• Dapatkan 8 buku karya Agustianto, antara lain: Fikih Muamalah Ke-Indonesiaan, Maqashid Syariah, dalam Ekonomi dan Keuangan, Perjanjian (Akad) Perbankan Syariah, Hedging, Pembiayaan Sindikasi Syariah, Restrukturisasi Pembiayaan Bank Syariah, Ekonomi Islam Solusi Krisis Keuangan Global. Hub: 081286237144 Hafiz
  • Training dan Workshop Eksekutif Ushul Fiqh Keuangan dan Perbankan Syariah Kontemporer Bagi Dosen Pascasarjana Ekonomi Islam Perguruan Tinggi Se-Indonesia

    1

    Posted on : 03-01-2015 | By : Agustianto | In : Artikel, Kabar Aktual, Pendidikan Ekonomi Syariah

     

    Pendahuluan

     

    Sejalan dengan pertumbuhan industri keuangan syariah yang  demikian pesat di tanah air, Program Pendidikan Tinggi Ekonomi Syariah juga berkembang  secara spektakuler, termasuk Program Pascasarjana Ekonomi Syariah. Merujuk kepada KKNI (Kerangka Kualifiksi Nasional Indoensia), Dosen Pascasarjana Ekonomi Syariah, harus mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang ekonomi syariah secara inovatif dan teruji melalui riset ilmiah. Dosen Pascasarjana harus bisa melahirkan Magister Ekonomi Islam yang inovatif dan  kreatif dalam  menciptakan produk-produk baru berdasarkan kaedah-kaedah dan temuan ilmiah.

     

    Dosen Pascasarjana harus bisa melahirkan Magister Ekonomi Islam yang bisa memecahkan masalah-masalah ekonomi dan keuangan syariah kontemporer, memberikan solusi dalam bidang ekonomi dan keuangan syariah melalui pendekatan inter atau multidisipliner. Untuk  mewujudkan itu, maka Dosen Pascasarjana  yang mengajar mata kuliah Ushul Fiqh, Fikih Muamalah (kontemporer), Islamic Finance, Islamic Economics, Produk Perbankan Syariah, Hukum Perbankan Syariah  (Hukum Bisnis Syariah),  Filsafat Hukum Islam, akuntansi syariah, harus memahami dengan baik ilmu ushul fiqh dan maqashid syariah, secara teori dan   penerapannya untuk  menjawab isu-isu keuangan kontemporer.

     

    Ushul Fiqh, Maqahid Syariah, dan Qawaid fiqh adalah mata kuliah wajib di program- Pasca Sarjana Ekonomi Islam. Namun silabus ushul fiqh dan materi yang disampaikan, umumnya masih sangat jauh tertinggal dari kebutuhan dan tuntutan industri perbankan dan keuangan kontemporer.

     

    Silabus ushul fiqh selama ini masih berkutat dengan kasus-kasus beberapa abad silam, bahkan 1 millenium silam, sangat sedikit tentang kasus-kasus financial dan ekonomi apalagi mengenai kasus-kasus financial kontemporer, nyaris tidak tersentuh sama sekali. Buku ushul fiqh lebih banyak diwarnai contoh kasus-kasus ibadah, jinayah, munakahat dan non ekonomi financial. Kalaupun ada sedikit ekonomi, kasusnya sangat sederhana. Akibatnya, mata kuliah ushul fiqh yang diajarkan tidak bisa menjawab dan meresponi isu-isu dan problem keuangan kontemporer, seperti hedging (swap, forward, options), margin during contruction, profit equalization reserve (PER), trade finance, puluhan kasus hybrid contracts, instrument money market inter bank, skim-skim sukuk, repo, pembiayaan sindikasi antar bank syariah atau dgn konvensional, restrukturisasi,  pembiayaan property indent, ijarah maushufash fiz zimmah, hybrid take over dan refinancing, forfeiting, overseas financing, skim KTA, pembiayaan multi guna, desain kartu kredit, hukum-hukum terkait jaminan  fiducia, hypoteik dan hak tanggungan,   serta sejumlah kasus-kasus baru yang terus bermunculan. Kesenjangan ini pada gilirannya tidak bisa mengantar seorang akademisi ataupun praktisi kepada pemahaman metodologi istimbath masalah masalah ekonomi keuangan kontemporer, yang semakin kompleks.

     

    Kesenjangan antara materi  ushul fiqh yang diajarkan di kampus dengan kasus-kasus aktual yang hendak dijawab dan dibutuhkan industri keuangan tidak boleh dibiarkan berlangsung.  Untuk itulah kami akan memberikan materi baru dan  silabus terbaru ekonomi syariah di S2 dan S3 (bisa juga sebagiannya untuk S1) melalui Training dan Workshop Ushul Fiqh Ekonomi Keuangan kontemporer bagi dosen ushul fiqh, dosen fiqh muamalah dan dosen ekonomi Islam, dosen Islamic Finance, dosen qawaid fiqh di Seluruh Perguruan Tinggi Indonesia, yang memiliki program ekonomi Islam, baik Perguruan Tinggi Agama Islam, UIN, IAIN, STAIN, maupun Perguruan Tinggi Umum dan Swasta

     

    Setidaknya terdapat 11 (sebelas) dalil syariah, yaitu (Alquran, Sunnah, Ijma’, Qiyas, Istihsan, maslahah mursalah, ‘Urf, Sa’ad zariah, Istishab, fatwa sahabat dan syar’u man qablana. Pembahasan dalil-dalil dari kasus-kasus aktual kontemporer dalam training ini, senantiasa dijiwai oleh maqashid syariah, sebagai pedoman utama dalam perumusan hukum finansial Islam.

     

    Untuk lebih mengkomprehensifkan materi training ini, kajiannya juga menggunakan ilmu qawaid fiqh dan tarikh tasyrik fil-muamalat serta didukung ilmu tafsir, ulumul quran dan hadits (mushtalahul hadits)

    Dalam konteks keindonesiaan kita perlu memahami metode penetapan fatwa MUI di Indonesia, bagaimana manhaj dan metode ijtihad yang dilakukan MUI dalam menetapkan fatwa-fatwa ekonomi syarah.

     

    Para akademisi keuangan syariah di Program Pascasarjana seharusnya memahami ilmu ushul fiqh dan maqashid syariah dari setiap produk perbankan dan keuangan syariah. Ilmu ushul fiqh    memberikan pemahaman tentang metodologi istimbath (penetapan hukum) para ulama dalam merumuskan dan menetapkan suatu masalah, Ilmu Ushul fiqh memberikan dalil-dalil syariah dan argumentasi ushul fiqh mengenai suatu kebijakan, produk, system dan mekanisme perbankan syariah.

     

    Ushul fiqh yang berwawasan maqashid syariah memberikan wawasan filosofis dan pemikiran rasional, tentang akad-akad pada setiap produk perbankan syariah.  Ilmu Ushul fiqh adalah ilmu hukum Islam yang sering disebut sebagai The Principle of Islamic Jurispredence. Ushul fiqh berisi  teori-teori  hukum Islam yang pada training ini dikhususkan teori hukum tentang ekonomi syariah. Ushul Fiqh adalah ibu (induk) dari semua ilmu syariah, karena itu ushul fiqh adalah induk dari ilmu ekonomi syariah. Ushul fiqh adalah disiplin ilmu syariah yang memberikan landasan dan kerangka  epistimologi ilmu ekonomi Islam, Artinya, kajian epestimologi ekonomi syariah tidak bisa melepaskan diri dari disiplin ilmu ushul fiqh.

     

    Ilmu ushul fiqh akan meningkatkan derajat intelektualisme para akademisi dari taqlid (muqallid) kepada muttabi’, bahkan menjadi mufti dan mujtahid*. Para Guru Besar, Doktor dan  dosen pascasarjana   yang memberi kuliah di kampus atau praktisi yang menjabat posisi penting di perbankan (direksi, divisi legal, product development, ALCO, auditor, DPS, dan  konsultan, sepatutnya mengetahui ilmu ushul fiqh di bidang ekonomi keuangan, agar pengetahuannya di bidang ekonomi syariah komprehensif dan holistic. Karena ia melandasi pengetahuan fikih muamalahnya dengan alasan, argumentasi dan dalil-dalilnya secara syariah serta maqashid syariahnya.

    Maqashid syariah menduduki posisi yang sangat penting dalam merumuskan ekonomi  syariah. Maqashid syariah tidak saja diperlukan untuk merumuskan kebijakan-kebijakan ekonomi makro (moneter, fiscal ; public finance),  tetapi juga untuk menciptakan produk-produk perbankan dan keuangan syariah serta teori-teori ekonomi mikro lainnya. Maqashid syariah juga sangat diperlukan dalam membuat regulasi perbankan dan lembaga keuangan syariah. Tanpa maqashid syariah,  maka semua regulasi, fatwa, produk keuangan dan perbankan, kebijakan fiscal dan moneter, akan kehilangan substansi syariahnya. Tanpa maqashid syariah, fikih muamalah yang dikembangkan dan  regulasi perbankan dan keuangan yang hendak dirumuskan  akan kaku dan statis, akibatnya lembaga perbankan dan keuangan syariah akan sulit dan lambat berkembang. Jiwa maqashid syariah akan mewujudkan  fikih muamalah  yang elastis, fleksibel, lincah dan senantiasa bisa sesuai dengan perkembangan zaman (shilihun li kulli zaman wa makan).

    Sasaran dan Ketentuan Peserta :

    1. Dosen Pascasarjana Ekonomi  Islam di UIN, IAIN, STAIN, PTAIS, dan PTN
    2. Para Guru Besar yang mengajarkan mata kuliah ekonomi syariah atau terkait dgn ekonomi syariah
    3. Training ini sangat dianjurkan bagi Doktor Ilmu Hukum di Perguruan Tinggi Negeri/Umum
    4. Diutamakan para doctor yang sudah mengajar di Prodi / konsentrasi ekonomi syariah, baik doctor luar maupun dalam negeri

     

    Materi Training :

    Materi  I : Pengantar dan Pendahuluan

    1. Penjelasan Silabus dan Referensi
    2. Pengertian, Obyek Kajian, dan Ruang Lingkup Ushul Fiqh
    3. Perbedaan Ushul fiqh, Fiqh, Syariah dan Qawaid Fikih
    4. Urgensi dan Kegunaan Ushul Fiqh dalam Ekonomi Keuangan

    Materi  II

    Sejarah Ushul Fikih dan Signifikansinya dalam Pengembangan Ekonomi Keuangan Islam kontemporer

    1. Ushul Fiqh di Masa Nabi dan Perkembangan Ijtihad
    2. Ushul Fiqh di Masa Sahabat dan Ijtihad para Sahabat Nabi
    3. Ushul Fiqh di Masa tabi’in dan Imam Mazhab
    4. Ushul Fiqh Pasca Imam Mazhab, dan Masa Asy-Syatibi.

    Materi III : Sumber-Sumber Hukum Ekonomi Islam

    1. Alquran sebagai sumber Hukum Ekonomi Islam
    • Pengertian Alquran  dan Ciri-ciri Alquran
    • Muhkamat dan Mutasyabihat
    • Tiga Bidang kandungan Hukum dalam Alquran
    • Hukum-hukum ekonomi keuangan dalam Alquran
    • Kedudukan Alquran sebagai sumber hukum (hujjah)
    • Qath’iy dan Zanniy dalam Alquran ; kaitannya dengan Ijtihad Ekonomi Islam
    • Prinsip Penerapan Syariah Menurut Al-quran

    2. Hadits sebagai Sumber Hukum Ekonomi Islam

    • Pengertian Sunnah dan Hadits
    • Sunnah Fi’liyah dalam ekonomi keuangan
    • Sunnah Qauliyah dalam ekonomi Keuangan
    • Sunnah Taqririyah dalam ekonomi keuangan
    • Hadits Shahih, Hasan dan dha’if, dalam bidang ekonomi keuangan
    • Hadits mutawatir, masyhur dan Ahad.
    • Kehujjahan Sunnah dan pandangan Ulama tentang hadits Ahad
    • Petunjuk Dilalah (Makna teks Sunnah) dalam konteks ekonomi
    • Kedudukan Sunnah terhadap Al-Quran dalam kasus-kasus ekonomi
    • Hadist-hadits Ekonomi Keuangan.

    Pertemuan IV : Ijma’ sebagai Dalil / Sumber Hukum Ekonomi Islam

    1. Pengertian dan Kedudukan Ijma’

    2. Perkembangan Pendapat ulama ttg Ijma’

    3. Persyaratan Ijma’ dan Pandangan Ulama tentangnya

    4. Pembagian Ijma’ dan Pandangan Ulama

    5. Ijma’ dalam masalah Ekonomi, Keungan dan Kontrak Perbankan

     

    Materi V : Qiyas Sebagai Dalil/Sumber Hukum Ekonomi Islam

    1.Pengertian dan Rukun Qiyas,

    2.Pembagian Qiyas : Qiyas Jaliy, Qiyas Khafiy, Qiyas Awlawy, Qiyas

    3.Musawy dan Qiyas Adwan serta Penerapannya dalam Ekonomi

    4.Metode menetapkan illat dalam masalah muamalah : Takhrijul Manath, Tanqihul Mananth dan Tahqiqil Manath

    6. Penerapan qiyas dalam keuangan dan perbankan :

    • Qiyas Jaminan fiducia ke bay’ wafa
    • Analisis Illat pada Murabahah Emas dengan cicilan
    • Sekuritisasi asset (aktiva) bank syariah yang menggunakan syirkah mutanaqishah, mengqiyaskan hutang dengan MMQ
    • Ijarah maushufah biz zimmah pada pembiayaan property dgn MMq,
    • Qiyas swap valas kepada bay wafa’. dll
    • Qiyas rahn hiyazy kepada rahn tasjiliy
    • Qiyas ujrah amil zakat kepada nazir waqf
    • Qiyas options kepada ’urbun atau khiyar ???
    • Qiyas ma’al fariq :

    -Qiyas salam kepada bursa berjangka (futures) ???

    -Qiyas Tawarruq kepada riba ??

    Materi VI : Ijtihad dan Penerapannya dalam Ekonomi Keuangan

    1. Pengertian dan Perkembangan Ijtihad,

    2. Syarat Mujtahid dan Klasifikasi Mujtahid

    3. Pembagian Ijtihad : Istimbathiy, Tathbiqy, Intiqaiy, Insya-iy, dll.

    4. Lapangan Ijtihad dan kekuatan Hasil Ijtihad

    5. Penerapan Ijtihad dalam Ekonomi Keuangan Kontemporer

    Ijtihad dalam Inovasi Produk Perbankan dan Keuangan Syariah

    Ijtihad dalam ekonomi mikro

    Ijtihad dalam ekonomi makro (dan public finance)

    Materi VII : Manhaj dan Metode Penetapan Fatwa Ekonomi Syariah DSN-MUI

     

    (Materinya adalah Ringkasan/Khulasah dari  Pidato Pengukuhan Doktor Honoris Causa DR.KH Ma’ruf Amin di UINSyarif Hidayatullah, Jakarta)

     

     

     

    Materi VIII : Penerapan metode Istihsan pada ekonomi keuangan syariah

     

    1. Pengertiannya menurut para ulama
    2. Dasar syariah penggunaan istihsan
    3. Pandangan ulama tentang Kehujjahan istihsan dalam syariah

     

    Kasus-kasus Istihsan :

    • Praktek istihsan pada ijarah maushufah biz zimmah pada kasus pembiayaan

    properti di bank syariah

    • Profit Equalization Reserve (PER) pada system bagi hasil di bank syariah
    • Penerbitan SBSN oleh pemerintah dan tradable dengan skim sukuk istishna’.
    • Forward valas untuk tujuan hedging yang berlandaskan underlying asset bagi importir.
    • Swap untuk hedging (mengatasi risk akibat fluktuasi kurs mata uang)
    • Penjualan saham yang belum qabath hissi.
    • Penjualan valas secara ma’dum, tetapi dalam masa 2×24 jam (qabat hukmi)
    • Penerbitan sukuk salam
    • SBI Syariah Ju’alah, hanya dibenarkan bagi bank syariah yang memiliki FDR 80 persen lebih
    • Giro Wajib Minimum di Bank Indonesia
    • Penentuan saldo minimun giro wadiah di bank syariah Kriteria saham syariah Total pendapatan bunga dan pendapatan tidak halal lainnya dibandingkan dengan total pendapatan usaha (revenue) dan pendapatan lain-lain tidak lebih dari 10% (sepuluh per seratus);
    • Rasio keuangan Efek Syariah di RI : Utang bunga : Asset (45 % : 55 % = 82%)

    (Jalannya 45 x 100 : 55 = 82 %)

    SBI Syariah Ju’alah, hanya dibenarkan bagi bank syariah yang memiliki FDR 80 persen

     

    Macam-macam istihsan dan penerapannya dlm ekonomi dan finansial Islam kontemporer.

     

    1. Istihsan Nash : jual beli salam

    2. Istihsan ‘Urf : Jual beli mu’atah di swalayan, jual beli Istishna’ pada bank syariah, taqabuth dalam transaksi valas di bank devisa, menjual valas yang belum qabath, menjual saham kembali yang belum diterima bukti administrative, menarik tabungan mudharabah secara harian, makan di restoran all you can eat, makan di longue bandara,

    3. Istihsan Dharury : Repo (repurchase agreement) surat berharga (SBI, SBSN, aktiva produktif) oleh Bank syariah yang kesulitan likuiditas.

    4. Istihsan Istislahi : penerapan revenue sharing pada profit distribution, dll.

    5. Istihsan bersandarkan Ijma’ dan Contoh-contohnya nya dalam keuangan Islam

    6. Istihsan Qiyasi : Tawarruq fiqhiy untuk pembiayaan sector riil, dll.

     

    Pertemuan IX : Dalil dan Metode Penggalian Hukum Ekonomi Islam

     

    Maslahah Mursalah dan penerapannya dalam ekonomi Islam

     

    1. Pengertiannya menurut para ulama, dan pembagian maslahah

    2. Pandangan ulama tentang kehujjahan maslahah mursalah dalam syariah

    3. Syarat-Syarat Maslahah Mursalah

    5. Penerapan maslahah pada kasus ekonomi dan keuangan Islam

    • Penerapan collateral pada financing di bank syariah
    • Penerapan net revenue sharing pada bagi hasil
    • Larangan dumping (siyasah ighraq) dalam penjualan suatu produk
    • Intervensi harga pemerintahpada saat distorsi pasar
    • Larangan kartel dan monopoli,
    • Larangan spekulasi valas karena maslahah ‘ammah
    • Penerapan dinar dan dirham krn maslahah ‘ammah
    • Mengadakan Pengadilan Niaga Syariah
    • Larangan talaqqi rukban,memelihara maslahah petani
    • Larangan bay’ najsy, karena menjaga maslahah pembeli agar tidak tertipu harga
    • Larangan Ghabn di pasar.
    • Larangan dasar forward, swap dan options pada valas.