• Dapatkan 8 buku karya Agustianto, antara lain: Fikih Muamalah Ke-Indonesiaan, Maqashid Syariah, dalam Ekonomi dan Keuangan, Perjanjian (Akad) Perbankan Syariah, Hedging, Pembiayaan Sindikasi Syariah, Restrukturisasi Pembiayaan Bank Syariah, Ekonomi Islam Solusi Krisis Keuangan Global. Hub: 081286237144 Hafiz
  • Ushul Fiqh Dan Ulama Ekonomi Syariah (Bagian II)

    3

    Posted on : 06-04-2011 | By : Agustianto | In : Artikel, Ushul Fiqh

    (Bagian II)

    Oleh : Agustianto

    Sebagai disebut pada tulisan pertama bahwa seorang ulama ekonomi syariah haruslah menguasai dan mendalami ilmu ushul fiqh. Ilmu ushul fiqh  dapat dikuasai dengan membaca, meneliti, menelaah dan mendiskusikan  buku-buku ushul fiqh. Pada  bagian pertama  artikel ini, penulis telah berjanji untuk memaparkan seratusan buku-buku ilmu ushul fiqh dan buku-buku yang terkait dengan ilmu ushul fiqh, seperti buku-buku mengenai tarikh tasyri’ dan falsafah hukum Islam.  Buku-buku  tersebut antara lain :

    1. Ar-Risalah karya Imam Asy-Syafi.iy (150 -204)

    2. Khabar Al-Wahid, Itsbat Al-Qiyas, dan Ijtihad Ar-Ra’y, ketiganya karya Isa bin Aban bin Shadaqah Al-Hanafi (wafat th 221 H).

    3. An-Nasikh Wal-Mansukh karya Imam Ahmad bin Hambal (164-241 H).

    4. Al-Ijma’, Ibthal At-Taqlid, Ibthal Al-Qiyas, dan buku lain karya Dawud bin Ali Az-Zhahiri (200-270 H).

    5. Al-Mu’tamad karya Abul-Husain Muhammad bin Ali Al-Bashri Al-mu’taziliy Asy-Syafi’i (wafat th 436H).

    6. Al-Burhan karya Abul Ma’ali Abdul Malik bin Abdullah Al-Juwaini/Imamul-haramain (410-7. 478 H).

    8. Al-Mustashfa karya Imam Al-Ghazali Muhammad bin Muhammad (wafat 505 H).

    9. Al-Mahshul karya Fakhruddin Muhammad bin Umar Ar-Razy (wafat 606 H).

    10. Al-Ihkam fi Ushulil-Ahkam karya Saifuddin Ali bin Abi Ali Al-Amidi (wafat 631 H).

    11. Ushul Al-Karkhi karya Ubaidullah bin Al-Husain Al-Karkhi (wafat 340 H).

    12. Ushul Al-Jashash karya Abu Bakar Al-Jashash (wafat 370 H).

    13. Ushul as-Sarakhsi karya Muhammad bin Ahmad As-Sarakhsi (wafat 490 H).

    14. Kanz Al-Wushul Ila ma’rifat Al-Ushul karya Ali bin Muhammad Al-Bazdawi (wafat 482 H).

    15. Badi’un-Nizham karya Muzhaffaruddin Ahmad bin Ali As-Sa’ati Al-hanafi (wafat 694 H).

    16. At-Tahrir karya Kamaluddin Muhammad bin Abdul Wahid yang dikenal dengan Ibnul Hammam (wafat 861 H).

    17. Jam’ul-Jawami’ karya Abdul Wahab bin Ali As Subki (wafat 771 H).

    18. Al-Muwafaqat karya Abu Ishaq Ibrahim bin Musa Al-Gharnathi yang dikenal dengan nama Asy-Syathibi (wafat 790 H).

    19. At-Taqhrib karya Al-Qadhi Abu Bakr Al-Baqillani Al-Maliki (wafat th 403 H).

    20. Al-Mu’tamad karya Abul-Husain Muhammad bin Ali Al-Bashri Al-Mu’taziliy Asy-syafi’i (wafat th 436 H).

    21. Al-Mustashfa karya Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali Asy-Syafi’i (wafat 505 H).

    22. Al-‘Uddah Fi Ushul Al-Fiqh karya Al-Qadhi Abu Ya’la Muhammad bin Al-Husain bin Muhammad Al-Hambali (380-458 H).

    23. At-Tamhid Fi Ushul Al-Fiqh karya Mahfuzh bin Ahmad bin Husain Abul Khattab Al-Kalwadzani Al-Hambali – murid Abu Ya’la (432-510 H).

    24. Raudhatun-Nazhir Wa Junnatul-Munazhir karya Muwaffaquddin Abdullah bin Ahmad bin Muhammad bin Qudamah Al-Maqdisi Al-Hambali (541-620 H).

    25. Al-Mahshul karya Fakhruddin Muhammad bin Umar Ar-Razy Asy-Syafi’i (wafat 606 H).

    26. Al-Ihkam fi Ushulil-Ahkam karya Saifuddin Ali bin Abi Ali Al-Amidi Asy-Syafi’i (wafat 631 H).

    27. Irsyadul-fuhul Ila Tahqiq ‘Ilm Al-Ushul karya Muhammad bin Ali bin Muhammad Asy-Syaukani (wafat 1255 H).

    Kitab yang ditulis dengan metode Hanafiyah

    28. Al-Ushul karya Ubaidullah bin Al-Husain bin Dallal Al-Karkhi Al-Hanafi (260-340 H).

    29. Al-Ushul karya Ahmad bin Ali Al-Jash-shash Al-Hanafi (wafat th 370 H).

    30. Al-Ushul karya Muhammad bin Ahmad bin Abi Sahl Abu Bakr As-Sarakhsi th 490 H).

    31. Kanz Al-Wushul Ila ma’rifat Al-Ushul karya Ali bin Muhammad bin Al-Husain Al-Bazdawi Al-Hanafi (wafat th. 482 H).

    32. Ta’sis An-Nazhar karya Ubaidullah bin Umar bin Isa Abu Zaid Ad-Dabbusi Al-Hanafi (wafat th 430 H).

    33. Al-Manar karya Hafizhuddin Abdullah bin Ahmad An-Nasafi Al-Hanafi (wafat th 701 H).

    34. At-Tamhid Fi Takhrij Al-Furu’ ‘alal-Ushul karya Jamaluddin Abdur Rahim bin Al-Hasan bin ‘Ali  Al-Isnawi Asy-Syafi’i (704-772 H).

    Beberapa Buku Ushul Fiqh Kontemporer

    35. Tas-hil Al-Wushul Ila Ilmil-Ushul karya Muhammad Abdur Rahman Al-Mahlawi Al-Hanafi (wafat 1920 M

    36. Ushul Al-Fiqh karya Muhammad Al-Khudhari (wafat 1927 M).

    37. Ushul Al-Fiqh karya Abdul Wahab Khalaf (wafat 1955 M).

    38. Ushul Al-Fiqh karya Muhammad Abu Zahrah (wafat 1974 M).

    39. Ushul Al-Fiqh karya Muhammad Zuhair Abun-Nur.

    40. Ushul Al-Fiqh Al-Islami karya Syaikh Syakir Al Hambali.

    41. Ushul Al-Fiqh Al-Islami karya Wahbah Zuhaili.

    42. Ushul Al-Fiqh Al-Islami karya Zakiuddin Sya’ban.

    43. Ushul At-Tasyri’ Al-Islami karya Ali Hasbullah dan lain-lain.

    44. Jalaluddin Abdur Rahman, Al-Masholih al-Mursalah wa Makanatuhu fit Tasyri’, Dar Kitab al-Jani’ Cairo, 1992

    45. Abu Ya’la Muhammad Ibnu A-Husein Al-Farra’, Al-Uddah fi Ushul Fiqh, Riyadh, 1990.

    46. Ibrahim Abu Sulaiman, Al-Fikry al-Ushul, Dar Al-Syuruq Mekkah Al-Mukarramah, 1982.

    47. Masadir al-Tasyri’ al-Islami Fi ma La Nassa Fih, karya Abdul wahab al-Khallaf, Dar al-Qalam, Kuwait, 1972.

    48. Ahmad fahmi Abu Sinnah,  Al-‘Uruf Wa al-‘Adah Fi Ra’y al-Fuqaha’, Matba’ah al-azhar, Mesir, 1947.

    49. Abu Husain Al-Bashry, Al-Mu’tamad fi Ushul Fiqh, Beirut, 1982

    50. Said Ramadhan Al-Buwaithy, Dhawabith al-Mashlahah, Muassasah ar-Risalah Beirut,  1977

    51. Ath-Thufi Al-Hambaly, Syarah Al-Mukhtashar Ar-Raudhah, tt. (ada dalam buku Abdul Wahhab Khallaf),

    52. Yusuf Qasim, Ushul al-Ahkam fi al-Syari’ah, Dar al-Nahdhoh al-’Arabiyyah, Cairo, 1994

    53. Abu Ishaq Al-Syatibi, Al-I’tisham, Dar Tsaqafah al-Islamiyah, Beirut, tt

    54. Muhammad Ma’ruf  Al-Dawalibi,  Al-Madkhal Ila ‘Ilm Usul al-Fiqh, Dar al-‘ilm al-Malayin, Mesir, 1965.

    55. Huyen Hamid Hasan, Nazriyah al-Maslahah Fi al-Fiqh al-Islami, Dar al-Nadhah al-‘Arabiyah, Mesir, 1971.

    56. Mustafa Said, Al-Khan, Asar al-Ikhtilaf Fi al-Qawa’id al-Usuliyah Fi Ikhtilaf al-Fuqaha’, Muassasah al-Risalah, Mesir, tt.

    57. Zakaria Al-Subari, Masadir al-Ahkam al-Islami, Sahib Muhammad Abdul Rauf; Kairo, 1985.

    58. Husein Hamid Hasan, Al-Madkhal li Dirasah Fi al-Fiqh al-Islami, Dar al-Nadhah al-‘Arabiyah, Kairo, tt.

    59. Muhammad Amin, Ijtihad Ibn Taimiyah Dalam Bidang Fiqh Islam, INIS, Jakarta, 1991.

    60. Hasan, Ahmad, The Doctrine Of Ijma’ In Islam, Terjemahan, Rahmani Astuti, Ijma’, Pustaka, Bandung, 1985

    61. Al-Madani, Muhammad, Mawatin al-Ijtihad Fi al-Syari’ah al-Islamiyah, Maktabah al-Manar, Kuwait, tt. (Edisi Indonesia, Ruang Lingkup Hukum Islam, Dalam Buku Dasar Pemikiran Hukum Islam, Terj. Husein Muhammad, Pustaka Firdaus, Jakarta, 1987.

    62. Abu Jail Isa, Ijtihad al-Rasul, Dar Al-Bayan, Kuwait, 1969

    63. Amiur Nuruddin , Ijtihad Umar Ibn al-Khattab, Studi Tentang Perubahan Hukum Dalam Islam, Rajawali Press, Jakarta, 1991.

    64. Yusuf Qardawi,  Al-Ijtihad Fi al-Syari’ah al-Islamiyah, Dar al-Qalam, Kuwait, (Edisi Indonesia, Ijtihad Dalam Syari’ah Islam, Terj. Ahmad Syatary, Bulan Bintang, Jakarta, 1987).

    65. Yusuf Qardawi,  Al-Ijtihad Wa al-Tajdid Baina al-Dawabit al-Syari’ah Wa al-Hayat al-Mu’asarah, Majalah al-Ummah no. 45, Tahun IV, Ramadan 1404 H., (Edisi Indonesia, Pembaharuan Ijtihad, Dalam Dasar Pemikiran Hukum Islam, Terj. Husein Muhammad, Pustaka Firdaus, Jakarta, 1987.

    66. Yusuf Musa, Muhammad, Al-Ijtihad Wa Ma Hajatuna Ilaih, Dar al-Kutub al-Hadisah, Kairo, tt.

    67. Muhammad Zakaria al-Bardisi, Ushul Fiqh, Dar an-Nahdhoh al-Arabiyah, Mesir, 1969.

    68. Abdul Mujib, Al-Qawa’id al-Fiqhiyyah, Nurcahaya, Yogyakarta, 1980

    69. Ibnul Hajib, Mukhtashar al-Muntaha, Mathba’ah al-Amirah, Mesir, 1326 H.

    70. Abdul Karim Zaidan, Al-Wajiz fi Ushul Fiqh, Dar At-Tauzy, Kairo, 1992.

    71. Al-Suyuti, Jalaluddin, Al-Asybah Wa al-Nazhair, Dar al-Fikri, Beirut, tt.

    72. Ali Ahmad An-Nadwa, al-Qawaid wa adh-Dhawabith al-mustakhlishah min tahrir lil al-Imam Jamaluddin Hasyriry, Syarah Jami’ al-Kabir, Mathba’ah al-Madany, Mesir.

    Tarikh Tasyri’

    Seorang ulama ekonomi syariah yang bertugas ijtihad di bidang ekonomi syariah, juga harus memiliki pengetahuan tentang ilmu tarikh-tasyri’. Kegunaan ilmu tarikh tasyri’ ini antara lain :

    1. Melalui kajian tarikh tasyri’ kita dapat mengetahui prinsip-prinsip dan tujuan syariat Islam dan aplikasi (terapannya) dalam sejarah. Pengetahuan ini akan memberikan makna yang penting bagi ulama (ahli ekonomi islam) sekarang untuk menjawab tantangan problematika ekonomi keuangan modern.

    2. Melalui tarikh tasyri’ kita  dapat mengetahui tahapan-tahapan penerapan syariah sepanjang sejarah.

    3. Melalui tarikh tasyri’ kita dapat mengetahui latar belakang sosio cultural ketika suatu

    hukum Islam dirumuskan.

    4. Melalui tarikh tasyri’ kita dapat mengetahui sejarah ijtihad dan bagaimana ulama

    menerapkannya dalam menjawab persoalan yang muncul

    4. Melalui tarikh tasyri’ dapat diketahui sejarah munculnya qaidah-qaidah fiqh dari zaman ke zaman. Pengetahuan ini akan mendorong ulama saat ini untuk mereformulasi kaedah-kaedah baru ekonomi, baik mikro maupun makro, khususnya kedah fiqh moneter.

    5. Melalui tarikh tasyri’ dapat diketahui metode-metode ulama dalam menetapkan hukum Islam, termasuk hukum ekonomi Islam

    6. Dengan mempelajari tarikh tasyrik akan dapat memberikan pelajaran bagi ilmuan dan ulama saat ini saat ini dalam menetapkan dan merumuskan hukum, karena sejarah adalah pelajaran (’ibrah).

    7. Melalui kajian tarikh tasyri’ kita dapat menghargai usaha dan jasa para ulama, mulai dari para sahabat Rasulullah saw hingga para imam dan murid-murid mereka dalam mengisi khazanah ilmu dan peradaban kaum muslimin. Semua itu mereka ambil dari cahaya kenabian yang dibawa oleh Rasulullah saw.

    8. Melalui kajian tarikh tasyri’ akan tumbuh dalam diri kita kebanggaan terhadap Syariat Islam sekaligus optimisme akan kembalinya siyadah al-syari’ah (kepemimpinan syariat) dalam kehidupan umat di masa depan.

    9. Dengan mempelajari tarikh tasyri’ akan menumbuhkan semangat untuk berijthad berdasarkan metode para ulama terdahulu, berijtihad menjawab tantangan zaman yang senantiasa berkembang. Dengan bekal ushul fiqh yang memadai, para ulama ekonomi syariah yang memahami tarikh tasyri’ akan mampu mengukir sejarah di masa kini dalam melahirkan fatwa-fatwa, mendesign akad-akad secara inovatif di LKS, dan memberikan solusi pemikiran konstruktif untuk permasalah ekonomi bangsa dan dunia, sebagaimana para ulama terdahulu.

    10. Melalui kajian tarikh tasyri’ kita dapat mengetahui kesempurnaan dan syumuliyah (komprehensifnya) ajaran Islam terhadap seluruh aspek kehidupan yang terlihat dalam sejarah peradaban umat yang agung terutama di masa kejayaannya. Bahwa penerapan syariat Islam berarti perhatian dan kepedulian negara dan masyarakat terhadap pendidikan (ilmu pengetahuan), ekonomi, akhlaq, aqidah, hubungan sosial, sangsi hukum, politik dan aspek-aspek lainnya.

    Buku-buku mengenai tarikh tasyri’ ini antara lain.

    73. Muhammad Anis ’Ubadah, Tarikh al-Fiqh al-Islami, Dal al-Taba’ah al-Hadisah, Mesir, 1975.

    74. Al-Badawi, Abdul Rahman, Mazahib al-Islamiyah, Dar al-‘Ilm al-Malayin, Beirut, tt.

    75. Muhammad Faruq al-Nabhan, Al-Madkhal Li al-Tasyri’ al-Islami, Dar al-Qalam, Beirut, 1977.

    76. Al-Khudari Bik, Tarikh al-Tasyri’ al-Islami, Maktabah Muhammad Bin Ahmad Bin Nabhan Wa Auladih, Surabaya, Indonesia, tt.

    77. Abdul wahab al-Khallaf, Khulasah Tarikh al-Tasyri. Al-Islami, (Edisi Indonesia, ‘Ikhtisar sejarah pembentukan hukum Islam, Terj. Ali Imran, PT. Bina Ilmu, Surabaya, 1981.

    78. Muhammad Abu Zahrah, Tarikh al-Mazahib al-Fiqhiyah, Juz II, Dar al-Fikri, Mesir, tt.

    79. Muhammad Ali al-Sayis, Tarikh al-Fiqh al-Islami, Matba’ah Muhammad ‘Ali Subaih, Mesir, tt.

    80. Muhammad Ali al-Sayis, Nasy’ah al-Fiqh al-Ijtihad Wa At-Waruhu, Silsilah al-Buhus al-Islamiyah, Mesir, 1975.

    81. Muhammad Yusuf Musa, Tarikh al-Fiqh al-Islami, Dar al-Kutub al-Qurtubi, Mesir, 1958.

    82. Abdul Karim Zaidan, Al-Madkhal Li Dirasah