• Dapatkan 8 buku karya Agustianto, antara lain: Fikih Muamalah Ke-Indonesiaan, Maqashid Syariah, dalam Ekonomi dan Keuangan, Perjanjian (Akad) Perbankan Syariah, Hedging, Pembiayaan Sindikasi Syariah, Restrukturisasi Pembiayaan Bank Syariah, Ekonomi Islam Solusi Krisis Keuangan Global. Hub: 081286237144 Hafiz
  • Training dan Workshop Eksekutif Hybrid Contracts pada Produk Perbankan & Keuangan Syariah 13 – 14 April 2018 di Hotel Sofyan Jakarta.

    0

    Dasar Demikian

    Perkembangan perbankan dan keuangan syariah syariah mengalami kemajuan yang sangat pesat dan menghadapi tantangan yang makin kompleks. Tantangan itu antara lain harus bisa memenuhi kebutuhan bisnis yang selalu berubah cepat dengan   menyajikan produk-produk   inovatif dan lebih variatif serta  pelayanan yang memuaskan berdasarkan panduan syariah.   Tantangan  ini menuntut para praktisi, regulator, konsultan, dewan pengawas syariah dan  akademisi bidang keuangan syariah untuk senantiasa aktif dan kreatif dalam memberikan respon terhadap perkembangan tersebut. Praktisi yang melakukan inovasi produk; regulator yang membuat aturan yang kondusif, akademisi yang menciptakan produk baru melalui penelitian, semuanya harus berada dalam koridor syariah dan sinaran maqashid syariah.

    Salah satu pilar penting untuk menciptakan produk perbankan dan keuangan syariah dalam menyahuti tuntutan kebutuhan masyarakat modern, adalah pengembangan teori hibryd conctracts (al-‘ukud al-murakkabah).  Dr Mabid Al-Jarhi, mantan direktur IRTI IDB pernah mengatakan, kombinasi akad di zaman sekarang adalah sebuah keniscayaan. Bentuk akad tunggal sudah tidak mampu lagi meresponi transaksi keuangan kontemporer. Metode hybridcontracts seharusnya menjadi unggulan dalam pengembangan produk.

    Dalam konteks itulah Dr.Aliudin Za’tary dalam buku Fiqh Muamalah Al-Maliyah  al-Muqaran (2008) banyak membahas teori dan praktik hybridcontracts dalam Islamic finance. Bahkan Dr Nazih Hammad menulis buku secara khusus mengenai hybrid contracts Al-’uqûd al-Murakkabah fî al-Fiqh al-Islâmy, Damaskus: Dâr al-Qalam, 2005. Demikian pula Abdullâh bin Muhammad bin Abdullâh al-‘Imrâni, menulis buku Al-’uqûd al-Mâliyah al-Murakkabah: Dirâsah Fiqhiyyah Ta’shîliyah wa Tathbîqiyyah, Riyadh: Dâr Kunûz Eshbelia li al-Nasyr wa al-Tauzî’, 2006), Selain mereka masih banyak ulama yang membahas hybrid contracts di buku-buku fiqh muamalah, seperti Dr.Usman Tsabir dalam buku Fiqh Muamalah Maliyah al-Mu’ashirah (2006).

    Namun harus dicatat, rujukan/referensi yang digunakan untuk  materi hybrid contracts, bukan saja kitab-kitab fiqh muamalah kontemporer, melainkan juga kitab-kitab fikih klasik dari berbagai mazhab, dan para ulama terkemuka, seperti Ibnu Taymiyah, Ibnu Qayyim, Imam Al-Syatibi, dan lain-lain.

    Sebagaimana dimaklumi bahwa pengetahuan mengenai hybrid contracts sangat penting sekali, setidaknya memiliki sepuluh urgensi dalam pengembangan produk perbankan dan keuangan syariah kontemporer. Untuk itulah Iqtishad Consulting menggelar “Training dan Workshop Eksekutif Hybrid Contracts pada Produk Perbankan dan Keuangan”, dengan pembicara pakar Fikih Muamalah Bapak Agustianto Mingka  (Trainer Fikih Muamalah 124 Angkatan).

    Berikut 42 point materi workshop :

    1. Konsep syariah tentang Al-’Ukud al-Murakkabah (Hybrid Contracts)
    2. Pembagian Terminologi Hybrid Contracts dalam Fikih Islam
    3.     Al-’Ukud al-Murakkabah
    4.     al-’Uqûd al-mujtami’ah,
    5.     al-’Uqûd al-muta’addidah,
    6.     al-’Uqûd al-mutakarrirah,
    7.     al-’Uqûd al-mutadâkhilah,
    8.     al-’Uqûd al-mukhtalithah.
    9. Bentuk-bentuk Hybrid Contracts
    10.     Al-’Ukud al-Murakkabah
    11.     al-’Uqûd al-Mutaqabilah
    12.     al-’Uqûd al-Mutanajisah
    13.     al-’Uqûd al-Mutanaqidhah
    14.     al-’Uqûd al-mutadâkhilah,
    15.     al-’Uqûd al-mukhtalithah
    16. Sepuluh Urgensi Teori Hybrid Contracts.
    17. Macam-macam  Hybrid Contracts dan Aplikasinya di Perbankan Syariah
    18.     Hukum Hybrid Contracts (Dua Akad dalam Satu Transaksi) Menurut Ulama
    19. Argumentasi (Dalil Syariah) tentang Hybrid Contracts
    20. Hybrid Contracts yang dilarang syariah
    21.     Akad Two in One yang dibolehkan.
    22. Analisis Para Ulama terhadap hadits-hadits dua akad dalam satu transaksi
    23.   Dhawabith (ketentuan syariah ) Hybrid Contracts dan Akibat Hukumnya
    24. Hybrid Contracts pada Sindikasi Pembiayaan sesama bank syariah
    25.   Hybrid Contracts pada Sindikasi Pembiayaan Bersama Bank Konvensional
    26.   Hybrid Contracts pada Sindikasi Club Deal
    27.   Hybrid Contracts dalam PembiayaanTake Over
    28.   Hybrid Contracts dalam PembiayaanTake Over yang dihybrid dengan refinancing
    29.   Hybrid Contracts dalam PembiayaanTake Over se-sama bank syariah
    30.   Hybrid Contracts dalam PembiayaanTake Over Empat Pihak.
    31. Hybrid Contracts dalam Produk Asuransi Syariah
    32.   Hybrid Contracts dalam Sukuk
    33.   Hybrid Contracts dalam Pembiayaan Properti (MMQ)
    34. Hybrid Contracts dalam Skim-skim Refinancing Syariah
    35.   Hybrid Contracts dalam Kartu Kredit (Delapan Alternatif)
    36.   Hybrid Contracts dalam Pembiayaan Rekening Koran
    37.   Hybrid Contracts dalam Pembiayaan Line Facility
    38.   Hybrid Contracts dalam Pembiayaan Multiguna
    39.   Hybrid Contracts dalam dalam IMBT dan Sewa Beli
    40.   Hybrid Contracts dalam Product Giro
    41.   Hybrid Contracts dalam Factoring / Anjak Piutang
    42.   Hybrid Contracts  dalam Pembiayaan Property Indent
    43.   Hybrid Contracts  dalam Pembiayaan Multijasa
    44.   Hybrid Contracts  dalam Restrukturisasi Pembiayaan Bermasalah
    45.   Hybrid Contracts  dalam Hedging Syariah (via Swap)
    46.   Hybrid Contracts  dalam Linkage Program Bank-Multifinance, BPRS, Kopsyah BMT, baik executing maupun channeling
    47.   Hybrid Contracts dalam Gadai Syariah dan Re-Gadai.
    48.   Hybrid Contracts  dalam Trade Finance dan L/C
    49.   Hybrid Contracts  dalam MDC (Margin During Contruction) dan Margin During Plasantation
    50.   Hybrid Contracts  (5 Akad dalam Satu Produk) pada Pasar Uang Syariah Antar BankS
    51.   Ketentuan Praktis Hybrid Contracts :
    52.     Akad-akad yang Harus Dipisahkan (aqdin mustaqillin)
    53.     Akad-akad yang yang boleh disatukan dalam satu transaksi
    54.     Akad-akad di bawah tangan
    55.     Akad-akad yang yang harus dinotarilkan
    56.     Akad-akad yang memakai materai dan yang tidak memakai  materai.
    57.   Hybrid Contracts dan Kewajiban Pajak (PPn)
    58.   Hybrid Contracts dan Akuntansi Syariahnya
    59.   Solusi Kontradiksi antara Hukum Fiqh Muamalah degan Hukum Positif.

    Rujukan materi training : ratusan buku dan kitab fiqh muamalah kontemporer dan klasik

    PROFILE TRAINER

    Agustianto  (Ketua V DPP IAEI Pusat, Anggota Pleno Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dosen Pascasarjana PSTTI Universitas Indonesia, Dosen Pascasarjana IEF Trisakti, Dosen Pascasarjana Universitas  Paramadina Pascasarjana IAIN, Pascasarjana Ekonomi Islam UI Az-Zahra,  Wakil Sekjen MES Pusat, DPSdi beberapa Lembaga Keuangan UUS BUMN dan Swasta 

    Waktu dan Tempat

    Hari/ Tanggal  : 13 – 14 April 2018

    Pukul : 09.00 – 16.00 WIB

    Tempat : Hotel Betawi Sofyan Jakarta  

    BIAYA/INVESTASI:

    Rp. 3.000.000/org

    Group Min 3 org: Rp. 2.700.000/org

    Group Min 5 org: Rp. 2.500.000/org

    *Tidak termasuk penginapan

    FASILITAS:

    Seminar Kit, Modul Training, Lunch, Coffee break,HotSpot,  Sertifikat, Ruang Kelas Ber AC, CD Softcopy (Modul Training, 96 Fatwa DSN MUI, Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah)

    CONTACT PERSON & PENDAFTARAN:

    Sdr. Joko Wahyuhono

    Hp : 082110206289 / 085716962518.

    Hafiz :081286237144 WA

    Pasya : 082210845958

    Email:  admin@iqtishadconsulting.com,  dimasjoko@gmail.com

    Website: www.iqtishadconsulting.com

    Post a comment

    All Articles | Contact Us | RSS Feed | Mobile Edition