• Peluncuran Buku Karya Agustianto dan Ateng Kusnadi, berjudul Bebas dengan Paradigma Syariah, 3 April 2011, pada momentum Milad Ahad 15 di Hotel Desa Wisata, Taman Mini (TMII). Makna BEBAS dalam judul buku ini ialah Berkah Etis, Bahagia, Adil, Sukses.

  • Training dan Workshop Dosen Pasca Sarjana Ekonomi Islam tentang Hybrid Contracts pada Produk Perbankan & Keuangan Syariah 4-5 Maret 2015 di Hotel Sofyan,Menteng, Jakarta Pusat

    0

    Posted on : 03-01-2015 | By : Agustianto | In : Artikel, Kabar Aktual, Pendidikan Ekonomi Syariah

     

    Pendahuluan

    Perkembangan perbankan dan keuangan syariah syariah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Tantangan itu antara lain harus bisa memenuhi kebutuhan bisnis yang selalu berubah cepat dengan   menyajikan produk-produk   inovatif dan lebih variatif serta  pelayanan yang memuaskan berdasarkan panduan syariah.   Tantangan  ini menuntut Dosen Pasca Sarjana Ekonomi Islam untuk senantiasa aktif dan kreatif dalam memberikan respon terhadap perkembangan tersebut. Para Dosen Pascasarjana harus inovatif, kreatif dan menyajikan informasi-informasi yang baru, aktual dan segar dalam bidang perbankan dan keuangan syariah. Para Dosen Pasca Sarjana seharusnya memiliki kompetensi yang tinggi dalam menyampaikan materi mata kuliah.

    Salah satu isu penting untuk menciptakan produk-produk inovatif dalam  perbankan dan keuangan syariah adalah  hibryd conctracts (al-‘ukud al-murakkabah). Dr Mabid Al-Jarhi, mantan direktur IRTI IDB pernah mengatakan, kombinasi akad di zaman sekarang adalah sebuah keniscayaan. Bentuk akad tunggal sudah tidak mampu lagi meresponi transaksi keuangan kontemporer. Metode hybridcontracts seharusnya menjadi unggulan dalam pengembangan produk.

    Dalam konteks itulah Dr.Aliudin Za’tary dalam buku Fiqh Muamalah Al-Maliyah  al-Muqaran (2008) banyak membahas teori dan praktik hybrid contracts dalam Islamic finance. Bahkan Dr Nazih Hammad menulis buku secara khusus mengenai hybrid contracts Al-’uqûd al-Murakkabah fî al-Fiqh al-Islâmy, Damaskus: Dâr al-Qalam, 2005. Demikian pula Abdullâh bin Muhammad bin Abdullâh al-‘Imrâni, menulis buku Al-’uqûd al-Mâliyah al-Murakkabah: Dirâsah Fiqhiyyah Ta’shîliyah wa Tathbîqiyyah, Riyadh: Dâr Kunûz Eshbelia li al-Nasyr wa al-Tauzî’, 2006), Selain mereka masih banyak ulama yang membahas hybrid contracts di buku-buku fiqh muamalah, seperti Dr.Usman Tsabir dalam buku Fiqh Muamalah Maliyah al-Mu’ashirah (2006).

    Namun harus dicatat, rujukan/referensi yang digunakan untuk  materi hybrid contracts, bukan saja kitab-kitab fiqh muamalah kontemporer, melainkan juga kitab-kitab fikih klasik dari berbagai mazhab, dan para ulama terkemuka, seperti Ibnu Taymiyah, Ibnu Qayyim, Imam Al-Syatibi, dan lain-lain.

    Sebagaimana dimaklumi bahwa pengetahuan mengenai hybridcontracts sangat penting sekali, setidaknya memiliki sepuluh urgensi dalam pengembangan produk perbankan dan keuangan syariah kontemporer. Para Dosen Pascasarjana Ekonomi Islam  harus memahami dengan baik teori dan praktik kontemporer mengenai hybrid contractys pada keuangan dan perbankan syariah. Untuk itulah Iqtishad Consulting menggelar “Training dan Workshop Eksekutif Hybrid Contracts pada Produk Perbankan dan Keuangan” Khusus bagi Dosen Pascasarjana, dengan pembicara pakar Fikih Muamalah Bapak Agustianto Mingka  (Trainer Fikih Muamalah 115 Angkatan).

     

    Berikut 42 point materi workshop :

    1.     Konsep syariah tentang Al-’Ukud al-Murakkabah (Hybrid Contracts)

    2.     Pembagian Terminologi Hybrid Contracts dalam Fikih Islam

    1.     Al-’Ukud al-Murakkabah

    2.     al-’Uqûd al-mujtami’ah,

    3.     al-’Uqûd al-muta’addidah,

    4.     al-’Uqûd al-mutakarrirah,

    5.     al-’Uqûd al-mutadâkhilah,

    6.     al-’Uqûd al-mukhtalithah.

     

    3.     Bentuk-bentuk Hybrid Contracts

    1.     Al-’Ukud al-Murakkabah

    2.     al-’Uqûd al-Mutaqabilah

    3.     al-’Uqûd al-Mutanajisah

    4.     al-’Uqûd al-Mutanaqidhah

    5.     al-’Uqûd al-mutadâkhilah,

    6.     al-’Uqûd al-mukhtalithah

     

    4.     Sepuluh Urgensi Teori Hybrid Contracts.

    5.      Macam-macam  Hybrid Contracts dan Aplikasinya di Perbankan Syariah

    6.     Hukum Hybrid Contracts (Dua Akad dalam Satu Transaksi) Menurut Ulama

    7.     Argumentasi (Dalil Syariah) tentang Hybrid Contracts

    8.     Hybrid Contracts yang dilarang syariah

    9.     Akad Two in One yang dibolehkan.

    10.   Analisis Para Ulama terhadap hadits-hadits dua akad dalam satu transaksi

    11.   Dhawabith (ketentuan syariah ) Hybrid Contracts dan Akibat Hukumnya

     

     

    12.   Hybrid Contracts pada Sindikasi Pembiayaan sesama bank syariah

    13.   Hybrid Contracts pada Sindikasi Pembiayaan Bersama Bank Konvensional

    14.   Hybrid Contracts pada Sindikasi Club Deal

    15.   Hybrid Contracts dalam PembiayaanTake Over

    16.   Hybrid Contracts dalam PembiayaanTake Over yang dihybrid dengan refinancing

    17.   Hybrid Contracts dalam PembiayaanTake Over se-sama bank syariah

    18.   Hybrid Contracts dalam PembiayaanTake Over Empat Pihak.

    19.   Hybrid Contracts dalam Produk Asuransi Syariah

    20.   Hybrid Contracts dalam Sukuk

    21.   Hybrid Contracts dalam Pembiayaan Properti (MMQ)

    22.   Hybrid Contracts dalam Skim-skim Refinancing Syariah

    23.   Hybrid Contracts dalam Kartu Kredit (Delapan Alternatif)

    24.   Hybrid Contracts dalam Pembiayaan Rekening Koran

    25.   Hybrid Contracts dalam Pembiayaan Line Facility

    26.   Hybrid Contracts dalam Pembiayaan Multiguna

    27.   Hybrid Contracts dalam dalam IMBT dan Sewa Beli

    28.   Hybrid Contracts dalam Product Giro

    29.   Hybrid Contracts dalam Factoring / Anjak Piutang

    30.   Hybrid Contracts  dalam Pembiayaan Property Indent

    31.   Hybrid Contracts  dalam Pembiayaan Multijasa

    32.   Hybrid Contracts  dalam Restrukturisasi Pembiayaan Bermasalah

    33.   Hybrid Contracts  dalam Hedging Syariah (via Swap)

    34.   Hybrid Contracts  dalam Linkage Program Bank-Multifinance, BPRS, Kopsyah BMT, baik executing maupun channeling

    35.   Hybrid Contracts dalam Gadai Syariah dan Re-Gadai.

    36.   Hybrid Contracts  dalam Trade Finance dan L/C

    37.   Hybrid Contracts  dalam MDC (Margin During Contruction) dan Margin During Plasantation

    38.   Hybrid Contracts  (5 Akad dalam Satu Produk) pada Pasar Uang Syariah Antar BankS

    39.   Ketentuan Praktis Hybrid Contracts :

    1.     Akad-akad yang Harus Dipisahkan (aqdin mustaqillin)

    2.     Akad-akad yang yang boleh disatukan dalam satu transaksi

    3.     Akad-akad di bawah tangan

    4.     Akad-akad yang yang harus dinotarilkan

    5.     Akad-akad yang memakai materai dan yang tidak memakai  materai.

     

    40.   Hybrid Contracts dan Kewajiban Pajak (PPn)

    41.   Hybrid Contracts dan Akuntansi Syariahnya

    42.   Solusi Kontradiksi antara Hukum Fiqh Muamalah degan Hukum Positif.

     

    SASARAN PESERTA

    1.Direktur Pascasarjana Perguruan Tinggi Islam dan Perg.Tinggi Umum, baik Negeri maupun Swasta

    2. Dosen  Pascasarjana Perguruan Tinggi Agama Islam dan Umum, baik Negeri maupun Sawasta

    Yang memberi kuliah di Prodi atau Kontrasi Ekonomi Syariah,Hukum Bisnis Syariah.

    3. Guru Besar yang mengajar yang Program Pascasarjana Prodi dan Konsentrasi Ekonomi Syariah

    4. Komisaris, DPS/ Dewan Pengawas Syariah  maupun Direktur Bank-Bank Syariah.

    5. Training dan Workshop Eksekutif ini juga boleh diikuti  para Senior yang sedang menyusun Disertasi mengenai Ekonomi Islam, Hukum Bisnis Syariah, baik Hakim, Konsultan, Dosen, Pejabat Regulator Keuangan Syariah maupun  Bankir.

     

    Pengalaman Iqtishad :

    1. Sudah menggelar Training Fikih Muamalah Advance  tentang Perbankan dan keuangan Syariah, Training Eksekutif Ushul Fiqh Keuangan,  Ekonomi Islam, sebanyak 115 Angkatan dan melahirkan lebih dari 3500-an alumni, &0 orang Guru Besar dan Doktor, Direktur Bank Syariah, DPS,Notaris dan Konsultan.
    2. Training Iqtishad juga sudah diikuti Para Direktur Bank Syariah, Dirut BPR Syariah se-Indoensia, DPS, Komisaris Bank Syariah, Seluruh Pemimpin Divisi UUS Bank Pembangunan Daerah seluruh Indoenesia.

    k

     

    Pembicara/Nara Sumber :

    Bapak Agustianto Mingka Beliau adalah Ketua I Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI), Wakil Sekjen MES (Masyarakat Ekonomi Syariah) Pusat, Anggota Pleno DSN-MUI dan Dosen Pascasarjana di 5 Kampus di Jakarta dan Pengawas beberapa Lembaga Keuangan Syariah.

    WAKTU DAN TEMPAT

    Hari/ Tanggal            : 4 -5 Maret  2015

    Pukul                          : 09.00 – 16.00 WIB

    Tempat                      : Hotel Sofyan, Jl.Cut Mutia Mentang Jakarta Pusat.

    INVESTASI:

    1.            Registrasi Reguler Umum Rp 2.500.000/orang

    2.            Paket Reguler Group 3 orang: 2.000.000/orang

    Peserta yang menjadi Pengurus atau anggota IAEI dan atau MES, baik daerah maupun Pusat,  mendapat diskon 20 %

     

    FASILITAS:

    Seminar Kit, Modul Training, Lunch, Coffee break,HotSpot,  Sertifikat, Ruang Kelas Ber AC, CD Softcopy (Modul Training, 83 Fatwa DSN MUI, kompilasi hukum ekonomi syariah)

    CONTACT PERSON & PENDAFTARAN:

    Joko  : 082110206289, 085716962518 /  (dimasjoko@gmail.com)

     

     

    TRAINING DAN WORKSHOP “FIKIH MUAMALAH ADVANCE ON ISLAMIC BANKING AND FINANCE” Bagi Dosen Pascasarjana Ekonomi Islam Perg.Tinggi se-Indonesia ANGKATAN 121 (18-19 Februari 2015) di Jakarta

    0

    Posted on : 03-01-2015 | By : Agustianto | In : Artikel, Kabar Aktual, Pendidikan Ekonomi Syariah

     

    Dasar Pemikiran:

     

    Perkembangan perbankan dan keuangan syariah bergerak dengan cepat baik di panggung internasional maupun nasional. Produk-produk inovatif bermunculan secara revolutif. Design-design kontrak multi-akad (hybrid contracts) menjadi tak terhindarkan, yang terkadang membuat produk perbankan dan keuangan syariah di Indonesia menjadi ketinggalan. Fatwa-fatwa baru tentang ekonomi syariah terus bermunculan. Hampir semua perkembangan baru itu belum ada di buku-buku teks (referensi) saat ini.

     

    Problematika keuangan kontemporer membutuhkan jawaban-jawaban ilmiah berdasarkan kajian akademis, seperti hedging (swap, forward, options), Margin During Contruction, Profit Equalization Reserve (PER), international trade finance, tiga puluhan kasus hybrid contracts, instrument money market inter bank, skim-skim sukuk, repo, pembiayaan sindikasi antar bank syariah atau dgn konvensional, restrukturisasi,  pembiayaan property indent, ijarah maushufash fiz zimmah, hybrid take over dan refinancing, forfeiting, overseas financing, skim KTA, pembiayaan multi guna, desain kartu kredit, hukum-hukum terkait jaminan  fiducia, hypoteik dan hak tanggungan,   serta sejumlah kasus-kasus baru yang terus bermunculan.

     

    Dosen Pascasarjana Ekonomi Islam, para Guru Besar,  serta pakar ekonomi Islam, harus memahami dengan baik perkembangan mutakhir tentang isu-isu terbaru serta  inovasi-inovasi baru  produk perbankan dan keuangan syariah, Dosen Pascasarjana juga harus memahami fitur-fitur baru, regulasi baru serta  serta   fatwa-fatwa terbaru  baik di kancah international maupun nasional.

     

    Berdasarkan PP No 31 Tahun 2006 dan Peraturan Presiden No 8 / 2012 tentang KKNI (Kerangka Kualifiksi Nasional Indonesia),  maka, Dosen Pascasarjana Ekonomi Syariah, harus mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang ekonomi syariah secara inovatif dan teruji melalui riset ilmiah. Dosen Pascasarjana harus bisa melahirkan Magister Ekonomi Islam yang inovatif dan  kreatif dalam  menciptakan produk-produk baru berdasarkan kaedah-kaedah dan temuan ilmiah.

     

    Dosen Pascasarjana harus bisa melahirkan Magister Ekonomi Islam yang bisa memecahkan masalah-masalah ekonomi dan keuangan syariah kontemporer, memberikan solusi dalam bidang ekonomi dan keuangan syariah melalui pendekatan inter atau multidisipliner. Untuk  mewujudkan itu, maka Dosen Pascasarjana Prodi atau Konsentrasi Ekonomi Islam yang mengajarkan  mata kuliah Fikih Muamalah (kontemporer), Islamic Finance, Islamic Economics, Produk Perbankan Syariah, Hukum Perbankan Syariah  (Hukum Bisnis Syariah), Ushul Fiqh,  Filsafat Hukum Islam, akuntansi syariah, harus memahami isu-isu keuangan kontemporer secara komprehensif agar bisa disampaikan pada Mahasiawa Magister atau Mahasiswa Program Doktor Ekonomi Islam.

     

     

     

    MATERI TRAINING DAN WORKSHOP :

    1.  Teori evolusi akad dan perspektif historisnya serta metodologi syariah untuk inovasi produk

    2.  Model-model pembiayaan musyarakah mutanaqishah untuk property, konsumsi, refinancing, take over,  dan modal kerja serta penerapan ijarah maushufah biz dimmah pada MMq.

    3.  Penerapan Hybrid Contract (al-‘ukud al-murakkabah) di 22 produk perbankan dan LKS dan ketentuan-ketentuannya, Hybrid Contract yang terlarang dan yang dibenarkan.

    4.  Aplikasi tujuh desain multi akad (Hybrid Contract) pembiayaan take over dan modal kerja.

    5.  Skim pembiayaan multiguna dan KTA Syariah serta skim pembiayaan pertanian/perkebunan (dari Interest During Construction/ IDC) ke Margin During Construction/MDC) dari sisi desain contracts dan perspektif ushul fiqh (maqashid syariah)

    6.  Aplikasi Hawalah pada kasus-kasus factoringforfaiting, kartu kredit, multi jasa, novasi mudharabah, Cessi, LC dan lain-lain.

    7.  Desain Akad Trade finance dan Overseasfinancing;  L/C, L/C UPAS, L/C Refinancing, baik funded facility (Trust Receipt) maupun non funded.

    8.  Foreign exchange secara syariah (desain akad Islamic swap,Islamic forward, dan options,(hedging syariah), qabath hukmi dan qabath hissy dalam valas, fatwa AOIFII tentangnya)

    9.  Empat design akad pembiayaan multi jasa dan ketentuan syariahnya serta skim pembiayaan haji yang relevan

    10.Design-design akad untuk Pembiyaan Rekening Koran Syariah dan Line Facility.

    11.Restrukturisasi Pembiayaan bermasalah, rescheduling dan restrukturisasi pembiayaan, reconditioning, serta penyelesaian pembiayaan bermasalah

    12.Factoring dengan skim syirkah untuk pembiayaan infrastruktur.

    13.Pembiayaan Sindikasi Bank Syariah (At-Tamwil al-mashrafi al-mujamma’), Club Deal, Risk Participation dan Sub Participation.

    14.Jaminan (Collateral) dan aplikasi rahn ‘iqar (rasmi), rahn hiyazi dan rahn musta’ar pada collateral / jaminan dan rahn tasjily pada pegadaian, paripassu (syirkatul marhun) pada sindikasi.

    15.Gadai syariah dan investasi emas.

    16.Aplikasi dan analisis delapan alternatif desain akad-akad kartu kredit (bithaqoh al-‘iktiman).

     

    Rujukan Materi : Ratusan Buku dan Kitab Fiqh Muamalah Klasik dan Kontemporer.

     

    TUJUAN:

    1. Melahirkan Dosen Pasca Sarjana Ekonomi Islam yang memiliki kompetensi di bidang fikih muamalah advance on Islamic banking and finance
    2. Melahirkan direksi, komisaris,  kepala divisi dan officer bank syariah dan lembaga keuangan syariah yang memahami fitur dan kontrak – kontrak syariah kontemporer, filosofi dan inovasi produk secara syariah.

     

    3.     Melahirkan regulator yang berwawasan luas dan mendalam tentang perbankan dan keuangan syariah. Berwawasan luas artinya menggunakan pendekatan ilmu ushul fiqh, tarikh tasyrik, falsafah syariah, maqashid syariah, qawaid fiqh, ilmu tafsir, mushtalul hadits, dan muqaranatul mazahib fil-ushul fiqh wal fatawa.

     

    4. Melahirkan DPS dan calon DPS yang berkualitas dan berkompeten di bank dan LKS.

    5.     Melahirkan konsultan bisnis syariah yang menguasai issue-issue fiqh muamalah dan finance kontemporer.

     

    SASARAN PESERTA :

    1. Dosen Pasca Sarjana Prodi dan Konsentarsi Ekonomi Islam, Hukum Ekonomi Islam, Perbankan Syariah dan Keuangan Syariah.
    2. Guru Besar yang memberi kuliah terkait ekonomi syariah di berbagai Perguruan Tinggi
    3. Direktur Pascasarjana Perguruan Tinggi Islam dan Umum yang memiliki Prodi Ekonomi Islam, atau Konsentrasi Keuangan Islam,Hukum Bisnis Syariah.
    4. Regulator (Pejabat OJK, Pejabat Bank Indonesia, Pejabat Mahkamah Agung, Pengurus IAI), Para Dirut Bank Syariah, Direksi Bank Syariah/LKS, Komisaris Bank Syariah, Head Group, Pemimpin UUS Bank Syariah.  Ka.Divisi Bank Syariah, Officer/Legal Officer dan Divisi Product  Development  Bank Syariah, dan LKS, Notaris Senior, Hakim Pengadilan, Dewan Pengawas Syariah (DPS), Pejabat Kemenkeu RI.
    5. Training dan Workshop Eksekutif ini juga boleh diikuti  para Senior yang sedang menyusun Disertasi mengenai Ekonomi Islam, Hukum Bisnis Syariah, baik Hakim, Konsultan, Dosen, Pejabat Regulator Keuangan Syariah maupun  Bankir.

     

     

    Pengalaman Iqtishad :

    1. Sudah menggelar Training Fikih Muamalah Advance  tentang Perbankan dan keuangan Syariah, Training Eksekutif Ushul Fiqh Keuangan,  Ekonomi Islam, sebanyak 115 Angkatan dan melahirkan lebih dari 3500-an alumni, &0 orang Guru Besar dan Doktor, Direktur Bank Syariah, DPS,Notaris dan Konsultan.
    2. Training Iqtishad juga sudah diikuti Para Direktur Bank Syariah, Dirut BPR Syariah se-Indoensia, DPS, Komisaris Bank Syariah, Seluruh Pemimpin Divisi UUS Bank Pembangunan Daerah seluruh Indoenesia.

    k

     

     

    Tanggal Acara : 18-19 Februari   2015 di Jakarta

     

     

    BIAYA PENDAFTARAN:

    Perorangan            : Rp. 3.000.000/peserta

    Group min 3 orang: Rp. 2.500.000/peserta

    Group min 5 orang : Rp. 2.000.000/peserta

     

    Peserta yang menjadi Pengurus atau anggota IAEI dan atau MES, baik daerah maupun Pusat mendapat diskon 20 %

     

     

    CP DAN TEMPAT PENDAFTARAN:

    Sdr. Joko Wahyuhono

    Hp : 082110206289 / 085716962518.

    Tlp :021-9185 9977, Fax: (021) 52901083

    Email: joko@iqtishadconsulting.com,  dimasjoko@gmail.com

    Website: www.iqtishadconsulting.com

     

     

     

    PENYELENGGARA:

    Event ini digelar Iqtishod Consulting Jakarta,yang Bermarkas di Kantor MES PUSAT (Masyarakat Ekonomi Syariah Pusat)

     

     

    Kantor: Kantor Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah Lt.Dasar #2

    Jl.Setiabudi Tengah No.29 Setiabudi, Kuningan, Jakarta Selatan 12910

     

    Note: Bukti sah menjadi peserta jika sudah mengirimkan formulir pendaftaran dan bukti transfer.

     

     

    Training dan Workshop Eksekutif Ushul Fiqh Keuangan dan Perbankan Syariah Kontemporer Bagi Dosen Pascasarjana Ekonomi Islam Perguruan Tinggi Se-Indonesia

    0

    Posted on : 03-01-2015 | By : Agustianto | In : Artikel, Kabar Aktual, Pendidikan Ekonomi Syariah

     

    Pendahuluan

     

    Sejalan dengan pertumbuhan industri keuangan syariah yang  demikian pesat di tanah air, Program Pendidikan Tinggi Ekonomi Syariah juga berkembang  secara spektakuler, termasuk Program Pascasarjana Ekonomi Syariah. Merujuk kepada KKNI (Kerangka Kualifiksi Nasional Indoensia), Dosen Pascasarjana Ekonomi Syariah, harus mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang ekonomi syariah secara inovatif dan teruji melalui riset ilmiah. Dosen Pascasarjana harus bisa melahirkan Magister Ekonomi Islam yang inovatif dan  kreatif dalam  menciptakan produk-produk baru berdasarkan kaedah-kaedah dan temuan ilmiah.

     

    Dosen Pascasarjana harus bisa melahirkan Magister Ekonomi Islam yang bisa memecahkan masalah-masalah ekonomi dan keuangan syariah kontemporer, memberikan solusi dalam bidang ekonomi dan keuangan syariah melalui pendekatan inter atau multidisipliner. Untuk  mewujudkan itu, maka Dosen Pascasarjana  yang mengajar mata kuliah Ushul Fiqh, Fikih Muamalah (kontemporer), Islamic Finance, Islamic Economics, Produk Perbankan Syariah, Hukum Perbankan Syariah  (Hukum Bisnis Syariah),  Filsafat Hukum Islam, akuntansi syariah, harus memahami dengan baik ilmu ushul fiqh dan maqashid syariah, secara teori dan   penerapannya untuk  menjawab isu-isu keuangan kontemporer.

     

    Ushul Fiqh, Maqahid Syariah, dan Qawaid fiqh adalah mata kuliah wajib di program- Pasca Sarjana Ekonomi Islam. Namun silabus ushul fiqh dan materi yang disampaikan, umumnya masih sangat jauh tertinggal dari kebutuhan dan tuntutan industri perbankan dan keuangan kontemporer.

     

    Silabus ushul fiqh selama ini masih berkutat dengan kasus-kasus beberapa abad silam, bahkan 1 millenium silam, sangat sedikit tentang kasus-kasus financial dan ekonomi apalagi mengenai kasus-kasus financial kontemporer, nyaris tidak tersentuh sama sekali. Buku ushul fiqh lebih banyak diwarnai contoh kasus-kasus ibadah, jinayah, munakahat dan non ekonomi financial. Kalaupun ada sedikit ekonomi, kasusnya sangat sederhana. Akibatnya, mata kuliah ushul fiqh yang diajarkan tidak bisa menjawab dan meresponi isu-isu dan problem keuangan kontemporer, seperti hedging (swap, forward, options), margin during contruction, profit equalization reserve (PER), trade finance, puluhan kasus hybrid contracts, instrument money market inter bank, skim-skim sukuk, repo, pembiayaan sindikasi antar bank syariah atau dgn konvensional, restrukturisasi,  pembiayaan property indent, ijarah maushufash fiz zimmah, hybrid take over dan refinancing, forfeiting, overseas financing, skim KTA, pembiayaan multi guna, desain kartu kredit, hukum-hukum terkait jaminan  fiducia, hypoteik dan hak tanggungan,   serta sejumlah kasus-kasus baru yang terus bermunculan. Kesenjangan ini pada gilirannya tidak bisa mengantar seorang akademisi ataupun praktisi kepada pemahaman metodologi istimbath masalah masalah ekonomi keuangan kontemporer, yang semakin kompleks.

     

    Kesenjangan antara materi  ushul fiqh yang diajarkan di kampus dengan kasus-kasus aktual yang hendak dijawab dan dibutuhkan industri keuangan tidak boleh dibiarkan berlangsung.  Untuk itulah kami akan memberikan materi baru dan  silabus terbaru ekonomi syariah di S2 dan S3 (bisa juga sebagiannya untuk S1) melalui Training dan Workshop Ushul Fiqh Ekonomi Keuangan kontemporer bagi dosen ushul fiqh, dosen fiqh muamalah dan dosen ekonomi Islam, dosen Islamic Finance, dosen qawaid fiqh di Seluruh Perguruan Tinggi Indonesia, yang memiliki program ekonomi Islam, baik Perguruan Tinggi Agama Islam, UIN, IAIN, STAIN, maupun Perguruan Tinggi Umum dan Swasta

     

    Setidaknya terdapat 11 (sebelas) dalil syariah, yaitu (Alquran, Sunnah, Ijma’, Qiyas, Istihsan, maslahah mursalah, ‘Urf, Sa’ad zariah, Istishab, fatwa sahabat dan syar’u man qablana. Pembahasan dalil-dalil dari kasus-kasus aktual kontemporer dalam training ini, senantiasa dijiwai oleh maqashid syariah, sebagai pedoman utama dalam perumusan hukum finansial Islam.

     

    Untuk lebih mengkomprehensifkan materi training ini, kajiannya juga menggunakan ilmu qawaid fiqh dan tarikh tasyrik fil-muamalat serta didukung ilmu tafsir, ulumul quran dan hadits (mushtalahul hadits)

    Dalam konteks keindonesiaan kita perlu memahami metode penetapan fatwa MUI di Indonesia, bagaimana manhaj dan metode ijtihad yang dilakukan MUI dalam menetapkan fatwa-fatwa ekonomi syarah.

     

    Para akademisi keuangan syariah di Program Pascasarjana seharusnya memahami ilmu ushul fiqh dan maqashid syariah dari setiap produk perbankan dan keuangan syariah. Ilmu ushul fiqh    memberikan pemahaman tentang metodologi istimbath (penetapan hukum) para ulama dalam merumuskan dan menetapkan suatu masalah, Ilmu Ushul fiqh memberikan dalil-dalil syariah dan argumentasi ushul fiqh mengenai suatu kebijakan, produk, system dan mekanisme perbankan syariah.

     

    Ushul fiqh yang berwawasan maqashid syariah memberikan wawasan filosofis dan pemikiran rasional, tentang akad-akad pada setiap produk perbankan syariah.  Ilmu Ushul fiqh adalah ilmu hukum Islam yang sering disebut sebagai The Principle of Islamic Jurispredence. Ushul fiqh berisi  teori-teori  hukum Islam yang pada training ini dikhususkan teori hukum tentang ekonomi syariah. Ushul Fiqh adalah ibu (induk) dari semua ilmu syariah, karena itu ushul fiqh adalah induk dari ilmu ekonomi syariah. Ushul fiqh adalah disiplin ilmu syariah yang memberikan landasan dan kerangka  epistimologi ilmu ekonomi Islam, Artinya, kajian epestimologi ekonomi syariah tidak bisa melepaskan diri dari disiplin ilmu ushul fiqh.

     

    Ilmu ushul fiqh akan meningkatkan derajat intelektualisme para akademisi dari taqlid (muqallid) kepada muttabi’, bahkan menjadi mufti dan mujtahid*. Para Guru Besar, Doktor dan  dosen pascasarjana   yang memberi kuliah di kampus atau praktisi yang menjabat posisi penting di perbankan (direksi, divisi legal, product development, ALCO, auditor, DPS, dan  konsultan, sepatutnya mengetahui ilmu ushul fiqh di bidang ekonomi keuangan, agar pengetahuannya di bidang ekonomi syariah komprehensif dan holistic. Karena ia melandasi pengetahuan fikih muamalahnya dengan alasan, argumentasi dan dalil-dalilnya secara syariah serta maqashid syariahnya.

    Maqashid syariah menduduki posisi yang sangat penting dalam merumuskan ekonomi  syariah. Maqashid syariah tidak saja diperlukan untuk merumuskan kebijakan-kebijakan ekonomi makro (moneter, fiscal ; public finance),  tetapi juga untuk menciptakan produk-produk perbankan dan keuangan syariah serta teori-teori ekonomi mikro lainnya. Maqashid syariah juga sangat diperlukan dalam membuat regulasi perbankan dan lembaga keuangan syariah. Tanpa maqashid syariah,  maka semua regulasi, fatwa, produk keuangan dan perbankan, kebijakan fiscal dan moneter, akan kehilangan substansi syariahnya. Tanpa maqashid syariah, fikih muamalah yang dikembangkan dan  regulasi perbankan dan keuangan yang hendak dirumuskan  akan kaku dan statis, akibatnya lembaga perbankan dan keuangan syariah akan sulit dan lambat berkembang. Jiwa maqashid syariah akan mewujudkan  fikih muamalah  yang elastis, fleksibel, lincah dan senantiasa bisa sesuai dengan perkembangan zaman (shilihun li kulli zaman wa makan).

    Sasaran dan Ketentuan Peserta :

    1. Dosen Pascasarjana Ekonomi  Islam di UIN, IAIN, STAIN, PTAIS, dan PTN
    2. Para Guru Besar yang mengajarkan mata kuliah ekonomi syariah atau terkait dgn ekonomi syariah
    3. Training ini sangat dianjurkan bagi Doktor Ilmu Hukum di Perguruan Tinggi Negeri/Umum
    4. Diutamakan para doctor yang sudah mengajar di Prodi / konsentrasi ekonomi syariah, baik doctor luar maupun dalam negeri

     

    Materi Training :

    Materi  I : Pengantar dan Pendahuluan

    1. Penjelasan Silabus dan Referensi
    2. Pengertian, Obyek Kajian, dan Ruang Lingkup Ushul Fiqh
    3. Perbedaan Ushul fiqh, Fiqh, Syariah dan Qawaid Fikih
    4. Urgensi dan Kegunaan Ushul Fiqh dalam Ekonomi Keuangan

    Materi  II

    Sejarah Ushul Fikih dan Signifikansinya dalam Pengembangan Ekonomi Keuangan Islam kontemporer

    1. Ushul Fiqh di Masa Nabi dan Perkembangan Ijtihad
    2. Ushul Fiqh di Masa Sahabat dan Ijtihad para Sahabat Nabi
    3. Ushul Fiqh di Masa tabi’in dan Imam Mazhab
    4. Ushul Fiqh Pasca Imam Mazhab, dan Masa Asy-Syatibi.

    Materi III : Sumber-Sumber Hukum Ekonomi Islam

    1. Alquran sebagai sumber Hukum Ekonomi Islam
    • Pengertian Alquran  dan Ciri-ciri Alquran
    • Muhkamat dan Mutasyabihat
    • Tiga Bidang kandungan Hukum dalam Alquran
    • Hukum-hukum ekonomi keuangan dalam Alquran
    • Kedudukan Alquran sebagai sumber hukum (hujjah)
    • Qath’iy dan Zanniy dalam Alquran ; kaitannya dengan Ijtihad Ekonomi Islam
    • Prinsip Penerapan Syariah Menurut Al-quran

    2. Hadits sebagai Sumber Hukum Ekonomi Islam

    • Pengertian Sunnah dan Hadits
    • Sunnah Fi’liyah dalam ekonomi keuangan
    • Sunnah Qauliyah dalam ekonomi Keuangan
    • Sunnah Taqririyah dalam ekonomi keuangan
    • Hadits Shahih, Hasan dan dha’if, dalam bidang ekonomi keuangan
    • Hadits mutawatir, masyhur dan Ahad.
    • Kehujjahan Sunnah dan pandangan Ulama tentang hadits Ahad
    • Petunjuk Dilalah (Makna teks Sunnah) dalam konteks ekonomi
    • Kedudukan Sunnah terhadap Al-Quran dalam kasus-kasus ekonomi
    • Hadist-hadits Ekonomi Keuangan.

    Pertemuan IV : Ijma’ sebagai Dalil / Sumber Hukum Ekonomi Islam

    1. Pengertian dan Kedudukan Ijma’

    2. Perkembangan Pendapat ulama ttg Ijma’

    3. Persyaratan Ijma’ dan Pandangan Ulama tentangnya

    4. Pembagian Ijma’ dan Pandangan Ulama

    5. Ijma’ dalam masalah Ekonomi, Keungan dan Kontrak Perbankan

     

    Materi V : Qiyas Sebagai Dalil/Sumber Hukum Ekonomi Islam

    1.Pengertian dan Rukun Qiyas,

    2.Pembagian Qiyas : Qiyas Jaliy, Qiyas Khafiy, Qiyas Awlawy, Qiyas

    3.Musawy dan Qiyas Adwan serta Penerapannya dalam Ekonomi

    4.Metode menetapkan illat dalam masalah muamalah : Takhrijul Manath, Tanqihul Mananth dan Tahqiqil Manath

    6. Penerapan qiyas dalam keuangan dan perbankan :

    • Qiyas Jaminan fiducia ke bay’ wafa
    • Analisis Illat pada Murabahah Emas dengan cicilan
    • Sekuritisasi asset (aktiva) bank syariah yang menggunakan syirkah mutanaqishah, mengqiyaskan hutang dengan MMQ
    • Ijarah maushufah biz zimmah pada pembiayaan property dgn MMq,
    • Qiyas swap valas kepada bay wafa’. dll
    • Qiyas rahn hiyazy kepada rahn tasjiliy
    • Qiyas ujrah amil zakat kepada nazir waqf
    • Qiyas options kepada ’urbun atau khiyar ???
    • Qiyas ma’al fariq :

    -Qiyas salam kepada bursa berjangka (futures) ???

    -Qiyas Tawarruq kepada riba ??

    Materi VI : Ijtihad dan Penerapannya dalam Ekonomi Keuangan

    1. Pengertian dan Perkembangan Ijtihad,

    2. Syarat Mujtahid dan Klasifikasi Mujtahid

    3. Pembagian Ijtihad : Istimbathiy, Tathbiqy, Intiqaiy, Insya-iy, dll.

    4. Lapangan Ijtihad dan kekuatan Hasil Ijtihad

    5. Penerapan Ijtihad dalam Ekonomi Keuangan Kontemporer

    Ijtihad dalam Inovasi Produk Perbankan dan Keuangan Syariah

    Ijtihad dalam ekonomi mikro

    Ijtihad dalam ekonomi makro (dan public finance)

    Materi VII : Manhaj dan Metode Penetapan Fatwa Ekonomi Syariah DSN-MUI

     

    (Materinya adalah Ringkasan/Khulasah dari  Pidato Pengukuhan Doktor Honoris Causa DR.KH Ma’ruf Amin di UINSyarif Hidayatullah, Jakarta)

     

     

     

    Materi VIII : Penerapan metode Istihsan pada ekonomi keuangan syariah

     

    1. Pengertiannya menurut para ulama
    2. Dasar syariah penggunaan istihsan
    3. Pandangan ulama tentang Kehujjahan istihsan dalam syariah

     

    Kasus-kasus Istihsan :

    • Praktek istihsan pada ijarah maushufah biz zimmah pada kasus pembiayaan

    properti di bank syariah

    • Profit Equalization Reserve (PER) pada system bagi hasil di bank syariah
    • Penerbitan SBSN oleh pemerintah dan tradable dengan skim sukuk istishna’.
    • Forward valas untuk tujuan hedging yang berlandaskan underlying asset bagi importir.
    • Swap untuk hedging (mengatasi risk akibat fluktuasi kurs mata uang)
    • Penjualan saham yang belum qabath hissi.
    • Penjualan valas secara ma’dum, tetapi dalam masa 2×24 jam (qabat hukmi)
    • Penerbitan sukuk salam
    • SBI Syariah Ju’alah, hanya dibenarkan bagi bank syariah yang memiliki FDR 80 persen lebih
    • Giro Wajib Minimum di Bank Indonesia
    • Penentuan saldo minimun giro wadiah di bank syariah Kriteria saham syariah Total pendapatan bunga dan pendapatan tidak halal lainnya dibandingkan dengan total pendapatan usaha (revenue) dan pendapatan lain-lain tidak lebih dari 10% (sepuluh per seratus);
    • Rasio keuangan Efek Syariah di RI : Utang bunga : Asset (45 % : 55 % = 82%)

    (Jalannya 45 x 100 : 55 = 82 %)

    SBI Syariah Ju’alah, hanya dibenarkan bagi bank syariah yang memiliki FDR 80 persen

     

    Macam-macam istihsan dan penerapannya dlm ekonomi dan finansial Islam kontemporer.

     

    1. Istihsan Nash : jual beli salam

    2. Istihsan ‘Urf : Jual beli mu’atah di swalayan, jual beli Istishna’ pada bank syariah, taqabuth dalam transaksi valas di bank devisa, menjual valas yang belum qabath, menjual saham kembali yang belum diterima bukti administrative, menarik tabungan mudharabah secara harian, makan di restoran all you can eat, makan di longue bandara,

    3. Istihsan Dharury : Repo (repurchase agreement) surat berharga (SBI, SBSN, aktiva produktif) oleh Bank syariah yang kesulitan likuiditas.

    4. Istihsan Istislahi : penerapan revenue sharing pada profit distribution, dll.

    5. Istihsan bersandarkan Ijma’ dan Contoh-contohnya nya dalam keuangan Islam

    6. Istihsan Qiyasi : Tawarruq fiqhiy untuk pembiayaan sector riil, dll.

     

    Pertemuan IX : Dalil dan Metode Penggalian Hukum Ekonomi Islam

     

    Maslahah Mursalah dan penerapannya dalam ekonomi Islam

     

    1. Pengertiannya menurut para ulama, dan pembagian maslahah

    2. Pandangan ulama tentang kehujjahan maslahah mursalah dalam syariah

    3. Syarat-Syarat Maslahah Mursalah

    5. Penerapan maslahah pada kasus ekonomi dan keuangan Islam

    • Penerapan collateral pada financing di bank syariah
    • Penerapan net revenue sharing pada bagi hasil
    • Larangan dumping (siyasah ighraq) dalam penjualan suatu produk
    • Intervensi harga pemerintahpada saat distorsi pasar
    • Larangan kartel dan monopoli,
    • Larangan spekulasi valas karena maslahah ‘ammah
    • Penerapan dinar dan dirham krn maslahah ‘ammah
    • Mengadakan Pengadilan Niaga Syariah
    • Larangan talaqqi rukban,memelihara maslahah petani
    • Larangan bay’ najsy, karena menjaga maslahah pembeli agar tidak tertipu harga
    • Larangan Ghabn di pasar.
    • Larangan dasar forward, swap dan options pada valas.

    Materi X : Penerapan Sadd al Zari’ah dalam ekonomi keuangan syariah

     

    1. Pengertian Sadd Zariah dan Fath al-Zari’ah

    2. Dasar Syariah Penggunaan Sadd al-Zari’ah

    3. Pandangan ulama tentang Sadd Al-Zari’ah dalam syariah

    4. Kontradiksi Sadd Zari’ah dengan dalil-dalil syariah lain.

    5. Kasus-kasus tentang Sadd Zariah dan Fath Zariah kontemporer:

    • Larangan Riba Fadhal pada transaksi valas
    • Larangan Jual beli al-’inah,
    • Larangan tawarruq munazzam tertentu
    • Keniscayaan Manajemen Resiko dalam praktek perbankan
    • Larangan forward, swap dan options pada sharf.
    • Larangan kombinasi akad qardh dan ijarah.
    • Larangan refinancing konvensional
    • Larangan mengiklankan miras
    • Larangan minum miras yang sedikit
    • Larangan bunga yang sedikit, 1-3 %
    • Menjual senjata kepada kelompok musuh
    • Larangan iklan dengan tampilan porno
    • Larangan jual beli CD Porno
    • Larangan kartu kredit syariah bagi orang yang belum layak secara financial dan carakter
    • Larangan pemberian ujrah karena rekruitmen members MLM (up line) secara tidak wajar.
    • Larangan Money Game dalam produk/Jasa Umrah dan Haji
    • Keharusan bukti transaksi bagi bank yang membeli valas di atas 100.000 dolar US.

     

    6.Kaedah-Kaedah Ushul Fiqh tentang Sadd Zariah dan Fath Zariah dan penerapannya dalam ekonomi keuangan

     

    Materi  X : ’Urf dan Penerapannya dalam hukum ekonomi Islam

     

    1. Pengertian ‘Urf menurut para ulama

    2. Dasar syariah penggunaan ‘Urf

    3. Pandangan ulama tentang Kehujjahan ‘Urf dalam syariah

    4. Macam-macam ‘Urf dan Contohnya dalam ekonomi keuangan

    5. 20 kasus ‘Urf Fasid dalam ekonomi keuangan kontemporer

    6. Syarat-Syarat ‘Urf bisa diterima sebagai dalil syariah

    7. Integrasi dan kombinasi ‘Urf dengan dalil-dalil syariah lain.

    8. Kasus-kasus ‘Urf kontemporer:

    • Mata uang kertas, dinar dan dirham.
    • Taqabuth dalam transaksi valas
    • Urf dalam jual beli mu’athah, muzayadah, dan ‘urbun.
    • Adanya garansi dalam pembelian barang elektronik, dll.
    • Sewa Beli di perusahaan leasing syariah
    • Konsinyasi dan waralaba (franchising)
    • Memproteksi setiap pembiayaan dengan asuransi syariáh
    • Kebiasaan Menabung di Bank Syariáh.

     

    9. Kaedah-Kaedah Ushul Fiqh tentang ‘Urf dan penerapannya dalam ekonomi keuangan

     

    Materi XI : Penerapan istishab dalam keuangan syariah kontemporer

     

    1. Pengertian Istishab dan contoh-contoh kasus
    2. Dalil Alquran dan Hadits tentang Istishab
    3. Pandangan Ulama tentang kedudukan dalil istishab
    4. Prinsip-prinsip dan kaedah fiqh tentag istishab
    5. Penerapan istishab pada Kasus-kasus keuangan syariah
    • -Giro Mudharabah bil wa’diah di perbankan syariah
    • -Hybrid Contract Keuangan dan perbankan
    • -Sewa Beli (Bay’ at-Takjiriy)
    • -Mudharabah Muntahiyah bit Tamlik (mudharabah menurun)
    • -Menggabungkan Hiwalah dan Syirkah untuk factoring
    • -Mudharabah musytarakah
    • -Bay ‘ wafa dan syirkah milk / IMBT
    • -Musyarakah Mutanaqishah, syirkah tadhamun dan syirkah
    • -Multi Nisbah pada bagi hasil

     

    1. Fatwa sahabat dan mazhab sahabi sebagai dalil dalam ekonomi Islam

    Abu Bakar Shiddiq tentang zakat perusahaan

    Umar Bin Khattab dalam banyak kasus.

    Ali bin Abi Thalib dalam kasus jual beli kredit (cicilan)

    Syar’u Man Qablana dan kaitannya dengan hukum Ekonomi Islam

     

    Materi XII : Maqashid Syari’ah dalam Keuangan Syariah

    1. Pengertian Maqashid Syari’ah, dasar hukum dan sejarahnya
    2. Penerapan Maqashid Syariah di Masa Nabi dan Sahabat serta Impilkasinya untuk Ijtihad Keuangan Kontemporer
    3. Maqashid syariah menurut pandangan para ulama
    4. Gradasi Maslahah : Dharuriyat, Hajiyat dan Tahsiniyat
    5. Penerapan Maqashid Syariah dalam ekonomi dan Keuangan Islam
    6. Implikasi & Signifikansi Maqashid Syari’ah dlm Pengembangan Ekonomi Islam :
    • Maqashid Syariah pada Produk-Produk Perbankan Syariah, murabahah,IMBT,MDC, dll.
    • Maqashid Syariah pada Sejumlah larangan : Riba Fadhal, Bay kali Bi Kali, Gharar.
    • Maqashid Syariah pada Anuitas,
    • -Maqashid Syari’ah dan Teori Perilaku Konsumen (Boleh tidak dipilih)
    • -Maqashid syari’ah dan Teori Perilaku Produsen (Boleh tidak dipilih)
    • -Maqashid Syari’ah dalam Kebijakan Fiskal
    • -Maqashid Syari’ah dalam Kebijakan Moneter

     

    1. 15 kaedah yang terkait dengan maslahah

     

    Materi XIII : Qawa’id Fiqh dalam keuangan perbankan syariah

    1. Pengertian, Perbedaan Qawa’id Fiqhiyyah dan Qawa’id Ushuliyah, Sejarah Ringkas Qawaid Fiqhiyyah
    2. Urgensi Qawaid Fiqhiyyah dalam formulasi hukum ekonomi Islam
    3. Qaidah-Qaidah Asasiyah dan cabang-cabangnya

    Al-Umur bi Maqashidiha dan Penerapannya dalam Ekonomi Islam

    Al-Yaqin La Yuzalu bisy-Syak dan penerapnnya dalam ekonomi Islam

    Al-Masyaqqatu tajlibut taysira & Penerapannya dalam Ekonomi Islam

    Adh-Dhararu Yuzalu & Penerapannya dalam Ekonomi Islam,

    Al-’Adah Al-Muhakkamah, & Penerapannya dalam Ekonomi Islam

    1. 99 Kaedah Fiqh Ekonomi Keuangan dalam Al-Majallah al-Ahkam al-‘adliyah

     

    Materi XIV : -Qawaid Fiqh dalam keuangan perbankan syariah

    1. Qawa’id fiqh dharurat pada kasus – kasus industri financial
    2. waid Gharar pada Industri Financial
    3. Kaedah-Kaedah Fiqh pada Perbankan dan Keuangan Islam Kontemporer di luar kaedah Majallah Ahkam Adliyah
    4. Qawaid Fiqh tentang pengembangan LKS secara gradul
    5. Qawaid Fiqh sumber permodalan bank/LKS dari konvensional
    6. Qawaid Fiqh tentang akad formal vs maqashid
    7. Qawaid Fiqh tentang denda atas Keterlambatan cicilan
    8. Qawaid Fiqh tentang qardh
    9. Qawaid Fiqh tentang Istishna’
    10. Qawaid Fiqh tentang syirkah
    11. Qawaid Fiqh tentang mudharabah
    12. Qawaid Fiqh tentang rahn
    13. Qawaid Fiqh tentang Kafalah dan Hiwalah
    14. Qawaid Fiqh tentang Kafalah pada multi jasa
    15. Qawaid Fiqh tentang Illat
    16. Qawaid Fiqh tentang resiko, biaya dan keuntungan (hasil)
    17. Qawaid Fiqh tentang kebebasan berkontrak (Ash-Shulhu Jaiz)
    18. Qawaid Fiqh gharar yang sedikit dan yang banyak
    19. Qawaid Fiqh tentang Istishab
    20. Qawaid Fiqh tentang Hybrid Contract
    21. Qawaid Fiqh tentang penentuan besaran margin
    22. Qawaid Fiqh pada kasus-kasus actual keuangan syariah
    23. Qawaid Fiqh pada maslahah

     

    1. Kaidah-Kaedah Fiqh tentang Ekonomi Makro (Fiskal-dan Moneter)

     

    Instruktur :

     

    Agustianto Mingka (Ketua I Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI), Wakil Sekjen MES Pusat, Anggota Pleno DSN-MUI, Dosen Ushul Fiqh Pascasarjana UI, Dosen Ushul Fiqh Program Pascasarjana  Islamic Economics and Finance  Trisakti (S2 dan S3), Dosen Ushul Fiqh Program S2 MBKI Univ. Paramadina, Dosen Fikih Muamalah Program Magister Akuntansi UNPAD,Bandung, Dosen Program S2 Ekonomi Islam IAIN Syekh Nurjati dan Dosen Ushul Fiqh S2 Magister Ekonomi Islam UI Az-Zahra. Beliau juga seorang konsultan bank-bank syariah nasional dan sekaligus  akademisi yang sudah mentraining sebanyak 62 angkatan dalam masa tiga tahun mengenai materi    fiqh muamalah advance tentang perbankan dan keuangan maupun  ushul fiqh keuangan  di kalangan akademisi dan para Dirut dan  Direktur Bank Syariah, Komisaris Bank Syariah dan DPS Bank-Bank Umum Syariah, Bank BPD, Dirjen Pajak, Regulator Keuangan (Bapepam LK), BPR Syariah serta Lembaga-Lembaga Keuangan Syariah lainnya. Beliau Dewan Pengawas Syariah di Indonesia Exim Bank / LPEI, DPS di berbagai Lembaga keuangan al. Asuransi Jasa Raharja Putra, Multifinance Syariah SMS Finance dan Multi Finance Syariah Olympindo.)

     

     

    Pengalaman Iqtishad :

    1. Sudah menggelar Training Fikih Muamalah Advance  tentang Perbankan dan keuangan Syariah, Training Eksekutif Ushul Fiqh Keuangan,  Ekonomi Islam, sebanyak 115 Angkatan dan melahirkan lebih dari 3500-an alumni, &0 orang Guru Besar dan Doktor, Direktur Bank Syariah, DPS,Notaris dan Konsultan.
    2. Training Iqtishad juga sudah diikuti Para Direktur Bank Syariah, Dirut BPR Syariah se-Indoensia, DPS, Komisaris Bank Syariah, Seluruh Pemimpin Divisi UUS Bank Pembangunan Daerah seluruh Indoenesia.

     

    WAKTU : Tanggal 2-3 April 2015

    BIAYA PENDAFTARAN:

    Perorangan            : Rp. 3.000.000/peserta

    Group min 3 orang: Rp. 2.500.000/peserta

    Group min 5 orang : Rp. 2.000.000/peserta

     

    Peserta yang menjadi Pengurus atau anggota IAEI dan atau MES, baik daerah maupun Pusat mendapat diskon 20 %

     

     

    CP DAN TEMPAT PENDAFTARAN:

    Sdr. Joko Wahyuhono

    Hp : 082110206289 / 085716962518.

    Tlp :021-9185 9977, Fax: (021) 52901083

    Email: joko@iqtishadconsulting.com,  dimasjoko@gmail.com

    Website: www.iqtishadconsulting.com

     

     

     

     

     

     

    Training dan Workshop Nasional Dosen Prodi Ekonomi Syariah, Keuangan dan Perbankan Syariah Untuk Meningkatkan Kompetensi Dosen Perguruan Tinggi di Indonesia (Kegiatan Inhouse Training yang berkelanjutan)

    0

    Posted on : 31-12-2014 | By : Agustianto | In : Pendidikan Ekonomi Syariah, Perbankan Syariah, Seminar & Training

     

    Read the rest of this entry »

    Perkembangan Pendidikan Ekonomi Syariah di Indonesia

    0

    Posted on : 14-04-2011 | By : Agustianto | In : Artikel, Pendidikan Ekonomi Syariah

    Oleh : Agustianto

    Perkembangan ekonomi Islam dalam tiga dasawarsa belakangan ini mengalami kemajuan yang sangat pesat, baik dalam bentuk kajian akademis di perguruan tinggi maupun secara praktik operasional. Perhatian para ilmuwan kepada ekonomi Islam mulai berlangsung sejak tahun 1960-an, Read the rest of this entry »

    Standarisasi Kurikulum Ekonomi Islam

    3

    Posted on : 04-04-2011 | By : Agustianto | In : Artikel, Pendidikan Ekonomi Syariah

    Oleh : Agustianto

    Perkembangan yang cepat dari industri keuangan dan  perbankan syariah  saat ini membutuhkan Sumber Daya Insani (SDI) profesional dan berkulitas  yang  mampu mengetahui tidak hanya tataran konseptual tetapi juga pada tataran praktis tentang ekonomi keuangan Islam tersebut. Kebutuhan akan Sumber Daya Insani tersebut, sampai saat ini belum  diimbangi dengan supply SDI yang memadai. Read the rest of this entry »

    Mencetak SDM Bank Syari’ah Yang Berkompeten

    2

    Posted on : 04-04-2011 | By : Agustianto | In : Artikel, Pendidikan Ekonomi Syariah, Perbankan Syariah

    Oleh : Agustianto

    Bank syariah mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang demikian cepat. Perkembangan dan pertumbuhan perbankan syari’ah, itu boleh dibilang luar bisa dengan tingkat pertiumbuhan 40 persen pertahun sejak tahun 2002. Sampai akhir Desember 2010, asset perbankan syariah sudah menembus angka Rp 100 triliun lebih.  Saat ini market share perbankan Read the rest of this entry »

    Meningkatkan Kompetensi SDM Ekonomi Syari’ah

    0

    Posted on : 01-04-2011 | By : Agustianto | In : Artikel, Pendidikan Ekonomi Syariah

    Oleh : Agustianto

    Perkembangan dan pertumbuhan perbankan syari’ah di Indonesia sangat pesat. Sampai akhir Desember 2010, asset perbankan syariah sudah menembus angka Rp 100 triliun lebih.  Saat ini market share perbankan syariah sudah mencapai 3,2 persen dengan tingkat pertumbuhan rata-rata Read the rest of this entry »

    All Articles | Contact Us | RSS Feed | Mobile Edition