• Dapatkan 8 buku karya Agustianto, antara lain: Fikih Muamalah Ke-Indonesiaan, Maqashid Syariah, dalam Ekonomi dan Keuangan, Perjanjian (Akad) Perbankan Syariah, Hedging, Pembiayaan Sindikasi Syariah, Restrukturisasi Pembiayaan Bank Syariah, Ekonomi Islam Solusi Krisis Keuangan Global. Hub: 081286237144 Hafiz
  • Silabus Ushul Fiqh Keuangan Kontemporer

    5

    Posted on : 15-04-2011 | By : Agustianto | In : Artikel, Ushul Fiqh

    SILABUS USHUL FIQH EKONOMI KEUANGAN TERBARU

    PASCASARJANA EKONOMI ISLAM DI PERG,TINGGI INDONESIA

     

    Bobot : 3 SKS

    Dosen : Agustianto

      Materi Perkuliahan 

    (Uraian Topik Bahasan)

    I

    Pengantar Kuliah dan Pendahuluan : 

    • Pengertian, Obyek Kajian,  dan Ruang Lingkup Ushul Fiqh
    • Perbedaan Ushul fiqh, Fiqh, Syariah dan Qawaid Fikih
    • Urgensi dan Kegunaan Ushul Fiqh dalam Ekonomi Keuangan

     

    II

    Sejarah Ushul Fikih dan Penerapanya serta  Signifikansinya dalam Pengembangan Ekonomi Keuangan Islam.

    II


    Sumber-Sumber Hukum Ekonomi Islam 

    • Alquran sebagai sumber Hukum Ekonomi Islam
    • Kehujjahan Alquran dan Pandangan Ulama
    • Muhkamat dan Mutasyabihat
    • Qath’iy dan Zanniy dalam Alquran : Kiatannya dengan Ijtihad
    • Kandungan Alquran tentang Ekonomi Keuangan
    • Penafsiran (istimbath) Tekstual dan Kontektual dalam ekonomi Islam
    • Pandangan Asy-Syatibi tentang  Qath’iy dan Zhanniy.
    • Hadits sebagai Sumber Hukum Ekonomi Islam
    • Hadits Qawliyah dalam ekonomi keuangan
    • Hadits Fi’liyah dalam Ekonomi Keuangan
    • Hadits Taqririyah dalam Ekonomi Keuangan
    • Pembagian hadits : Ahad dan Mutawatir
    • Qath’iy dan Zhanniy dalam Hadits
    • Kedudukan hadits terhadap Alquran
    • Kedudukan hadits Ahad menurut Ulama
    • Hadits Shahih Hasan dan Dha’if dan contohnya dalam ekonomi

    IV

    Ijma’ sebagai Sumber Hukum Ekonomi Islam 

    • Pengertian dan  Kedudukan Ijma’
    • Perkembangan Pendapat ulama ttg Ijma’
    • Persyaratan Ijma’ dan Pandangan Ulama tentangnya
    • Pembagian Ijma’ dan Pandangan Ulama
    • Ijma’ dalam masalah Ekonomi, Keungan dan Kontrak Perbankan

    V

    Qiyas Sebagai Sumber Hukum Ekonomi Islam 

    – Pengertian dan Rukun Qiyas,

    • Pembagian Qiyas : Qiyas Jaliy, Qiyas Khafiy, Qiyas Awlawy, Qiyas
    • Musawy dan Qiyas Adwan serta Penerapannya dalam Ekonomi
    • Metode menetapkan illat dalam masalah muamalah : Takhrijul
    • Manath, Tanqihul Mananth dan  Tahqiqil Manath

    – Penerapan qiyas dalam keuangan dan perbankan :

    • Sekuritisasi asset (aktiva) bank syariah yang menggunakan syirkah mutanaqishah, mengqiyaskan hutang dengan MMQ
    • Ijarah maushufah biz zimmah pada pembiayaan properti,
    • Produk pegadaian syariah pada murabahah emas batangan,
    • Qiyas swap valas kepada  bay wafa’. dll
    • Qiyas rahn hiyazy kepada rahn tasjiliy (fiducia)

    – Qiyas ma’al fariq : qiyas salam kepada bursa berjangka (futures) ???
    – Qiyas  options kepada ’urbun atau khiyar ???

    VI

    Ijtihad dan Penerapannya dalam Ekonomi Keungan 

    -Pengertian dan  Perkembangan Ijtihad,

    -Syarat Mujtahid dan Klasifikasi Mujtahid

    -Pembagian Ijtihad : Istimbathiy, Tathbiqy, Intiqaiy, Insya-iy, dll.

    -Lapangan Ijtihad dan kekuatan Hasil  Ijtihad

    Penerapan Ijtihad dalam Ekonomi Keuangan Kontemporer

    Ijtihad dalam Inovasi Produk Perbankan dan Keuangan Syariah

    Ijtihad dalam ekonomi mikro

    Ijtihad dalam ekonomi makro (dan public finance)

     

    VII

    Dalil dan Metode Penggalian Hukum Ekonomi Islam 

    -Maslahah Mursalah dan penerapannya dalam ekonomi Islam

    • Pengertiannya menurut para ulama, dan pembagian maslahah
    • Pandangan ulama  tentang kehujjahan maslahah mursalah dalam syariah
    • Syarat-Syarat Maslahah Mursalah
    • Tingkatan Maslahah
    • Penerapan maslahah pada kasus ekonomi dan keuangan Islam
    • Penerapan collateral pada financing di bank syariah
    • Penerapan revenue sharing pada bagi hasil
    • Larangan dumping (siyasah ighraq) dalam penjualan suatu produk
    • Intervensi harga pemerintahpada saat distorsi pasar
    • Larangan kartel dan monopoli, karena untuk memelihara kemaslahatan konsumen
    • Larangan spekulasi valas karena maslahah ‘ammah
    • Penerapan dinar dan dirham krn maslahah ‘ammah
    • Mengadakan Pengadilan Niaga SyariahLarangan talaqqi rukban,memelihara maslahah petani
    • Larangan bay’ najsy, karena menjaga maslahah pembeli agar tidak tertipu harga
    • Larangan Ghabn di pasar.  dan Larangan forward, swap dan options pada valas.

     

    VIII

    -Istihsan dan Penerapannya dalam Ekonomi Keuangan 

    • Pengertiannya menurut para ulama
    • Dasar syariah penggunaan istihsan
    • Pandangan ulama  tentang Kehujjahan istihsan dalam syariah

    – Kasus-kasus Istihsan :

    • Praktek istihsan pada ijarah maushufah biz zimmah pada kasus pembiyaan properti di bank syariah.  Penerbitan SBSN oleh pemerintah dan  tradable dengan skim sukuk istishna’.
    • Tawarruq dan Istihsan untuk pertanian dengan MDC
    • Tawarruq dan Istihsan untuk KTA dan Multi Guna
    • Forward valas untuk tujuan hedging yang berlandaskan underlying  asset bagi importir.
    • Swap untuk hedging (mengatasi risk akibat fluktuasi kurs mata uang
    • Penjualan saham yang masih dalam proses penyelesaian adminustrasi (3 hari) – qabth hukmiy.
    • Penjualan valas yang masih dalam proses qabth (qabath hukmi)

    – Macam-macam istihsan  dan penerapannya dlm ekonomi dan finansial Islam kontemporer.

    1. Istihsan Nash : jual beli salam
    2. Istihsan ‘Urf : Jual beli mu’atah di swalayan, jual beli Istishna’ pada bank syariah, taqabuth dalam transaksi valas di bank devisa, menjual valas yang belum qabath,  makan di restoran all you can eat, makan di longue bandara,
    3. Istihsan Dharury :

    Repo (repurchase agreement) surat berharga (SBI, SBSN, aktiva produktif) oleh  Bank syariah yang kesulitan likuiditas.

    Menabung di Bank konvensional di kota yang belum terdapat perbankan syariah

    Bekerja di Bank konvensional sementara belum mendapatkan pekerjaan lain yang halal.

    •         4. Istihsan Istislahi : penerapan revenue sharing pada profit distribution.

    •         5.Istihsan Qiyasiy. Kasus sisa binatang buas Elang, Tawarruq multiguna untuk pembiayaan produktif, Pembiyaan sawit (MDC)  yang produksinya 4-5 tahun, gadai emas bertingkat untuk sector riil, dsb..

     

      UJIAN TENGAH SEMESTER

    IX

    Sadd adz-za’ah dan Fath adz-zdari’ah ; aplikasinya dalam ekonomi Islam 

     

    1. Pengertian Sadd Zariah dan Fath al-Zari’ah
    2. Dasar Syariah Penggunaan Sadd al-Zari’ah
    3. Pandangan ulama  tentang  Sadd Al-Zari’ah  dalam syariah
    4. Kontradiksi Sadd Zari’ah  dengan dalil-dalil syariah lain.
    5. Kasus-kasus tentang Sadd Zariah dan Fath Zariah  kontemporer:

    Larangan Riba Fadhal pada  transaksi valas (lihat artikel)

    Larangan Jual beli al-’inah,

    Larangan bay  tawarruq bil wadiah untuk keperluan dana cash

    Keniscayaan Manajemen Resiko ilmu akuntansi dalam praktek perbankan dan LKS

    Larangan forward, swap dan options pada sharf.

    Larangan kombinasi akad qardh dan ijarah.

    Larangan refinancing konvensional

    Larangan mengiklankan miras

    Larangan minum miras yang sedikit

    Larangan bunga yang sedikit, 1-3 %

    Menjual senjata kepada kelompok musuh

    Larangan iklan dengan tampilan porno

    Larangan jual beli CD Porno

    Larangan kartu kredit syariah bagi orang yang belum layak

    Larangan pemberian ujrah bagirekruitmen members (uop line) yg tidak wajar.

    Keharusan bukti transaksi bagi bank yang mau valas di atas 100. .

    1. Kaedah-Kaedah Ushul Fiqh tentang Sadd Zariah dan Fath Zariah  dan penerapannya dalam ekonomi keuangan

    ’</