• Dapatkan 8 buku karya Agustianto, antara lain: Fikih Muamalah Ke-Indonesiaan, Maqashid Syariah, dalam Ekonomi dan Keuangan, Perjanjian (Akad) Perbankan Syariah, Hedging, Pembiayaan Sindikasi Syariah, Restrukturisasi Pembiayaan Bank Syariah, Ekonomi Islam Solusi Krisis Keuangan Global. Hub: 081286237144 Hafiz
  • Training dan Workshop Nasional Dosen Prodi Ekonomi Syariah, Keuangan dan Perbankan Syariah

    0

    Posted on : 30-10-2014 | By : Agustianto | In : Artikel, Kabar Aktual

    Training dan Workshop Nasional

    Dosen Prodi Ekonomi Syariah, Keuangan dan Perbankan Syariah

    Untuk Meningkatkan Kompetensi Dosen Perguruan Tinggi di Indonesia

    (Kegiatan Inhouse Training yang berkelanjutan)

    1. A. Dasar Pemikiran
    2. Sejalan dengan pesatnya perkembangan Industri perbankan dan keuangan syariah,  minat mahasiswa kepada Prodi Ekonomi Islam (Ekonomi Syariah) di Perguruan Tinggi Agama Islam  (UIN, IAIN, STAIN, PTAIS)  sangat tinggi bahkan  menjadi pilihan utama dibandingkan dengan minat mereka kepada Prodi – Prodi yang lain di berbagai Fakultas di lingkungan Perguruan Tinggi Agama Islam. Sebagai contoh, di IAIN Tulung Agung, mahasiswa baru yang diterima pada tahun 2014 sebanyak 20 Kelas, di STAIN Watampone Sulsel sebanyak 12 Kelas, di STAIN Jember 15 Kelas. Fenomena booming Prodi Ekonomi Syariah ini terjadi hampir di semua Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (UIN, IAIN, STAIN), dan swasta (PTAIS). Ledakan jumlah mahasiswa Ekonomi Islam ini menimbulkan masalah yang sangat krusial, di antaranya adalah kelangkaan dan kurangnya dosen ekonomi Islam yang  memiliki kompetensi untuk memberikan mata kuliah. Apabila kondisi ini tidak diatasi dengan segera dan serius, terutama oleh Pemerintah (Kemenag dan Pimpinan Perguruan Tinggi) maka bisa dipastikan out put lulusan Perguruian Tinggi tersebut akan jauh dari  kualitas dan kompetensi yang dharapkan. Dampaknya citra Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri maupun swasta akan buruk dan rusak  di mata pelaku industri, regulator dan stake holders ekonomi syariah lainnya.
    3. Di Perguruan Tinggi Umum, pilihan mahasiswa juga sangat luar biasa kepada Prodi Ekonomi Syariah (Islam), seperti di UPI Bandung, IPB Bogor, UNAIR Surabaya, FE UI dan semua Politeknik yang membuka Prodi Keuangan/Perbankan Syariah. Fenomena ini harus diantisipasi dengan mempersiapkan dosen-dosen yang memiliki kapasitas dan kompetensi di bidang ekonomi dan keuangan syariah.
    4. Menurut hasil Forum Rektor/Dekan yang digelar IAEI (Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia) dalam acara Forum Riset Keuangan Syariah di IPB Bogor 14 Oktober 2014, disimpulkan bahwa ; masih terbatasnya Dosen  Ekonomi Islam di Perguruan Tinggi yang berkompeten dalam   ilmu ekonomi Islam ( akuntansi syariah,  ekonomi mikro Islami, Ekonomi Makro Islami,  ayat ekonomi, hadits ekonomi, fikih muamalah, ushul fiqh,  perbankan syariah, qawaid fikih, dsb.  Keterbatasan ini menuntut segera diupgradenya kurikulum, silabus dan materi pengajaran yang berbasis kompetensi sesuai dengan rumusan SKKNI.  Menurut Prof. Dr.Bambang Brojonegoro, Ketua IAEI, masalah kekurangn dosen yang berkompeten ini adalah masalah yang akut yang harus diantisipasi dengan segera.
    5. Di UIN, IAIN dan STAIN, materi ilmu-ilmu   syariah yang diajarkan masih jauh tertinggal dari perkembangan  keuangan kontemporer.  Sebagai contoh mata kuliah ushul fiqh yang seharusnya  menyelesaikan kasus-kasus ekonomi keuangan  syariah dewasa ini,  justru masih jauh dari sentuhan kasus-kasus Islamic finance yang dibutuhkan oleh industri, akibatnya lulusannya jauh dari kualifikasi kompetensi yang diharapkan. Materi kurikulum yang berbasis kompetensi masih jauh dari harapan dan tuntutan kebutuhan bisnis kontemporer. Realitas yang sama terjadi di mata kuliah-mata lainnya, seperti, produk-produk perbankan syariah, fikih muamalah, qawa’id fiqh, ayat ekonomi, hadits ekonomi, dsb.
    6. Sudah cukup banyak penilaian dan harapan yang disampaikan kepada pengelola Prodi Ekonomi Islam di Perguruan Tinggi agar materi kurikulumnya disesuaikan dengan kebutuhan industri perbankan dan keuangan syariah.  Mereka adalah para pakar, assosiasi perbankan syariah (ASBISINDO), praktisi perbankan syariah, pemerintah (regulator) dan assosiasi ekonomi Islam seperti IAEI. Setidaknya terdapat tiga institusi yang selalu menyampaikan harapan-harapan dan kritikan  tersebut. Pertama, Assosiasi Perbankan Syariah Indonesia (ASBISINDO), sebagaimana yang pernah disampaikan Sekjen ASBISINDO, Achmad Permana, bahwa sarjana (lulusan) Perguruan Tinggi Ekonomi Islam perlu dibekali materi kuliah yang match dengan kebutuhan industri perbankan syariah. Bahkan menurut penilaiannya lulusan PTAIN masih kalah kualitasnya dibanding lulusan Perguruan Tinggi Umum. Sementara itu pakar dan praktisi perbankan Yuslam Fauzi (Ketua ASBISINDO) mengatakan bahwa materi pengajaran di kampus tidak match dengan kebutuhan industri perbankan syariah sehingga sarjana yang diluluskan belum ready for use.  Kedua, Pejabat Bank Indonesia yang saat ini sudah menjadi OJK, juga selalu menyampaikan tentang materi kurikulum ekonomi Islam  yang masih tertinggal dari perkembangan industri perbankan dan keuangan syariah. Ketiga, Prof. Dr.Bambang Brijonegoto, Ketua IAEI, juga selalu menyampaikan bahwa kurikulum ekonomi Islam di Perguruan Tinggi, khususnya di Perguruan Tinggi Agama Islam, harus disesuaikan dengan kebutuhan pasar dan kebutuhan industri perbankan dan keuangan syariah. Kempat, Menurut Agustianto, konsultan perbankan syariah  dan trainer  keuangan syariah terlaris saat ini, bahwa masih banyak sekali materi kuliah di  Prodi Ekonomi Syariah IAIN, UIN, STAIN dan PTAIS, tidak nyambung dengan dunia nyata di industri perbakan syariah, misalnya mata kuliah fikih muamalah, ushul fiqh keuangan, qawaid fiqh, produk perbankan syariah, lembaga-lembaga keuangan, fikih muamalah kontemporer, akuntansi syariah, ayat-ayat ekonomi, hadits-hadits dan sebagainya. Menurutnya,  silabus dan materi ushul fiqh misalnya,  materi yang diajarkan masih jauh dari harapan, karena masih berkutat dengan masalah ibadah, nikah hukum pidana, belum menyentuh masalah-masalah ekonomi keuangan kontemporer, seperti indeks trading, future trading, forex, bursa berjangka, future exchange, swap, future dan options dalam valas, (hedging atau spekulasi), collateral ; fiducia, paripassu dan Hak Tanggungan, pembiayaan KTA, pembiayan multi guna, pembiayan multi jasa,  transaksi valas syariah, transaksi di pasar modal, PER (Profit Equalization Reserve), Multi Level Marketing, dan ratusan kasus-kasus perbankan dan keuangan syariah lainnya,  Karena itulah kami sering menggelar Workshop Ushul Fiqh Keuangan dan Perbankan yang menyentuh dan memecahkan langsung ratusan kasus-kasus keuangan kontemporer. Para dosen ushul fiqh dan fikih muamalah, dosen qawaid fiqh, dosen perbankan syariah, termasuk dosen akuntansi syariah, dosen ayat-ayat ekonomi,dosen hadits-hadits ekonomi,  wajib mengikuti Training dan Workshop yang digelar oleh Iqtishad Consulkting,baik Dosen Pascasarajana maupun Dosen S1.
    7. Dengan demikian, sudah sangat banyak kritikan dan masukan konstruktif dari pelaku industri keuangan syariah, dari pakar,  konsultan, dan dari  regulator mengenai materi pengajaran ekonomi syariah di Prodi Ekonomi Islam. Sehubungan dengan itu, maka Perguruan Tinggi (UIN, IAIN, STAIN, PTAIS dan PTN lainnya harus segera berubah) merevisi dan mereformasi materi-materi kuliahnya dengan materi yang aktual, aplikatif dan match dengan kebutuhan industri perbankan dan keuangan syariah. Untuk mewujudkan itu solusi yang seharusnya dilakukan Perguruan Tinggi adalah mengikuti Training-Training dan Workshop-Workshop keuangan dan perbankan syariah. Untuk mendapatkan ilmu baru,  ilmu terkini yang aplikatif tidak cukup kuliah Doktor atau gelar Doktor, bahkan juga terkadang tidak cukup gelar Professor.  Hal ini dikarenakan  perkembangan fitur-fitur bisnis, skema dan bentuk-bentuknya sangat cepat berkembang. Dalam kurun waktu tiga bulan saja,  telah banyak terjadi perkembangan di industri perbankan dan keuangan syariah,  misalnya, dalam Islamic trade finance banyak sekali bentuk  dan jenis L/C terkait funded facility,  pembiayaan sindikasi bank syariah dan bank konvensional, bentuk-bentuk hedging, hybrid contracts, refinancing, restrukturisasi pembiayaan syariah, tiga puluhan macam praktik hybrid contracts, pembiayaan indent, Margin During Contruction(MDC), Profit Equlization  Reserve (PER), Ijarah Maushufah fiz Zimmah (IMFZ), dan masih banyak lagi topik dan isu yang perlu dipahami dengan baik oleh Dosen Pascasarjana yang mengajar di Program Magister (S2) maupun Program Doktor (S3).
    8. Menurut Peraturan Presiden Nomor 8 tahun 2012, tentang KKNI, sebagai penjabaran langsung dari UU No. 13 /2003 bahwa Program Pascasarjana yang berada pada level 8 (Magister/S2) harus :
      1. Mampu mengembangkan pengetahuan, teknologi, dan atau seni di dalam bidang keilmuannya atau praktek profesionalnya melalui riset, hingga menghasilkan karya inovatif dan teruji.
      2. Mampu memecahkan permasalahan sains, teknologi, dan atau seni di dalam bidang keilmuannya melalui pendekatan inter atau multidisipliner
      3. Mampu mengelola riset dan pengembangan yang bermanfaat bagi masyarakat dan keilmuan, serta mampu mendapat pengakuan nasional maupun internasional

     

    Berdasarkan KKNI tersebut, maka seharusnya materi kuliah di Program Pascasarjana (S2) Ekonomi Islam, sifat dan bentuknya adalah mengembangkan ilmu pengetahuan di bidang ilmu ekonomi Islam (bisnis, keuangan, perbankan syariah), mengembangkan kajian akademis keuangan dan perbankan Islam. Namun sangat disayangkan masih banyak materi kuliahnya berada level S1, sehingga matarinya dan kualitas kajiannya hanya layak diberikan di Program S1,  karena masih jauh dari studi pengembangan studi ilmu ekonomi Islam. Ratusan kasus-kasus keuangan kontemporer belum dibahas dalam mata kuliah ilmu ushul fiqh, belum dikaji mata kuliah fikih muamalah, qawaid fiqh, ekonomi Islam, mata kuliah perbankan syariah, mata kuliah manajemen perbankan syariah, mata produk-produk  perbankan syariah, mata kuliah lembaga-lembaga keuangan syariah dan sejumlah mata kuliah lainnya.

     

    Akibat tidak match-nya materi kuliah yang disampaikan dosen Pascasarjana di bidang ilmu-ilmu syariah dengan perkembangan keuangan kontemporer, maka lulusan Pascasarjana (S2 dan S3), tidak mampu memecahkan berbagai macam permasalahan ekonomi, keuangan dan perbankan syariah kontemporer secara syariah. Mata kuliah ushul fiqh yang diajarkan, misalnya  tidak bisa menjawab dan meresponi isu-isu dan problem keuangan kontemporer, seperti hedging (swap, forward, options), Margin During Contruction (MDC), Profit Equalization Reserve (PER), trade finance, L/C dan overseas financing, puluhan kasus hybrid contracts, instrument money market inter bank, skim-skim sukuk, repo, pembiayaan sindikasi antar bank syariah atau dgn konvensional, restrukturisasi,  pembiayaan property indent, ijarah maushufash fiz zimmah, hybrid take over dan refinancing, forfeiting, overseas financing, skim KTA, pembiayaan multi guna, desain kartu kredit, hukum-hukum terkait jaminan  fiducia, hypoteik dan hak tanggungan,   serta sejumlah kasus-kasus baru yang terus bermunculan. Kesenjangan ini pada gilirannya tidak bisa mengantar seorang akademisi ataupun praktisi kepada pemahaman metodologi istimbath masalah masalah ekonomi keuangan kontemporer, yang semakin kompleks.

     

    Kesenjangan antara materi  ushul fiqh yang diajarkan  dengan kasus-kasus aktual yang hendak dijawab dan dibutuhkan industri keuangan tidak boleh dibiarkan berlangsung.  Untuk itulah kami akan memberikan materi kuliah terbaru dan  silabus terbaru ekonomi syariah di S2 dan S3 (bisa juga sebagiannya untuk S1) melalui Training dan Workshop Ushul Fiqh Ekonomi Keuangan kontemporer bagi dosen ushul fiqh, dosen fiqh muamalah dan dosen ekonomi Islam, dosen Islamic Finance, dosen qawaid fiqh di seluruh Perguruan Tinggi Indonesia, yang memiliki program ekonomi Islam, baik Perguruan Tinggi Agama Islam, UIN, IAIN, STAIN, maupun Perguruan Tinggi Umum dan Swasta. Selain Training Ushul Fiqh Keuangan dan Perbankan Syariah, kami juga menggelar Training dan Workshop Fikih Muamalah Advance on Islamic Banking and Finance.

     

    Berdasarkan realitas dan fakta itu, maka sangat mendesak dan penting dilaksanakan kegiatan Training dan Workshop bagi Dosen-dosen ekonomi syariah yang mengajar di PTU (Perguruan Tinggi Umum)  dan PTAI (Perguruan Tinggi Agama Islam). Kegiatan ini seharusnya dilaksanakan secara berkelanjutan dan berkesinambungan, mengingat banyaknya perkembangan baru di bidang keuangan dan perbankan syariah, sementara kompetensi dosen-dosen ekonomi syariah yang memberi kuliah di Program S1 sd S3 masih banyak yang berada di bawah standar yang diharapkan. Rendahnya kualitas dan kompetensi dosen syariah, ternyata juga masih menggurita di Jakarta, apalagi di daerah. Hasil survey terhadap beberapa Perguruan Tinggi ternama di jakarta yang mengajarkan ekonomi syariah, menunjukkan bahwa sebagian besar dosen ushul fiqh, dosen fiqh muamalah, dosen qawaid fikih, dosen perbankan syariah, dosen akuntansi syariah, dosen ayat-ayat ekonomi, dosen hadits-hadits ekonomi, masih jauh dari standar yang diharapkan. Dosen ekonomi mikro dan makro islami, juga seharusnya memiliki pemahaman di bidang ushul fiqh dan fikih muamalah dan ilmu-ilmu syariah lainnya, agar pemahaman ekonominya komprehensif dan berlandaskan nilai-nilai dan teori-teori syariah.

    B. Dosen-Dosen yang perlu ditraining dan ditingkatkan kompetensinya adalah :

    1. Dosen Ushul Fiqh Ekonomi, Keuangan dan Perbankan Syariah.
    2. Dosen Fikih Muamalah baik Fikih Muamalah Klasik maupun Fikih Muamalah Kontemporer
    3. Dosen Qawaid Fiqh
    4. Dosen Akuntansi Syariah
    5. Dosen Ekoomi Mikro Islami
    6. Dosen Ekonomi Makro Islami
    7. Dosen Ayat-ayat Ekonomi
    8. Dosen Hadits-hadits Ekonomi
    9. Dosen Perbankan Syariah dan Manajemen Perbankan Syariah

    10.  Dosen Lembaga-Lembaga Keuangan Syariah

    11.  Dosen Produk-Produk Perbankan Syariah

     

    C. Jenis-Jenis Training dan Workshop yang harus dikuti semua dosen di atas adalah :

    1.Training dan Workshop Ushul Fiqh Keuangan dan Perbankan Syariah (5 hari)

    2. Training dan Workshop Fikih Muamalah Advance on Islamic Banking and Finance

    3. Training dan Workshop Hybrid Contracts pada Produk Perbankan dan Keuangan

    4. Training dan Workshop Aplikasi Maqshid Suyariah pada Ekonomi dan Keuangan

    5. Training dan Workshop Pembiayaan Musyarakah Mutanaqishah (MMq)

    6. Training dan Workshop Pembiayaan Take Over dan Refinancing Syariah

    7. Training dan Workshop Fikih Muamalah L/C dan Islamic Trade Finance

    8. Training dan Workshop Manajemen Pembiayaan Sindikasi Perbankan Syariah

    9. Training dan Workshop Restrukurisasi Pembiayaan Perbankan Syariah

    10. Training dan Workshop Fikih Muamalah Intermediate on Islamic Banking and Finance

    11. Training dan Workshop Teori dan Aplikasi Tawarruq dan Segala Problematikanya.

    D. Portofolio dan Pengalaman Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Ekonomi Syariah Iqtishad Consulting.

    Lembaga Pendidikan dan Training Iqtishad Consulting telah berpengalaman menggelar Training dan Workshop Keuangan dan Perbankan Syariah sebanyak 105  angkatan sejak tahun 2010, mengenai Fikih Muamalah Perbankan Syariah level Advance, Ushul Fiqh Ekonomi dan Keuangan (khususnya perbankan), dan segala macam prengembangan produk-produk perbankan syariah, seperti hybrid contracts pada produk perbankan syariah, pembiayaan sindikasi bank syariah, pembiayaan international trade finance dan segala macam L/C, Restrukturisasi pembiayaan bermasahah, maqashid syariah, aspek legal produk perbankan syariah, dan sebagainya.

     

    Peserta yang telah mengikuti training yang digelar Iqtishad Consulting  ini antara lain : para Direksi Bank Umum Syariah, Komisaris Bank Syariah, Para Direktur Utama Bank Pembiayaan Rakyat Syariah se-Indonesia, para pimpinan Divisi Syariah Bank Pembangunan Daerah se-Indonesia, Dewan Pengawas Syariah Bank Syariah, Komisaris  Bank Umum Syariah, Para pimpinan Bank Umum Syariah Pusat ; Bank BNI Syariah, Bank BRI Syariah, Bank Jabar Banten Syariah, Bank Syariah Mandiri, Bank Permata Syariah, Bank Muamalat Indonesia Pusat, Product Development Bank BTN Syariah, Legal Officer Bank Syariah Mega Indonesia,  CIMB Niaga Syariah,  Bank Sinar Mas Syariah, Bank OCBC NISP Syariah, Bank Danamon Syariah, Bank Bukopin Syariah, Bank Sumsel Babel Syariah, Bank BII Syariah, Bank BCA, para kepala cabang bank syariah se- Indonesia, Pegadaian Syariah Pusat. Banyak Direktur Utama dan Direktur Asuransi Syariah yang telah mengikuti Training Fikih Muamalah ini.  Direktur Utama Batasa Capital, PT. Batasa Tazkia Bogor, PT.Indosat,Tbk, PT.Sarana MultiGriya Financial (SMF), Ketua Umum ASBISINDO, Direktur IDB Indonesia.

     

    Dari pihak regulator ; para pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Biro Pembiayaan Syariah Departemen Keuangan RI, Bapepam-LK, Para  Personil (Individu) Pejabat Bank Indonesia,

     

    Dari akademisi ; lebih dari 70 Guru Besar (Professor) dan Doktor,baik Doktor Syariah maupun ekonomi umum, yang telah mengikuti Training Fikih  Muamalah dan ushul Fiqh Iqtishad Consulting, al: Dosen Pascasarjana FH UI, Dosen Pascasarjana FE dan FH UNPAD Bandung, Dosen Pascasarjana IAIN-SU, Dosen dari Perguruan Tinggi Malaysia, para Doktor Syariah dari UIN/IAIN/STAIN, Ketua-Ketua STAIN Se-Indonesia, Dekan-Dekan Fakultas Syariah dan Fakultas Ekonomi IAIN/UIN, Dosen Pascasarjana PSTTI Universitas Indonesia, Para Direktur Pascasarjana Perguruan Tinggi (UIN Pekanbaru, UMI Makassar, IAIN Bengkulu). Dosen Ekonomi Islam