• Dapatkan 8 buku karya Agustianto, antara lain: Fikih Muamalah Ke-Indonesiaan, Maqashid Syariah, dalam Ekonomi dan Keuangan, Perjanjian (Akad) Perbankan Syariah, Hedging, Pembiayaan Sindikasi Syariah, Restrukturisasi Pembiayaan Bank Syariah, Ekonomi Islam Solusi Krisis Keuangan Global. Hub: 081286237144 Hafiz
  • Manfaat Pembangunan Literasi Keuangan Syariah (Bagian 3 dari Enam Tulisan Bersambung)

    0

    Posted on : 21-02-2014 | By : Agustianto | In : Islamic Economics, Kabar Aktual, Perbankan Syariah

     

    Oleh : Agustianto

    Financial literacy (literasi keuangan)  merupakan salah satu program strategi yang menjadi bagian dari upaya pemerintah dan masyarakat di berbagai Negara dalam mewujudkan masyrakat yang melek mengenai jasa keuangan. Pengalaman dari berbagai Negara membuktikan bahwa literasi keuangan telah menjadi program nasional untuk meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakatnya mengingat literasi keuangan memiliki berbagai manfaat. Karena keberhasilan itu, maka Indonesia melakukan gerakan nasional pembangunan literasi keuangan. Banyak manfaat dari gerakan literasi keuangan, Tulisan ini akan memaparkan manfaat literasi keuangan syariah  bagi masyarakat dan industry keuangan, Negara dan ekonomi makro.

    Bagi masyarakat dan rakyat Indonesia, program  Literasi Keuangan syariah memiliki manfaat yang besar antara lain :

    1. Masyarakat mampu memilih dan memanfaatkan produk dan jasa kuangan syariah yang sesuai kebutuhan mereka;
    2. Masyarakat mampu melakukan perencanaan keuangan (financial planning) secara syariah dengan lebih baik;
    3. Masyarakat terhindar dari aktivitas investasi pada instrument keuangan yang tidak jelas (bodong);
    4. Masyarakat mendapat pemahaman mengenai manfaat dan risiko produk dan jasa keuangan syariah; (Diolah dari materi OJK 2013).

    Literasi keuangan syariah juga memberikan manfaat yang besar bagi sector jasa keuangan syariah pada khususnya dan jasa keuangan pada umumnya mengingat masyarakat adalah pengguna produk dan jasa keuangan. Masyarakat dan Lembaga jasa keuangan syariah saling membutuhkan  sehingga semakin tinggi tingkat literasi keuangan syariah masyarakat, maka semakin banyak masyarakat yang akan memanfaatkan produk dan jasa keuangan syariah. Dalam hal ini potensi keuntungan yang akan diperoleh lembaga jasa keuangan syariah juga semakin besar.

    Disamping itu, literasi keuangan syariah juga mendorong industry jasa keuangan untuk terus mengembangkan dan menciptakan produk dan jasa keuangan yang lebih inovatif, bervariasi dan lebih terjangkau, sesuai dengan kebutuhan semua golongan masyarakat. Lembaga jasa keuangan syariah  dapat mengidentifikasi dan mengembangkan produk dan jasa keuangan yang menguntungkan secara komersial sekaligus memberikan manfaat bagi kelompok kelompok masyarakat, yang pada saat ini beum dapat memanfaatkan dan mengakses produk dan jasa keuangan syariah.

    Literasi keuangan syariah juga memberikan manfaat yang besar bagi Negara, tidak saja bagi OJK selaku pemegang otoritas tetapi juga bagi Negara selaku eksekutif pemerintah yang menjalan UUD 1945 untuk pembangunan kesejahteraan rakyat. Hal ini disebabkan karena   lembaga keuangan syariah sebagai penyedia jasa keuangan berperan memberikan pelayanan permodalam, jasa keuangan bahkan konsultasi keuangan syariah, seperti LPEI (Lembaga Pembiyaan Ekspor Indoensia). Maju dan berkembangnya lembaga keuangan syariah  akan berdampak bagi kesejahteraan Negara. Apabila masyarakat telah melek (literacy) dalam keuangan syariah/muamalah maliyah, maka semakin banyak masyarakat yang akan memanfaatkan produk dan jasa keuangan syariah, sehingga  akan  meningkatkan kesejahteraan mereka. Kesejahteran masyarakat adalah keberhasilan Negara dalam menyelenggarakan pembangunan. Kesejahteraan masyarakat adalah tujuan dari sebuah Negara.

    Dari aspek ekonomi makro, literasi keuangan syariah memberikan manfaat sebagai berikut:

    1. Semakin banyak orang yang menabung dan berinvestasi secara syariah, diharapkan ekonomi Indonesia akan makin stabil, karena system keuangan syariah secara tegas melarang riba (bubble economy), dan maysir (spekulasi). Kestabilan ekonomi keuangan akan mendorong ekspor dan investasi.
    2. Semakin banyak orang yang memanfaatkan dana lembaga jasa keuangan syariah, maka pertumbuhan sector riel dipastikan akan meningkat, karena semua dana syariah harus diperuntukkan bagi sector riil. Keuangan syariah tidak bisa dipisahkan dengan sector riil (ta’alluq qithail maliyah bil qitha’il  waqi’iyyah)
    3. Semakin banyak masyarakat yang menggunakan jasa keuangan syariah, maka ekonomi nasional akan makin kokoh dan  kuat  dari terpaan badai krisis global.
    4. Semakin banyak masyarakat yang well literate dalam keuangan syariah,maka akan semakin banyak jumlah pengguna produk dan jasa keuangan syariah sehingga pada akhirnya akan menciptakan pemerataan (keadilan) kesejahteraan sebagai implementasi Pancasila ; Sila kelima
    5. Semakin banyak orang yang menabung dan berinvestasi melalui lembaga keuangan syariah , diharapkan sumber dana untuk pembangunan semakin meningkat; dan
    6. Semakin banyak orang yang memanfaatkan dana lembaga jasa keuangan syariah , intermediasi di sektor keuangan diharapkan semakin besar.

     

     

    Post a comment

    All Articles | Contact Us | RSS Feed | Mobile Edition