• Dapatkan 8 buku karya Agustianto, antara lain: Fikih Muamalah Ke-Indonesiaan, Maqashid Syariah, dalam Ekonomi dan Keuangan, Perjanjian (Akad) Perbankan Syariah, Hedging, Pembiayaan Sindikasi Syariah, Restrukturisasi Pembiayaan Bank Syariah, Ekonomi Islam Solusi Krisis Keuangan Global. Hub: 081286237144 Hafiz

  • Workshop Manajemen Risiko Kredit/Pembiayaan: Mengenali Potensi Masalah Kredit/Pembiayaan di Perbankan/Perbankan Syariah dan Bagaimana melakukan Pengelolaan Risikonya Tgl 22 – 23 Mei 2019 di Hotel Sofyan Betawi, Jakarta.

    0

    Posted on : 09-05-2019 | By : Agustianto | In : Pendidikan Ekonomi Syariah, Perbankan Syariah, Seminar & Training

    Pendahuluan

    Sebagai industri yang sangat ketat diatur oleh berbagai regulasi (highly regulated industry), perbankan, termasuk perbankan syariah, masih menggantungkan diri pada kredit/pembiayaan sebagai sumber pendapatan utamanya. Secara ekonomi, laju pertumbuhan penyaluran kredit/pembiayaan juga ikut menentukan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Sebaliknya, kegagalan dalam manajemen perkreditan/pembiayaan di suatu bank tertentu dapat berdampak luas terhadap kepercayaan nasabah dan masyarakat, bahkan bisa berdampak sistemik yang amat mengganggu perekonomian suatu negara. Oleh karena itu, risiko kredit/pembiayaan merupakan salah satu risiko utama yang dihadapi perbankan, dari jenis-jenis risiko yang ada. Sebagai lembaga kepercayaan masyarakat dan negara, bank wajib melakukan identifikasi risiko kredit/pembiayaan pada level transaksional maupun level portfolio. Pada level transaksional, bank harus dapat mengidentifikasi adanya risiko kredit pada transaksi yang akan dilakukan, seperti kemungkinan default dan perkiraan besarnya kerugian jika terjadi default. Pada level portfolio, bank harus membatasi konsentrasi transaksi yang berlebihan pada sektor ekonomi tertentu, wilayah tertentu ataupun debitur tertentu.

    Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga Februari 2018, NPL gross perbankan naik dari 2,86 persen (Januari 2018) menjadi 2,88 persen (akhir Februari 2018). Sementara untuk NPL nett berada di angka 1,2 persen dalam dua bulan pertama dengan nilai NPL sebesar Rp 134 triliun (merdeka.com). Selanjutnya, rasio kredit bermasalah (NPL) industri perbankan pada Juli 2018 mengalami perbaikanke level 2,73 persen. Rasio NPL tersebut membaik dibandingkan periode yang sama di tahun 2017 yaitu sebesar 3 persen. Namun rasio kredit bermasalah pada Juli 2018 tersebut lebih buruk jika dibandingkan dengan Juni 2018 sebesar 2,67 persen (kontan.co.id).

    Mengacu pada kondisi diatas, bank perlu lebih berhati-hati dalam penyaluran kredit/pembiayaan, dimana azas prudential banking perlu diterapkan sejak tahap paling awal sebelum kredit/pembiayaantersebut di berikan. Demikian pula, penerapan risk culture dan risk awareness menjadi suatu keharusan dalam proses pemberian kredit/pembiayaan bank.

    TujuanPelatihan

    Setelah mengikuti kegiatan pelatihan ini, peserta dapat memahami :

    ü Memahami permasalahan terkait kredit/pembiayaan perbankan.

    ü Bagaimana mengantisipasi potensi risiko kredit/pembiayaandi Bank.

    ü Mitigasi terhadap potensi risiko kredit/pembiayaan yang dapatterjadi.

    Subject Material :

    q  Portfolio Guideline

    q  Identifikasi Risiko Kredit/Pembiayaan

    q  Pengukuran Risiko Kredit/Pembiayaan

    q  Pemantauan Risiko Kredit/Pembiayaan

    q  Pengendalian Risiko Kredit/Pembiayaan

    q  Recovery rate

    Manfaat bagi peserta :

    Peserta memahami potensi permasalahan pada kredit/pembiayaan perbankan dan bagaimana melakukan mitigasi risikonya, termasukstudikasusdi beberapa Bank/Lembaga Keuangan.

    Peserta pelatihan :

    Direksi, Kepala Divisi, Account Manager, Analis Kredit/Pembiayaan, Risk Manager, Auditor, Remedial, Pelaku Usaha, Notaris, dan Lembaga/unit terkait lainnya.

    Pembicara

    Dr. Ir. Andi Buchari, MM.

    Lulus S1 (1988) dari IPB Bogor dan pernah terpilih sebagai Mahasiswa Teladan (1987). Lulus S2 (1996) dari Program MM(Finance) Universitas Atmajaya Jakarta (Cum Laude & Lulusan Terbaik). Lulus S3/Doktor (2016) dari Sekolah Bisnis IPB (Cum Laude). Memegang beberapa sertifikasi profesi dari dalam dan luar negeri. Berpengalaman 30 tahun sebagai Praktisi/Eksekutif di berbagaiLembaga Perbankan/ Keuangan, antara lain Direksi (Chief Financial Officer dan Chief Risk Officer) di perbankan; Direktur Utamadi lembaga/ perusahaan keuangan group BUMN; Presiden Komisaris dan Komisaris di beberapa perusahaan modal ventura daerah; Managing Director di sebuah bank investasi di Malaysia; Presiden Komisaris di perusahaan Inkubator/Akselerator Digital Business; Senior Advisor di sebuah perusahaan Fintech&E-Money; saat ini menjabat sebagaiCEO Halal Ventures Indonesia dan aktif mengajar di PTN/PTS/lembaga negara.

    Sebelum menjadi eksekutif puncak, pembicara cukup lama berkarir dan malang melintang di berbagai jabatan di bank/lembaga keuangan, seperti Account Manager, Kepala Divisi Pembiayaan, Kepala Divisi Audit,Kepala Divisi Investment Banking, Corporate Secretary (membawahi Corp Legal dan Corp Communication), KepalaCabang dan Kepala Wilayah/Regional; sehingga sangat memahami seluk beluk praktis/lapangan di bidang perkreditan/pembiayaan/investasi dan manajemen risiko.

    Pernah aktif di berbagai organisasi profesi/sosial, antara lain Ketua Umum ASBISINDO/Asosiasi Bank Syariah Indonesia – Sumatera Utara; Ketua ASBISINDO Pusat; Ketua UmumAMVI/Asosiasi Modal Ventura Indonesia; Dewan Pembina Himpunan Alumni IPB; Ketua Komtap Kelautan & Perikanan KADIN; Wk Ketua Komtap Modal Ventura KADIN; Wk SekjenMES Pusat; saat ini masih sbgWk Ketua Hub.Int’l IAEI Pusat; Wk Ketua Komtap UMKM KADIN Pusat; dan Ketua Dept. Perbankan &Pembiayaan Syariah ICMI Pusat.

    INVESTASI

    Biaya : Rp 3.000.000 / orang. 

    Group minimal 3 orang @Rp 2.800.000/ Peserta

    Group minimal 5 orang @Rp 2.600.000/ Peserta

    Group minimal 10 orang @Rp 2.500.000/ Peserta

    Fasilitas:

    Modul Training, Makan Siang, Snack, Coffee Break, Ruang Klas ber-AC, softcopy materi (122 fatwa DSN-MUI)  dan Sertifikat.

    CP dan Pendaftaran:

    Sdra. Hafiz: 0812 8623 7144 (Telp/WA)

    Sdri. Hafizoh: 0812 8623 7173 (WA)

    Email: admin@iqtishadconsulting.comiqtishad2017@gmail.com

    Website: www.iqtishadconsulting.com

    Note: Bukti sah menjadi peserta jika sudah mengirimkan formulir pendaftaran dan bukti transfer.

    Training dan Workshop Eksekutif Pembiayaan Take Over dan Rafinancing Syariah Angkatan ke – 340 (23 Mei 2019 di Hotel Sofyan Betawi, Jakarta Pusat).

    0

    Posted on : 08-03-2019 | By : Agustianto | In : Kabar Aktual, Pendidikan Ekonomi Syariah, Perbankan Syariah, Seminar & Training

    Dasar Pemikiran

    Pembiayaan take over adalah satu jenis pembiayaan yang banyak dipraktekkan di perbankan syariah dan Lembaga Keuangan Syariah. Hal ini disebabkan karena kebutuhan masyarakat akan pembiayaan take over senantiasa  tumbuh dan berkembang sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan kegiatan bisnis.

    Dalam praktiknya setidaknya terdapat 15 macam bentuk pembiayaan take over syariah sebagaimana yang terlihat pada silabus materi pembahasan. Pembiayaan take over seringkali tidak berdiri sendiri melainkan selalu diiringi dengan refinancing (top up).Karena itulah forum workshop ini akan membahas pembiayaan take over yg digabung (hybrid) dengan refinancing.

    Fatwa-fatwa ekonomi syariah tentang pengalihan hutang dan take over juga terus tumbuh di Indonesia. Selama ini praktik take over hanya dari bank konvensional ke bank syariah, sekarang telah diatur take over dan pengalihan hutang sesame bank syariah. DSN MUI juga sudah mengeluarkan ketentuan (fatwa) tentang desain-desain akad pengalihan hutang dan piutang (take over) antar bank syariah. 

    Saat ini juga terjadi take over dari bank induk konvensional ke Unit Usaha Syariah, Praktik ini menuntut kajian legal apakah harus dilakukan roya pasang atas jaminan, dan bagaimana pula desain akadnya. Selain itu terjadi pula take over sesama bank syariah dalam satu perusahaan bank syariah, yaitu dari cabang bank syariah ke cabang yg lain dalam satu bank syariah. Masih banyak bentuk dan isu penting lainnya terkait dengan take over, seperti take over empat pihak dimana terjadi perpindahan kreditur dan  dan  peralihan debitur juga.

    Selain itu, harus diketahui bahwa pengalihan hutang (take over) yang ada selama ini hanyalah take over atas kredit bank konvensional ke syariah  yang memiliki asset barang,  bagaimana pula take over dalam banyak kasus berikut yang tidak ada barang , yaitu ;

    1. Take over  modal kerja (working capital),

    2. Take over hutang (kredit) rekening koran,

    3. Atau take over yang undrelying assetnya sudah tidak ada lagi, atau

    4. Take over kredit multijasa atau multiguna

    5. Take over kartu kredit konvensional

    6.   Temasuk  take over antar cabang syariah dalam satu bank yang sama. 

    Semua itu membutuhkan jawaban yg tuntas dan solutif secara syariah, legal, risk manajement, akuntansi dan aspek bisnisnya. Dalam pembiayaan take over, terdapat pula sejumlah issu penting, Seperti isu akuntansi, dan issu legal.  Dalam masalah legal banyak persoalan antara lain :

    1. Mana akad yg dinotarilkan dan mana akad yg dibawah tangan.

    2. Mana akad take over yg bridging of financing, Mana pula akad  tidak boleh masuk dalam SOP di Bank-Bank BPD dan BUMN.

    3. Dalam akad di bawah tangan harus dibedakan mana akad yg tertulis dan mana akad yg diucapkan.

    4. Dalam Take over ada issu agunan : yaitu roya pasang atau tidak,    baik dlm satu bank maupun beda bank.

    Itulah sejumlah issu dan  materi pembahasan take over yang terdapat dalam forum training dan workshop ini. Selain take over, refinancing adalah salah satu produk yang perlu dikembangkan perbankan syariah. 

    Pembahasan materi refinancing dalam training ini karena materi ini tergolong baru di Indonesia dan seringkali pembiayaan ini digabungkan dengan take over. DSN MUI juga sudah mengeluarkan ketentuan (fatwa) syariah tentang refinancing, melalui fatwa No 89/2014. OJK juga sudah menerbitkan buku kodifikasi produk yg memuat refinancing. Setidaknya terdapat tujuh model refinancing yang perlu dipahami dan dikembangkan oleh bank-bank syariah, dan dipahami oleh dosen pascasarjana, notaries dan praktisi hukum, bahkan DPS. (Dewan Pengawas Syariah).

    Training ini tidak saja membahas praktik refinancing, tetapi teori, analisis ilmu ekonomi dan ketentuan-ketentuan (dhawabith) refinancing syariah. Dengan memahami 7 model refinancing, maka bank-bank syariah akan semakin kaya produk dan inovatif. Perbankan syariah harus selalu memperkaya produk-produknya agar bisa semakin berkembang sejalan dengan tuntutan bisnis dan kebutuhan masyarakat umum. Sumber Daya Insani perbankan syariah,  dan SDI  LKS seperti Multifinance Syariah dan BMT,perlu mengetahui teori, praktik dan isu-isu terbaru terkait take over dan refinancing syariah. 

    Demikian pula Dosen-dosen pascasarjana ekonomi islam, konsultan, Dewan Pengawas,  bahkan para Guru Besar, harus selalu mengupdate dan mengupgrademateri kuliahnya dan silabusnya dengan ilmu-ilmu terbaru dan segar, teori-teori dan praktik baru yang selalu berkembang dan memiliki proyeksi masa depan untuk pengembangan produk industry keuangan syariah.

    Notaris, pengacara/law firm, auditor,  dan DPS juga sangat perlu meng-upgrade dan meng-update pengetahuannya dan meningkatkan kompetensinya mengenai take over dan refinancing ini,  perkembangan terkini, isu-isu terbaru, teori dan praktik terbaru mengenai segala bentuk dan problematika pembiayaan take over dan refinancing.

    Sehubungan dengan itu maka Iqtishad Consulting sebagai lembaga Pendidikan dan Pelatihan Keuangan syariah, akan kembali  menggelar Training dan Workshop Eksekutif Refinancing Syariah dan Pembiayaan Take Over Syariah  Tgl 2829