• Dapatkan 8 buku karya Agustianto, antara lain: Fikih Muamalah Ke-Indonesiaan, Maqashid Syariah, dalam Ekonomi dan Keuangan, Perjanjian (Akad) Perbankan Syariah, Hedging, Pembiayaan Sindikasi Syariah, Restrukturisasi Pembiayaan Bank Syariah, Ekonomi Islam Solusi Krisis Keuangan Global. Hub: 081286237144 Hafiz

  • Pelatihan Pembiayaan Syariah bagi Manajemen Perusahaan Pembiayaan Syariah dan Multifinance (Angkatan – 261) Tgl 5 – 6 Desember 2017 di Hotel Sofyan Betawi, Jakarta Pusat.

    0

    Posted on : 28-11-2017 | By : Agustianto | In : Artikel, Info Media, Islamic Economics, Kabar Aktual, Seminar & Training

    Digelar oleh Iqtishad Consulting

    Dasar Pemikiran
    Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor: 31/POJK.05/2014 pasal 44 tentang penyelenggara usaha pembiayaan syariah menyatakan bahwa Pegawai Perusahaan Syariah yang menduduki posisi manajerial mulai dari tingkat kepala kantor cabang sampai dengan satu tingkat dibawah Direksi dan pimpinan UUS, Direksi dan Dewan Komisaris Perusahaan wajib memiliki sertifikat tingkat dasar di bidang pembiayaan dan/atau pembiayaan syariah dari lembaga yang ditunjuk oleh asosiasi dengan menyampaikan pemberitahuan kepada OJK dan disertai dengan alasan penunjukan.

    Sehubungan dengan peraturan terebut, maka Iqtishad Consulting sebagai lembaga Pendidikan dan Pelatihan Keuangan syariah di Indonesia, akan menggelar Training dan Workshop Pembiayaan Syariah, bagi manajemen perusahaan pembiayaan syariah dan multifinance, baik direksi, kepala divisi, kepala cabang, officer  maupun karyawan.

    Iqtishad Consulting telah berpengalaman menggelar Training dan Workshop perbankan dan keuangan syariah serta  Fikih Muamalah Perbankan dan Keuangan sebanyak 260  angkatan sejak tahun 2010  hingga November 2017.

    TUJUAN:
    1. Meningkatkan pengetahuan dan wawasan  kepala cabang, officer dan karyawan bahkan DPS (Dewan Pengawas Syariah) multifinance syariah yang sudah existing.
    2. Memberikan pemahaman kepada manajemen multifinance syariah tentang konsep, sistem dan  produk-produk multifinance syariah.
    3. Memberikan pemahaman kepada manajemen mulrtifinance tentang fatwa-fatwa DSN MUI tentang produk yang sesuai syariah untuk menjaga sharia compliance.
    4. Memberikan pemahaman kepada manajemen multifinance konvensional yang ingin membuka unit usaha syariah mengenai  prosedur dan syarat-syarat pembukaan unit usaha syariah, presentasi di Dewan Syariah Nasional MUI.

    SASARAN PESERTA
    Officer Multifinance, Direksi/Ka.Divisi Multifinance, Officer Bank Syariah, Direksi/Ka.Divisi Bank dan LKS, Notaris. Hakim, Dewan Pengawas Syariah (DPS), Pejabat Depkeu,Dosen hukum dan ekonomi Islam, Mahasiswa S3 dan S2 Syari’ah dan Ekonomi Islam, Direktur BPRS, pengacara, Staf Legal Corporate, Calon Dewan Pengawas Syariah, dll.

    MATERI TRAINING:
    1. Pengantar  Ekonomi Syariah
    2. Prinsip Kontrak Muamalah dalam Multifinance
    3. Klasifikasi Akad dan  akad akad Terlarang    
    4. Pembiayaan Murabahah di Multifinance 
    5. Produk pembiayaan ijarah *multijasa*
    6.Pembiayaan *multiguna* syariah.
    7. Produk pembiayaan IMBT dan solusi atas isu – isu IMBT
    8. Produk Refinancing Syariah, membahas 5 macam refinancing syariah
    9. Produk Pembiayaan Musyarakah Mutanaqishah (MMq) utk konsumtif dan investasi.
    10.Kapan saatnya menggunaan MMq, IMBT, IMFZ dan murabahah.
    11.Keunggulan IMBT/IMFZ atas MMq
    12.Keunggulan MMq atas murabahah dan IMBT.
    13 Anjak piutang syariah (factoring) dengan akad hiwalah dan wakalah bil ujrah) 
    14. Prinsip-Prinsip Akuntansi Syariah
    15. Aplikasi akuntansi murabahah
    16. Aplikasi akuntansi  ijarah, IMBT
    17. Aplikasi akuntansi  mudharabah dan  Musyarakah
          
    Profil Trainer:
    Agustianto Mingka
    Ketua Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia, Wakil Sekjen MES Pusat, Anggota Pleno DSN MUI, Dosen Pascasarjana Universitas Indonesia, Dosen Program Doktor Islamic Economics and Finance Univ. Trisakti, Dosen Pascasarjana Univ.  Paramadina dan IAIN.

    Dadang Romansyah, SE., Ak., MM., SAS 
    Dosen Pascasarja Islamic Business and Finance Univ. Paramadina, Dosen dan Ka. Divisi Pengembangan Bisnis STEI SEBI, Dosen FE UNDIP Semarang, Senior Auditor KAP AR Utomo, Direktur PT.SEBI Consulting, Dewan Pengawas Syariah PT. Otomas finance, Trainer IAI – PSAK Syariah, Ketua Ikatan Alumni USAS

    Joko Wahyuhono,MM
    Sekretaris DPP Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia, Direktur Iqtishad Consulting,

    WAKTU DAN TEMPAT
    Hari / Tanggal     : Selasa – Rabu/ 5 – 6 Desember 2017
    Waktu                :  09.00 – 16.00 WIB
    Tempat              :  Hotel Sofyan Betawi, Jakarta Pusat

    BIAYA/INVESTASI
    Biaya : Rp 2.500.000 / orang. 
    Group minimal 3 orang @Rp 2.200.000/ Peserta
    Group minimal 5 orang @Rp 2.000.000/ Peserta
    (Tidak termasuk penginapan). 
    tempat terbatas!!!

    FASILITAS
    Modul Training, Makan Siang, Coffee Break, HotSpot, CD Materi (softcopy materi, 109 fatwa DSN-MUI)  dan Sertifikat

    CP dan Pendaftaran
    Joko W : 085716962518, 082110206289
    Panji : 082210845958
    Nazla : 0813 6177 3383
    Email: admin@iqtishadconsulting.com 
    Website :www.iqtishadconsulting.com

    *Note*: Bukti sah menjadi peserta jika sudah mengirimkan formulir pendaftaran dan bukti transfer.

    Training dan Workshop Nasional Notaris Perbankan Syariah tentang Aspek Legal dan Pembuatan Kontrak Perjanjian Produk Perbankan Syariah Tgl 4 – 5 Agustus 2017 Di Hotel Quest, Surabaya

    0

    Posted on : 31-07-2017 | By : Agustianto | In : Artikel, Info Media, Kabar Aktual, Perbankan Syariah, Seminar & Training

    Dasar Pemikiran

    Notaris menduduki posisi yang sangat penting dalam industri perbankan syariah, karena notaries berperan dalam pembuatan akta-akta kontrak-kontrak produk perbankan syariah dan pengikatan jaminan (khususnya HT dan Fiducia). 

    Perkembangan perbankan dan keuangan syariah yang  bergerak dengan cepat yang assetnya kini sudah Rp 331 triliun membutuhkan para notaris yang berkompeten membuat akta syariah dan pengikatan jaminannya.

    Asset Industri Keuangan Non Bank syariah lebih dari Rp 86 triliun.

    Tegasnya perbankan syariah  di Indonesia membutuhkan notaries yang memahami  dengan baik konsep –konsep syariah dan penerapannya di praktek perbankan. 

    Kontrak-kontrak produk-produk perbankan  syariah  berbasis syariah compliance harus dipahami oleh notaries perbankan syariah, seperti perjanjian murabahah, musyarakah, mudharabah, ijarah, ijarah muntahiyah bit tamlik (IMBT), Musyarakah Mutanaqishah, pembiayaan take over syariah, refinancing syariah, masalah jaminan syariah, dan anatomi akta-akta syariah.

    Keharusan notaris memiliki kompetensi pembuatan perjanjian-perjanjian syariah, adalah hasil Rekomendasi  Annual Meeting Dewan Syariah Nasional  MUI, Desember 2014 di Jakarta.

    Untuk itulah  diperlukan  Training dan Workshop Aspek legal dan kontrak-kontrak produk perbankan syariah khusus bagi notaris

    Dalam rangka itulah Iqtishad Consulting menggelar Pelatihan dan Workshop Nasional Notaris Perbankan Syariah tentang Aspek Legal dan Pembuatan Kontrak Perjanjian Produk Perbankan Syariah Angkatan ke 235.

    Iqtishad Consulting adalah Lembaga Pendidikan dan Pelatihan perbankan syariah yang paling terkemuka saat ini di Indonesia, dan sangat banyak berpengalaman dalam mentraining  para Direktur bank-bank syariah, Dirut, DPS,Komisaris, semua pimpinan Divisi Bank Pembangunan Daerah se-Indonesia, pejabat OJK dan bank syariah lainnya, serta ratusan Professor dan Doktor yang menjadi dosen di seluruh Perguruan Tinggi se-Indoensia.

    Iqtishad Consulting Jakarta sudah mengelar Training sebanyak 217 Angkatan, termasuk memberi sertifikat (mentraining) 2.731 notaris yang tersebar di seluruh Indonesia. 

    Sertifikat Pelatihan  Iqtishad Consulting Jakarta, sangat diakui oleh semua Industri perbankan syariah di Indonesia, termasuk sertifikat ulang (penyegaran dan upgrading) bagi notaris yang sudah tiga tahun tidak mengikuti training bank syariah.

    Pengakuan ini sangat logis  karena para petinggi dan praktisi perbankan syariah sendiri ditraining oleh Iqtishad Consulting Jakarta.

     Pengurus inti dan Nara sumber Iqtishad Consulting adalah pakar-pakar yang sangat berkompeten di bidang legal perbankan syariah.

     Mereka juga adalah figur-figur penting yang menduduki posisi strategis di organisasi-organisasi nasional dan assosiasi ekonomi syariah nomor wahid di Indoensia.

    Pelatihan ini  akan memberikan  pemahaman dan pengetahuan  aplikatif tentang pembuatan kontrak-kontrak produk perbankan syariah kontemporer berdasarkan fatwa DSN-MUI. 

    Tujuan

    1.Training ini akan memberikan pemahaman tentang aspek legal perbankan syariah dan kontrak-kontrak pada produk pembiayaan syariah di bank syariah.

    2.Meningkatkan kompetensi Notaris dalam manangani kontrak-kontrak dan perjanjian pembiayaan  di perbankan syariah, termasuk dalam  pengikatan jaminan.

    Materi Training

    1. Overview Perbankan  Syariah

    2. Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional

    3. Produk –produk Pembiayaan (Financing) Bank Syariah

    4. Prinsip – prinsip perjanjian /  akad syariah

    5. Kontrak pembiayaan murabahah

    6. Kontrak Pembiayaan Musyarakah Mutanaqishah

    7. Kontrak Pembiayaan hiwalah dan Take Over

    8. Hukum – hukum jaminan menurut syariah

    9. Kontrak pembiayaan Ijarah dan IMBT

    10. Kontrak pembiayaan Musyarakah dan mudharabah

    11. Teknik Pembuatan Akta dan  Anatomi Akta Notaris di Perbankan Syariah

       Pembicara:

    1.Pakar, Konsultan  dan Praktisi Perbankan Syariah dari Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI), Wakil Sekjen MES yaitu Bpk Agustianto  Mingka

    Beliau adalah Tim Kerja Komite Pengembangan Jasa Keuangan Syariah OJK, Dewan Pengawas Syariah di perusahaan Negara BUMN dan DPS di beberapa Lembaga Keuangan Syariah.

    Dosen Pascasarjana di UI, Trisakti dan Univ Paramadina

    2.DR.Mohd.Hidayat MBA (Dewan Syariah Nasional) dan Dewan Pengawas Syariah di Bank-bank Syariah

    Waktu Pelaksanaan

    Jumat-Sabtu, 4 – 5 Agustus  2017

    Investasi

    Rp 2.5 juta/org

    Group min 3 @2.2 Juta, 

    Group min 5 @RP 2 Juta,

    Group min 10 @1.8 juta. 

     CP.Joko (085716962518 , 082110206289), Panji (082210845958) 

    Hafiz 081286237144

    More Info  klik: www.iqtishadconsulting.com

    Training dan Workshop Eksekutif Manajemen Pembiayaan Musyarakah Mutanaqishah (MMq) untuk Pengembangan Produk Bank Syariah, BMT dan Koperasi Syariah Angkatan 5 – 6 April 2017 di Jakarta.

    0

    Posted on : 17-10-2016 | By : Agustianto | In : Artikel, Info Media, Kabar Aktual, Seminar & Training

     

    Dasar Pemikiran

    Musyarakah Mutanaqishah (MMq) adalah akad yang _sophisticated_(canggih), karena ia dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan dan  produk BMT, Koperasi Syariah,  perbankan syariah dan LKS lainnya.

    Setidaknya MMq dapat digunakan untuk 11 macam produk,  seperti refinancing dengan segala macamnya, investasi,  working capital, take over, gabungan take over  dan top up (refinancing), pengalihan hutang sesama lembaga keuangan syariah, restrukturisasi pembiayaan (konversi akad), capital expenditure (investasi),reimbursement,pembiayaan konsumtif untuk kenderaan, investasi dan  KPRS, pembiayaan Indent, linkage program  dan sebagainya Read the rest of this entry »

    TRAINING DAN WORKSHOP INOVASI DAN PENGEMBANGAN PRODUK-PRODUK BMT DAN KOPERASI SYARIAH Tanggal 14 – 15 Februari 2017 di Jakarta

    0

    Posted on : 30-08-2016 | By : Agustianto | In : Info Media, Kabar Aktual, Seminar & Training

     

    Dasar Pemikiran


    BMT dan Koperasi Syariah sebagai sokoguru perekonomian Islam di Indonesia membutuhkan Sumber Daya Insani berkualitas yang memahami dengan baik konsep –konsep syariah dan penerapannya dalam praktek BMT dan Koperasi Syariah.

    Untuk itu diperlukan sebuah Training dan Workshop Fikih Muamalah Produk-Produk BMT dan Koperasi Syariah yang akan memberikan pemahaman dan pengetahuan aplikatif tentang produk-produk Koperasi Syariah BMT berdasarkan fatwa DSN-MUI.

    Fikih muamalah merupakan disiplin ilmu syariah yang mutlak diperlukan para praktisi Koperasi Syariah BMT agar dapat menjalankan system, mekanisme dan produk yang sesuai dengan syariah. Read the rest of this entry »

    TRAINING DAN WORKSHOP FIKIH MUAMALAH PRODUK-PRODUK BMT DAN KOPERASI SYARIAH Tanggal 28-29 September 2016 di Surabaya

    0

    Posted on : 30-08-2016 | By : Agustianto | In : Info Media, Kabar Aktual, Seminar & Training

     

     

    Dasar Pemikiran

    BMT dan Koperasi Syariah sebagai soko guru perekonomian Islam di Indonesia membutuhkan Sumber Daya Insani berkualitas yang memahami dengan baik konsep–konsep syariah dan penerapannya dalam praktek BMT dan Koperasi Syariah. Untuk itu diperlukan sebuah training dan Workshop Fikih Muamalah Produk-Produk BMT dan Koperasi Syariah yang akan memberikan  pemahaman dan pengetahuan aplikatif tentang produk-produk Kopeasi Syariah BMT berdasarkan fatwa DSN-MUI.

    Fikih Muamalah merupakan disiplin ilmu syariah yang mutlak diperlukan para praktisi Koperasi Syariah BMT agar dapat menjalankan system, mekanisme dan produk yang sesuai dengan syariah. Fikih Muamalah juga berfungsi memberikan wawasan yang luas dan komprehensif dalam memahami akad-akad  pembiayaan dan jasa-jasa keuangan mikro syariah, bahkan dalam melakukan inovasi produk secara kreatif dalam batasan syariah. Sementara itu, fatwa-fatwa baru dari DSN MUI terus bermunculan. Para praktisi Koperasi Syariah BMT dan DPS juga harus memahami dengan baik perkembangan mutakhir  fatwa-fatwa tersebut dan  aplikasinya.

    Untuk itulah Iqtishad Consulting bekerjasama dengan AMKI dan PINBUK menggelar Training dan Workshop Fikih Muamalah Kontemporer untuk Produk-Produk  Koperasi  Syariah dan BMT.

    Workshop dan Training akan membahas skema pembiayaan murabahah, mudharabah, musyarakah, ijarah dan IMBT sebagaimana yang menjadi  akad-akad utama selama ini.

    Workshop ini akan membahas akad-akad yang paling tepat untuk usaha mikro. Selama ini akad yang digunakan adalah murabahah. Padahal sebenarnya  penggunaan akad murabahah untuk modal kerja usaha mikro kurang tepat, karena dalam usaha mikro, pembelian barang bisa puluhan kali bahkan ratusan kali secara berulang.

    Sementara itu mudharabah atau musyarakah juga tidak tepat secara manajemen risiko karena pelaku usaha mikro belum mempunyai pembukuan yang rapi dan belum bisa dipercaya.(Baca  Q.S.Shad : 34). Jika mau menerapkan bagi hasil untuk usaha mikro, wajib merujuk kepada ayat Al-Quran tersebut. Sekali lagi wajib merujuk kepada Al-Quran yang mengajarkan syarat penerapan bagi hasil.

    Workshop ini juga akan membahas akad Musyarakah Mutanaqishah (MMq) sebagai produk unggulan BMT. Sebagaimana dimaklumi akad MMq merupakan akad yang sangat canggih karena bisa digunakan untuk 11 produk dan kebutuhan bisnis produk pembiayaan BMT.

    Workshop ini juga akan membahas refinancing syariah dengan segala macamnya. Setidaknya ada 5 macam bentuk refinancing syariah yang sering muncul di masyarakat kecil sebagai sasaran bisnis yang potensial bagi BMT.

    Selain itu juga akan dibahas pembiayaan ijarah multi jasa, untuk pembiayan pendidikan, perjalanan wisata atau umrah, jasa kesehatan, pesta perkawinan, jasa konstruksi, dan seluruh jasa-jasa lainnya. Demikian pula aplikasi hawalah, kafalah, wakalah bil ujrah, dan rahn juga akan disinggung secara implementatif .

    Untuk melengkapkan pembahasan workshop ini akan dibahas pula teori syariah tentang hybrid contracts dan aplikasinya untuk pengembangan produk-produk BMT.

    Di akhir kajian workshop ini akan dibahas mengenai restrukturisasi  pembiayaan bermasalah secara syariah, baik penyelamatan (rescheduling, reconditioning dan restructuring) maupun penyelesaian pembiayaan bermasalah  secara syariah.

    Terakhir harus dicatat bahwa semua akad dan skema pembiayaan yang dibahas dan dajarkan dalam forum training dan workshop ini sesuai dengan fatwa DSN MUI karena merujuk kepada fatwa-fatwa DSN MUI.

    Materi Pembahasan

    Hari I :

    1.       Prinsip Akad dalam Fikih Muamalah

    2.       Pembagian akad mu’awadhat dan tabarru’.

    3.       Aplikasi Pembiayaan Murabahah dan Istishna’ serta isu-isu penting dalam pembiayan murabahah

    4.       Aplikasi Mudharabah, Musyarakah

    5.       Ijarah dan  Pembiayaan Ijarah Multi Jasa

    6.       Akad yang paling tepat untuk Usaha Mikro (Bukan murabahah dan bukan mudharabah atau musyarakah).

    Hari II :

    1.       Aplikasi Pembiayaan Musyarakah Mutanaqishah di BMT

    2.       Aplikasi Refinancing Syariah pada Produk BMT

    3.       Aplikasi Pembiayaan IMBT di Koperasi Syariah BMT dan keunggulannya

    4.       Produk Jasa-jasa di  BMT (Hawalah, Kafalah, Wakalah bil ujrah dan Rahn).

    5.       Urgensi Hybrid Contracts dalam Pengembangan Produk BMT

    6.       Restrukturisasi Pembiayaan Bermasalah.

    Penyelenggara :

    Iqtishad Consulting Jakarta, bekerjasama dengan AMKI.

     

    Pengalaman Iqtsihad

    Pengalaman Iqtishad :

     

    1.        Sudah menggelar Training Fikih Muamalah  tentang Perbankan dan keuangan Syariah, Training Inovasi Produk Bank Syariah, Training Eksekutif Ushul Fiqh Keuangan,  Produk pembiayaan perbankan, sebanyak 185 Angkatan dan melahirkan lebih dari 4500-an alumni Direktur Bank Syariah, DPS, Notaris dan Konsultan dan 95 orang Guru Besar dan Doktor.

     

    2. Training Iqtishad juga sudah diikuti Para pimpinan Divisi Bank Syariah dan semua BPD, Dirut BPR Syariah se-Indonesia, DPS, Komisaris Bank Syariah, Seluruh Pemimpin Divisi UUS Bank Pembangunan Daerah seluruh Indonesia.

    NARA SUMBER / TRAINER UTAMA :

    Agustianto Mingka (Ketua DPP IAEI / Ikatan Ahli Ekonomi Islam, Anggota Pleno Dewan Syariah Nasional MUI, Wa.Sekjen MES Pusat, Dosen Pascasarjana Universitas Indonesia, Dosen Pascasarjana Islamic Economics and Finance Univ.Trisakti,  Dosen Pascasarjana Univ.Paramadina, Dosen Program Magister Ekonomi Islam Univ.Islam Az-Zahra. DPS di Indonesia Exim Bank, Asuransi Jasa Raharja Putra, Multi Finance Syariah SMS Finance. Sudah berpengalaman memberikan Training Fikih Muamalah Perbankan dan Keuangan Syariah sebanyak 185 Angkatan. Penulis banyak menulis  buku mengenai akad-akad perbankan syariah dan lembaga keuangan syariah.

     

    Sasaran :

    Manager BMT dan Koperasi Syariah,  Karyawan BMT dan Koperasi Syariah, Dewan Pengawas Syariah BMT / Kopsyah, Dosen Ekonomi Islam. Dan semua pegiat ekonomi syariah.

    Waktu dan Tempat :

    28-29 September 2016 di Hotel Oval Surabaya

    Biaya :

     

    Rp 1.500.000 / orang. Gruop minimal 3 Orang @Rp 1.250.000.

    10 Orang @ Rp 1.000.000.

     

     

    FASILITAS:

     

    Modul training, makan siang, coffee break, hotspot, ruang kelas ber-AC, CD Materi (softcopy materi, 96 fatwa DSN-MUI, Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah) dan sertifikat.

    CP DAN TEMPAT PENDAFTARAN:

    Sdr. Joko Wahyuhono

    Hp : 082110206289 / 085716962518.

    Sdr. Panji

    Hp      : 082210845958

    Sdr. Nuryadi

    Hp      : 085718543696

    Email: admin@iqtishadconsulting.com, jokosyariah@gmail.com

    Website: www.iqtishadconsulting.com

     

    PENYELENGGARA:

     

    Event ini digelar Iqtishad Consulting Jakarta

     

    Note: Bukti sah menjadi peserta jika sudah mengirimkan formulir pendaftaran dan bukti transfer.

     

    TRAINING DAN WORKSHOP

    FIKIH MUAMALAH PRODUK-PRODUK  BMT  DAN KOPERASI SYARIAH

    Tanggal 28-29 September 2016 di Surabaya

    Workshop Eksekutif Kupas Tuntas Ijarah Muntahiyah Bit Tamlik (IMBT) dari Fikih hingga Aplikasinya ANGKATAN 181 (22 – 23 Juni 2016) di Hotel Sofyan Betawi, Jakarta Pusat.

    0

    Posted on : 28-05-2016 | By : Agustianto | In : Info Media, Kabar Aktual, Seminar & Training

     

     

    Dasar Pemikiran

    Banyak alasan dan dasar pemikiran mengapa skema Ijarah Muntahiyah bit Tamlik (IMBT) perlu dikembangkan di perbankan syariah dan Lembaga Keuangan Syariah lainnya.

    Pertama, Bank-bank syariah harus selalu memperkaya produk – produknya agar bisa semakin kompetitif dan berkembang sejalan dengan tuntutan bisnis dan kebutuhan masyarakat umum yang dinamis. Inovasi produk merupakan pilar penting agar bank-bank syariah semakin cepat tumbuh dan berkembang dengan variasi produk yang makin beragam. Salah satu skema yang  perlu dikembangkan untuk menyahuti tuntutan  bisnis tersebut adalah IMBT yang selama ini kurang dikembangkan karena kurangnya pemikiran solutif atas berbagai isu dalam IMBT.

    Kedua, Bank syariah mengusung semboyan beyond banking (bukan sekedar bank). Salah satu bukti nyata  jargon itu adalah skema dan produk IMBT pada bank syariah. Bank-bank konvensional tidak boleh memiliki produk leasing tersebut karena dilarang regulasi. Ketika bank-bank konvensional tidak bisa menerapkannya, justru disitulah peluang dan keunggulan bank syariah. Banyak perusahaan yang tidak dibenarkan lagi mengambil kredit ke bank konvensional karena rasio hutangnya  yang telah melampaui batas. Namun melalui IMBT, perusahaan – perusahaan tersebut dapat memanfaatkan fasilitas IMBT yang ada di bank – bank syariah. Bank-bank syariah harus memanfaatkan peluang tersebut.

    Ketiga, IMBT memiliki sejumlah keunggulan dibanding murabahah dan akad-akad lainnya. Di saat akad-akad lain terlarang digunakan, justru IMBT memberikan solusinya. Misalnya dalam pembiayaan refinancing dan take over sesama bank syariah. Penggunaaan murabahah tentu menimbulkan bay’ al-‘inah, sesuatu yang terlarang dalam syariah, namun dengan akad IMBT dapat dibenarkan. DSN MUI juga sudah mengeluarkan ketentuan (fatwa) syariah tentang refinancing, melalui fatwa No 89/2014.Setidaknya terdapat tujuh model refinancing yang perlu dipahami dan dikembangkan oleh bank – bank syariah dan LKS.

    Keempat, Selain untuk pembiayaan refinancing, take over sesama bank syariah, atau take over dari bank konvensional ke syariah, IMBT juga dapat diterapkan untuk pembiayaan investasi dan konsumsi. Keunggulan IMBT dibanding murabahah adalah cicilan margin (ujrahnya) bisa floating.  Selain  bisa floating, pembiayaan IMBT juga bisa untuk pembiayaan  indent terhadap barang yang masih dalam proses pembuatan melalui skema IMFZ (Ijarah Maushufah fiz Zimmah). Isu bay’ kali-bi kali dalam IMFZ juga sudah tuntas diselesaikan para ulama  sebagaimana terdapat dalam buku Ijarah Maushufah fiz Zimmah.

    Kelima, selama ini memang terdapat beberapa isu dalam penerapan IMBT. Forum workshop akan secara detail dan tuntas memberikan solusi dan jawaban atas berbagai isu dalam IMBT, seperti persoalan depresiasi, isu pajak, akuntasi margin ujrah, risiko, isu agunan, dan isu teknis lainnya seperti nama yang tertera  di kepemilikan asset sewa, balik nama dan sebagainya. Semuanya diselesaikan  secara tuntas dan solutif  dalam Forum Workshop ini.

    Workshop ini juga akan lebih banyak mengedepankan praktik bisnis dan keuangannya  serta  perhitungan dan risikonya  daripada sekedar kajian fikih muamalah dan legal.

     

    MATERI WORKSHOP:

    1. Pengertian IMBT dan  Dasar Syariah

    2. Sejarah IMBT di negeri – negeri muslim

    3. IMBT menurut pandangan ulama

    4. IMBT menurut DSN MUI

    5. Pembagian Ijarah : Operating Lease dan Financial Lease

    6. Keunggulan IMBT serta Perbedaannya dengan Murabahah dan Musyarakah Mutanaqishah

    –   Down Payment

    –   Floating Rate

    –   Akad Solutif di tengah kebuntuan semua akad

    7. Kegunaan IMBT Untuk Berbagai Macam Produk Bank Syariah:

    a.  Pembiayaan Take Over dari  Konvensional ke Syariah,

    b.  Refinancing dengan segala bentuknya

    c.  Pembiayaan Konsumtif

    d.  Pembiayaan Investasi

    e.  Pembiayan  Take Over Sesama Bank Syariah

    f.  Gabungan Take Over dan Refinancing

    g.  Forward Lease dan Pembiayaan IMBT Indent (Untuk Investasi, KPRS dan Komsumtif  lainnya

    h.  IMBT untuk Restrukturisasi pembiayaan murabahah

    I.   Isu – isu dalam IMBT

    1. Agunan

    2. Nama yang tertera dalam sertifikat asset

    3. Sistem Penetapan Margin (anuitas atau proposional)

    4. Penyusutan (depresiasi dan pajak

    5. Pajak Ijarah

    6. Pelunasan dipercepat

    7. Denda keterlambatan (Ta’wid dan Ta’zir)

    8. Produk IMBT

    a. Unsur-unsur Akad IMBT

    b. Obyek Sewa sesuai Produk :

    c. Consumer Financing : KPR, KPM, KMG

    d. Commercial Financing : Term Financing / Investment Financing / Asset Financing

    e. Supplier Obyek Sewa

    f.  Re-financing

    9. Desain Pembiayaan IMBT

    a. Skema Dasar dan Cara Kerja Akad IMBT

    b. Desain struktur pembiayaan

    c. Line Facility dan penarikan bertahap

    d. Jenis pricing

    e. Pembentukan jadwal angsuran

    10.  Aspek Legal dan Perpajakan

    a. Memastikan kepemilikan Bank atas aset IMBT

    b. Title of Document : Registered vs Unregistered Asset

    c. Desain dokumen legal : Line Facility, disbursement document, dll.

    d. PPN dan PPh dalam produk IMBT

    11.  Akuntansi dan Pembukuan

    a. PSAK 107

    b. PAPSI

    12.  Accrual vs Cash Basis – Normalisasi Akrual

    a. Depresiasi vs angsuran pokok

    b. IMBT dengan jenis angsuran pokok tetap

    c. IMBT dengan jenis angsuran non pokok tetap

    d. Yield Bagi Hasil dengan cash basis

    e. Normalisasi yield rationale

    f.  Akunting operasional normalisasi yield accrual

     

    Portofolio Iqtishad Consulting

    Iqtishad Consulting sudah menggelar training dan workshop perbankan syariah, inovasi produk perbankan syariah, fikih muamalah perbankan dan ushul fikih sebanyak 174 angkatan dengan jumlah alumni  2.900 orang. Lebih dari 90 orang Guru Besar (Professor), Doktor syariah dan ekonomi sudah mengikuti training dan workshop yang digelar Iqtishad

     

    Siapa yang perlu ikut acara ini ?

    Acara Training dan Workshop ini memang diutamakan bagi bankir-bankir syariah, Dewan Pengawas Syariah, Lembaga pembiayaan dan Multifinance, Dosen-dosen ekonomi syariah baik di Program Pascasarjana maupun Dosen S1. Bahkan terbuka untuk Notaris dan praktisi hukum pada umumnya.

     

     

    Profil Trainer

    Agustianto Mingka adalah Ketua I Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia, Wakil Sekjen MES Pusat, Anggota Pleno DSN MUI, Dosen Pascasarjana Universitas Indonesia, Dosen Program Doktor Islamic Economics and Finance Univ. Trisakti, Dosen Pascasarjana Univ.  Paramadina, Dosen Pascasarjana MAKSI UNPAD Bandung, Dosen Program S2 Magister Ekonomi Islam Universitas Az-Zahra. DPS di beberapa lembaga keuangan syariah seperti Indonesia Eximbank (LPEI), Asuransi Jasa Raharja Putra, SMS Finance dll. Pendidikan S1, S2 IAIN SU, S3 Program Doktor Ekonomi Islam UIN.

     

    Zwei Munici adalah Consultant and Advisor for Syariah Product Development & Marketing, Berpengalaman sebagai praktisi: Team Leader Account Officer Syariah Banking Group PT.Bank Niaga, Division Head Syariah Product Development PT.Bank Lippo, Syariah Bussiness Development Head PT. Bank CIMB Niaga, Syariah Corporate & Commercial Financing Specialist PT. Bank Permata,Tbk

     

    WAKTU DAN TEMPAT

    Hari/Tanggal: Rabu – Kamis / 22 – 23 Juni 2016

    Waktu          : 09.00 – 16.00 WIB

    Tempat       : Hotel Sofyan Betawi, Jakarta  Pusat

    BIAYA/INVESTASI:

    Rp. 3.000.000/org

    Group Min 3 org: Rp. 2.500.000/org

    Group Min 5 org: Rp. 2.000.000/org

    *Tidak termasuk penginapan

     

    Khusus Bagi BPRS

    Rp. 2.200.000/org

    Group Min 3 org: Rp. 2.000.000/org

     

    FASILITAS

    Buku Maqashid Syariah, Buku Reaktualisasi Fikih Muamalah, Modul Training, Makan Siang. Snack, Coffee Break, Ruang Klas ber-AC, CD Materi (softcopy materi, 95 fatwa DSN-MUI, kompilasi hukum ekonomi ekonomi syariah)  dan Sertifikat.

     

    Peserta yang menjadi Pengurus atau anggota IAEI dan atau MES, baik daerah maupun Pusat mendapat diskon 20 %

     

     

    CP DAN TEMPAT PENDAFTARAN:

    Sdr. Joko Wahyuhono

    Hp : 082110206289 / 085716962518.

    Sdr. Panji

    Hp. 082210845958

    Email: admin@iqtishadconsulting.com,  dimasjoko@gmail.com

    Website: www.iqtishadconsulting.com

     

     

    Note: Bukti sah menjadi peserta jika sudah mengirimkan formulir pendaftaran dan bukti transfer.

     

     

    TRAINING DAN WORKSHOP INOVASI PRODUK PERBANKAN SYARIAH 19 – 20 Mei 2016 di Bali

    0

    Posted on : 09-04-2016 | By : Agustianto | In : Info Media, Seminar & Training

     

    Dasar Pemikiran

    Memasuki tahun 2016 yang penuh tantangan, bank-bank syariah harus memiliki produk inovatif yang makin beragam agar bisa bersaing dan berkembang dengan baik. Upaya ini mutlak dilakukan karena bank syariah akhir-akhir ini mengalami pelambatan pertumbuhan bahkan penurunan market share dibanding konvensional.  Inovasi produk bank syariah adalah sebuah keniscayaan, agar bank syariah bisa kembali tumbuh dan bersaing dengan perbankan konvensional maupun lembaga lain. Inovasi produk juga sangat dibutuhkan dalam menghadapi perkembangan bisnis yang terus berubah.

    Sebenarnya banyak peluang bisnis yang menguntungkan bagi perbankan syariah, seperti hybrid take over dan refinancing, sindicated financing, trade finance, KPRS indent, pembiayaan reimburs, IMBT dan Ijarah Maushifah fiz ZimmahMargin During Construction (MDC), restrukturisasi dengan konversi akad, dan Musyarakah Mutanaqishah. Khusus musyarakah mutanaqishah dapat diterapkan dalam 11 produk dan kebutuhan bisnis nasabah. Namun bank-bank syariah umumnya belum mengembangkan produk-produk ini.

    Inovasi juga harus dilakukan agar produk bank syariah tidak monoton dan dominan murabahah di tengah bervaraisinya kebutuhan  bisnis masyarakat. Sekedar contoh, untuk pembiayaan KPR Syariah yang jangka panjang, mayoritas bank syariah masih menggunakan akad yang kurang tepat, yaitu murabahah. Ketidak tepatan ini  dikarenakan  harga KPR akan menjadi jauh lebih mahal dibanding konvensional sebagai akibat antisipasi fluktuasi harga di masa depan.

    Di sisi lain, masih sedikit bank syariah yang mengembangkan  pembiayaan Rekening Koran Syaria, bithaqah al-iktiman (Kartu Pembiayaan) atau factoring (anjak piutang) syariah.  Dari sisi funding, bank-bank syariah juga perlu memahami Profit Equalization Reserveincome smoothing. Sedangkan untuk treasury products, bank-bank syariah perlu memahami masalah hedging syariah dan sistem atau mekanisme comodity syariah yang sebenarnya menggunakan tawarruq. Selain isu-isu inovasi tersebut, perlu dipahami pula bahwa   salah satu metode syariah untuk mengembangkan produk bank syariah  adalah menerapkan teori al-‘ukud al-murakkabah (hybrid contracts). Maka dalam forum ini teori dan praktik hybrid contracts juga akan dibahas.

    Pemerintah melalui OJK (Otoritas Jasa Keuangan)  sering kali mendorong perbankan syariah untuk menciptakan produk-produk  yang inovatif dan unggulan. Keharusan Inovasi produk bahkan dimasukkan dalam Roadmap perbankan syariah 2015-2019 yang diterbitkan OJK.

    Para Praktisi Bank Syariah dan LKS, khususnya Product Development, Risk Management, DPS,  Dosen Pascasarjana Ekonomi Islam, para Guru Besar, hakim, notaris serta pakar ekonomi Islam, harus memahami dengan baik teori, praktik dan perkembangan inovasi-inovasi baru produk perbankan dan keuangan syariah tersebut. Stake holdelders  bank  harus memahami fitur-fitur baru, regulasi baru serta serta fatwa-fatwa terbaru baik di kancah international maupun nasional.

    Dalam rangka itulah Iqtishad Consulting menggelar Training dan Workshop Inovasi Produk perbankan Syariah 2015.

    Sasaran Peserta

    Para Praktisi Bank Syariah dan LKS (Direktur, Group Head, Pimpinan Divisi, Kepala Cabang), Product Development Bank Syariah, Risk Management,  DPS,  Dosen Pascasarjana Ekonomi Islam, para Guru Besar, hakim, notaris serta pakar ekonomi Islam.

    Materi Training dan Workshop :

    1. Teori evolusi akad dan perspektif historisnya serta metodologi syariah untuk inovasi produk
    2. Model-model pembiayaan musyarakah mutanaqishah dan penerapannya pada 11 kebutuhan bisnis, seperti refinancing, take over dan top up, pembiayaan KPRS  dan modal kerja, KPR Indent (penerapan ijarah maushufah fiz dzimmah pada MMq).
    3. Penerapan Hybrid Contract (al-‘ukud al-murakkabah) di 25 produk perbankan dan LKS dan ketentuan-ketentuannya, Hybrid Contract yang terlarang dan yang dibenarkan.
    4. Aplikasi  desain-desain multi akad (Hybrid Contract) pembiayaan take over dan modal kerja.
    5. Aplikasi wakalah bil ujrah pada anjak piutang, dan Hawalah pada kasus-kasus factoring, forfaiting, kartu kredit, multi jasa, novasi mudharabah, Cessi, L/C dan lain-lain.
    6. Keunggulan IMBT  dibanding Murababah, Untuk kebutuhan apa saja ? dan solusi atas Issu-issu krusial IMBT.
    7. Desain Akad Trade finance dan Overseas financing;  L/C, L/C UPAS, L/C Refinancing, baik funded facility (Trust Receipt) maupun non funded.
    8. Hedging syariah (desain akad Islamic swap,Islamic forward) qabath hukmi dan qabath hissy dalam valas.
    9. Disain-disain akad pembiayaan multi jasa dan ketentuan syariahnya

    10.Design-design akad untuk Pembiayaan Rekening Koran Syariah dan Line Facility.

    11.Restrukturisasi Pembiayaan syariah, rescheduling dan restrukturisasi pembiayaan, reconditioning, serta penyelesaian pembiayaan bermasalah

    12.Pembiayaan Sindikasi Bank Syariah (At-Tamwil al-mashrafi al-mujamma’), Club Deal, Risk Participation dan Sub Participation.

    13.Jaminan (Collateral) dan aplikasi rahn ‘iqar (rasmi), rahn hiyazi dan rahn musta’ar pada collateral / jaminan dan rahn tasjily pada pegadaian, paripassu (syirkatul marhun) pada sindikasi.

    14.Gadai syariah dan investasi emas.

    15.Aplikasi dan analisis alternatif desain akad-akad kartu kredit (bithaqoh al-‘iktiman).

    Pengalaman Iqtishad :

    1. Sudah menggelar Training Fikih Muamalah Advance  tentang Perbankan dan keuangan Syariah, Training Eksekutif Ushul Fiqh Keuangan,  Ekonomi Islam, sebanyak 154 Angkatan dan melahirkan lebih dari 3500-an alumni Direktur Bank Syariah, DPS, Notaris dan Konsultan. & 80 orang Guru Besar dan Doktor,
    2. Training Iqtishad juga sudah diikuti Para Direktur Bank Syariah, Dirut BPR Syariah se-Indoensia, DPS, Komisaris Bank Syariah, Seluruh Pemimpin Divisi UUS Bank Pembangunan Daerah seluruh Indoenesia.

     

    TRAINER UTAMA :

    Agustianto Mingka (Ketua DPP IAEI / Ikatan Ahli Ekonomi Islam, Anggota Pleno Dewan Syariah Nasional MUI, Wa.Sekjen MES Pusat, Dosen Pascasarjana Universitas Indonesia, Dosen Pascasarjana Islamic Economics and Finance Univ.Trisakti Dosen Pascasarjana Univ.Paramadina, Dosen Pascasarjana MAKSI Syariah UNPAD Bandung), Dosen Program Magister Ekonomi Islam Univ.Islam Az-Zahra. DPS di Indonesia Exim Bank, Asuransi Jasa Raharja Putra, Multi Finance Syariah SMS Finance. Pendidikan  Program Doktor Ekonomi Islam UIN Jakarta, sejak thn 2004 dan Program Doktor Islamic Economics and Finance Universitas Trisakti.

    Trainer Tamu :  Salah seorang anggota DSN-MUI

     

    WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN :

    Tanggal  :  19 – 20 Mei 2016

    Pukul      : 09.00 – 16.00 WIB

    Tempat  : Hotel di Bali

    FASILITAS:

    Modul training, , makan siang, coffee break, hotspot, ruang Klas ber-AC, CD Materi (softcopy materi, 96 fatwa DSN-MUI, Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah) dan sertifikat.

     

    BIAYA PENDAFTARAN:

    Perorangan : Rp.2.500.000/peserta

    Group min 3 orang: Rp. 2.000.000/peserta

    Group min 5 orang : Rp. 1.800.000/peserta

    Akademisi (Dosen) yang menjadi Anggota IAEI dan MES Diskon 30 persen

     

    CP DAN TEMPAT PENDAFTARAN:

    Sdr. Joko Wahyuhono

    Hp : 082110206289 / 085716962518.

    Tlp :021-9185 9977, Fax: (021) 52901083

    Email: admin@iqtishadconsulting.com,  jokosyariah@gmail.com

    Website: www.iqtishadconsulting.com

     

    PENYELENGGARA:

    Event ini digelar Iqtishad Consulting Jakarta,yang Bermarkas di Kantor MES PUSAT (Masyarakat Ekonomi Syariah Pusat)

     

    Kantor: Kantor Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah Lt.Dasar #

    Jl.Tebet Dalam IV E No.70 , Tebet Barat , Jakarta Selatan 12810

     

    Note: Bukti sah menjadi peserta jika sudah mengirimkan formulir pendaftaran dan bukti transfer.

     

     

    Jadwal Training Iqtishad Sepanjang Tahun 2016

    0

    Posted on : 01-01-2016 | By : Agustianto | In : Info Media, Islamic Economics, Kabar Aktual
     

    KALENDER TRAINING IQTISHAD CONSULTING 2016


    Bulan Kota Nama Training / Workshop
    Januari
    20-21 Jakarta Pembiayaan Musyarakah Mutanaqisah (Jakarta)
    22-23 Jakarta Pembiayaan Syariah untuk Multifinance & Per.Pembiayaan
    29-30 Jakarta Aspek Legal Bank Syariah bagi Notaris di Jakarta
     

    Bulan

     

    Kota

    Nama Training / Workshop
    Februari
    3 dan 4 Jakarta Hybrid Contracts pada Produk Perbankan Syariah
    11 Jakarta Currents issues dan Bedah Kasus Aktual on Finance
    19-20 Jakarta Restrukturisasi Pembiayaan Bank Syariah
    24-25 Yogyakarta Inovasi Produk Perbankan dan Keuangan Syariah (Yogyakarta)
    26-27 Jakarta Aspek Legal Produk Bank Syariah bagi Notaris (Jakarta)
     

    Bulan

     

    Kota

    Nama Training / Workshop
    Maret
    3 dan 4 Jakarta Maqashid Syariah dan Ushul Fiqh pd Perbankan & Keuangan
    10 dan 11 Jakarta Pembiayaan Take Over dan Refinancing Syariah
    16-17 Jakarta Fiqh Muamalah Trade Finance dan L/C
    23-24 Surabaya Certified Ushul Fiqh Keuangan (Surabaya)
    25-26 Surabaya Aspek Legal Produk Bank Syariah bagi Notaris (Surabaya)
     

    Bulan

     

     

    Nama Training / Workshop
    April
    6 dan 7 Jakarta Musyarakah Mutanaqisah (MMq) untuk 11 Produk Bank/LKS
    8 dan 9 Jakarta Standarisasi Akad BMT dan Inovasi Produk Kopsyah
    13-14 Batam Inovasi Produk Perbankan Syariah (Batam)
    15-16 Singapore Visit to Singapore
    20-21 Jakarta Pembiayaan Sindikasi dan Korporasi Syariah
    29-30 Jakarta Aspek Legal Produk Bank Syariah bagi Notaris (Jakarta)
     

    Bulan

    Nama Training / Workshop
    Mei
    3 dan 4 Jakarta Fiqh Muamalah Advance bagi Guru Besar
    11 dan 12 Jakarta Islamic Treasury Product
    13 dan 14 Jakarta Restrukturisasi Pembiayaan Syariah
    17-18 Jakarta Fikih Muamalah Reksadana Syariah
    20-21 Jakarta Fiqh Muamalah bagi Auditor Syariah
    24-25 Jakarta Hybrid Contracts pada Produk Bank dan Keuangan Syariah
    27-28 Balikpapan Aspek Legal Bank bagi Notaris (Balik Papan)
     

    Bulan

    Nama Training / Workshop
    Juni
    2 dan 3 Jakarta Pembiayaan Refinancing dan Take Over Syariah
    15-16 Jakarta International Trade Finance Syariah
    22-23 Jakarta Pembiayaan Ijarah Muntahiyah bit Tamlik (IMBT)
    24-25 Jakarta Upgrading Notaris Perbankan Syariah
     

    Bulan

    Nama Training / Workshop
    Juli
    22-23 Jakarta Aspek Legal Produk Bank Syariah bagi Notaris (Jakarta)
    27-28 Jakarta Musyarakah Mutanaqisah (MMq) pd 11 Produk Bank& LKS
    29-30 Jakarta Training  Dosen Ushul Fiqh Ekonomi Keuangan PT Se-Indonesia
     

    Bulan

    Nama Training / Workshop
    Agustus
    3 dan 4 Jakarta Fiqh Muamalah Asuransi Syariah
    5 dan 6 Jakarta Hukum Bisnis Syariah bagi Hakim Pengadilan Agama
    10 dan 11 Jakarta Hybrid Contracts pada Produk Bank dan Keuangan Syariah
    19-20 Jakarta Pembiayaan Syariah bagi Multifinance & Pembiayaan
    24-25 Jakarta Inovasi Produk Perbankan Syariah dan LKS
     

    Bulan

    Nama Training / Workshop
    September
    7 dan 8 Jakarta Restrukturisasi Pembiayaan Bank Syariah
    14-15 Jakarta Hukum Bisnis Syariah level Advance bagi Dosen Pascasarjana
    21-22 Makasar Hybrid Contracts pada Produk Bank Syariah (Makasar)
    23-24 Makasar Aspek Legal Produk Bank Syariah bagi Notaris (Makasar)
    27-28 Jakarta Sindikasi Pembiayaan Bank Syariah
     

    Bulan

    Nama Training / Workshop
    Oktober
    5 dan 6 Jakarta Islamic Trade Finance dan LC
    12 dan 13 Medan Inovasi Produk Perbankan Syariah  (Medan)
    14-15 Medan Aspek Legal Produk Bank Syariah bagi Notaris (Medan)
    19-20 Jakarta Pembiayaan Refinancing dan Takeover Syariah
    28-29 Jakarta Aspek Legal Produk Bank Syariah bagi Notaris (Jakarta)
     

    Bulan

    Nama Training / Workshop
    November
    2 dan 3 Jakarta Pembiayaan Ijarah Muntahiyah bit Tamlik (IMBT)
    9 dan 10 Yogyakarta Hybrid Contracts pada Produk Bank Syariah (Yogyakarta)
    16-17 Jakarta Musyarakah Mutanaqisah (MMq) utk 11 Produk Keuangan
    23-24 Bali Platinum Workshop Maqashid Syariah bg Direktur /Komisaris (Bali)
    25-26 Bali Aspek Legal Produk Bank Syariah bagi Notaris (Bali)
     

    Bulan

    Nama Training / Workshop
    Desember
    2 dan 3 Jakarta Inovasi Produk Perbankan Syariah dan Keuangan (Jakarta)
    14-15 Yogyakarta Hybrid Contracts pada Produk Bank Syariah (Yogyakarta)
    16-17 Yogyakarta Aspek Legal Produk Bank Syariah bagi Notaris (Yogyakarta)
    23-24 Jakarta Aspek Legal Produk Bank Syariah bagi Notaris (Jakarta)

     

     

    Presiden RI Tunjuk Wakil Ketua Umum II IAEI Jadi Ketua LPS

    0

    Posted on : 26-09-2015 | By : Agustianto | In : Info Media, Kabar Aktual
    IAEI, Jakarta — Berdasarkan Keputusan Republik Indonesia Nomor 158/M Tahun 2015 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Halim Alamsyah -Wakil Ketua Umum II IAEI- diangkat menjadi Ketua Dewan Komisioner LPS terhitung mulai 24 September 2015. Halim menggantikan posisi C. Heru Budiargo karena habis masa jabatannya.
    “Sebelum bergabung dengan LPS, Halim Alamsyah adalah Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) dan pernah menjadi Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan,” tulis Sekretaris LPS, Samsu Adi Nugroho dalam keterangan resminya, Jakarta, Rabu (23/9/2015).
    Selengkapnya:

    http://www.iaei-pusat.org/news/siaran-pers/presiden-ri-tunjuk-wakil-ketua-umum-ii-iaei-jadi-ketua-lps-1?language=id

    Training dan Workshop Hybrid Contracts pada Produk Perbankan dan Keuangan Syariah. Surabaya, Tgl 5 – 6 November 2014

    0

    Posted on : 02-11-2014 | By : Agustianto | In : Info Media, Kabar Aktual

    Training dan Workshop Hybrid Contracts

    pada Produk Perbankan dan Keuangan  Syariah

    Bagi Dosen Prodi Ekonomi Syariah / Perbankan Syariah

     

    Surabaya, Tgl 5 – 6   November 2014

     

    Dasar Pemikiran

     

    Para dosen ekonomi Islam di Perguruan Tinggi Umum dan PTAI, seperti UIN, IAIN, STAIN, STIE, STEI dan PTAIS, sudah semestinya menyesuaikan materi pengajaran dan perkuliahan dengan perkembangan ilmu pengetahuan di pasar industri keuangan dan perbankan syariah. Namun fakta menunjukkan materi yang diajarkan umumnya masih jauh dari standar kompetensi yang diharapkan apalagi jika disinkronkan dengan SKKNI (Standar Kompetensi Kerja  Nasional Indonesia). Bagaimana mungkin  Perguruan Tinggi bisa melahirkan sarjana yang berkualitas dan berkompeten jika para dosen yang memberi kuliah tidak memiiliki kompetensi di bidang mata kuliah yang diajarkan. Salah satu materi penting yang harus dikuasai dosen  adalah ushul fiqh keuangan, maqashid syariah dan fikih  muamalah dan fikih muamalah kontemporer. ekonomi Islam (khususnya dosen fikih muamalah, dosen ushul fiqh, dosen qawaid fiqh, dosen perbankan syariah),

     

    Mendesak dan urgennya peningkatan kualitas dosen  ekonomi Islam di Perguruan Tinggi Umum, PTAIN dan PTAIS, dikarenakan tiga  alasan, Perrtama, Lembaga Perbankan dan lembaga Keuangan syariah yang pesat di tanah air membutuhkan SDI (sarjana) yang berkompeten dan berkualitas. Kedua. Boomingnya minat mahasiswa kepada Prodi Ekonomi Islam di seluruh PTU, UIN, IAIN,  STAIN dan PTAIS se-Indonesias, mengharuskan Perguruan Tinggi untuk menyiapkan dosen yang berkompeten dan berkualitas. Ketiga, Era baru pasar bebas tenaga kerja  Masyarakat Ekonomi ASEAN meniscayakan lembaga Pendidikan Tinggi Indonesia untuk menyiapkan SDI yang memiliki kompetensi dan kualitas yang handal.

     

    Untuk meningkatkan kualitas dosen agar memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dan standar kompetensi, maka Iqtishad Consulting,  akan mengelar berbagai macam jenis training untuk para  Dosen Ekonomi Islam.  Salah satunya adalah  Training dan Workshop Hybrid Contracts bagi Dosen Ekonomi Islam Perguruan Tinggi Agama Islam.

     

    Iqtishad Consulting telah berpengalaman cukup banyak dalam melaksanakan Training dan Workshop di Indonesia. Sampai sat ini Iqtishad sudah menggelar Training sebanyak 104 Angkatan.  Iqtishad telah mentraining dan melahirkan praktisi perbankan syariah yang berkompeten, mulai dari para Direktur Bank Syariah, Komisaris, Seluruh Pimpinan Divisi Bank Pembangunan Daerah, Kepala Cabang Bank Syariah, Kepala Divisi, Group Head dan Officer Perbankan Syariah lainnya. Iqtishad Consulting sudah  melahirkan alumni lebih dari 3700 an praktisi perbankan keuangan syariah (khususnya di level pimpinan), termasuk 70–an Dosen Senior, Dosen Pascasarjana  (Guru Besar dan Doktor).

     

     

    Pentingnya up grade dosen ekonomi islam baik di Pascasarjana maupun di S1, disebabkan perkembangan perbankan dan keuangan syariah mengalami kemajuan yang sangat pesat dan menghadapi tantangan yang makin kompleks. Perbankan syariah harus bisa memenuhi kebutuhan bisnis yang selalu berubah cepat dengan   menyajikan produk-produk   inovatif dan lebih variatif.

     

    Tantangan  ini menuntut para akademisi, praktisi, dan regulator, di bidang keuangan syariah untuk senantiasa aktif dan kreatif dalam memberikan respon terhadap perkembangan tersebut.

     

    Salah satu pilar penting untuk menciptakan produk perbankan dan keuangan syariah dalam menyahuti tuntutan kebutuhan bisnis masyarakat modern, adalah pengembangan hibryd contracts (multi akad).  Dr Mabid Al-Jarhi, mantan direktur IRTI IDB pernah mengatakan, kombinasi akad saat ini menjadi keniscayaan. Bentuk akad tunggal sudah tidak mampu lagi meresponi transaksi keuangan kontemporer. Para dosen semestinya memahami dengan baik teori dan praktik hybrid kontracts dalam perbankan dan keuangan syariah melalui Training dan Workshop Hybrid Contracts pada Produk Perbankan Syariah ini.

    Sasaran Peserta :

     

    Dosen Ekonomi Islam di Prodi Ekonomi Islam, Direktur Bank Syariah, Kepala Cabang, Group Head, Kepala/Pimpinan  Divisi, Prodi Perbankan Syariah, Prodi Muamalah, Prodi Keuangan Syariah  dan segala Prodi yang terkait dengan Ekonomi Syariah baik di Pergurian Tinggi Umum maupun Perguran Tinggi Agama islam, Negeri maupun Swasta.

     

    Berikut 42 point materi workshop :

    1.     Konsep syariah tentang Al-’Ukud al-Murakkabah (Hybrid Contracts)

    2.     Pembagian Terminologi Hybrid Contracts dalam Fikih Islam

    1.     Al-’Ukud al-Murakkabah

    2.     al-’Uqûd al-mujtami’ah,

    3.     al-’Uqûd al-muta’addidah,

    4.     al-’Uqûd al-mutakarrirah,

    5.     al-’Uqûd al-mutadâkhilah,

    6.     al-’Uqûd al-mukhtalithah.

     

    3.     Bentuk-bentuk Hybrid Contracts

    1.     Al-’Ukud al-Murakkabah

    2.     al-’Uqûd al-Mutaqabilah

    3.     al-’Uqûd al-Mutanajisah

    4.     al-’Uqûd al-Mutanaqidhah

    5.     al-’Uqûd al-mutadâkhilah,

    6.     al-’Uqûd al-mukhtalithah

     

    4.     Sepuluh Urgensi Teori Hybrid Contracts.

    5.      Macam-macam  Hybrid Contracts dan Aplikasinya di Perbankan Syariah

    6.     Hukum Hybrid Contracts (Dua Akad dalam Satu Transaksi) Menurut Ulama

    7.     Argumentasi (Dalil Syariah) tentang Hybrid Contracts

    8.     Hybrid Contracts yang dilarang syariah

    9.     Akad Two in One yang dibolehkan.

    10.   Analisis Para Ulama terhadap hadits-hadits dua akad dalam satu transaksi

    11.   Dhawabith (ketentuan syariah ) Hybrid Contracts dan Akibat Hukumnya

    12.   Hybrid Contracts pada Sindikasi Pembiayaan sesama bank syariah

    13.   Hybrid Contracts pada Sindikasi Pembiayaan Bersama Bank Konvensional

    14.   Hybrid Contracts pada Sindikasi Club Deal

    15.   Hybrid Contracts dalam PembiayaanTake Over

    16.   Hybrid Contracts dalam PembiayaanTake Over yang dihybrid dengan refinancing

    17.   Hybrid Contracts dalam PembiayaanTake Over se-sama bank syariah

    18.   Hybrid Contracts dalam PembiayaanTake Over Empat Pihak.

    19.   Hybrid Contracts dalam Produk Asuransi Syariah

    20.   Hybrid Contracts dalam Sukuk

    21.   Hybrid Contracts dalam Pembiayaan Properti (MMQ)

    22.   Hybrid Contracts dalam Skim-skim Refinancing Syariah

    23.   Hybrid Contracts dalam Kartu Kredit (Delapan Alternatif)

    24.   Hybrid Contracts dalam Pembiayaan Rekening Koran

    25.   Hybrid Contracts dalam Pembiayaan Line Facility

    26.   Hybrid Contracts dalam Pembiayaan Multiguna

    27.   Hybrid Contracts dalam dalam IMBT dan Sewa Beli

    28.   Hybrid Contracts dalam Product Giro

    29.   Hybrid Contracts dalam Factoring / Anjak Piutang

    30.   Hybrid Contracts  dalam Pembiayaan Property Indent

    31.   Hybrid Contracts  dalam Pembiayaan Multijasa

    32.   Hybrid Contracts  dalam Restrukturisasi Pembiayaan Bermasalah

    33.   Hybrid Contracts  dalam Hedging Syariah (via Swap)

    34.   Hybrid Contracts  dalam Linkage Program Bank-Multifinance, BPRS, Kopsyah BMT, baik executing maupun channeling

    35.   Hybrid Contracts dalam Gadai Syariah dan Re-Gadai.

    36.   Hybrid Contracts  dalam Trade Finance dan L/C

    37.   Hybrid Contracts  dalam MDC (Margin During Contruction) dan Margin During Plasantation

    38.   Hybrid Contracts  (5 Akad dalam Satu Produk) pada Pasar Uang Syariah Antar BankS

    39.   Ketentuan Praktis Hybrid Contracts :

    1.     Akad-akad yang Harus Dipisahkan (aqdin mustaqillin)

    2.     Akad-akad yang yang boleh disatukan dalam satu transaksi

    3.     Akad-akad di bawah tangan

    4.     Akad-akad yang yang harus dinotarilkan

    5.     Akad-akad yang memakai materai dan yang tidak memakai  materai.

     

    40.   Hybrid Contracts dan Kewajiban Pajak (PPn)

    41.   Hybrid Contracts dan Akuntansi Syariahnya

    42.   Solusi Kontradiksi antara Hukum Fiqh Muamalah degan Hukum Positif.

     

     

    Rujukan materi training : ratusan buku dan kitab fiqh muamalah klasik dankontemporer

    PROFILE TRAINER

    Agustianto Mingka Ketua I Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia, Wakil Sekjen MES Pusat, Anggota Pleno DSN MUI, Dosen Pascasarjana Universitas Indonesia, Dosen Program Doktor Islamic Economics and Finance Univ. Trisakti, Dosen Pascasarjana Univ.  Paramadina, Dosen Pascasarjana MAKSI UNPAD Bandung, Dosen Program S2 Magister Ekonomi Islam Universitas Az-Zahra. Dosen FEB UIN Syarif Hidayatullah,Jakarta. DPS di beberapa lembaga keuangan syariah seperti Indonesia Exim Bank (LPEI), Asuransi Jasa Raharja Putra, SMS Finance dll. Pendidikan S1, S2 IAIN SU, Sedang S3 Program Doktor Ekonomi Islam UIN dan Program Doktor Islamic Finance Univ. Trisakti. Beliau juga Tim Kerja Komite Pengembangan Jasa Keuangan Syariah OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

     

    DURASI WAKTU :

    Melihat banyaknya materi kajian hybrid contracts ini, maka sejatinya dibutuhkan waktu 5 hari untuk membahasnya, Namun karena keterbatasan  waktu, energi dan biaya, maka durasi waktunya dipadatkan menjadi hanya 2 hari dengan catatan, semua materi diberikan kepada para peserta.

    WAKTU DAN TEMPAT

    Hari/ Tanggal         :  Rabu dan Kamis / 5 – 6 November 2014

    Pukul                      : 09.00 – 16.00 WIB

    Tempat                 : Hotel Oval Surabaya

    INVESTASI:

    Perorangan: Rp 2.500.000/peserta (tidak termasuk penginapan)

    1.Bagi Dosen Perguruan Tinggi yang anggota atau pengurus IAEI dan MES,  Diskon Special.

    2. Bagi Dosen Perguruan Tinggi  diskon sampai  30 persen.

     

     

    FASILITAS:

    Seminar Kit, Modul Training, Lunch, Coffee break,HotSpot,  Sertifikat, Ruang Kelas Ber AC, CD Softcopy (Modul Training, 93 Fatwa DSN MUI, Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah)

    CONTACT PERSON & PENDAFTARAN:

    Joko  : 082110206289, 085716962518 /  (dimasjoko@gmail.com) / Pin BB: 3105c404

    Aldo : 081291255319 (admin@iqtishodconsulting.com)

     

     

    Training dan Workshop Hybrid Contracts pada Produk Perbankan Syariah Tanggal 21 – 22 April 2017 di Jakarta.

    0

    Posted on : 29-12-2013 | By : Agustianto | In : Info Media, Kabar Aktual, Seminar & Training

     

     

    Dasar Demikian

    Perkembangan perbankan dan keuangan syariah syariah mengalami kemajuan yang sangat pesat dan menghadapi tantangan yang makin kompleks. Tantangan itu antara lain harus bisa memenuhi kebutuhan bisnis yang selalu berubah cepat dengan   menyajikan produk-produk   inovatif dan lebih variatif serta  pelayanan yang memuaskan berdasarkan panduan syariah.   Tantangan  ini menuntut para praktisi, regulator, konsultan, dewan pengawas syariah dan  akademisi bidang keuangan syariah untuk senantiasa aktif dan kreatif dalam memberikan respon terhadap perkembangan tersebut. Praktisi yang melakukan inovasi produk; regulator yang membuat aturan yang kondusif, akademisi yang menciptakan produk baru melalui penelitian, semuanya harus berada dalam koridor syariah dan sinaran maqashid syariah.

    Salah satu pilar penting untuk menciptakan produk perbankan dan keuangan syariah dalam menyahuti tuntutan kebutuhan masyarakat modern, adalah pengembangan teori hibryd conctracts (al-‘ukud al-murakkabah).  Dr Mabid Al-Jarhi, mantan direktur IRTI IDB pernah mengatakan, kombinasi akad di zaman sekarang adalah sebuah keniscayaan. Bentuk akad tunggal sudah tidak mampu lagi meresponi transaksi keuangan kontemporer. Metode hybridcontracts seharusnya menjadi unggulan dalam pengembangan produk.

    Dalam konteks itulah Dr.Aliudin Za’tary dalam buku Fiqh Muamalah Al-Maliyah  al-Muqaran (2008) banyak membahas teori dan praktik hybridcontracts dalam Islamic finance. Bahkan Dr Nazih Hammad menulis buku secara khusus mengenai hybrid contracts Al-’uqûd al-Murakkabah fî al-Fiqh al-Islâmy, Damaskus: Dâr al-Qalam, 2005. Demikian pula Abdullâh bin Muhammad bin Abdullâh al-‘Imrâni, menulis buku Al-’uqûd al-Mâliyah al-Murakkabah: Dirâsah Fiqhiyyah Ta’shîliyah wa Tathbîqiyyah, Riyadh: Dâr Kunûz Eshbelia li al-Nasyr wa al-Tauzî’, 2006), Selain mereka masih banyak ulama yang membahas hybrid contracts di buku-buku fiqh muamalah, seperti Dr.Usman Tsabir dalam buku Fiqh Muamalah Maliyah al-Mu’ashirah (2006).

    Namun harus dicatat, rujukan/referensi yang digunakan untuk  materi hybrid contracts, bukan saja kitab-kitab fiqh muamalah kontemporer, melainkan juga kitab-kitab fikih klasik dari berbagai mazhab, dan para ulama terkemuka, seperti Ibnu Taymiyah, Ibnu Qayyim, Imam Al-Syatibi, dan lain-lain.

    Sebagaimana dimaklumi bahwa pengetahuan mengenai hybrid contracts sangat penting sekali, setidaknya memiliki sepuluh urgensi dalam pengembangan produk perbankan dan keuangan syariah kontemporer. Untuk itulah Iqtishad Consulting menggelar “Training dan Workshop Eksekutif Hybrid Contracts pada Produk Perbankan dan Keuangan”, dengan pembicara pakar Fikih Muamalah Bapak Agustianto Mingka  (Trainer Fikih Muamalah 124 Angkatan).

     

    Berikut 42 point materi workshop :

    1. Konsep syariah tentang Al-’Ukud al-Murakkabah (Hybrid Contracts)

    2. Pembagian Terminologi Hybrid Contracts dalam Fikih Islam

    1.     Al-’Ukud al-Murakkabah

    2.     al-’Uqûd al-mujtami’ah,

    3.     al-’Uqûd al-muta’addidah,

    4.     al-’Uqûd al-mutakarrirah,

    5.     al-’Uqûd al-mutadâkhilah,

    6.     al-’Uqûd al-mukhtalithah.

     

    3. Bentuk-bentuk Hybrid Contracts

    1.     Al-’Ukud al-Murakkabah

    2.     al-’Uqûd al-Mutaqabilah

    3.     al-’Uqûd al-Mutanajisah

    4.     al-’Uqûd al-Mutanaqidhah

    5.     al-’Uqûd al-mutadâkhilah,

    6.     al-’Uqûd al-mukhtalithah

     

    4. Sepuluh Urgensi Teori Hybrid Contracts.

    5. Macam-macam  Hybrid Contracts dan Aplikasinya di Perbankan Syariah

    6.     Hukum Hybrid Contracts (Dua Akad dalam Satu Transaksi) Menurut Ulama

    7. Argumentasi (Dalil Syariah) tentang Hybrid Contracts

    8. Hybrid Contracts yang dilarang syariah

    9.     Akad Two in One yang dibolehkan.

    10. Analisis Para Ulama terhadap hadits-hadits dua akad dalam satu transaksi

    11.   Dhawabith (ketentuan syariah ) Hybrid Contracts dan Akibat Hukumnya

    12. Hybrid Contracts pada Sindikasi Pembiayaan sesama bank syariah

    13.   Hybrid Contracts pada Sindikasi Pembiayaan Bersama Bank Konvensional

    14.   Hybrid Contracts pada Sindikasi Club Deal

    15.   Hybrid Contracts dalam PembiayaanTake Over

    16.   Hybrid Contracts dalam PembiayaanTake Over yang dihybrid dengan refinancing

    17.   Hybrid Contracts dalam PembiayaanTake Over se-sama bank syariah

    18.   Hybrid Contracts dalam PembiayaanTake Over Empat Pihak.

    19. Hybrid Contracts dalam Produk Asuransi Syariah

    20.   Hybrid Contracts dalam Sukuk

    21.   Hybrid Contracts dalam Pembiayaan Properti (MMQ)

    22. Hybrid Contracts dalam Skim-skim Refinancing Syariah

    23.   Hybrid Contracts dalam Kartu Kredit (Delapan Alternatif)

    24.   Hybrid Contracts dalam Pembiayaan Rekening Koran

    25.   Hybrid Contracts dalam Pembiayaan Line Facility

    26.   Hybrid Contracts dalam Pembiayaan Multiguna

    27.   Hybrid Contracts dalam dalam IMBT dan Sewa Beli

    28.   Hybrid Contracts dalam Product Giro

    29.   Hybrid Contracts dalam Factoring / Anjak Piutang

    30.   Hybrid Contracts  dalam Pembiayaan Property Indent

    31.   Hybrid Contracts  dalam Pembiayaan Multijasa

    32.   Hybrid Contracts  dalam Restrukturisasi Pembiayaan Bermasalah

    33.   Hybrid Contracts  dalam Hedging Syariah (via Swap)

    34.   Hybrid Contracts  dalam Linkage Program Bank-Multifinance, BPRS, Kopsyah BMT, baik executing maupun channeling

    35.   Hybrid Contracts dalam Gadai Syariah dan Re-Gadai.

    36.   Hybrid Contracts  dalam Trade Finance dan L/C

    37.   Hybrid Contracts  dalam MDC (Margin During Contruction) dan Margin During Plasantation

    38.   Hybrid Contracts  (5 Akad dalam Satu Produk) pada Pasar Uang Syariah Antar BankS

    39.   Ketentuan Praktis Hybrid Contracts :

    1.     Akad-akad yang Harus Dipisahkan (aqdin mustaqillin)

    2.     Akad-akad yang yang boleh disatukan dalam satu transaksi

    3.     Akad-akad di bawah tangan

    4.     Akad-akad yang yang harus dinotarilkan

    5.     Akad-akad yang memakai materai dan yang tidak memakai  materai.

    40.   Hybrid Contracts dan Kewajiban Pajak (PPn)

    41.   Hybrid Contracts dan Akuntansi Syariahnya

    42.   Solusi Kontradiksi antara Hukum Fiqh Muamalah degan Hukum Positif.

    Rujukan materi training : ratusan buku dan kitab fiqh muamalah kontemporer dan klasik

    PROFILE TRAINER

    Agustianto  (Ketua I DPP IAEI Pusat, Anggota Pleno Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dosen Pascasarjana PSTTI Universitas Indonesia, Dosen Pascasarjana IEF Trisakti, Dosen Pascasarjana Universitas  Paramadina Pascasarjana IAIN, Pascasarjana Ekonomi Islam UI Az-Zahra, Pendidikan program doktor ekonomi Islam UIN Jakarta (2004), Wakil Sekjen MES Pusat

    Special Seasion By:

    DR (HC) A.Riawan Amin,M.Sc   (Ketua Dewan Penasehat ASBISINDO, BEST CEO 2008)

     

    Training ini akan diselenggarakan di Malang  dan Jakarta:

    Jakarta

    Waktu dan Tempat

    Hari/ Tanggal  : 21 – 22 April 2017

    Pukul : 09.00 – 16.00 WIB

    Tempat : Hotel Sofyan Cikini Jakarta Pusat

     

    – Makassar

    Waktu dan Tempat

    Hari/ Tanggal  : 20 – 21 September 2016

    Pukul : 09.00 – 16.00 WIB

    Tempat :

     

    INVESTASI:

    1.  Registrasi Reguler Rp 2.500.000/orang

    2.  Paket Reguler Group 3 orang, Rp 2.200.00/orang

     

    FASILITAS:

    Seminar Kit, Modul Training, Lunch, Coffee break,HotSpot,  Sertifikat, Ruang Kelas Ber AC, CD Softcopy (Modul Training, 87 Fatwa DSN MUI, Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah)

    CONTACT PERSON & PENDAFTARAN:

    Joko  : 082110206289 /  (dimasjoko@gmail.com)

    Aldo : 081291255319

    Training Eksekutif Certified Ushul Fiqh Keuangan dan Perbankan Syariah Kontemporer Tanggal 7 – 8 Oktober 2016 di Hotel Jayakarta, Pantai Senggigi Lombok Tanggal 12 – 13 Mei 2017 di Jakarta.

    0

    Posted on : 22-08-2013 | By : Agustianto | In : Info Media, Seminar & Training

     

    Pendahuluan

    Para pakar ekonomi syariah dan praktisi perbankan dan keuangan syariah, tidak cukup hanya mengetahui fikih muamalah dan aplikasinya saja, tetapi yang lebih penting  adalah  memahami ushul fiqh dan maqashid syariah dari setiap produk perbankan dan keuangan syariah.

    Semua ulama sepakat bahwa ushul fiqh menduduki posisi yang sangat penting dalam ilmu-ilmu syariah. Imam Asy-Syatibi (w.790 H), dalam Al-Muwafaqat, mengatakan, mempelajari ilmu ushul fiqh merupakan sesuatu yang dharuri (sangat penting dan mutlak diperlukan), karena melalui  ilmu inilah dapat diketahui kandungan dan maksud setiap dalil syara’  (Al-quran dan hadits) sekaligus bagaimana menerapkan  dalil-dalil syariah  itu di lapangan. Menurut Al-Amidy dalam kitab Al-Ihkam fi Ushulil Ahkam, Siapa yang tidak menguasai ilmu ushul fiqh, maka diragukan ilmunya, karena tidak ada cara untuk mengetahui hukum Allah (syariah) kecuali dengan ilmu ushul fiqh.” .

    Senada dengan itu, Imam Al-Ghazali mengatakan bahwa ilmu ushul fiqh merupakan satu di antara tiga ilmu yang harus dikuasai setiap ulama mujtahid, dua lainya adalah  hadits dan bahasa Arab. Prof. Dr. Salam Madkur (Mesir), mengutip pendapat Al-Razy yang mengatakan bahwa ilmu ushul fiqh adalah ilmu yang paling penting yang mesti dimiliki setiap ulama mujtahid. Ulama ekonomi syariah sesungguhnya (seharusnya) adalah bagian dari ulama mujtahid, karena ulama ekonom syariah harus berijtihad memecahkan berbagai persoalan ekonomi, menjawab pertanyaan-pertanyaan boleh tidaknya berbagai transaksi bisnis modern, halal haramnya bentuk bisnis tertentu,   memberikan solusi pemikiran ekonomi, memikirkan akad-akad yang relevan bagi lembaga keuangan syariah. Memberikan fatwa ekonomi syariah, jika diminta oleh masyarakat ekonomi syariah. Untuk mengatasi semua itu, seorang ahli syariah  atau dewan syariah, harus  menguasai ilmu ushul fiqh secara mendalam karena ilmu ini diperlukan untuk berijtihad.

    Seorang pakar ekonomi syariah yang menduduki posisi sebagai dosen, pakar ekonomi Islam (guru besar dan Doktor), pejabat tinggi di bank syariah, dewan pengawas syariah apalagi pejabat regulator syariah (OJK dan BI) dan  dewan syariah, mestilah menguasai ilmu ushul fiqh bersama ilmu-ilmu terkait, seperti qaw’aid fiqh,tarikh tasyri’fil muamalah, falsafah hukum Islam,  maqashid syariah, tafsir ekonomi, hadits-hadits ekonomi, mushtalahul  hadits, bahkan  sejarah pemikiran ekonomi Islam.

    Oleh karena penting dan strategisnya penguasaan ilmu ushul fiqh, maka para ahli ushul fiqh mengatakan, bahwa  untuk  menjadi seorang faqih (ahli fiqh), tidak diharuskan membaca seluruh kitab-kitab fiqh yang begitu melimpah dari semua mazhab secara luas dan detail, tetapi cukup memiliki kemampuan dan kompetensi ilmu ushul fiqh,  yaitu kemampuan  istinbath dalam mengeluarkan kesimpulan hukum dari teks-teks dalil melalui penelitian dan metode tertentu yang dibenarkan syari’at, baik ijtihad istinbathy maupun ijtihad tathbiqy, ijtihad intiqa’iy maupun ijtihad insya’iy. Metodologi istinbath tersebut disebut ushul fiqh. Demikianlah pentingnya ilmu ushul fiqh bagi seorang ulama dan pakar ekonomi Islam.

    Ilmu ushul fiqh    memberikan pemahaman tentang metodologi istinbath (penetapan hukum Islam) para ulama dalam merumuskan dan memutuskankan suatu masalah hukum Islam, karena itu ushul fiqh adalah  metodologi yurisprudensi Islam, yaitu metodologi ilmu hukum Islam yang menghasilkan produk-produk hukum Islam, menghasilkan fikih muamalah,  fatwa-fatwa dan  regulasi.

    Ilmu Ushul fiqh memberikan dalil-dalil syariah dan argumentasi syariah mengenai suatu kebijakan, produk, system dan mekanisme perbankan syariah.  Ushul fiqh yang berwawasan maqashid syariah memberikan perspektif  filosofis dan pemikiran rasional tentang akad-akad pada setiap produk perbankan syariah.  Ilmu Ushul fiqh adalah ilmu hukum Islam yang sering disebut juga sebagai The Principle of Islamic Jurisprudence. Hal  ini dikarenakan ushul fiqh bermuatan prinsip-prinsip yurisprudensi Islam  (ilmu hukum Islam).  Ushul fiqh berisi  teori-teori  hukum Islam, kaedah-kaedah perumusan dan penetapan hukum atau dictum Islam, yang pada forum workshop  eksekutif Iqtishad dikhususkan tentang teori hukum tentang ekonomi  keuangan syariah.

    Ushul Fiqh adalah ibu (induk) dari semua ilmu syariah, karena itu ushul fiqh adalah induk dari ilmu ekonomi syariah. Keputusan-keputusan fikih muamalah keuangan dan seluruh ketentuan ekonomi Islam di bidang makro dan mikro pastilah menggunakan metodologi ilmu ushul fiqh. Apabila fikih muamalah dan semua peraturan  hukum  Islam adalah produk ijtihad, maka ushul fiqh adalah metodologi berijtihad untuk menghasilkan produk-produk fiqh, fatwa dan segala bentuk regulasi, karena itulah, regulator, pembuat peraturan dan Undang-Undang seharusnya memahami dengan baik ilmu ushul fiqh, karena ushul fiqh adalah metodologi ijtihad untuk menghasilkan produk fikih muamalah, fatwa, regulasi dan Undang-Undang.

    Ushul fiqh juga adalah disiplin ilmu syariah yang memberikan landasan dan kerangka  epistimologi ilmu ekonomi Islam, sehingga, kajian epestimologi ekonomi syariah tidak bisa melepaskan diri dari disiplin ilmu ushul fiqh. Professor Masudul Alam Choudhuriy  telah membahas epistemology ekonomi Islam dengan menjadikan ushul fiqh sebagai acuan, kerangka dan teorinya sekaligus.

    Dalam disiplin ilmu ushul fiqh pembahasan mengenai dasar-dasar pemikiran dan kaedah-kaedah yang sangat diperlukan sebagai pijakan dasar dalam membangun sebuah formulasi hukum ekonomi Islam yang diinginkan dibahas secara holistic, komprensif dan tuntas.  Dengan perkataan lain ushul fiqh adalah disiplin ilmu yang paling penting sebagai perangkat metodologis yang paling berkompeten guna menyusun, membentuk dan memberi corak ekonomi Islam yang diharapkan.

    Dalam pengembangan hukum syariah selama ini, permasalahan krusial yang menghambat upaya pembaharuan dan reformulasi hukum Islam adalah miskinnya  metodologi. Kenyatan itu lebih parah terjadi di bidang  ekonomi syariah saat ini, dimana kajian-kajian akademis ekonomi syariah masih miskin metodologi syariah, artinya miskin ilmu ushul fiqh yang mencerahkan, ushul fiqh yang bermuatan maqashid syariah, yang kaya dengan  wawasan historis, rasional dan filosofis, akibat kemiskinan metodologi itu, maka  pandangan-pandangan, pemikiran-pemikiran ekonomi syariah serta pemahaman para pakar ekonomi syariah selalu kurang  tepat,  parsial, atomistis bahkan terkadang dangkal.

    Ilmu ushul fiqh sangat langka diajarkan dalam materi-materi training perbankan syariah dan Lembaga Keuangan Syariah, bahkan materi bahasannya tidak ditemukan sama sekali.Oleh karena itu para pakar ekonomi Islam dan SDM bank syariah termasuk regulator syariah sangat  jarang memahami ilmu ushul fiqh. Padahal disiplin ini menduduki  posisi utama dalam ilmu ekonomi syariah,khususnya bagi para pimpinan bank, regulator, dewan fatwa, terlebih dosen-dosen di Program Pasca-sarjanaekonom-Islam.

    Ilmu ushul fiqh akan meningkatkan derajat intelektualisme para akademisi dari taqlid (muqallid) kepada muttabi’, bahkan bagi ulama  bisa    menjadi mufti dan mujtahid*. Para Guru Besar, Doktor dan  dosen Pascasarjana   yang memberi kuliah di kampus, para pengawas dan regulator di OJK, Bank Indonesia atau praktisi yang menjabat posisi penting di perbankan (direksi, divisi legal, product development, ALCO, auditor, DPS), juga  konsultan, sepatutnya (seharusnya) mengetahui ilmu ushul fiqh di bidang ekonomi keuangan, agar pengetahuannya di bidang ekonomi syariah komprehensif dan holistic. Karena ia melandasi pengetahuan fikih muamalahnya dengan seperangkat metodologi, alasan-alasan  rasional dan filosofis, argumentasi-argumentasi  dan dalil-dalilnya secara syariah serta maqashid syariahnya. Maqashid syariah menduduki posisi yang paling utama dalam ilmu ushul fiqh. Tanpa pendekatan maqashid syariah, maka ushul fiqh akan kering dan menghasilkan keputusan dan ketetapan yang artificial dan  kering pula.

    Maqashid Syariah

    Maqashid syariah adalah jantung dalam ilmu ushul fiqh, karena itu maqashid syariah           menduduki posisi yang sangat penting dalam merumuskan ekonomi  syariah, Maqashid syariah tidak saja diperlukan untuk merumuskan kebijakan-kebijakan ekonomi makro (moneter, fiscal ; public finance),  tetapi juga untuk menciptakan produk-produk perbankan dan keuangan syariah serta teori-teori ekonomi mikro lainnya. Maqashid syariah juga sangat diperlukan dalam membuat regulasi perbankan dan lembaga keuangan syariah.

    Para ulama ushul fiqh sepakat bahwa pengetahuan maqashid syariah menjadi syarat utama dalam berijtihad untuk menjawab berbagai problematika kehidupan ekonomi dan keuangan yang terus berkembang.  Maqashid syariah tidak saja diperlukan untuk merumuskan kebijakan-kebijakan ekonomi makro (moneter, fiscal ; public finance),  tetapi juga untuk menciptakan produk-produk perbankan dan keuangan syariah serta teori-teori ekonomi mikro lainnya. Maqashid syariah juga sangat diperlukan dalam membuat regulasi perbankan dan lembaga keuangan syariah.

    Fathi al-Daraini dalam buku Al-Fiqh al-Islam al-muqarin ma’a al-mazahib mengatakan bahwa pengetahuan tentang maqashid syariah merupakan pengetahuan yang utama dan memiliki proyeksi masa depan dalam rangka pengembangan teori ushul fiqh, karena itu maqashid syariah menurutnya merupakan   ilmu yang berdiri sendiri.

    Dalam melakukan ijtihad seorang mujtahid harus menguasai maqashid syariah. ‘Abdul wahhab Khallaf dalam Buku Ilmu Ushul Fiqh menyebut dengan tegas bahwa nash-nash syariah tidak dapat dipahami secara tepat dn benar kecuali oleh seseorang yang mengetahui maqashid syariah dan asbabun nuzul (latar belakang historis turunnya ayat). Keberhasilan penggalian hukum ekonomi Islam dari dalil-dalil Al-Quran dan hadits sangat ditentukan oleh pengetahuan tentang maqashid al-syariah yang dapat ditelaah dari dalil-dalil tafshili (al-quran dan sunnah)

    Maqashid syariah tidak saja menjadi faktor yang paling menentukan dalam melahirkan produk-produk ekonomi syariah yang dapat berperan ganda (alat sosial kontrol dan rekayasa sosio-econonomy) untuk mewujudkan kemaslahatan manusia, tetapi juga lebih dari itu, maqashid syariah dapat memberikan dimensi filosofis dan rasional terhadap produk-produk hukum ekonomi Islam yang dilahirkan dalam aktivitas ijtihad ekonomi syariah kontemporer. Maqashid syaiah akan memberikan pola pemikiran yang rasional dan substansial dalam memandang akad-akad dan produk-produk perbankan syariah. Hanya dengan pendekatan maqashid syariah-lah produk perbankan dan keuangan syariah dapat berkembang dengan baik dan dapat meresponi kemajuan bisnis yang terus berubah dengan cepat.

    Tanpa maqashid syariah,  maka semua regulasi, fatwa, produk keuangan dan perbankan, kebijakan fiscal dan moneter, akan kehilangan substansi syariahnya. Tanpa maqashid syariah, fikih muamalah yang dikembangkan dan  regulasi perbankan dan keuangan yang hendak dirumuskan  akan kaku dan statis, akibatnya lembaga perbankan dan keuangan syariah akan sulit dan lambat berkembang. Tanpa pemahaman ushul fiqh dan maqashid syariah, maka pengawas dari regulator gampang menyalahkan yang benar ketika mengaudit bank-bank syariah. Tanpa maqashid syariah, maka regulator (pengawas) akan gampang menolak produk inovatif yang sudah sesuai syariah. Tanpa pemahaman maqashid syariah maka regulasi dan ketentuan  tentang PSAK syariah  akan rancu, kaku dan dan mengalami kesalahan fatal. Jiwa maqashid syariah akan mewujudkan  fikih muamalah  yang elastis, fleksibel, lincah dan senantiasa bisa sesuai dengan perkembangan zaman(sholihun li kulli zaman wa makan). Penerapan maqashid syariah akan membuat bank syariah dan LKS semakin cepat berkembang dan kreatif menciptakan produk-produk baru, sehingga tidak kalah dengan produk bank-bank konvensional.

    Berdasarkan paparan di atas, maka para pejabat Bank Indonesia yang mengawasi dan mengaudit bank syariah, dan pejabat OJK yang mengawasi/meregulasi LKS, wajib sekali (mutlak, tidak bisa ditawar), harus memiliki kompetensi yang terstandar, Untuk itulah dibutuhkan sertifikasi ushul fiqh bagi regulator keuangan syariah, dan karena itu pula mereka wajib mengikuti training dan workshop ushul fiqh tentang perbankan dan keuangan syariah. Demikian pula halnya bagi auditor eksternal dan internal perbankan dan lembaga keuangan syariah terlebih bagi para perumus PSAK, hukumnya semakin wajib. Selama ini belum ada seorang pun auditor dan pengurus IAI yang mengikuti training ushul fiqh certified, sehingga kompetensi mereka dalam bidang syariah sebenarnya belum terstandarisiasi. Realita ini sangat berbahaya jika dibiarkan terus menerus.

    Sejalan dengan pertumbuhan perbankan dan keuangan syariah yang semakin cepat, kekurangan ini harus diperbaiki secara bertahap. Apalagi para pengawas bank syariah dari Bank Indonesia di seluruh  daerah Indonesia, hukumnya wajib memiliki kompetensi ilmu syariah yang terstandar, yaitu ilmu ushul fiqh  perbankan, yang selama ini terabaikan oleh lembaga otoritas tersebut. Dampak buruk dari mengabaikan pilar penting ini, adalah terjadinya kekakuan,       kesempatan dan bahkan kesalahan dalam pengawasan dan pengauditan, Banyak sekali (bahkan tidak terhitung jumlahnya), keluhan dan pengaduan praktisi perbankan syariah tentang kejumudan (kekakuan, dan kefatalan) yang dilakukan oleh personil pengawas bank  dari lembaga regulator pemerintah tersebut, terutama pengawas di daerah-daerah di seluruh wilayah Indonesia.

    Ushul Fiqh di Perguruan Tinggi

    Perkembangan Program Pendidikan S1, S2 dan S3 Ekonomi Syariah di Indonesia makin pesat seiring dengan pertumbuhan perbankan dan keuangan syariah. Ushul Fiqh dan Qawaid fiqh adalah mata kuliah wajib di program-program tersebut. Namun silabus ushul fiqh dan materi yang disampaikan, umumnya masih sangat jauh tertinggal dari kebutuhan dan tuntutan industri perbankan dan keuangan kontemporer. Hampir semua materi mata kuliah ushul fiqh di Program Pascasarjana (Ekonomi Syariah) di Indonesia  belum memecahkan masalah-masalah  dan kasus-kasus finance dan perbankan  kontemporer dalam analisis ushul fiqh dan maqashid syariah. Akibatnya target pengajaran ilmu ushul fiqh tidak tercapai. Mereka menganggap bahwa ilmu ushul fiqh yang diajarkan adalah ilmu ushul fiqh di fakultas syariah di UIN, IAIN atau STAIN. Padahal ilmu ushul fiqh yang diajarkan Program Pascasarjana Ekonomi Syariah berbeda materinya dengan pengajaran ushul fiqh pada umumnya.

    Silabus ushul fiqh yang dikembangkan di universitas-universitas yang membuka prodi/konsentrasi ekonomi syariah masih berkutat dengan kasus-kasus beberapa abad silam, bahkan 1 millenium silam, sangat sedikit tentang kasus-kasus financial dan ekonomi apalagi mengenai kasus-kasus financial kontemporer, nyaris tidak tersentuh sama sekali. Buku ushul fiqh lebih banyak diwarnai contoh kasus-kasus ibadah, jinayah, munakahat dan non ekonomi financial. Kalaupun ada sedikit ekonomi, kasusnya sangat sederhana. Akibatnya, mata kuliah ushul fiqh yang diajarkan tidak bisa menjawab dan meresponi isu-isu dan problem keuangan kontemporer, seperti hedging (swap, forward, options), margin during contruction,profit equalization reserve (PER), trade finance dan overseas financing puluhan kasus hybrid contracts, hybrid take over dan refinancing, instrument money market inter bank, skim-skim sukuk, repo, pembiayaan sindikasi antar bank syariah atau dgn konvensional, restrukturisasi,  pembiayaan property indent, ijarah maushufash fiz zimmah, hybrid take over dan refinancing, forfeiting, skim KTA, pembiayaan multi guna, desain kartu kredit, hukum-hukum terkait jaminan  fiducia, hypoteik dan hak tanggungan,   serta sejumlah kasus-kasus baru yang terus bermunculan. Kesenjangan ini pada gilirannya tidak bisa mengantar seorang akademisi ataupun praktisi kepada pemahaman metodologi istimbath masalah masalah ekonomi keuangan kontemporer, yang semakin kompleks.

    Kesenjangan antara materi  ushul fiqh yang diajarkan di universitas-universitas  dengan kasus-kasus aktual yang hendak dijawab dan dibutuhkan industri keuangan tidak boleh dibiarkan berlangsung.  Untuk itulah kami akan memberikan materi kuliah terbaru dan  silabus terbaru ekonomi syariah di S2 dan S3 (bisa juga sebagiannya untuk S1) melalui Training dan Workshop Ushul Fiqh Ekonomi Keuangan kontemporer bagi dosen ushul fiqh, dosen fiqh muamalah dan dosen ekonomi Islam, dosen Islamic Finance, dosen qawaid fiqh di seluruh Perguruan Tinggi Indonesia, yang memiliki program ekonomi Islam, baik Perguruan Tinggi Agama Islam, UIN, IAIN, STAIN, maupun Perguruan Tinggi Umum dan Swasta.

    Para Guru Besar Ushul Fiqh, Guru Besar Syariah,  Fikih Muamalah, Guru Besar Ekonomi, Guru Besar Hukum, dan Doktor Ekonomi Islam, Doktor Syariah, Doktor Ekonomi yang peduli (berminat) ilmu  ekonomi syariah,  mutlak harus memahami Ushul  Fiqh Keuangan Islam kontemporer dengan baik. Untuk itu para pakar pakar syariah tersebut harus memahami ilmu finance kontemporer, praktik dan  perkembangannya.   Forum Workshop Iqtishad Consulting ini,  akan menyambungifkan ilmu ushul fiqh dengan problematika dan kasus-kasus keuangan kontemporer yang terus berubah dan berkembang. Perlu kami sampaikan, bahwa materi Training dan Workshop Ushul Fiqh dan Maqashid syariah belum ada di buku-buku teks (baik Arab maupun English), karena itu materinya dan analisisnya betul-betul segar, aktual dan mencerahkan, yang kasus-kasusnya malah seringkali specifik keIndonesia-an..

    Oleh karena itu, semua dosen Ushul Fiqh di Perguruan Tinggi di Indoenesia, baik dosen Program Doktor, Dosen Program Magister dan Strata 1, sebaiknya (bahkan harus) mengikuti forum Workshop Ekselutif Maqashid Syariah pada Ekonomi, Keuangan dan Perbankan, agar materi pengajaran (kuliah)nya terhadap mahasiswa menjadi segar, baru, kontekstual, solutif dan mencerahkan, sehingga bisa melahirkan dosen, DPS, sarjana dan praktisi  yang berkualitas.

     

    “Materi Training dan Workshop”

    MATERI I

    • Pengertian,Urgensi,Ruang Lingkup dan Objek Kajian
    • Sumber – Sumber Hukum Ekonomi Islam
    1. Alquran sebagai sumber Hukum Ekonomi Islam
    2. Qath’iy dan Zhann’iy dalam terapan dan kehujjahan dalam Ijtihad Ekonomi Keuangan
    3. Hadits sebagai Sumber Hukum Ekonomi Islam
    • Sejarah Ushul Fikih dan Siqnifikansinya dalam Pengembangan Ekonomi Keuangan Islam Kontemporer

     

    MATERI  II

    • Ijma’ sebagai Dalil / Sumber Hukum
    1. Konsep Ijma dalam Ushul Fiqh
    2. Ijma’ dalam Ekonomi Keuangan
    3. Pengertian dan Rukun Qiyas.
    4. Pembagian Qiyas : Qiyas Jaliy, Qiyas Khafiy, Qiyas Awlawy, Qiyas Musawy dan Qiyas Adwan serta Penerapannya dalam Ekonomi.
    5. Metode menetapkan illat dalam masalah muamalah : Takhrijul Manath, Tanqihul Manath dan Tahqiqil Manath
    6. Penerapan qiyas dalam keuangan dan perbankan :
    7. Syarat Mujtahid dan Klasifikasi Mujtahid
    8. Pembagian Ijtihad : Istimbathiy, Tathbiqy, Intiqaiy, Insya-iy, dll.
    9. Lapangan Ijtihad dan kekuatan Hasil Ijtihad
    10. Penerapan Ijtihad dalam Ekonomi Keuangan Kontemporer
    11. Ijtihad dalam Inovasi Produk Perbankan dan Keuangan Syariah
    • Qyas Sebagai Dalil/Sumber Hukum Ekonomi Islam
      • Jaminan fiducia ke bay’ wafa
      • Murabahah Emas dengan cicilan
      • Sekuritisasi asset (aktiva) bank syariah yang menggunakan  syirkah mutanaqishah, mengqiyaskan hutang dengan MMQ
      • Ijarah maushufah biz zimmah pada pembiayaan property dgn MMQ
      • Qiyas swap valas kepada bay wafa’. Dll
      • Qiyas rahn hiyazy kepada rahn tasjiliy
      • Qiyas ujrah amil zakat kepada nazir waqf
      • Qiyas Options kepada ‘urbun atau khiyar ???
      • Qiyas ma’al fariq ;
        • Qiyas salam kepada bursa berjangka (futures)
        • Qiyas Tawarruq kepada riba ???
    • Ijtihad dalam Ekonomi Islam

    MATERI III

    • Penerapan Metode Istihsan pada Ekonomi Keuangan
    1. Pengertiannya menurut para ulama
    2. Dasar syariah penggunaan istihsan
    3. Pandangan ulama tentang Kehujjahan istihsan dalam syariah

    Kasus-kasus Istihsan :

    1. Praktek istihsan pada ijarah maushufah biz zimmah pada kasus pembiayaan  properti di bank syariah
    2. Profit Equalization Reserve (PER) pada system bagi hasil di bank syariah
    3. Penerbitan SBSN oleh pemerintah dan tradable dengan skim sukuk istishna’
    4. Forward valas untuk tujuan hedging yang berlandaskan underlying asset bagi  importer
    5. Swap untuk hedging (mengatasi risk akibat fluktuasi kurs mata uang)
    6. Penjualan saham yang belum qabath hissi.
    7. Penjualan valas secara ma’dum, tetapi dalam masa 2×24 jam (qabat hukmi)
    8. Penerbitan sukuk salam
    9. Giro Wajib Minimum di Bank Indonesia
    10. Penentuan saldo minimun giro wadiah di bank syariah
    11. Kriteria saham syariah Total pendapatan bunga dan pendapatan tidak halal lainnya dibandingkan dengan total pendapatan usaha (revenue) dan pendapatan lain-lain tidak lebih dari 10% (sepuluh per seratus);
    12. Rasio keuangan Efek Syariah di RI : Utang bunga : Asset  (45 % : 55 % = 82%) (Jalannya 45 x 100 : 55 = 82 %)
    13. SBI Syariah Ju’alah, hanya dibenarkan bagi bank syariah yang memiliki FDR 80 persen

    Macam-macam istihsan dan penerapannya dalam ekonomi dan finansial Islam Kontemporer ;

    1. Istihsan Nash.
    2. Istihsan Dharury : Repo (repurchase agreement) surat berharga (SBI, SBSN, aktiva  produktif) oleh Bank syariah yang kesulitan likuiditas.
    3. Istihsan Istislahi : penerapan revenue sharing pada profit distribution, dll.
    4. Istihsan bersandarkan Ijma’  dan Contoh-contohnya nya dalam keuangan Islam Istihsan Qiyasi : Tawarruq fiqhiy untuk pembiayaan sector riil, dll..

     

    • Maslahah Mursalah dan Penerapannya  dalam Ekonomi
    1. Pengertiannya menurut para ulama, dan pembagian maslahah
    2. Pandangan ulama tentang kehujjahan maslahah mursalah
    3. Syarat-Syarat Maslahah Mursalah
    4. Penerapan maslahah pada kasus ekonomi dan keuangan Islam ;
    • Penerapan collateral pada financing di bank syariah
    • Penerapan revenue sharing pada bagi hasil
    • Larangan dumping (siyasah ighraq) dalam penjualan produk
    • Intervensi harga pemerintahpada saat distorsi pasar
    • Larangan kartel dan monopoli,
    • Larangan spekulasi valas karena maslahah ‘ammah
    • Penerapan dinar dan dirham krn maslahah ‘ammah
    • Mengadakan Pengadilan Niaga Syariah
    • Larangan talaqqi rukban,memelihara maslahah petani
    • Larangan bay’ najsy, dan larangan Ghabn di pasar dan
    • Larangan forward, swap dan options pada valas

     

    MATERI IV

    • Urf dan Penerapannya dalam Hukum Ekonomi Islam
    1. Pengertian ‘Urf menurut para ulama
    2. Dasar syariah penggunaan ‘Urf
    3. Pandangan ulama tentang Kehujjahan ‘Urf dalam syariah
    4. Macam-macam ‘Urf dan Contohnya dalam Ekonomi Keuangan
    5. 20 kasus ‘Urf Fasid dalam ekonomi keuangan kontemporer
    6. Syarat-Syarat ‘Urf bisa diterima sebagai dalil syariah
    7. Integrasi dan kombinasi ‘Urf dengan dalil-dalil syariah lain;
    8. Kasus-kasus ‘Urf kontemporer:
    • Mata uang kertas, dinar dan dirham.
    • Taqabuth dalam transaksi valas
    • Urf dalam jual beli mu’athah, muzayadah, dan ‘urbun.
    • Adanya garansi dalam pembelian barang elektronik, dll.
    • Sewa Beli di perusahaan leasing syariah
    • Konsinyasi dan waralaba (franchising)
    • Memproteksi setiap pembiayaan dengan asuransi syariáh
    • Kebiasaan Menabung di Bank Syariáh.
    1. Kaedah Ushul Fiqh tentang uruf dan penerapan dalam Ekonomi Keuangan
    2. Pengertian Sadd Zariah dan Fath al-Zari’ah
    3. Dasar Syariah Penggunaan Sadd al-Zari’ah
    4. Pandangan ulama tentang Sadd Al-Zari’ah dalam syariah
    5. Kontradiksi Sadd Zari’ah dengan dalil-dalil syariah lain.
    6. Kasus-kasus tentang Sadd Zariah dan Fath Zariah kontemporer:
    • Penerapan Sadd Zariah dalam Ekonomi Keuangan
    • Larangan Riba Fadhal pada transaksi valas
    • Larangan Jual beli al-’inah
    • Larangan tawarruq munazzam tertentu
    • Keniscayaan Manajemen Resiko dalam praktek perbankan
    • Larangan forward, swap dan options pada sharf
    • Larangan kombinasi akad qardh dan ijarah
    • Larangan refinancing konvensional
    • Larangan mengiklankan miras
    • Larangan minum miras yang sedikit
    • Menjual senjata kepada kelompok musuh
    • Larangan iklan dengan tampilan porno
    • Larangan jual beli CD Porno
    • Larangan kartu kredit syariah bagi orang yang belum layak
    • Larangan pemberian ujrah bagirekruitmen members (up line) yg tidak wajar.
    • Keharusan bukti transaksi bagi bank yang mau valas di atas 100.000 dolar.
    1. Kaedah-Kaedah Ushul Fiqh tentang Sadd Zariah dan Fath Zariah dan penerapannya dalam ekonomi keuangan

     

    MATERI  V

    • Penerapan istishab dalam Keuangan Syariah
    1. Pengertian Istishab dan contoh-contoh kasus
    2. Dalil Alquran dan Hadits tentang Istishab
    3. Pandangan Ulama tentang kedudukan dalil istishab
    4. Prinsip-prinsip dan kaedah fiqh tentag istishab
    5. Penerapan istishab pada Kasus-kasus keuangan syariah
    • Giro Mudharabah bil wa’diah di perbankan syariah
    • Hybrid Contract Keuangan dan perbankan
    • Sewa Beli (Bay’ at-Takjiriy)
    • Mudharabah Muntahiyah bit Tamlik (mudharabah menurun)
    • Menggabungkan Hiwalah dan Syirkah untuk factoring
    • Mudharabah musytarakah
    • Bay ‘ wafa dan syirkah milk / IMBT
    • Musyarakah Mutanaqishah, syirkah tadhamun,dll
    • Multi Nisbah pada bagi hasil
    • Fatwa sahabat dan mazhab sahabi
        • Abu Bakar Shiddiq tentang zakat perusahaan
        • Umar Bin Khattab dalam banyak kasus.
        • Ali bin Abi Thalib dalam kasus jual beli kredit (cicilan)
        • Syar’u Man Qablana dan kaitannya dengan hukum Ekonomi Islam
    • Maqashid Syariah dalam Keuangan Syariah
    1. Pengertian Maqashid Syari’ah dan dasar hukumnya
    2. Maqashid syariah menurut pandangan para ulama
    3. Gradasi Maslahah : Dharuriyat, Hajiyat dan Tahsiniyat.
    4. Penerapan Maqashid Syariah dalam ekonomi dan Keuangan
    5. Implikasi & Signifikansi Maqashid Syari’ah dlm Pengembangan Ekonomi Islam .
    6. Kaedah-kaedah yang terkait dengan maslahah

    MATERI VI

    • Qawaid Fiqh dan Penerapannya dalam Ekonomi Keuangan
    1. Qawa’id fiqh   dharurat pada kasus – kasus industri financial
    2. Qawaid  Gharar pada Industri Financial
    3. Kaedah-Kaedah Fiqh pada Perbankan dan Keuangan Islam Kontemporer di luar kaedah Majallah Ahkam Adliyah ;
    • Qawaid Fiqh tentang pengembangan LKS secara gradul
    • Qawaid Fiqh sumber permodalan bank/LKS dari KonvensionalQawaid Fiqh tentang akad formal vs maqashid
    • Qawaid Fiqh tentang denda atas Keterlambatan cicilan
    • Qawaid Fiqh tentang qardh
    • Qawaid Fiqh tentang Istishna’
    • Qawaid Fiqh tentang syirkah
    • Qawaid Fiqh tentang mudharabah
    • Qawaid Fiqh tentang rahn
    • Qawaid Fiqh tentang  Kafalah dan Hiwalah
    • Qawaid Fiqh tentang Kafalah pada multi jasa
    • Qawaid Fiqh tentang Illat
    • Qawaid Fiqh tentang resiko, biaya dan keuntungan (hasil)
    • Qawaid Fiqh tentang kebebasan berkontrak (Ash-Shulhu Jaiz)
    • Qawaid Fiqh gharar yang sedikit dan yang banyak
    • Qawaid Fiqh tentang Istishab
    • Qawaid Fiqh tentang Hybrid Contract
    • Qawaid Fiqh tentang penentuan besaran margin
    • Qawaid Fiqh pada kasus-kasus actual keuangan syariah
    • Qawaid Fiqh pada maslahah
    1. Kaidah-Kaedah Fiqh tentang Ekonomi Makro (Fiskal-dan Moneter)

     

    MATERI VII

    • Ujian Certified Ushul Fiqh Keuangan dan Perbankan Syariah Kontemporer

     

    Instruktur :

    Agustianto Mingka

     

    Sasaran Peserta Training:

    • Dosen Ekonomi Islam (mikro-makro),Fikih Muamalah, Ushul Fiqh, Dosen Perbankan dan Akuntansi di semua level S1,S2 maupun Dosen S3.
    • Direktur dan Pejabat Bank Syariah/LKS
    • Regulator (BI dan Depkeu)
    • Dewan Pengawas Syariah Bank-Bank Syariah
    • Notaris, Konsultan, Auditor (Akuntan Publik), IAI serta Perencana Keuangan Syariah.

    Fasilitas:

    Modul Training, Makan Siang, Snack, Coffee Break, HotSpot, Ruang Klas ber-AC, CD Materi (softcopy materi, 80 fatwa DSN-MUI, kompilasi hukum ekonomi syariah) dan Sertifikat dari MES, IAEI, Trainer dari DSN.

    Penyelenggara :

    Event ini digelar Iqtishod  Consulting.

    Waktu, Biaya dan Tempat Pelatihan

     

    Tanggal            : 12 – 13 Mei 2017

    Durasi              : 09.00 – 16.00 WIB

    Tempat            : Hotel Sofyan Jakarta.

     

    BIAYA PENDAFTARAN:

    Perorangan            : Rp. 3.000.000/peserta

    Group min 3 orang: Rp. 2.500.000/peserta

    Group min 5 orang : Rp. 2.000.000/peserta

     

    Contact Person dan Tempat Pendaftaran:

    Sdra                 : Joko Wahyuhono

    Hp                   : 082110206289

    Sdra                 : Hafiz Alfata

    Hp                   : 081286237144

    Email               : iqtishodconsulting@gmail.com/ iqtishod.ushulfiqh@gmail.com

    Web                 : http://www.iqtishadconsulting.com/workshop

    Kantor             : Kantor Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah Lt.Dasar #2

    Jl.Setiabudi Tengah No.29 Setiabudi, Kuningan, Jakarta Selatan 12910

     

    All Articles | Contact Us | RSS Feed | Mobile Edition