliun.

    Tegasnya perbankan syariah  di Indonesia membutuhkan notaries yang memahami  dengan baik konsep konsep syariah dan penerapannya di praktek perbankan. 

    Kontrak-kontrak produk-produk perbankan  syariah  berbasis syariah compliance harus dipahami oleh notaries perbankan syariah, seperti perjanjian murabahah, musyarakah, mudharabah, ijarah, ijarah muntahiyah bit tamlik (IMBT), Musyarakah Mutanaqishah, pembiayaan take over syariah, refinancing syariah, masalah jaminan syariah, dan anatomi akta-akta syariah.

    Keharusan notaris memiliki kompetensi pembuatan perjanjian-perjanjian syariah, adalah hasil Rekomendasi  Annual Meeting Dewan Syariah Nasional  MUI, Desember 2014 di Jakarta.

    Untuk itulah  diperlukan  Training dan Workshop Aspek legal dan kontrak-kontrak produk perbankan syariah khusus bagi notaris

    Dalam rangka itulah Iqtishad Consulting menggelar Pelatihan dan Workshop Nasional Notaris Perbankan Syariah tentang Aspek Legal dan Pembuatan Kontrak Perjanjian Produk Perbankan Syariah Angkatan ke 235.

    Iqtishad Consulting adalah Lembaga Pendidikan dan Pelatihan perbankan syariah yang paling terkemuka saat ini di Indonesia, dan sangat banyak berpengalaman dalam mentraining  para Direktur bank-bank syariah, Dirut, DPS,Komisaris, semua pimpinan Divisi Bank Pembangunan Daerah se-Indonesia, pejabat OJK dan bank syariah lainnya, serta ratusan Professor dan Doktor yang menjadi dosen di seluruh Perguruan Tinggi se-Indoensia.

    Iqtishad Consulting Jakarta sudah mengelar Training sebanyak 236 Angkatan, termasuk memberi sertifikat  (mentraining) 2.731 notaris yang tersebar di seluruh Indonesia. 

    Sertifikat Pelatihan  Iqtishad Consulting Jakarta, sangat diakui oleh semua Industri perbankan syariah di Indonesia, termasuk sertifikat ulang (penyegaran dan upgrading) bagi notaris yang sudah tiga tahun tidak mengikuti training bank syariah.

    Pengakuan ini sangat logis  karena para petinggi dan praktisi perbankan syariah sendiri ditraining oleh Iqtishad Consulting Jakarta.

    Pengurus inti dan Nara sumber Iqtishad Consulting adalah pakar-pakar yang sangat berkompeten di bidang legal perbankan syariah.

    Mereka juga adalah figur-figur penting yang menduduki posisi strategis di organisasi-organisasi nasional dan assosiasi ekonomi syariah nomor wahid di Indoensia.

    Pelatihan ini  akan memberikan  pemahaman dan pengetahuan  aplikatif tentang pembuatan kontrak-kontrak produk perbankan syariah kontemporer berdasarkan fatwa DSN-MUI. 

     

    Tujuan

    1.Training ini akan memberikan pemahaman tentang aspek legal perbankan syariah dan kontrak-kontrak pada produk pembiayaan syariah di bank syariah.

    2.Meningkatkan kompetensi Notaris dalam manangani kontrak-kontrak dan perjanjian pembiayaan  di perbankan syariah, termasuk dalam  pengikatan jaminan.

     

    Materi Training

    1. Overview Perbankan  Syariah
    2. Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional
    3. Produk –produk Pembiayaan (Financing) Bank Syariah
    4. Prinsip – prinsip perjanjian /  akad syariah
    5. Kontrak pembiayaan murabahah
    6. Kontrak Pembiayaan Musyarakah Mutanaqishah
    7. Kontrak Pembiayaan hiwalah dan Take Over
    8. Hukum – hukum jaminan menurut syariah
    9. Kontrak pembiayaan Ijarah dan IMBT
    10. Kontrak pembiayaan Musyarakah dan mudharabah
    11. Teknik Pembuatan Akta dan  Anatomi Akta Notaris di Perbankan Syariah

     

             Pembicara : 

    1.Pakar, Konsultan  dan Praktisi Perbankan Syariah dari Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI), Wakil Sekjen MES yaitu Bpk Agustianto  Mingka

    Beliau adalah Tim Kerja Komite Pengembangan Jasa Keuangan Syariah OJK, Dewan Pengawas Syariah di perusahaan Negara BUMN dan DPS di beberapa Lembaga Keuangan Syariah.

    Dosen Pascasarjana di UI, Trisakti dan Univ Paramadina

     

    Waktu Pelaksanaan

    Tgl 6 – 7 Oktober 2017

     

    Investasi 

    Rp 2.5 juta/org

    Group min 3 @2.2 Juta, 

    Group min 5 @RP 2 Juta,

    Group min 10 @1.8 juta. 

    1. CP. Notaris Pengda Kota Palembang No HP : Agus trisaka 08127127809/WA

    Mily Armelia 081272098866

    Joko (085716962518 , 082110206289), Panji (082210845958).

    More Info  klik: www.iqtishadconsulting.com

    Info lengkap : 

     

     

    Pelatihan Strategi IT Menghadapi Proses Spin Off UUS Tgl 19 – 20 Oktober di Pantai Kute Bali.

    0

    Posted on : 07-08-2017 | By : Agustianto | In : Artikel, Kabar Aktual, Pendidikan Ekonomi Syariah, Perbankan Syariah, Seminar & Training

    Oleh PT Iqtishad Consulting

    Peranan IT (information technology) dalam perbankan modern sudah jauh bergeser dari sekedar sistem pendukung menjadi sistem yang vital dan menentukan keberhasilan bisnis bank. Dari berbagai sudut pandang, baik customer, manajemen maupun manajemen risiko seluruh keberhasilannya sangat tergantung pada kualitas tatalaksana IT dalam bank tersebut.

    Bisnis syariah yang selama ini bernaung dalam bentuk Unit Usaha Syariah (UUS) relatif tidak memikirkan aspek IT karena fasilitas dukungan IT menjadi tanggungjawab Bank Umum yang memiliki UUS tersebut.

    Ketika terjadi proses spin off atau pemisahan UUS menjadi Badan Hukum baru yaitu Bank Umum Syariah, maka salah satu masalah kritis adalah memastikan bahwa BUS hasil spin off dapat memiliki kualitas IT yang lebih baik atau minimal setara dibandingkan dengan kondisi ketika masih berbentuk UUS, yaitu ketika IT masih dikelola oleh Bank Umum yang menaungi UUS. Selain itu proses migrasi data ketika spin off juga menjadi faktor fisiko yang cukup signifikan dari sisi IT.

    Sehubungan dengan itu, masalah IT menjadi paling penting dalam proses spin off UUS menjadi Bank Umum Syariah. Untuk itu diperlukan sebuah Palatihan khusus terkait dengan IT bagi UUS yang ingin melakukan spin off  atau konversi. Iqtishad Consulting sebagai Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Perbankan Syariah akan menggelar Training Strategi IR dalam menghadapi Spin Off dan mrnawarkan inhouse training dan jsa konsultasi terkait penerapan IT tersebut.

    Pelatihan penyusunan strategi IT untuk proses spin off merupakan suatu pelatihan yang bertujuan memberikan wawasan bagi manajemen UUS ataupun calon manajemen BUS hasil spin-off agar dapat memahami isu-isu strategis terkait IT ketika dilakukan proses spin off.

    Materi dalam training

    1. Internalisasi Nilai  dan Prinsip Syariah dalam IT

    2. Tinjauan makro arsitektur IT

    · Perangkat keras dan jaringan

    · Perangkat lunak

    · Sumber daya manusia dan regulasi

    3. Konsekuensi proses spin off terhadap layanan IT

    · Sudut pandang regulasi

    · Praktik proses transisi IT di berbagai kasus spin off

    · Sudut pandang pelayanan nasabah

    4. Menyusun strategi migrasi IT dalam proses spin off

    · Menentukan key performance indicator

    · Menentukan wilayah aktivitas strategis

    · Menyusun pilihan-pilihan pasca spin off dan mengatur periode transisi terkait IT

    Pembicara /Narasumber :

    1. Ismir Kamili. ST

    2. Agustianto Mingka

    Profil Ismir Kamili. ST

    Berlatar belakang pendidikan Sarjana Teknik Informatika ITB (1993-1998) yang memilih berkecimpung di dunia IT perbankan syariah sejak tahun 2001. Mengawali rekam jejaknya sebagai konsultan berbagai sistem terkait akuntansi dan keuangan syariah seperti DPLK syariah di DPLK Muamalat, juga sistem-sistem lain di lingkungan Bank Muamalat Indonesia. Karirnya berlanjut hingga menjadi konsultan implementasi core banking system di bank-bank syariah seperti Bank Muamalat Indonesia (2008), Panin Dubai Syariah Bank (2012), dan BCA Syariah (2014). Selain itu juga menggeluti berbagai implementasi teknologi electronic bankingpayment gateway, dan host-to-host. Termasuk di antaranya menjadi konsultan pelatihan dan pendamping migrasi kartu ATM/Debit ke NSICCS (standar teknologi kartu chip nasional) di tahun 2012 sampai sekarang.

    Interaksinya yang luas dengan dunia perbankan syariah dan teknologi perbankan juga membawanya terlibat sebagai bagian dari pelaku industri perbankan syariah, yang mana yang bersangkutan menjadi anggota Komite Audit Bank BRISyariah sejak tahun 2011 sampai sekarang. Pengalamannya yang luas dan detil di dunia IT perbankan, khususnya perbankan syariah, sangat berharga untuk memberikan pertimbangan yang strategis namun praktis dan sejalan dengan logika bisnis bagi bank-bank / unit usaha syariah dalam memformulasikan kebutuhan, kebijakan ataupun desain arsitektur IT.

    Profil Trainer 2 (Kernote Speaker)

    Agustianto Mingka Ketua Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia, Wakil Sekjen MES Pusat, Anggota Pleno DSN MUI, Dosen Pascasarjana Universitas Indonesia, Dosen Program Islamic Economics and Finance Univ. Trisakti, Dosen Pascasarjana Univ.  Paramadina, Dosen Pascasarjana MAKSI UNPAD Bandung, Dosen Program S2 Magister Ekonomi Islam Universitas Az-Zahra. DPS di beberapa lembaga keuangan syariah seperti Indonesia Eximbank (LPEI), Asuransi Jasa Raharja Putra, SMS Finance dll. Pendidikan S1, S2 IAIN SU, S3 Program Doktor Ekonomi Islam UIN.Beliau Sudah mentraining sebanyak 228 Angkatan dan mentraining 109 Professor dan Doktor, baik Profesor ekonomi Islam, Guru Besar Fikih dan Hukum Islam, Guru Besar Ushul Fiqh serta Guru Besar Ilmu ekonomi dan akuntansi.

    WAKTU DAN TEMPAT

    Hari/Tanggal: 19 – 20/Kamis – Jumat

    Waktu         : 08.00 – 17.00 WITA

    Tempat       : Hotel Haris, Pantai Kute.

     

    BIAYA/INVESTASI:

    Rp. 3.500.000/org

    Group Min 3 org: Rp. 3.000.000/org

    (Tidak termasuk penginapan)

     

    FASILITAS :

    Modul Training, Makan Siang. Snack, Coffee Break, Ruang Klas ber-AC, CD Materi (softcopy materi, 109 fatwa DSN-MUI, kompilasi hukum ekonomi ekonomi syariah)  dan Sertifikat.

     

    Peserta yang menjadi Pengurus atau anggota IAEI baik daerah maupun Pusat mendapat diskon 30 %

     

    CP DAN TEMPAT PENDAFTARAN:

    Sdr. Joko Wahyuhono

    Hp : 082110206289 / 085716962518.

    Hafiz : 081286237144 WA

    Pasya : 082210845958

     

    Email:  admin@iqtishadconsulting.com,  dimasjoko@gmail.com

    Website: www.iqtishadconsulting.com

     

    Note: Bukti sah menjadi peserta jika sudah mengirimkan formulir pendaftaran dan bukti transfer.

    Training dan Workshop Restrukturisasi Pembiayaan Bank Syariah Angkatan 296 (7 – 8 September 2018 di Hotel Sofyan Betawi, Jakarta Pusat).

    0

    Posted on : 03-08-2017 | By : Agustianto | In : Kabar Aktual, Pendidikan Ekonomi Syariah, Perbankan Syariah, Seminar & Training

    Dasar Pemikiran

    Sebagaimana perbankan konvesional, perbankan syariah juga saat ini masih menghadapi masalah NPF.  Bahkan tingkat NPF Bank Syariah lebih tinggi dibanding konvensional. Karena itu, bank-bank syariah harus menyiapkan strategi bisnis jitu  agar tidak terjerembab dalam pembiayaan bermasalah yg mengakibatkan tergerusnya laba bank syariah secara signifikant.

    Bank-bank syariah seharusnya  bisa menghindari tingginya NPF (Non Performing Financing) dalam kinerja keuangannya. sehingga laba yang diraih tidak terganggu dan di sisi lain citra bank syariah menjadi baik dan positif di mata seluruh masyarakat dan regulator. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi pembiayan bermasalah dan NPF yang tinggi adalah dengan melakukan restrukturisasi pembiayaan dan penyelesaian pembiayan secara tepat

    Restrukturisasi pembiayaan adalah sebuah langkah dan  strategi  penyelamatan pembiayaan sebagai upaya bank dalam memperbaiki posisi  pembiayaan dan keadaan keuangan perusahaan nasabah dengan jalan  mendudukkan kembali pembiayaan tersebut yang dilakukan antara lain  melalui rescheduling, reconditioning dan restructuring.

    SDI (Sumber Daya Insani) perbankan syariah harus memiliki keahlian dan kompetensi yang baik mengenai manajemen dan starategi restrukturisasi pembiayaan bank syariah, agar bank syariah dapat terhindar dari kerugian financial dan nasabah dapat pulih kondisi keuangannya.

    Dalam workshop ini, para peserta juga akan diberikan ilmu preventif untuk mencegah terjadinya pembiayaan bermasalah danpengetahuan mengenai early warning system dalam pembiayaan bermasalah.

    Pengetahuan tentang restrukturisasi pembiayaan secara syariah ini tidak saja perlu untuk para bankir syariah, tetapi juga untuk lembaga pembiayaan lain, seperti Perusahaan Pembiayaan, BMT, KJKS, dan Modal Ventura, bahkan Pegadaian Syariah. Para dosen keuangan syariah (perbankan syariah), praktisi hukum, DPS (Dewan Pengawas Syariah) dan notaries juga perlu memahami konsep dan manejemen syariah tentang restrukturisasi pembiayaan syariah.

    Untuk itulah Iqtishad Consulting menggelar acara Workshop Restrukturisasi Pembiayaan Syariah. Workshop ini adalah angkatan yang ke- 237.

    Portofolio Iqtishad Consulting:

    Iqtishad Consulting* sudah menggelar training dan workshop perbankan syariah, inovasi produk perbankan syariah, fikih muamalah perbankan dan ushul fikih sebanyak 236 angkatan dengan jumlah alumni  7.100 orang. Lebih dari 109 orang Guru Besar (Professor), Doktor syariah dan ekonomi sudah mengikuti training dan workshop yang digelar Iqtishad.

    Siapa yang perlu ikut acara ini ?

    Acara Training dan Workshop ini memang diutamakan bagi Direktur Bank Umum Syariah, Direktur bisnis bank-bank BPD, pemimpin divisi UUS, bankir-bankir syariah, Dewan Pengawas Syariah, Lembaga pembiayaan dan Multifinance, Lembaga penjaminan pembiayaan, Hakim, Pengacara, Dosen-dosen ekonomi syariah baik di Program Pascasarjana maupun Dosen S1. Bahkan terbuka untuk Notaris dan praktisi hukum pada umumnya.

    Profil Trainer:

    Agustianto Mingka adalah Ketua Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia, Wakil Sekjen MES Pusat, Anggota Pleno DSN MUI, Dosen Pascasarjana Universitas Indonesia, Dosen Program Islamic Economics and Finance Univ. Trisakti, Dosen Pascasarjana Univ.  Paramadina, Dosen Pascasarjana MAKSI UNPAD Bandung, Dosen Program S2 Magister Ekonomi Islam Universitas Az-Zahra. DPS di beberapa lembaga keuangan syariah seperti Indonesia Eximbank (LPEI), Asuransi Jasa Raharja Putra, SMS Finance dll. Pendidikan S1, S2 IAIN SU, S3 Program Doktor Ekonomi Islam UIN.

    WAKTU DAN TEMPAT

    Hari/Tanggal: 7 – 8 September 2018

    Waktu          : 08.00 – 16.00 WIB

    Tempat       : Hotel Sofyan Betawi, Jakarta Pusat.

    BIAYA/INVESTASI:

    Rp. 3.500.000/org

    Group Min 3 org: Rp. 3.200.000/org

    Tidak termasuk penginapan

    FASILITAS :

    Modul Training, Makan Siang. Snack, Coffee Break, Ruang Klas ber-AC, CD Materi (softcopy materi, 109 fatwa DSN-MUI, kompilasi hukum ekonomi ekonomi syariah)  dan Sertifikat.

    Peserta yang menjadi Pengurus atau anggota IAEI baik daerah maupun Pusat mendapat diskon 30 %

    CP DAN TEMPAT PENDAFTARAN:

    Sdr. Joko Wahyuhono

    Hp : 082110206289 / 085716962518.

    Hafiz :081286237144 WA

    Pasya : 082210845958

     

    Email:  admin@iqtishadconsulting.com,  dimasjoko@gmail.com

    Website: www.iqtishadconsulting.com

     

    Note:Bukti sah menjadi peserta jika sudah mengirimkan formulir pendaftaran dan bukti transfer.

     

    Workshop Eksekutif Aplikasi Pembiayaan Musyarakah Mutanaqishah (MMq) pada 10 Macam Produk Bank Syariah dan LKS Angkatan 237 Tgl 6 – 7 September 2017 di Hotel Sofyan, Jakarta Pusat

    0

     

    Dasar Pemikiran

    Musyarakah Mutanaqishah sudah dimasukkan dalam  Kodifikasi produk perbankan syariah oleh OJK dan pada tahun 2016 OJK sudah menerbitkan buku Standar Akad Musyarakah Mutanaqishah tersebut.

    Bank-bank syariah harus selalu mengembangkan produk-produknya dan layanannya kepada masyarakat luas, Salah satu akad yang paling urgen untuk mendinamiskan pengembangan produk perbankan syariah adalah musyarakah mutanaqsihah (MMq).

    Sebagaimana dimaklumi, Musyarakah Mutanaqishah (MMq) adalah akad yang sophisticated (canggih), karena ia dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan dan  produk perbankan syariah. Setidaknya MMq dapat digunakan untuk 11 macam produk,  seperti refinancing, working capital, take over, gabungan take over  dan top up (refinancing), KPR Indent, investasi indent, pengalihan hutang dari bank syariah ke bank syariah, restrukturisasi pembiayaan (konversi akad), capital expenditure (investasi),reimbursement,pembiayaan konsumtif untuk KPRS, dan sebagainya.

    Para praktisi bank syariah, DPS, Notaris, Hakim, pejabat pengawas OJK, Dosen Ekonomi Islam di Perguruan Tinggi, Dewan Pengawas Syariah dan auditor, harus memahami teori dan penerapan MMq dalam semua produk tersebut. 

    Selain keunggulan MMq di atas, penerapan akad MMq merupakan keniscayaan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Hal ini disebabkan karena penggunaan akad murabahah untuk pembiayaan KPR Syariah bertenor panjang (di atas 4 tahun) pastilahkurangcocok dan tidak tepat. Penggunaan akad murabahah akan membuat pricing (harga) KPRS akan menjadi lebih mahal dibanding konvensional, karena harga jual  murabahah bersifat fix, sementara harga pasar fluktuatif.

    Untuk mengatasi risiko fluktuasi cost of fund -maaf menggunakan istilah konvensional)- terpaksa bank syariah menaikkan harga (margin)  murabahah.   Lebih mahalnya harga murabahah ini akan mempengaruhi citra yang kurang baik bagi bank-bank  syariah. Sebab bank syariah dicitrakan bank yang mahal. Akad yg seharusnya diterapkan adalah musyarakah mutanaqishah (MMq)  yang memiliki banyak keunggulan. Selain harga bisa bersaing, DP nya juga lebih rendah dari KPR konvensional yakni hanya 15 %. Ketentuan ini akan membuat produk KPR Syariah lebih unggul dibanding konvensional dan tentunya akan semakin lebih diminati.

    Tegasnya, Penggunaan akad MMq utk KPR Syariah akan membuat harga KPRS lebih murah karena elastisitas dan dinamisnya dalam menghadapi fluktuasi harga di pasar.

    Meskipun Musyarakah Mutanaqishah memiliki banyak keunggulan dan kecanggihan, namun sayangnya, mayoritas bank-bank syariah belum menerapkan akad ini. Apalagi Bank-Bank Pembangunan Daerah dan BPRS di daerah  belum memahami  praktik Musyarakah Mutanaqishah ini dan kalaupun ada yang sudah memahami, tetapi belum dipraktikkan sebagai produk perbankan syariah. Para pejabat OJK di daerah juga sepatutnya mendalami akad Musyarakah Mutanaqishah ini secara mendalam dan luas, agar tidak salah dalam mengawasi, mengaudit dan memeriksa.Dalam hal ini,Keputusan DSN MUI No 1/2013 harus menjadi rujukan.

    Berdasarkan pentingnya akad MMq ini, maka Iqtishad Consulting kembali menggelar Training dan Workshop Eksekutif Pembiayaaan MMq bagi bankir syariah, praktisi Lembaga Keuangan dan pakar (akademisi) di Indonesia.

    Pentingnya workshop MMq ini karena forum ini akan memberikan solusi aplikatif dan jawaban-jawaban yang meyakinkan  atas berbagai issu dan masalah dalam produk dan akad MMq, seperti risk management, masalah agunan (APHT dan fiducia), perpajakan, Kepemilikan bersama, BPN, pembiayaan bermasalah, pelunasan dipercepat dan sejumlah issu lainnya.

    MMq yang sudah diterapkan di banyak negara dan  selama9tahun di Indonesia, seharusnya juga bisa diterapkan oleh bank-bank syariah di Indonesia, agar bank bank syariah bisa lebih kompetitif dan diminati masyarakat,  juga agar bank syariah lebih kaya dengan produk yg dibutuhkan masyarakat, seperti refinancing, take over, hybrid take over dan refinancing, pembiayaan dalam bentuk reimburse pembelian barang, pembiayaan investasi, working capital, bahkan konversi akad dalam restrukturisasi pembiayaan syariah dan pengalihan utang sesama bank syariah, sebagainya.

    Mengingat pentingnya penerapan Musyarakah Mutanaqishah dan masih minimnya praktek MMq di perbankan syariah, maka Iqtishad Consulting akan menggelar Workshop Musyarakah Mutanaqishah bagi praktisi perbankan syariah, praktisi hukum, dosen, hakim, pengacara, law firm, konsultan, auditor, DPS, pegiat syariah dan tidak tertutup bagi pejabat OJK baik regulator di pusat maupun daerah.

    Iqtishad Consulting telah berpengalaman menggelar Training dan Workshop Fikih Muamalah dan Perbankan Syariah  sebanyak 233 angkatan sejak tahun 2010  hingga Juli 2017.

     

    Materi Workshop : 43  Point Bahasan

    1. Mengapa harus Musyarakah Mutanaqishah (MMq) ?
    2. Keunggulan MMq dibanding Murabahah dan IMBT
    3. Bentuk-bentuk Skim Musyarakah Mutanaqishah dalam Fikih Muamalah Akad Dasar MMq  Syirkah ‘Inan dan Syirkah Mudharabah
    1. Musyarakah Mutanaqishah Menurut Fatwa DSN-MUI
    2. Musyarakah Mutanaqishah dalam Perspektif Hukum Positif
    3. Harmonisasi Hukum Positif dan Hukum Syariah pada MMq
    4. Kepemilikan Bersama Menurut Hukum Positif
    5. Jaminan dan APHT pada Pembiayaan MMq
    6. Pemindahan Kepemilikan Asset MMq
    7. Pembelian (Pengalihan) bertahap & pengurangan Porsi Bank Bertahap : Perspektif Hukum Positif
    1. Regulasi OJK tentang Musyarakah Mutanaqishah
    2. Musyarakah Mutanaqishah dalam Praktek Perbankan Syariah
    3. Risiko Pembiayaan Musyarakah Mutanaqishah
    4. Akuntansi Musyarakah Mutanaqishah dan PSAK
    5. Ketentuan perubahan harga ujrah pada cicilan MMq
    6. Fatwa DSN-MUI tentang Review Ujrah
    7. Pelunasan dipercepat (prepayment) dalam MMq
    8. Mengatasi Pembiayaan MMq Bermasalah (Penyelamatan dan Penyelesaian)
    9. MMq dan Kolektibilitas
    10. Musyarakah Mutanaqishah untuk Pembiayaan Property
    11. Musyarakah Mutanaqishah untuk Pembiayaan Property Indent
    12. Musyarakah Mutanaqishah untuk Pembiayaan Take Over Murni
    13. Musyarakah& Mutanaqishah untuk Pembiayaan Take Over dan Top Up
    14. Musyarakah Mutanaqishah untuk Refinancing Syariah
    15. Musyarakah Mutanaqishah untuk Restrukturisasi Pembiayaan
    16. Musyarakah Mutanaqishah Pembiayaan Modal Kerja.
    17. Musyarakah Mutanaqishah untuk “Take Over” Sesama Bank Syariah
    18. Musyarakah Mutanaqishah untuk Pembiayaan Reimbursment

       29, Musyarakah Mutanaqishah untuk Pembiayan Investasi

    1. Musyarakah Mutanaqishah untuk Pembiayaan Investasi Indent
    2. Musyarakah Mutanaqishah untuk Skim Perdagangan International (Trade  Finance).
    3. Musyarakah Mutanaqishah untuk Pembiayaan Konsumtif (Kenderaan)
    4. Musyarakah Mutanaqishah pada Take Over dan isu Bay’al’Inah
    5. Isu Bay Kali bi Kali pada MMq Property Indent
    6. Penerapan teori Hybrid Contracts pada Musyarakah Mutanaqishah*
    7. Ijarah Maushufah Fiz Zimmah (IMFZ) pada Penerapan MMq Indent, dan solusinya
    8. Pandangan Syariah tentang system Anuitas dan Proporsional dalam MMq
    9. Multi Nisbah dan Mono Nisbah pada Musyarakah Mutanaqishah.
    10. PerlukahSurat Pengakuan Hutang dalam akad Perjanjian MMq
    11. Denda (Tazir)dan ta’widh dalam Pembiayaan Musyarakah Mutanaqishah
    12. Kajian Draft Akad (Legal Drafting) Musyarakah Mutanaqishah
    13. Anatomi AKTA Musyarakah Mutanaqishah.
    14. Contoh akad MMq untuk KPR dan Refinancing dan Take Over.

     

    Siapa yang harus Ikut Training dan Workshop ini ?

    1. Praktisi perbankan syariah (Direksi, product developmnet, risk management, legal aspect dan head group terkait)
    2. Praktisi Lembaga Keuangan Syariah non Bank (Multifinance syariah, Perusahaan pembiayaan Syariah, BMT dan KJKS, Ventura)
    3. Direksi Bank BPR Syariah dan DPSnya
    4. Dewan Pengawas Syariah (DPS)
    5. Hakim Pengadilan Agama PTA, Mahkamah Agung, Basyarnas dan Mediator Syariah
    6. Praktisi Hukum Bisnis Syariah (Notaris, law firm, pengacara,)
    7. Guru Besar Syariah,Dosen Pascasarjana Hukum Bisnis Syariah, Fikih Muamalah
    8. Auditor, regulator dan lembaga terkait ; seperti BPN dan PT SMF

     

    Profil Trainer

    Agustianto adalah Ketua  DPP Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI), Wakil Sekjen Masyarakat Ekonomi Syariah, Anggota Pleno DSN -MUI,Dewan Pengawas Syariah di beberapa lembaga keuangan BUMN dan Swasta Nasional, Dosen Pascasarjana bidang fiqh muamalah ekonomi keuangan kontemporer, hukum perbankan Syariah, dan ushul fiqh ekonomi keuangan di beberapa universitas terkemuka di Indonesia antara lain : Dosen Pascasarjana Ekonomi dan Keuangan Syariah PSTTI Universitas Indonesia (UI), Dosen Pascasarjana Islamic Economics and Finance Universitas Trisakti, dosen Pascasarjana Manajemen Perbankan dan Keuangan Syariah di Universitas Paramadina, dan Dosen Pascasarjana Ekonomi Islam Universitas Az-Zahra, Dosen Pascasarjana Ekonomi Islam IAIN, Beliau juga adalah Tim Kerja Komite Pengembangan Jasa Keuangan Syariah OJK

     

    Pembicara Tamu : Praktisi Perbankan Syariah

     

    BIAYA

    Biaya :  Rp 3.000.000,-/ orang.

    Minimal 3 Orang @ Rp 2.700.000,- .(Biaya tidak termasuk penginapan)

    Anggota dan Pengurus IAEI dan MES diskon 30 %

    Peserta Terbatas hanya 35 Orang.

     

     

    Waktu dan Tempat

    Hari / Tanggal : 6 – 7 September 2017

    Tempat : Hotel Sofyan Betawi Jakarta Pusat

     

     

    FASILITAS

    Modul Training, , Makan Siang. Snack, Coffee Break, Ruang Klas ber-AC, CD Materi (softcopy materi, 109 fatwa DSN-MUI,KompilasiHukum Ekonomi Ekonomi Syariah)  dan Sertifikat.

     

     

    CP dan PENDAFTARAN

    Joko Wahyuhono HP: 082110206289, 085716962518

    Sdr. Panji : Hp. 082210845958

    Hafiz Alfata 081286237144

    Website : www.iqtishadconsulting.com dan www.agustiantocentre.com

     

    Training Inovasi Produk BMT, Pembiayaan Multijasa, Multiguna untuk Usaha Mikro dan Refinancing Syariah Tgl 3 Februari 2019 di Hotel Amaris, Surabaya.

    0

    Dasar Pemikiran

    Produk Perbankan dan keuangan syariah (BMT dan Koperasi Syariah)  harus dirancang dengan tepat sesuai syariah untuk usaha mikro dan kecil serta pembiayaan konsumtif. Salah satu produk yang sangat penting adalah pembiayaan multiguna,  pembiayaan multijasa dan refinancing. 
     
    Selama ini masih banyak kesalahan skema dan akad pembiayaan untuk usaha mikro,  karena melulu menetapkan murabahah, padahal sering kali penerapan murabahah dilarang karena mengandung akad terlarang yakni bay’ al’inah. 
     
    Banyak sekali pula yang salah faham dan gagal faham tentang Ijarah multijasa.  Jangankan pimpinan BMT dan DPS nya,  para dosen fikih muamalah sendiri perlu diberi pencerahan ttg skema, flow chart dan fitur ijarah multi jasa,  termasuk soal akuntansinya. Hampir semua lembaga keuangan keliru dalam mengakuntansikannya. 
     
    Fatwa fatwa dan ilmu syariah terus berkembang sehingga tidak berkutat di akad murabahah dan musyarakah
     
    Sejumlah inovasi produk perbankan dan lembaga keuangan bermunculan sebagai tuntutan bisnis yang selalu berubah dan berkembang. Salah satu konsep penting untuk inovasi adalah hybrid contracts, yang bisa diterapkan untuk benyak produk dan kebutuhan bisnis syariah.baik ukm maupun corporate. 
     
    Skema dan akad yg paling penting utk multiguna bagi UKM adalah Musyarakah Mutanaqishah dan IMBT. 
     
    Musyarakah Mutanaqishah adalah akad yg canggih utk memenuhi kebutuhan bisnis UKM dan bahkan untuk konsumtif.
     
    Ijarah Muntahiyah Bit Tamlik (IMBT),, dan Ijarah Mushufah Fiz Zimmah (IMFZ) juga memiliki banyak keunggulan dibanding produk murabahah dan istishna’. Bahkan dari  musyarakah mutanaqishah. 
     
    Al-bay’ ma’al Istikjar adalah salah satu skema yg dapat digunakan utk refinancing syariah sebagaimana terdapat dalam fatwa DSN MUI No 89.
     
    Jadi, MMq, Bay’ ma’al istikjar dan IMBT dapat digunakan untuk produk refinancing syariah sebagai pembiayaan konsumtif dan pembiayaan multiguna yang banyak peluangnya di masyarakat.
     
    Skema skema itu juga dapat digunakan untuk pembiayaan multiguna melalui konsep refinancing syariah.
     
    Teori dan praktik skema tersebut merupakan perkembangan baru dalam khazanah akad dan produk keuangan syariah kontemporer.
     
    Dosen ekonomi islam dan praktisi keuangan syariah termasuk DPS wajib mengikuti perkembangan ilmu ekonomi islam kotemporer yang semakin dinamis, agar materi kuliah up to date dan tidak ketinggalan dengan praktik di lapangan, sehingga dosen dan praktisi memiliki kompetensi yang memadai untuk melahirkan sarjana ekonomi islam unggulan
     
    Sehubungan dengan itu Iqtishad Consulting akan menggelar *Training Pembiayaan Mutiguna, Multijasa, Refinancing pada Usaha Mikro/BMT dan Koperasi Syariah Angkatan 269* bagi Pimpinan BMT, Dewan Pengawas Syariah, Manager Koperasi Syariah, Dosen Ekonomi Islam, Praktisi Keuangan Syariah, Bankir, Direktur, dan Pejabat Bank Syariah/LKS (Syariah Compliance, Syariah Business Head, Legal officer), Konsultan, Dosen Ekonomi Islam dll
     
    Sasaran Peserta
     
    1. Pimpinan BMT, DPS, Manager Koperasi Syariah, Para Praktisi Bank Syariah dan LKS (Direktur, Group Head, Pimpinan Divisi, Kepala Cabang), Product Development Bank Syariah, Risk Management, praktisi Jamkrindo dan Askrindo.
    2. Dosen Pascasarjana Hukum Ekonomi Islam, para Guru Besar, hakim, notaris,
    3. Dirut BPRS, BMT, Direktur Askirindo dan Jamkrindo, serta pakar ekonomi Islam.
    4. Dosen Ekonomi Islam baik Dosen Pascasarjana maupun S1.
    5. Notaris Perbankan Syariah, Hakim, Law Firm
     
    Materi Training dan Workshop :
     
    1. Skema dan akad Pembiayaan Multiguna.
     
    2. Skema dan Akad Pembiayaan Multijasa.
     
    3. Penerapan Al-Bay’ ma’al Istikjar untuk Refinancing Syariah.
     
    4. Model-model pembiayaan musyarakah mutanaqishah dan penerapannya pada 11 kebutuhan bisnis, seperti refinancing, take over dan top up, pembiayaan KPRS  dan modal kerja, KPR Indent (penerapan ijarah maushufah fiz dzimmah pada MMq).
     
    5. Pembiayaan Refinancing Syariah :
    a. Lima macam Refinancing Syariah 
    b. Desain akad Refinancing 
    c. Fatwa MUI tentang Refinancing Syariah
    d. Akutansi Refinancing Syariah
     
    Pengalaman Iqtishad:
     
    Sudah menggelar Training dan Workshop Perbankan syariah, Training Fikih Muamalah Advance  tentang Perbankan dan keuangan Syariah, Training Eksekutif Ushul Fiqh Keuangan,  Ekonomi Islam, sebanyak 260 Angkatan dan melahirkan lebih dari 6760-an alumni Direktur Bank Syariah, DPS, Notaris dan Konsultan & 120 orang Guru Besar dan Doktor,
     
    Training Iqtishad selama ini sudah diikuti Para Direktur Bank Syariah, Dirut BPR Syariah se-Indoensia, DPS, Komisaris Bank Syariah, Seluruh Pemimpin Divisi UUS Bank Pembangunan Daerah seluruh Indoenesia.
     
    TRAINER UTAMA :
     
    Agustianto Mingka (Ketua DPP IAEI / Ikatan Ahli Ekonomi Islam, Anggota Pleno Dewan Syariah Nasional MUI, Wa.Sekjen MES Pusat, Dosen Pascasarjana Universitas Indonesia, Dosen Pascasarjana Islamic Economics and Finance Univ.Trisakti Dosen Pascasarjana Univ.Paramadina, Dosen Program Magister Ekonomi Islam Univ.Islam Az-Zahra. DPS di Indonesia Exim Bank, Asuransi Jasa Raharja Putra.dll
     
    Waktu dan Tempat Pelaksana
     
    Hari/Tanggal  :  Minggu / 03 JFebruari 2018
    Pukul      : 09.00 – 16.00 WIB
    Tempat  : Hotel Amaris, Surabaya
     
    Fasilitas
     
    Modul training, makan siang, coffee break, hotspot, ruang Klas ber-AC, CD Materi (softcopy materi, 116 fatwa DSN-MUI, Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah) dan sertifikat.
     
    Biaya Pendaftaran
     
    Perorangan : Rp. 1.500.000/perorang
    Dosen dan Pengurus IAEI Diskon 25 %
    Group 10 orang diskon 35%
     
    BMT group 5 orang diskon 30 % 
    10 orang diskon 35%
     
    CP DAN TEMPAT PENDAFTARAN:
    Anju: 0852 7766 5083 (WA/Telp)
    Nadiyah: 0812 8168 4698 (WA/Telp)
    Hafiz : 0812 8623 7144 (WA/Telp)
     
     
     
    Alamat Kantor :  Hotel Sofyan Betawi, Jakarta Pusat
     
    *Note: Bukti sah menjadi peserta jika sudah mengirimkan formulir pendaftaran dan bukti transfer

    Training dan Workshop Nasional Notaris Perbankan Syariah tentang Aspek Legal dan Pembuatan Kontrak Perjanjian Produk Perbankan Syariah Tgl 20 – 21 Juli 2018 di Hotel Sofyan Jakarta.

    0

    Posted on : 03-08-2017 | By : Agustianto | In : Kabar Aktual, Pendidikan Ekonomi Syariah, Perbankan Syariah, Seminar & Training

    Dasar Pemikiran

    Notaris menduduki posisi yang sangat penting dalam industri perbankan syariah, karena notaries berperan dalam pembuatan akta-akta kontrak-kontrak produk perbankan syariah dan pengikatan jaminan (khususnya HT dan Fiducia).

    Perkembangan perbankan dan keuangan syariah yang  bergerak dengan cepat yang assetnya kini sudah Rp 331 triliun membutuhkan para notaris yang berkompeten membuat akta syariah dan pengikatan jaminannya.

    Asset Industri Keuangan Non Bank syariah lebih dari Rp 86 triliun.

    Tegasnya perbankan syariah  di Indonesia membutuhkan notaries yang memahami  dengan baik konsep konsep syariah dan penerapannya di praktek perbankan. 

    Kontrak-kontrak produk-produk perbankan  syariah  berbasis syariah compliance harus dipahami oleh notaries perbankan syariah, seperti perjanjian murabahah, musyarakah, mudharabah, ijarah, ijarah muntahiyah bit tamlik (IMBT), Musyarakah Mutanaqishah, pembiayaan take over syariah, refinancing syariah, masalah jaminan syariah, dan anatomi akta-akta syariah. 

    Keharusan notaris memiliki kompetensi pembuatan perjanjian-perjanjian syariah, adalah hasil Rekomendasi  Annual Meeting Dewan Syariah Nasional  MUI, Desember 2014 di Jakarta.

    Untuk itulah  diperlukan  Training dan Workshop Aspek legal dan kontrak-kontrak produk perbankan syariah khusus bagi notaris

    Dalam rangka itulah Iqtishad Consulting menggelar Pelatihan dan Workshop Nasional Notaris Perbankan Syariah tentang Aspek Legal dan Pembuatan Kontrak Perjanjian Produk Perbankan Syariah Angkatan ke 235.

    Iqtishad Consulting adalah Lembaga Pendidikan dan Pelatihan perbankan syariah yang paling terkemuka saat ini di Indonesia, dan sangat banyak berpengalaman dalam mentraining  para Direktur bank-bank syariah, Dirut, DPS,Komisaris, semua pimpinan Divisi Bank Pembangunan Daerah se-Indonesia, pejabat OJK dan bank syariah lainnya, serta ratusan Professor dan Doktor yang menjadi dosen di seluruh Perguruan Tinggi se-Indoensia.

    Iqtishad Consulting Jakarta sudah mengelar Training sebanyak 236 Angkatan, termasuk memberi sertifikat  (mentraining) 2.731 notaris yang tersebar di seluruh Indonesia. 

    Sertifikat Pelatihan  Iqtishad Consulting Jakarta, sangat diakui oleh semua Industri perbankan syariah di Indonesia, termasuk sertifikat ulang (penyegaran dan upgrading) bagi notaris yang sudah tiga tahun tidak mengikuti training bank syariah.

    Pengakuan ini sangat logis  karena para petinggi dan praktisi perbankan syariah sendiri ditraining oleh Iqtishad Consulting Jakarta.

    Pengurus inti dan Nara sumber Iqtishad Consulting adalah pakar-pakar yang sangat berkompeten di bidang legal perbankan syariah.

    Mereka juga adalah figur-figur penting yang menduduki posisi strategis di organisasi-organisasi nasional dan assosiasi ekonomi syariah nomor wahid di Indoensia.

    Materi Training

    1. Overview Perbankan  Syariah
    2. Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional
    3. Produk –produk Pembiayaan (Financing) Bank Syariah
    4. Prinsip – prinsip perjanjian /  akad syariah
    5. Kontrak pembiayaan murabahah
    6. Kontrak Pembiayaan Musyarakah Mutanaqishah
    7. Kontrak Pembiayaan hiwalah dan Take Over
    8. Hukum – hukum jaminan menurut syariah
    9. Kontrak pembiayaan Ijarah dan IMBT
    10. Kontrak pembiayaan Musyarakah dan mudharabah
    11. Teknik Pembuatan Akta dan  Anatomi Akta Notaris di Perbankan Syariah 

    Waktu Pelaksanaan

    Tgl 20 – 21 Juli 2018 di Hotel Sofyan Jakarta. 

    Investasi 

    Rp 2.5 juta/org

    Group min 3 @2.2 Juta, 

    Group min 5 @RP 2 Juta,

    Group min 10 @1.8 juta. 

    Joko (085716962518 , 082110206289), Panji (082210845958), Hafiz :081286237144 

    More Info  klik: www.iqtishadconsulting.com

    Info lengkap :   

    Pelatihan Analisa Pembiayaan KPR Syariah (15 – 16 Agustus 2017 di Hotel Amarossa, Bandung)

    0

     
     
    LATAR BELAKANG
     
    Pembiayaan  perumahan merupakan kebutuhan primer masyarakat dan masih menjadi barang langka bagi kebanyakan masyarakat kita.
     
    Namun terdapat kekurangan pasokan rumah oleh para pengusaha perumahan setiap tahunnya _(backlog)_ dan hal itu terus terakumulasi setiap tahun sehingga penyediaan  1 juta rumah menjadi program pemerintah.
     
    Dengan demikian pembiayaan property menjadi penting utk dikembangkan bank bank syariah dan menjadi peluang bisnis yg cukup besar.
     
    SDI bank syariah dan developer harus memiliki pemahaman dan kompetensi dalam menganisalisa pembiayaan property dan harus bisa menciptakan produk yg bersaing dengan harga dan layanan yg memuaskan.
     
    Sementara itu masih adanya anggapan bahwa KPR Syariah sama saja dengan KPR Konvensional dan KPR Syariah lebih mahal dari KPR Konvensional 
     
    Dilatarbelakangi beberapa persoalan  tersebut maka Iqtishad Consulting akan menggelar Training dan Workshop …Angkatan 235
     
     
    TUJUAN PELATIHAN
    1. Mensukseskan program pemerintah 1 juta rumah  dengan  menyiapkan SDI-SDI/SDM-SDM yg berkompeten & qualified, professional  di bidang Analis KPR Syariah
     
    2. Mencetak para Analis Pembiayaan KPR syariah untuk memenuhi amanah UU Perbankan Syariah No.21 Tahun 2008, PBI/POJK, Fatwa DSN-MUI dan PSAK
     
     
    3. Memahami perbedaan KPR Konvensional dengan KPR Syariah serta memahami kenapa KPR Syariah lebih mahal dari KPR Konvensional
    dab bgmn menciptakan harga KPRS yg murah.
     
    4. Mengetahui prosedur dan langkah permohonan Pembiayaan KPR Syariah
     
     
    PESERTA YANG DIHARAPKAN
    Para peserta diharapkan dari Analis KPR/Bankers Syariah, Notaris, Appraisal, Developers/pengembang, Agen Property, para Pejabat/staf pemerintah, para Mahasiswa dan para businessmen dan umum
     
    MATERI PELATIHAN
    1. Pendahuluan.
    Dasar Hukum Analisa Penilaian Pembiayaan KPR Syariah (UU Perbankan Syariah No.21 Tahun 2008, PBI/POJK, fatwa DSN-MUI, PSAK
    Perbandingan KPR Konvensional dan KPR Syariah
    Pengertian Analisa Penilaian Pembiayaan KPR Syariah
    Tujuan Analisa Penilaian Pembiayan KPR Syariah
    Syarat Kompetensi  Pejabat dan Staf Analis Penilaian Pembiayaan KPR Syariah
     
    2. Akad-Akad KPR Syariah dan Value Chain Analisa Pembiayaan KPR Syariah.
    Pengertian Value Chain Analisa Penilaian Pembiayaan KPR Syariah
    Value Chain Dalam Operasionalisasi Struktur Organisasi Bank Syariah
    Akad KPR Murabahah,Salam dan Istishna
    Akad KPR Ijarah Muntahia Bi Tamlik (IMBT)
    Akad KPR Musyarakah Mutanaqisah (MMQ) dan Akad KPR Mudharabah
     
    3. Metode Perhitungan Margin KPR Syariah
    Dasar Hukum Perhitungan Margin KPR, Fatwa DSN-MUI, PSAK
    Perhitungan Bunga KPR Konvensional  (Cost of Fund dan BLR)
    Perhitungan Margin KPR Syariah (Cost of Goods Sold)
    Rekomendasi Perhitungan Margin KPR Syariah sesuai Fatwa DSN-MUI
    Strategi Solusi KPR Syariah Lebih Murah dari KPR Konvensional
     
    4. Metode Perhitungan Angsuran KPR Syariah
    Dasar Hukum Perhitungan Angsuran KPR Syariah, Fatwa DSN-MUI No.84, Tahun 2012.
    Metode Perhitungan Angsuran KPR Syariah Flat/Fixed
    Metode Perhitungan Angsuran KPR syariah Efektif
    Metode Perhitungan Angsuran KPR Syariah Anuitas
     
    5. Analisa Penilaian Pembiayaan KPR Syariah (Kualitatif)
    Dasar Hukum Anslisa Pembiayan KPR Syariah, UU Perbankan Syariah No.21 Tahun 2008, Bab IV Pasal 23
    Prinsif Dasar Analisa Penilaian Pembiayaan KPR Syariah dengan 5 C dan 6 A
    Prosedur Operasional Analisa Penilaian Pembiayaan KPR Syariah
     
    6. Analisa Penilaian Pembiayaan KPR Syariah (Kuantitatif)
    Dasar Hukum, UU Perbankan Syariah No.21 Tahun 2008, Bab IV Pasal 23
    Analisa Kuantitatif Kemampuan Membayar Calon Nasabah (Ability to Repay)
    Analisa Kuantitatif Kemauan Membayar Calon Nasabah (Willingness to Repay)
    Analisa Kuantitatif Jaminan (Collateral)
    Financing Scoring Model Sebagai Alat Bantu Melakukan Keputusan Pembiayaan KPR Syariah
     
    7. Study Kasus Analisa Penilaian pembiayaan KPR Syariah
     Study Kasus Analisa Penilaian Pembiayan KPR Syariah
     
    TEMPAT, TANGGAL, HARI PELATIHAN
    Hari /Tgl        : Selasa – Rabu / 15 – 16Juli 2017
    Tempat          : Hotel Amarossa, Bandung               
     
    INVESTASI
    Perorangan Rp 3.500.000,-
    Group Min 3 orang Rp.  3.000.000,-
    Group min 5 orang Rp.  2.500.000.-
     
    FASILITAS
    Modul/Makalah, Coffee Break, makan siang/lunch, Sertifikat, Softcopy Materi 
     
    IN HOUSE TRAINING
    Pelatihan ini juga dapat dilaksanakan di Bank Syariah/Instansi Pemerintah (In House Training minimal 10 peserta)  yg pesertanya khusus untuk Pejabat/Staf dari instansi Pemerintah/Bank Syariah tsb.
     
    TRAINNER AND FACILITATORS
    1. Agustianto Mingka,MA  Ketua DPP IAEI, Wakil Sekjen DPP, MESAnggota Pleno DSN-MUI, Trainer/Pembicara Seminar Ekonomi/Perbankan Syariah, Dosen S2 ( PSTTI-UI, Univ.Paramadina, Univ.Trisakti), 
     
    2. Edy Setiadi, SE, MM* Dosen Perbankan Syariah S1 dan S2 (UIN, UI,  IBS)-Jakarta, Konsultan Property , Trainer/Pembicara Seminar Perbankan Syariah, Mantan Kacab BTN Syariah,  Pengurus DPP IAEI.
     
    CP dan Tempat Pendaftaran:
    Sdr. Joko Wahyuhono
    Hp : 082110206289 / 085716962518
    Sdr. Panji Fasakhul Amin
    Hp : 082210845958
    Sdr. Hafiz
    Hp : 081286237144
    Kantor :  Hotel Sofyan Betawi Jl.Cut Mutia No.9 Menteng, Jakarta Pusat.
     
    Note : Bukti sah menjadi peserta jika sudah mengirimkan formulir pendaftaran dan bukti transfer.

    Training dan Workshop Dosen Pasca Sarjana Ekonomi Islam tentang Hybrid Contracts pada Produk Perbankan & Keuangan Syariah

    0

    Posted on : 03-01-2015 | By : Agustianto | In : Artikel, Kabar Aktual, Pendidikan Ekonomi Syariah

     

    Pendahuluan

    Perkembangan perbankan dan keuangan syariah syariah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Tantangan itu antara lain harus bisa memenuhi kebutuhan bisnis yang selalu berubah cepat dengan   menyajikan produk-produk   inovatif dan lebih variatif serta  pelayanan yang memuaskan berdasarkan panduan syariah.   Tantangan  ini menuntut Dosen Pasca Sarjana Ekonomi Islam untuk senantiasa aktif dan kreatif dalam memberikan respon terhadap perkembangan tersebut. Para Dosen Pascasarjana harus inovatif, kreatif dan menyajikan informasi-informasi yang baru, aktual dan segar dalam bidang perbankan dan keuangan syariah. Para Dosen Pasca Sarjana seharusnya memiliki kompetensi yang tinggi dalam menyampaikan materi mata kuliah.

    Salah satu isu penting untuk menciptakan produk-produk inovatif dalam  perbankan dan keuangan syariah adalah  hibryd conctracts (al-‘ukud al-murakkabah). Dr Mabid Al-Jarhi, mantan direktur IRTI IDB pernah mengatakan, kombinasi akad di zaman sekarang adalah sebuah keniscayaan. Bentuk akad tunggal sudah tidak mampu lagi meresponi transaksi keuangan kontemporer. Metode hybridcontracts seharusnya menjadi unggulan dalam pengembangan produk.

    Dalam konteks itulah Dr.Aliudin Za’tary dalam buku Fiqh Muamalah Al-Maliyah  al-Muqaran (2008) banyak membahas teori dan praktik hybrid contracts dalam Islamic finance. Bahkan Dr Nazih Hammad menulis buku secara khusus mengenai hybrid contracts Al-’uqûd al-Murakkabah fî al-Fiqh al-Islâmy, Damaskus: Dâr al-Qalam, 2005. Demikian pula Abdullâh bin Muhammad bin Abdullâh al-‘Imrâni, menulis buku Al-’uqûd al-Mâliyah al-Murakkabah: Dirâsah Fiqhiyyah Ta’shîliyah wa Tathbîqiyyah, Riyadh: Dâr Kunûz Eshbelia li al-Nasyr wa al-Tauzî’, 2006), Selain mereka masih banyak ulama yang membahas hybrid contracts di buku-buku fiqh muamalah, seperti Dr.Usman Tsabir dalam buku Fiqh Muamalah Maliyah al-Mu’ashirah (2006).

    Namun harus dicatat, rujukan/referensi yang digunakan untuk  materi hybrid contracts, bukan saja kitab-kitab fiqh muamalah kontemporer, melainkan juga kitab-kitab fikih klasik dari berbagai mazhab, dan para ulama terkemuka, seperti Ibnu Taymiyah, Ibnu Qayyim, Imam Al-Syatibi, dan lain-lain.

    Sebagaimana dimaklumi bahwa pengetahuan mengenai hybridcontracts sangat penting sekali, setidaknya memiliki sepuluh urgensi dalam pengembangan produk perbankan dan keuangan syariah kontemporer. Para Dosen Pascasarjana Ekonomi Islam  harus memahami dengan baik teori dan praktik kontemporer mengenai hybrid contractys pada keuangan dan perbankan syariah. Untuk itulah Iqtishad Consulting menggelar “Training dan Workshop Eksekutif Hybrid Contracts pada Produk Perbankan dan Keuangan” Khusus bagi Dosen Pascasarjana, dengan pembicara pakar Fikih Muamalah Bapak Agustianto Mingka  (Trainer Fikih Muamalah 115 Angkatan).

     

    Berikut 42 point materi workshop :

    1.     Konsep syariah tentang Al-’Ukud al-Murakkabah (Hybrid Contracts)

    2.     Pembagian Terminologi Hybrid Contracts dalam Fikih Islam

    1.     Al-’Ukud al-Murakkabah

    2.     al-’Uqûd al-mujtami’ah,

    3.     al-’Uqûd al-muta’addidah,

    4.     al-’Uqûd al-mutakarrirah,

    5.     al-’Uqûd al-mutadâkhilah,

    6.     al-’Uqûd al-mukhtalithah.

     

    3.     Bentuk-bentuk Hybrid Contracts

    1.     Al-’Ukud al-Murakkabah

    2.     al-’Uqûd al-Mutaqabilah

    3.     al-’Uqûd al-Mutanajisah

    4.     al-’Uqûd al-Mutanaqidhah

    5.     al-’Uqûd al-mutadâkhilah,

    6.     al-’Uqûd al-mukhtalithah

     

    4.     Sepuluh Urgensi Teori Hybrid Contracts.

    5.      Macam-macam  Hybrid Contracts dan Aplikasinya di Perbankan Syariah

    6.     Hukum Hybrid Contracts (Dua Akad dalam Satu Transaksi) Menurut Ulama

    7.     Argumentasi (Dalil Syariah) tentang Hybrid Contracts

    8.     Hybrid Contracts yang dilarang syariah

    9.     Akad Two in One yang dibolehkan.

    10.   Analisis Para Ulama terhadap hadits-hadits dua akad dalam satu transaksi

    11.   Dhawabith (ketentuan syariah ) Hybrid Contracts dan Akibat Hukumnya

     

     

    12.   Hybrid Contracts pada Sindikasi Pembiayaan sesama bank syariah

    13.   Hybrid Contracts pada Sindikasi Pembiayaan Bersama Bank Konvensional

    14.   Hybrid Contracts pada Sindikasi Club Deal

    15.   Hybrid Contracts dalam PembiayaanTake Over

    16.   Hybrid Contracts dalam PembiayaanTake Over yang dihybrid dengan refinancing

    17.   Hybrid Contracts dalam PembiayaanTake Over se-sama bank syariah

    18.   Hybrid Contracts dalam PembiayaanTake Over Empat Pihak.

    19.   Hybrid Contracts dalam Produk Asuransi Syariah

    20.   Hybrid Contracts dalam Sukuk

    21.   Hybrid Contracts dalam Pembiayaan Properti (MMQ)

    22.   Hybrid Contracts dalam Skim-skim Refinancing Syariah

    23.   Hybrid Contracts dalam Kartu Kredit (Delapan Alternatif)

    24.   Hybrid Contracts dalam Pembiayaan Rekening Koran

    25.   Hybrid Contracts dalam Pembiayaan Line Facility

    26.   Hybrid Contracts dalam Pembiayaan Multiguna

    27.   Hybrid Contracts dalam dalam IMBT dan Sewa Beli

    28.   Hybrid Contracts dalam Product Giro

    29.   Hybrid Contracts dalam Factoring / Anjak Piutang

    30.   Hybrid Contracts  dalam Pembiayaan Property Indent

    31.   Hybrid Contracts  dalam Pembiayaan Multijasa

    32.   Hybrid Contracts  dalam Restrukturisasi Pembiayaan Bermasalah

    33.   Hybrid Contracts  dalam Hedging Syariah (via Swap)

    34.   Hybrid Contracts  dalam Linkage Program Bank-Multifinance, BPRS, Kopsyah BMT, baik executing maupun channeling

    35.   Hybrid Contracts dalam Gadai Syariah dan Re-Gadai.

    36.   Hybrid Contracts  dalam Trade Finance dan L/C

    37.   Hybrid Contracts  dalam MDC (Margin During Contruction) dan Margin During Plasantation

    38.   Hybrid Contracts  (5 Akad dalam Satu Produk) pada Pasar Uang Syariah Antar BankS

    39.   Ketentuan Praktis Hybrid Contracts :

    1.     Akad-akad yang Harus Dipisahkan (aqdin mustaqillin)

    2.     Akad-akad yang yang boleh disatukan dalam satu transaksi

    3.     Akad-akad di bawah tangan

    4.     Akad-akad yang yang harus dinotarilkan

    5.     Akad-akad yang memakai materai dan yang tidak memakai  materai.

     

    40.   Hybrid Contracts dan Kewajiban Pajak (PPn)

    41.   Hybrid Contracts dan Akuntansi Syariahnya

    42.   Solusi Kontradiksi antara Hukum Fiqh Muamalah degan Hukum Positif.

     

    SASARAN PESERTA

    1.Direktur Pascasarjana Perguruan Tinggi Islam dan Perg.Tinggi Umum, baik Negeri maupun Swasta

    2. Dosen  Pascasarjana Perguruan Tinggi Agama Islam dan Umum, baik Negeri maupun Sawasta

    Yang memberi kuliah di Prodi atau Kontrasi Ekonomi Syariah,Hukum Bisnis Syariah.

    3. Guru Besar yang mengajar yang Program Pascasarjana Prodi dan Konsentrasi Ekonomi Syariah

    4. Komisaris, DPS/ Dewan Pengawas Syariah  maupun Direktur Bank-Bank Syariah.

    5. Training dan Workshop Eksekutif ini juga boleh diikuti  para Senior yang sedang menyusun Disertasi mengenai Ekonomi Islam, Hukum Bisnis Syariah, baik Hakim, Konsultan, Dosen, Pejabat Regulator Keuangan Syariah maupun  Bankir.

     

    Pengalaman Iqtishad :

    1. Sudah menggelar Training Fikih Muamalah Advance  tentang Perbankan dan keuangan Syariah, Training Eksekutif Ushul Fiqh Keuangan,  Ekonomi Islam, sebanyak 115 Angkatan dan melahirkan lebih dari 3500-an alumni, &0 orang Guru Besar dan Doktor, Direktur Bank Syariah, DPS,Notaris dan Konsultan.
    2. Training Iqtishad juga sudah diikuti Para Direktur Bank Syariah, Dirut BPR Syariah se-Indoensia, DPS, Komisaris Bank Syariah, Seluruh Pemimpin Divisi UUS Bank Pembangunan Daerah seluruh Indoenesia.

    k

     

    Pembicara/Nara Sumber :

    Bapak Agustianto Mingka Beliau adalah Ketua I Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI), Wakil Sekjen MES (Masyarakat Ekonomi Syariah) Pusat, Anggota Pleno DSN-MUI dan Dosen Pascasarjana di 5 Kampus di Jakarta dan Pengawas beberapa Lembaga Keuangan Syariah.

     

    TRAINING DAN WORKSHOP “FIKIH MUAMALAH ADVANCE ON ISLAMIC BANKING AND FINANCE” Bagi Dosen Pascasarjana Ekonomi Islam Perg.Tinggi se-Indonesia 30 September – 1 Oktober di Jakarta

    0

    Posted on : 03-01-2015 | By : Agustianto | In : Artikel, Kabar Aktual, Pendidikan Ekonomi Syariah

    Dasar Pemikiran:

    Perkembangan perbankan dan keuangan syariah bergerak dengan cepat baik di panggung internasional maupun nasional. Produk-produk inovatif bermunculan secara revolutif. Design-design kontrak multi-akad (hybrid contracts) menjadi tak terhindarkan, yang terkadang membuat produk perbankan dan keuangan syariah di Indonesia menjadi ketinggalan. Fatwa-fatwa baru tentang ekonomi syariah terus bermunculan. Hampir semua perkembangan baru itu belum ada di buku-buku teks (referensi) saat ini.

    Problematika keuangan kontemporer membutuhkan jawaban-jawaban ilmiah berdasarkan kajian akademis, seperti hedging (swap, forward, options), Margin During Contruction, Profit Equalization Reserve (PER), international trade finance, tiga puluhan kasus hybrid contracts, instrument money market inter bank, skim-skim sukuk, repo, pembiayaan sindikasi antar bank syariah atau dgn konvensional, restrukturisasi,  pembiayaan property indent, ijarah maushufash fiz zimmah, hybrid take over dan refinancing, forfeiting, overseas financing, skim KTA, pembiayaan multi guna, desain kartu kredit, hukum-hukum terkait jaminan  fiducia, hypoteik dan hak tanggungan,   serta sejumlah kasus-kasus baru yang terus bermunculan.

    Dosen Pascasarjana Ekonomi Islam, para Guru Besar,  serta pakar ekonomi Islam, harus memahami dengan baik perkembangan mutakhir tentang isu-isu terbaru serta  inovasi-inovasi baru  produk perbankan dan keuangan syariah, Dosen Pascasarjana juga harus memahami fitur-fitur baru, regulasi baru serta  serta   fatwa-fatwa terbaru  baik di kancah international maupun nasional.

    Berdasarkan PP No 31 Tahun 2006 dan Peraturan Presiden No 8 / 2012 tentang KKNI (Kerangka Kualifiksi Nasional Indonesia),  maka, Dosen Pascasarjana Ekonomi Syariah, harus mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang ekonomi syariah secara inovatif dan teruji melalui riset ilmiah. Dosen Pascasarjana harus bisa melahirkan Magister Ekonomi Islam yang inovatif dan  kreatif dalam  menciptakan produk-produk baru berdasarkan kaedah-kaedah dan temuan ilmiah.

    Dosen Pascasarjana harus bisa melahirkan Magister Ekonomi Islam yang bisa memecahkan masalah-masalah ekonomi dan keuangan syariah kontemporer, memberikan solusi dalam bidang ekonomi dan keuangan syariah melalui pendekatan inter atau multidisipliner. Untuk  mewujudkan itu, maka Dosen Pascasarjana Prodi atau Konsentrasi Ekonomi Islam yang mengajarkan  mata kuliah Fikih Muamalah (kontemporer), Islamic Finance, Islamic Economics, Produk Perbankan Syariah, Hukum Perbankan Syariah  (Hukum Bisnis Syariah), Ushul Fiqh,  Filsafat Hukum Islam, akuntansi syariah, harus memahami isu-isu keuangan kontemporer secara komprehensif agar bisa disampaikan pada Mahasiawa Magister atau Mahasiswa Program Doktor Ekonomi Islam.

     

    MATERI TRAINING DAN WORKSHOP :

    1.  Teori evolusi akad dan perspektif historisnya serta metodologi syariah untuk inovasi produk

    2.  Model-model pembiayaan musyarakah mutanaqishah untuk property, konsumsi, refinancing, take over,  dan modal kerja serta penerapan ijarah maushufah biz dimmah pada MMq.

    3.  Penerapan Hybrid Contract (al-‘ukud al-murakkabah) di 22 produk perbankan dan LKS dan ketentuan-ketentuannya, Hybrid Contract yang terlarang dan yang dibenarkan.

    4.  Aplikasi tujuh desain multi akad (Hybrid Contract) pembiayaan take over dan modal kerja.

    5.  Skim pembiayaan multiguna dan KTA Syariah serta skim pembiayaan pertanian/perkebunan (dari Interest During Construction/ IDC) ke Margin During Construction/MDC) dari sisi desain contracts dan perspektif ushul fiqh (maqashid syariah)

    6.  Aplikasi Hawalah pada kasus-kasus factoringforfaiting, kartu kredit, multi jasa, novasi mudharabah, Cessi, LC dan lain-lain.

    7.  Desain Akad Trade finance dan Overseasfinancing;  L/C, L/C UPAS, L/C Refinancing, baik funded facility (Trust Receipt) maupun non funded.

    8.  Foreign exchange secara syariah (desain akad Islamic swap,Islamic forward, dan options,(hedging syariah), qabath hukmi dan qabath hissy dalam valas, fatwa AOIFII tentangnya)

    9.  Empat design akad pembiayaan multi jasa dan ketentuan syariahnya serta skim pembiayaan haji yang relevan

    10.Design-design akad untuk Pembiyaan Rekening Koran Syariah dan Line Facility.

    11.Restrukturisasi Pembiayaan bermasalah, rescheduling dan restrukturisasi pembiayaan, reconditioning, serta penyelesaian pembiayaan bermasalah

    12.Factoring dengan skim syirkah untuk pembiayaan infrastruktur.

    13.Pembiayaan Sindikasi Bank Syariah (At-Tamwil al-mashrafi al-mujamma’), Club Deal, Risk Participation dan Sub Participation.

    14.Jaminan (Collateral) dan aplikasi rahn ‘iqar (rasmi), rahn hiyazi dan rahn musta’ar pada collateral / jaminan dan rahn tasjily pada pegadaian, paripassu (syirkatul marhun) pada sindikasi.

    15.Gadai syariah dan investasi emas.

    16.Aplikasi dan analisis delapan alternatif desain akad-akad kartu kredit (bithaqoh al-‘iktiman).

     

    Rujukan Materi : Ratusan Buku dan Kitab Fiqh Muamalah Klasik dan Kontemporer.

     

    TUJUAN:

    1. Melahirkan Dosen Pasca Sarjana Ekonomi Islam yang memiliki kompetensi di bidang fikih muamalah advance on Islamic banking and finance
    2. Melahirkan direksi, komisaris,  kepala divisi dan officer bank syariah dan lembaga keuangan syariah yang memahami fitur dan kontrak – kontrak syariah kontemporer, filosofi dan inovasi produk secara syariah.

    3.     Melahirkan regulator yang berwawasan luas dan mendalam tentang perbankan dan keuangan syariah. Berwawasan luas artinya menggunakan pendekatan ilmu ushul fiqh, tarikh tasyrik, falsafah syariah, maqashid syariah, qawaid fiqh, ilmu tafsir, mushtalul hadits, dan muqaranatul mazahib fil-ushul fiqh wal fatawa.

    4. Melahirkan DPS dan calon DPS yang berkualitas dan berkompeten di bank dan LKS.

    5.     Melahirkan konsultan bisnis syariah yang menguasai issue-issue fiqh muamalah dan finance kontemporer.

     

    SASARAN PESERTA :

    1. Dosen Pasca Sarjana Prodi dan Konsentarsi Ekonomi Islam, Hukum Ekonomi Islam, Perbankan Syariah dan Keuangan Syariah.
    2. Guru Besar yang memberi kuliah terkait ekonomi syariah di berbagai Perguruan Tinggi
    3. Direktur Pascasarjana Perguruan Tinggi Islam dan Umum yang memiliki Prodi Ekonomi Islam, atau Konsentrasi Keuangan Islam,Hukum Bisnis Syariah.
    4. Regulator (Pejabat OJK, Pejabat Bank Indonesia, Pejabat Mahkamah Agung, Pengurus IAI), Para Dirut Bank Syariah, Direksi Bank Syariah/LKS, Komisaris Bank Syariah, Head Group, Pemimpin UUS Bank Syariah.  Ka.Divisi Bank Syariah, Officer/Legal Officer dan Divisi Product  Development  Bank Syariah, dan LKS, Notaris Senior, Hakim Pengadilan, Dewan Pengawas Syariah (DPS), Pejabat Kemenkeu RI.
    5. Training dan Workshop Eksekutif ini juga boleh diikuti  para Senior yang sedang menyusun Disertasi mengenai Ekonomi Islam, Hukum Bisnis Syariah, baik Hakim, Konsultan, Dosen, Pejabat Regulator Keuangan Syariah maupun  Bankir.

    Pengalaman Iqtishad :

    1. Sudah menggelar Training Fikih Muamalah Advance  tentang Perbankan dan keuangan Syariah, Training Eksekutif Ushul Fiqh Keuangan,  Ekonomi Islam, sebanyak 115 Angkatan dan melahirkan lebih dari 3500-an alumni, &0 orang Guru Besar dan Doktor, Direktur Bank Syariah, DPS,Notaris dan Konsultan.
    2. Training Iqtishad juga sudah diikuti Para Direktur Bank Syariah, Dirut BPR Syariah se-Indoensia, DPS, Komisaris Bank Syariah, Seluruh Pemimpin Divisi UUS Bank Pembangunan Daerah seluruh Indoenesia.

    Tanggal Acara : 30 September – 1 Oktober di Jakarta

    BIAYA PENDAFTARAN:

    Perorangan            : Rp. 2.500.000/peserta

    Group min 3 orang: Rp. 2.200.000/peserta

    Group min 5 orang : Rp. 2.000.000/peserta

    Peserta yang menjadi Pengurus atau anggota IAEI dan atau MES, baik daerah maupun Pusat mendapat diskon 20 %

    CP DAN TEMPAT PENDAFTARAN:

    Sdr. Joko Wahyuhono

    Hp : 082110206289 / 085716962518.

    Tlp :021-9185 9977, Fax: (021) 52901083

    Email: joko@iqtishadconsulting.com,  dimasjoko@gmail.com

    Website: www.iqtishadconsulting.com

     

    PENYELENGGARA:

    Event ini digelar Iqtishod Consulting Jakarta,yang Bermarkas di Kantor MES PUSAT (Masyarakat Ekonomi Syariah Pusat)

    Kantor: Kantor Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah Lt.Dasar #2

    Jl.Setiabudi Tengah No.29 Setiabudi, Kuningan, Jakarta Selatan 12910

    Note: Bukti sah menjadi peserta jika sudah mengirimkan formulir pendaftaran dan bukti transfer.

     

     

    Training dan Workshop Eksekutif Ushul Fiqh Keuangan dan Perbankan Syariah Kontemporer Bagi Dosen Pascasarjana Ekonomi Islam Perguruan Tinggi Se-Indonesia

    1

    Posted on : 03-01-2015 | By : Agustianto | In : Artikel, Kabar Aktual, Pendidikan Ekonomi Syariah

     

    Pendahuluan

     

    Sejalan dengan pertumbuhan industri keuangan syariah yang  demikian pesat di tanah air, Program Pendidikan Tinggi Ekonomi Syariah juga berkembang  secara spektakuler, termasuk Program Pascasarjana Ekonomi Syariah. Merujuk kepada KKNI (Kerangka Kualifiksi Nasional Indoensia), Dosen Pascasarjana Ekonomi Syariah, harus mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang ekonomi syariah secara inovatif dan teruji melalui riset ilmiah. Dosen Pascasarjana harus bisa melahirkan Magister Ekonomi Islam yang inovatif dan  kreatif dalam  menciptakan produk-produk baru berdasarkan kaedah-kaedah dan temuan ilmiah.

     

    Dosen Pascasarjana harus bisa melahirkan Magister Ekonomi Islam yang bisa memecahkan masalah-masalah ekonomi dan keuangan syariah kontemporer, memberikan solusi dalam bidang ekonomi dan keuangan syariah melalui pendekatan inter atau multidisipliner. Untuk  mewujudkan itu, maka Dosen Pascasarjana  yang mengajar mata kuliah Ushul Fiqh, Fikih Muamalah (kontemporer), Islamic Finance, Islamic Economics, Produk Perbankan Syariah, Hukum Perbankan Syariah  (Hukum Bisnis Syariah),  Filsafat Hukum Islam, akuntansi syariah, harus memahami dengan baik ilmu ushul fiqh dan maqashid syariah, secara teori dan   penerapannya untuk  menjawab isu-isu keuangan kontemporer.

     

    Ushul Fiqh, Maqahid Syariah, dan Qawaid fiqh adalah mata kuliah wajib di program- Pasca Sarjana Ekonomi Islam. Namun silabus ushul fiqh dan materi yang disampaikan, umumnya masih sangat jauh tertinggal dari kebutuhan dan tuntutan industri perbankan dan keuangan kontemporer.

     

    Silabus ushul fiqh selama ini masih berkutat dengan kasus-kasus beberapa abad silam, bahkan 1 millenium silam, sangat sedikit tentang kasus-kasus financial dan ekonomi apalagi mengenai kasus-kasus financial kontemporer, nyaris tidak tersentuh sama sekali. Buku ushul fiqh lebih banyak diwarnai contoh kasus-kasus ibadah, jinayah, munakahat dan non ekonomi financial. Kalaupun ada sedikit ekonomi, kasusnya sangat sederhana. Akibatnya, mata kuliah ushul fiqh yang diajarkan tidak bisa menjawab dan meresponi isu-isu dan problem keuangan kontemporer, seperti hedging (swap, forward, options), margin during contruction, profit equalization reserve (PER), trade finance, puluhan kasus hybrid contracts, instrument money market inter bank, skim-skim sukuk, repo, pembiayaan sindikasi antar bank syariah atau dgn konvensional, restrukturisasi,  pembiayaan property indent, ijarah maushufash fiz zimmah, hybrid take over dan refinancing, forfeiting, overseas financing, skim KTA, pembiayaan multi guna, desain kartu kredit, hukum-hukum terkait jaminan  fiducia, hypoteik dan hak tanggungan,   serta sejumlah kasus-kasus baru yang terus bermunculan. Kesenjangan ini pada gilirannya tidak bisa mengantar seorang akademisi ataupun praktisi kepada pemahaman metodologi istimbath masalah masalah ekonomi keuangan kontemporer, yang semakin kompleks.

     

    Kesenjangan antara materi  ushul fiqh yang diajarkan di kampus dengan kasus-kasus aktual yang hendak dijawab dan dibutuhkan industri keuangan tidak boleh dibiarkan berlangsung.  Untuk itulah kami akan memberikan materi baru dan  silabus terbaru ekonomi syariah di S2 dan S3 (bisa juga sebagiannya untuk S1) melalui Training dan Workshop Ushul Fiqh Ekonomi Keuangan kontemporer bagi dosen ushul fiqh, dosen fiqh muamalah dan dosen ekonomi Islam, dosen Islamic Finance, dosen qawaid fiqh di Seluruh Perguruan Tinggi Indonesia, yang memiliki program ekonomi Islam, baik Perguruan Tinggi Agama Islam, UIN, IAIN, STAIN, maupun Perguruan Tinggi Umum dan Swasta

     

    Setidaknya terdapat 11 (sebelas) dalil syariah, yaitu (Alquran, Sunnah, Ijma’, Qiyas, Istihsan, maslahah mursalah, ‘Urf, Sa’ad zariah, Istishab, fatwa sahabat dan syar’u man qablana. Pembahasan dalil-dalil dari kasus-kasus aktual kontemporer dalam training ini, senantiasa dijiwai oleh maqashid syariah, sebagai pedoman utama dalam perumusan hukum finansial Islam.

     

    Untuk lebih mengkomprehensifkan materi training ini, kajiannya juga menggunakan ilmu qawaid fiqh dan tarikh tasyrik fil-muamalat serta didukung ilmu tafsir, ulumul quran dan hadits (mushtalahul hadits)

    Dalam konteks keindonesiaan kita perlu memahami metode penetapan fatwa MUI di Indonesia, bagaimana manhaj dan metode ijtihad yang dilakukan MUI dalam menetapkan fatwa-fatwa ekonomi syarah.

     

    Para akademisi keuangan syariah di Program Pascasarjana seharusnya memahami ilmu ushul fiqh dan maqashid syariah dari setiap produk perbankan dan keuangan syariah. Ilmu ushul fiqh    memberikan pemahaman tentang metodologi istimbath (penetapan hukum) para ulama dalam merumuskan dan menetapkan suatu masalah, Ilmu Ushul fiqh memberikan dalil-dalil syariah dan argumentasi ushul fiqh mengenai suatu kebijakan, produk, system dan mekanisme perbankan syariah.

     

    Ushul fiqh yang berwawasan maqashid syariah memberikan wawasan filosofis dan pemikiran rasional, tentang akad-akad pada setiap produk perbankan syariah.  Ilmu Ushul fiqh adalah ilmu hukum Islam yang sering disebut sebagai The Principle of Islamic Jurispredence. Ushul fiqh berisi  teori-teori  hukum Islam yang pada training ini dikhususkan teori hukum tentang ekonomi syariah. Ushul Fiqh adalah ibu (induk) dari semua ilmu syariah, karena itu ushul fiqh adalah induk dari ilmu ekonomi syariah. Ushul fiqh adalah disiplin ilmu syariah yang memberikan landasan dan kerangka  epistimologi ilmu ekonomi Islam, Artinya, kajian epestimologi ekonomi syariah tidak bisa melepaskan diri dari disiplin ilmu ushul fiqh.

     

    Ilmu ushul fiqh akan meningkatkan derajat intelektualisme para akademisi dari taqlid (muqallid) kepada muttabi’, bahkan menjadi mufti dan mujtahid*. Para Guru Besar, Doktor dan  dosen pascasarjana   yang memberi kuliah di kampus atau praktisi yang menjabat posisi penting di perbankan (direksi, divisi legal, product development, ALCO, auditor, DPS, dan  konsultan, sepatutnya mengetahui ilmu ushul fiqh di bidang ekonomi keuangan, agar pengetahuannya di bidang ekonomi syariah komprehensif dan holistic. Karena ia melandasi pengetahuan fikih muamalahnya dengan alasan, argumentasi dan dalil-dalilnya secara syariah serta maqashid syariahnya.

    Maqashid syariah menduduki posisi yang sangat penting dalam merumuskan ekonomi  syariah. Maqashid syariah tidak saja diperlukan untuk merumuskan kebijakan-kebijakan ekonomi makro (moneter, fiscal ; public finance),  tetapi juga untuk menciptakan produk-produk perbankan dan keuangan syariah serta teori-teori ekonomi mikro lainnya. Maqashid syariah juga sangat diperlukan dalam membuat regulasi perbankan dan lembaga keuangan syariah. Tanpa maqashid syariah,  maka semua regulasi, fatwa, produk keuangan dan perbankan, kebijakan fiscal dan moneter, akan kehilangan substansi syariahnya. Tanpa maqashid syariah, fikih muamalah yang dikembangkan dan  regulasi perbankan dan keuangan yang hendak dirumuskan  akan kaku dan statis, akibatnya lembaga perbankan dan keuangan syariah akan sulit dan lambat berkembang. Jiwa maqashid syariah akan mewujudkan  fikih muamalah  yang elastis, fleksibel, lincah dan senantiasa bisa sesuai dengan perkembangan zaman (shilihun li kulli zaman wa makan).

    Sasaran dan Ketentuan Peserta :

    1. Dosen Pascasarjana Ekonomi  Islam di UIN, IAIN, STAIN, PTAIS, dan PTN
    2. Para Guru Besar yang mengajarkan mata kuliah ekonomi syariah atau terkait dgn ekonomi syariah
    3. Training ini sangat dianjurkan bagi Doktor Ilmu Hukum di Perguruan Tinggi Negeri/Umum
    4. Diutamakan para doctor yang sudah mengajar di Prodi / konsentrasi ekonomi syariah, baik doctor luar maupun dalam negeri

     

    Materi Training :

    Materi  I : Pengantar dan Pendahuluan

    1. Penjelasan Silabus dan Referensi
    2. Pengertian, Obyek Kajian, dan Ruang Lingkup Ushul Fiqh
    3. Perbedaan Ushul fiqh, Fiqh, Syariah dan Qawaid Fikih
    4. Urgensi dan Kegunaan Ushul Fiqh dalam Ekonomi Keuangan

    Materi  II

    Sejarah Ushul Fikih dan Signifikansinya dalam Pengembangan Ekonomi Keuangan Islam kontemporer

    1. Ushul Fiqh di Masa Nabi dan Perkembangan Ijtihad
    2. Ushul Fiqh di Masa Sahabat dan Ijtihad para Sahabat Nabi
    3. Ushul Fiqh di Masa tabi’in dan Imam Mazhab
    4. Ushul Fiqh Pasca Imam Mazhab, dan Masa Asy-Syatibi.

    Materi III : Sumber-Sumber Hukum Ekonomi Islam

    1. Alquran sebagai sumber Hukum Ekonomi Islam
    • Pengertian Alquran  dan Ciri-ciri Alquran
    • Muhkamat dan Mutasyabihat
    • Tiga Bidang kandungan Hukum dalam Alquran
    • Hukum-hukum ekonomi keuangan dalam Alquran
    • Kedudukan Alquran sebagai sumber hukum (hujjah)
    • Qath’iy dan Zanniy dalam Alquran ; kaitannya dengan Ijtihad Ekonomi Islam
    • Prinsip Penerapan Syariah Menurut Al-quran

    2. Hadits sebagai Sumber Hukum Ekonomi Islam

    • Pengertian Sunnah dan Hadits
    • Sunnah Fi’liyah dalam ekonomi keuangan
    • Sunnah Qauliyah dalam ekonomi Keuangan
    • Sunnah Taqririyah dalam ekonomi keuangan
    • Hadits Shahih, Hasan dan dha’if, dalam bidang ekonomi keuangan
    • Hadits mutawatir, masyhur dan Ahad.
    • Kehujjahan Sunnah dan pandangan Ulama tentang hadits Ahad
    • Petunjuk Dilalah (Makna teks Sunnah) dalam konteks ekonomi
    • Kedudukan Sunnah terhadap Al-Quran dalam kasus-kasus ekonomi
    • Hadist-hadits Ekonomi Keuangan.

    Pertemuan IV : Ijma’ sebagai Dalil / Sumber Hukum Ekonomi Islam

    1. Pengertian dan Kedudukan Ijma’

    2. Perkembangan Pendapat ulama ttg Ijma’

    3. Persyaratan Ijma’ dan Pandangan Ulama tentangnya

    4. Pembagian Ijma’ dan Pandangan Ulama

    5. Ijma’ dalam masalah Ekonomi, Keungan dan Kontrak Perbankan

     

    Materi V : Qiyas Sebagai Dalil/Sumber Hukum Ekonomi Islam

    1.Pengertian dan Rukun Qiyas,

    2.Pembagian Qiyas : Qiyas Jaliy, Qiyas Khafiy, Qiyas Awlawy, Qiyas

    3.Musawy dan Qiyas Adwan serta Penerapannya dalam Ekonomi

    4.Metode menetapkan illat dalam masalah muamalah : Takhrijul Manath, Tanqihul Mananth dan Tahqiqil Manath

    6. Penerapan qiyas dalam keuangan dan perbankan :

    • Qiyas Jaminan fiducia ke bay’ wafa
    • Analisis Illat pada Murabahah Emas dengan cicilan
    • Sekuritisasi asset (aktiva) bank syariah yang menggunakan syirkah mutanaqishah, mengqiyaskan hutang dengan MMQ
    • Ijarah maushufah biz zimmah pada pembiayaan property dgn MMq,
    • Qiyas swap valas kepada bay wafa’. dll
    • Qiyas rahn hiyazy kepada rahn tasjiliy
    • Qiyas ujrah amil zakat kepada nazir waqf
    • Qiyas options kepada ’urbun atau khiyar ???
    • Qiyas ma’al fariq :

    -Qiyas salam kepada bursa berjangka (futures) ???

    -Qiyas Tawarruq kepada riba ??

    Materi VI : Ijtihad dan Penerapannya dalam Ekonomi Keuangan

    1. Pengertian dan Perkembangan Ijtihad,

    2. Syarat Mujtahid dan Klasifikasi Mujtahid

    3. Pembagian Ijtihad : Istimbathiy, Tathbiqy, Intiqaiy, Insya-iy, dll.

    4. Lapangan Ijtihad dan kekuatan Hasil Ijtihad

    5. Penerapan Ijtihad dalam Ekonomi Keuangan Kontemporer

    Ijtihad dalam Inovasi Produk Perbankan dan Keuangan Syariah

    Ijtihad dalam ekonomi mikro

    Ijtihad dalam ekonomi makro (dan public finance)

    Materi VII : Manhaj dan Metode Penetapan Fatwa Ekonomi Syariah DSN-MUI

     

    (Materinya adalah Ringkasan/Khulasah dari  Pidato Pengukuhan Doktor Honoris Causa DR.KH Ma’ruf Amin di UINSyarif Hidayatullah, Jakarta)

     

     

     

    Materi VIII : Penerapan metode Istihsan pada ekonomi keuangan syariah

     

    1. Pengertiannya menurut para ulama
    2. Dasar syariah penggunaan istihsan
    3. Pandangan ulama tentang Kehujjahan istihsan dalam syariah

     

    Kasus-kasus Istihsan :

    • Praktek istihsan pada ijarah maushufah biz zimmah pada kasus pembiayaan

    properti di bank syariah

    • Profit Equalization Reserve (PER) pada system bagi hasil di bank syariah
    • Penerbitan SBSN oleh pemerintah dan tradable dengan skim sukuk istishna’.
    • Forward valas untuk tujuan hedging yang berlandaskan underlying asset bagi importir.
    • Swap untuk hedging (mengatasi risk akibat fluktuasi kurs mata uang)
    • Penjualan saham yang belum qabath hissi.
    • Penjualan valas secara ma’dum, tetapi dalam masa 2×24 jam (qabat hukmi)
    • Penerbitan sukuk salam
    • SBI Syariah Ju’alah, hanya dibenarkan bagi bank syariah yang memiliki FDR 80 persen lebih
    • Giro Wajib Minimum di Bank Indonesia
    • Penentuan saldo minimun giro wadiah di bank syariah Kriteria saham syariah Total pendapatan bunga dan pendapatan tidak halal lainnya dibandingkan dengan total pendapatan usaha (revenue) dan pendapatan lain-lain tidak lebih dari 10% (sepuluh per seratus);
    • Rasio keuangan Efek Syariah di RI : Utang bunga : Asset (45 % : 55 % = 82%)

    (Jalannya 45 x 100 : 55 = 82 %)

    SBI Syariah Ju’alah, hanya dibenarkan bagi bank syariah yang memiliki FDR 80 persen

     

    Macam-macam istihsan dan penerapannya dlm ekonomi dan finansial Islam kontemporer.

     

    1. Istihsan Nash : jual beli salam

    2. Istihsan ‘Urf : Jual beli mu’atah di swalayan, jual beli Istishna’ pada bank syariah, taqabuth dalam transaksi valas di bank devisa, menjual valas yang belum qabath, menjual saham kembali yang belum diterima bukti administrative, menarik tabungan mudharabah secara harian, makan di restoran all you can eat, makan di longue bandara,

    3. Istihsan Dharury : Repo (repurchase agreement) surat berharga (SBI, SBSN, aktiva produktif) oleh Bank syariah yang kesulitan likuiditas.

    4. Istihsan Istislahi : penerapan revenue sharing pada profit distribution, dll.

    5. Istihsan bersandarkan Ijma’ dan Contoh-contohnya nya dalam keuangan Islam

    6. Istihsan Qiyasi : Tawarruq fiqhiy untuk pembiayaan sector riil, dll.

     

    Pertemuan IX : Dalil dan Metode Penggalian Hukum Ekonomi Islam

     

    Maslahah Mursalah dan penerapannya dalam ekonomi Islam

     

    1. Pengertiannya menurut para ulama, dan pembagian maslahah

    2. Pandangan ulama tentang kehujjahan maslahah mursalah dalam syariah

    3. Syarat-Syarat Maslahah Mursalah

    5. Penerapan maslahah pada kasus ekonomi dan keuangan Islam

    • Penerapan collateral pada financing di bank syariah
    • Penerapan net revenue sharing pada bagi hasil
    • Larangan dumping (siyasah ighraq) dalam penjualan suatu produk
    • Intervensi harga pemerintahpada saat distorsi pasar
    • Larangan kartel dan monopoli,
    • Larangan spekulasi valas karena maslahah ‘ammah
    • Penerapan dinar dan dirham krn maslahah ‘ammah
    • Mengadakan Pengadilan Niaga Syariah
    • Larangan talaqqi rukban,memelihara maslahah petani
    • Larangan bay’ najsy, karena menjaga maslahah pembeli agar tidak tertipu harga
    • Larangan Ghabn di pasar.
    • Larangan dasar forward, swap dan options pada valas.

    Materi X : Penerapan Sadd al Zari’ah dalam ekonomi keuangan syariah

     

    1. Pengertian Sadd Zariah dan Fath al-Zari’ah

    2. Dasar Syariah Penggunaan Sadd al-Zari’ah

    3. Pandangan ulama tentang Sadd Al-Zari’ah dalam syariah

    4. Kontradiksi Sadd Zari’ah dengan dalil-dalil syariah lain.

    5. Kasus-kasus tentang Sadd Zariah dan Fath Zariah kontemporer:

    • Larangan Riba Fadhal pada transaksi valas
    • Larangan Jual beli al-’inah,
    • Larangan tawarruq munazzam tertentu
    • Keniscayaan Manajemen Resiko dalam praktek perbankan
    • Larangan forward, swap dan options pada sharf.
    • Larangan kombinasi akad qardh dan ijarah.
    • Larangan refinancing konvensional
    • Larangan mengiklankan miras
    • Larangan minum miras yang sedikit
    • Larangan bunga yang sedikit, 1-3 %
    • Menjual senjata kepada kelompok musuh
    • Larangan iklan dengan tampilan porno
    • Larangan jual beli CD Porno
    • Larangan kartu kredit syariah bagi orang yang belum layak secara financial dan carakter
    • Larangan pemberian ujrah karena rekruitmen members MLM (up line) secara tidak wajar.
    • Larangan Money Game dalam produk/Jasa Umrah dan Haji
    • Keharusan bukti transaksi bagi bank yang membeli valas di atas 100.000 dolar US.

     

    6.Kaedah-Kaedah Ushul Fiqh tentang Sadd Zariah dan Fath Zariah dan penerapannya dalam ekonomi keuangan

     

    Materi  X : ’Urf dan Penerapannya dalam hukum ekonomi Islam

     

    1. Pengertian ‘Urf menurut para ulama

    2. Dasar syariah penggunaan ‘Urf

    3. Pandangan ulama tentang Kehujjahan ‘Urf dalam syariah

    4. Macam-macam ‘Urf dan Contohnya dalam ekonomi keuangan

    5. 20 kasus ‘Urf Fasid dalam ekonomi keuangan kontemporer

    6. Syarat-Syarat ‘Urf bisa diterima sebagai dalil syariah

    7. Integrasi dan kombinasi ‘Urf dengan dalil-dalil syariah lain.

    8. Kasus-kasus ‘Urf kontemporer:

    • Mata uang kertas, dinar dan dirham.
    • Taqabuth dalam transaksi valas
    • Urf dalam jual beli mu’athah, muzayadah, dan ‘urbun.
    • Adanya garansi dalam pembelian barang elektronik, dll.
    • Sewa Beli di perusahaan leasing syariah
    • Konsinyasi dan waralaba (franchising)
    • Memproteksi setiap pembiayaan dengan asuransi syariáh
    • Kebiasaan Menabung di Bank Syariáh.

     

    9. Kaedah-Kaedah Ushul Fiqh tentang ‘Urf dan penerapannya dalam ekonomi keuangan

     

    Materi XI : Penerapan istishab dalam keuangan syariah kontemporer

     

    1. Pengertian Istishab dan contoh-contoh kasus
    2. Dalil Alquran dan Hadits tentang Istishab
    3. Pandangan Ulama tentang kedudukan dalil istishab
    4. Prinsip-prinsip dan kaedah fiqh tentag istishab
    5. Penerapan istishab pada Kasus-kasus keuangan syariah
    • -Giro Mudharabah bil wa’diah di perbankan syariah
    • -Hybrid Contract Keuangan dan perbankan
    • -Sewa Beli (Bay’ at-Takjiriy)
    • -Mudharabah Muntahiyah bit Tamlik (mudharabah menurun)
    • -Menggabungkan Hiwalah dan Syirkah untuk factoring
    • -Mudharabah musytarakah
    • -Bay ‘ wafa dan syirkah milk / IMBT
    • -Musyarakah Mutanaqishah, syirkah tadhamun dan syirkah
    • -Multi Nisbah pada bagi hasil

     

    1. Fatwa sahabat dan mazhab sahabi sebagai dalil dalam ekonomi Islam

    Abu Bakar Shiddiq tentang zakat perusahaan

    Umar Bin Khattab dalam banyak kasus.

    Ali bin Abi Thalib dalam kasus jual beli kredit (cicilan)

    Syar’u Man Qablana dan kaitannya dengan hukum Ekonomi Islam

     

    Materi XII : Maqashid Syari’ah dalam Keuangan Syariah

    1. Pengertian Maqashid Syari’ah, dasar hukum dan sejarahnya
    2. Penerapan Maqashid Syariah di Masa Nabi dan Sahabat serta Impilkasinya untuk Ijtihad Keuangan Kontemporer
    3. Maqashid syariah menurut pandangan para ulama
    4. Gradasi Maslahah : Dharuriyat, Hajiyat dan Tahsiniyat
    5. Penerapan Maqashid Syariah dalam ekonomi dan Keuangan Islam
    6. Implikasi & Signifikansi Maqashid Syari’ah dlm Pengembangan Ekonomi Islam :
    • Maqashid Syariah pada Produk-Produk Perbankan Syariah, murabahah,IMBT,MDC, dll.
    • Maqashid Syariah pada Sejumlah larangan : Riba Fadhal, Bay kali Bi Kali, Gharar.
    • Maqashid Syariah pada Anuitas,
    • -Maqashid Syari’ah dan Teori Perilaku Konsumen (Boleh tidak dipilih)
    • -Maqashid syari’ah dan Teori Perilaku Produsen (Boleh tidak dipilih)
    • -Maqashid Syari’ah dalam Kebijakan Fiskal
    • -Maqashid Syari’ah dalam Kebijakan Moneter

     

    1. 15 kaedah yang terkait dengan maslahah

     

    Materi XIII : Qawa’id Fiqh dalam keuangan perbankan syariah

    1. Pengertian, Perbedaan Qawa’id Fiqhiyyah dan Qawa’id Ushuliyah, Sejarah Ringkas Qawaid Fiqhiyyah
    2. Urgensi Qawaid Fiqhiyyah dalam formulasi hukum ekonomi Islam
    3. Qaidah-Qaidah Asasiyah dan cabang-cabangnya

    Al-Umur bi Maqashidiha dan Penerapannya dalam Ekonomi Islam

    Al-Yaqin La Yuzalu bisy-Syak dan penerapnnya dalam ekonomi Islam

    Al-Masyaqqatu tajlibut taysira & Penerapannya dalam Ekonomi Islam

    Adh-Dhararu Yuzalu & Penerapannya dalam Ekonomi Islam,

    Al-’Adah Al-Muhakkamah, & Penerapannya dalam Ekonomi Islam

    1. 99 Kaedah Fiqh Ekonomi Keuangan dalam Al-Majallah al-Ahkam al-‘adliyah

     

    Materi XIV : -Qawaid Fiqh dalam keuangan perbankan syariah

    1. Qawa’id fiqh dharurat pada kasus – kasus industri financial
    2. waid Gharar pada Industri Financial
    3. Kaedah-Kaedah Fiqh pada Perbankan dan Keuangan Islam Kontemporer di luar kaedah Majallah Ahkam Adliyah
    4. Qawaid Fiqh tentang pengembangan LKS secara gradul
    5. Qawaid Fiqh sumber permodalan bank/LKS dari konvensional
    6. Qawaid Fiqh tentang akad formal vs maqashid
    7. Qawaid Fiqh tentang denda atas Keterlambatan cicilan
    8. Qawaid Fiqh tentang qardh
    9. Qawaid Fiqh tentang Istishna’
    10. Qawaid Fiqh tentang syirkah
    11. Qawaid Fiqh tentang mudharabah
    12. Qawaid Fiqh tentang rahn
    13. Qawaid Fiqh tentang Kafalah dan Hiwalah
    14. Qawaid Fiqh tentang Kafalah pada multi jasa
    15. Qawaid Fiqh tentang Illat
    16. Qawaid Fiqh tentang resiko, biaya dan keuntungan (hasil)
    17. Qawaid Fiqh tentang kebebasan berkontrak (Ash-Shulhu Jaiz)
    18. Qawaid Fiqh gharar yang sedikit dan yang banyak
    19. Qawaid Fiqh tentang Istishab
    20. Qawaid Fiqh tentang Hybrid Contract
    21. Qawaid Fiqh tentang penentuan besaran margin
    22. Qawaid Fiqh pada kasus-kasus actual keuangan syariah
    23. Qawaid Fiqh pada maslahah

     

    1. Kaidah-Kaedah Fiqh tentang Ekonomi Makro (Fiskal-dan Moneter)

     

    Instruktur :

     

    Agustianto Mingka (Ketua I Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI), Wakil Sekjen MES Pusat, Anggota Pleno DSN-MUI, Dosen Ushul Fiqh Pascasarjana UI, Dosen Ushul Fiqh Program Pascasarjana  Islamic Economics and Finance  Trisakti (S2 dan S3), Dosen Ushul Fiqh Program S2 MBKI Univ. Paramadina, Dosen Fikih Muamalah Program Magister Akuntansi UNPAD,Bandung, Dosen Program S2 Ekonomi Islam IAIN Syekh Nurjati dan Dosen Ushul Fiqh S2 Magister Ekonomi Islam UI Az-Zahra. Beliau juga seorang konsultan bank-bank syariah nasional dan sekaligus  akademisi yang sudah mentraining sebanyak 62 angkatan dalam masa tiga tahun mengenai materi    fiqh muamalah advance tentang perbankan dan keuangan maupun  ushul fiqh keuangan  di kalangan akademisi dan para Dirut dan  Direktur Bank Syariah, Komisaris Bank Syariah dan DPS Bank-Bank Umum Syariah, Bank BPD, Dirjen Pajak, Regulator Keuangan (Bapepam LK), BPR Syariah serta Lembaga-Lembaga Keuangan Syariah lainnya. Beliau Dewan Pengawas Syariah di Indonesia Exim Bank / LPEI, DPS di berbagai Lembaga keuangan al. Asuransi Jasa Raharja Putra, Multifinance Syariah SMS Finance dan Multi Finance Syariah Olympindo.)

     

     

    Pengalaman Iqtishad :

    1. Sudah menggelar Training Fikih Muamalah Advance  tentang Perbankan dan keuangan Syariah, Training Eksekutif Ushul Fiqh Keuangan,  Ekonomi Islam, sebanyak 115 Angkatan dan melahirkan lebih dari 3500-an alumni, &0 orang Guru Besar dan Doktor, Direktur Bank Syariah, DPS,Notaris dan Konsultan.
    2. Training Iqtishad juga sudah diikuti Para Direktur Bank Syariah, Dirut BPR Syariah se-Indoensia, DPS, Komisaris Bank Syariah, Seluruh Pemimpin Divisi UUS Bank Pembangunan Daerah seluruh Indoenesia.

     

    WAKTU : Tanggal 2-3 April 2015

    BIAYA PENDAFTARAN:

    Perorangan            : Rp. 3.000.000/peserta

    Group min 3 orang: Rp. 2.500.000/peserta

    Group min 5 orang : Rp. 2.000.000/peserta

     

    Peserta yang menjadi Pengurus atau anggota IAEI dan atau MES, baik daerah maupun Pusat mendapat diskon 20 %

     

     

    CP DAN TEMPAT PENDAFTARAN:

    Sdr. Joko Wahyuhono

    Hp : 082110206289 / 085716962518.

    Tlp :021-9185 9977, Fax: (021) 52901083

    Email: joko@iqtishadconsulting.com,  dimasjoko@gmail.com

    Website: www.iqtishadconsulting.com

     

     

     

     

     

     

    All Articles | Contact Us | RSS Feed | Mobile Edition