• Dapatkan 8 buku karya Agustianto, antara lain: Fikih Muamalah Ke-Indonesiaan, Maqashid Syariah, dalam Ekonomi dan Keuangan, Perjanjian (Akad) Perbankan Syariah, Hedging, Pembiayaan Sindikasi Syariah, Restrukturisasi Pembiayaan Bank Syariah, Ekonomi Islam Solusi Krisis Keuangan Global. Hub: 081286237144 Hafiz
  • Training dan Workshop Hybrid Contracts pada Produk Perbankan dan Keuangan Syariah. Surabaya, Tgl 5 – 6 November 2014

    0

    Posted on : 02-11-2014 | By : Agustianto | In : Info Media, Kabar Aktual

    Training dan Workshop Hybrid Contracts

    pada Produk Perbankan dan Keuangan  Syariah

    Bagi Dosen Prodi Ekonomi Syariah / Perbankan Syariah

     

    Surabaya, Tgl 5 – 6   November 2014

     

    Dasar Pemikiran

     

    Para dosen ekonomi Islam di Perguruan Tinggi Umum dan PTAI, seperti UIN, IAIN, STAIN, STIE, STEI dan PTAIS, sudah semestinya menyesuaikan materi pengajaran dan perkuliahan dengan perkembangan ilmu pengetahuan di pasar industri keuangan dan perbankan syariah. Namun fakta menunjukkan materi yang diajarkan umumnya masih jauh dari standar kompetensi yang diharapkan apalagi jika disinkronkan dengan SKKNI (Standar Kompetensi Kerja  Nasional Indonesia). Bagaimana mungkin  Perguruan Tinggi bisa melahirkan sarjana yang berkualitas dan berkompeten jika para dosen yang memberi kuliah tidak memiiliki kompetensi di bidang mata kuliah yang diajarkan. Salah satu materi penting yang harus dikuasai dosen  adalah ushul fiqh keuangan, maqashid syariah dan fikih  muamalah dan fikih muamalah kontemporer. ekonomi Islam (khususnya dosen fikih muamalah, dosen ushul fiqh, dosen qawaid fiqh, dosen perbankan syariah),

     

    Mendesak dan urgennya peningkatan kualitas dosen  ekonomi Islam di Perguruan Tinggi Umum, PTAIN dan PTAIS, dikarenakan tiga  alasan, Perrtama, Lembaga Perbankan dan lembaga Keuangan syariah yang pesat di tanah air membutuhkan SDI (sarjana) yang berkompeten dan berkualitas. Kedua. Boomingnya minat mahasiswa kepada Prodi Ekonomi Islam di seluruh PTU, UIN, IAIN,  STAIN dan PTAIS se-Indonesias, mengharuskan Perguruan Tinggi untuk menyiapkan dosen yang berkompeten dan berkualitas. Ketiga, Era baru pasar bebas tenaga kerja  Masyarakat Ekonomi ASEAN meniscayakan lembaga Pendidikan Tinggi Indonesia untuk menyiapkan SDI yang memiliki kompetensi dan kualitas yang handal.

     

    Untuk meningkatkan kualitas dosen agar memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dan standar kompetensi, maka Iqtishad Consulting,  akan mengelar berbagai macam jenis training untuk para  Dosen Ekonomi Islam.  Salah satunya adalah  Training dan Workshop Hybrid Contracts bagi Dosen Ekonomi Islam Perguruan Tinggi Agama Islam.

     

    Iqtishad Consulting telah berpengalaman cukup banyak dalam melaksanakan Training dan Workshop di Indonesia. Sampai sat ini Iqtishad sudah menggelar Training sebanyak 104 Angkatan.  Iqtishad telah mentraining dan melahirkan praktisi perbankan syariah yang berkompeten, mulai dari para Direktur Bank Syariah, Komisaris, Seluruh Pimpinan Divisi Bank Pembangunan Daerah, Kepala Cabang Bank Syariah, Kepala Divisi, Group Head dan Officer Perbankan Syariah lainnya. Iqtishad Consulting sudah  melahirkan alumni lebih dari 3700 an praktisi perbankan keuangan syariah (khususnya di level pimpinan), termasuk 70–an Dosen Senior, Dosen Pascasarjana  (Guru Besar dan Doktor).

     

     

    Pentingnya up grade dosen ekonomi islam baik di Pascasarjana maupun di S1, disebabkan perkembangan perbankan dan keuangan syariah mengalami kemajuan yang sangat pesat dan menghadapi tantangan yang makin kompleks. Perbankan syariah harus bisa memenuhi kebutuhan bisnis yang selalu berubah cepat dengan   menyajikan produk-produk   inovatif dan lebih variatif.

     

    Tantangan  ini menuntut para akademisi, praktisi, dan regulator, di bidang keuangan syariah untuk senantiasa aktif dan kreatif dalam memberikan respon terhadap perkembangan tersebut.

     

    Salah satu pilar penting untuk menciptakan produk perbankan dan keuangan syariah dalam menyahuti tuntutan kebutuhan bisnis masyarakat modern, adalah pengembangan hibryd contracts (multi akad).  Dr Mabid Al-Jarhi, mantan direktur IRTI IDB pernah mengatakan, kombinasi akad saat ini menjadi keniscayaan. Bentuk akad tunggal sudah tidak mampu lagi meresponi transaksi keuangan