• Dapatkan 8 buku karya Agustianto, antara lain: Fikih Muamalah Ke-Indonesiaan, Maqashid Syariah, dalam Ekonomi dan Keuangan, Perjanjian (Akad) Perbankan Syariah, Hedging, Pembiayaan Sindikasi Syariah, Restrukturisasi Pembiayaan Bank Syariah, Ekonomi Islam Solusi Krisis Keuangan Global. Hub: 081286237144 Hafiz
  • Pangsa pasar bank syariah diprediksi capai 10%

    0

    Posted on : 27-04-2011 | By : Agustianto | In : Kabar Aktual
    Oleh Rika Novayanti
    Published On: 19 April 2011

    BOGOR: Industri perbankan syariah di Indonesia diprediksi akan menguasai 10% pasar perbankan nasional dengan pertumbuhan rata-rata 20%, sedangkan aset diperkirakan dapat mencapai Rp300 triliun pada 2020.

     

    Direktur Utama PT BRI Syariah Ventje Rahardjo mengatakan aset bank syariah saat ini sekitar Rp100 triliun, dengan demikian pertumbuhan aset diperkirakan mencapai 200% dalam waktu 9 tahun mendatang.

    “Tahun-tahun sekarang ini merupakan momen lepas landas dan pertumbuhan industri perbankan syariah. Perbankan konvensional mulai tertarik mengembangkan unit usaha syariah. Selain menjaring nasabah yang beragama Islam, nasabah yang bukan Islam pun tertarik pada perbankan syariah,” ujarnya saat menjadi pembicara dalam seminar sharia banking,yang diselenggarakan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB), hari ini.

    Dia menyatakan optimistis pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia cenderung tumbuh stabil. Pada era sebelum 2003, pangsa pasar perbankan syariah masih kurang dari 3% dengan nasabah yang berasal dari golongan tertentu, yaitu kelompok yang menolak menyimpan uang di bank konvensional karena bertentangan dengan keyakinannya.

    Pertumbuhan terjadi pada 2003-2009 ketika pangsa pasar tumbuh di atas 3% karena dapat menarik nasabah. Pertumbuhan ini baru menonjol pada 2010 di mana secara perlahan pangsa pasar dinilai mulai menuju 10% dari total pasar perbankan nasional.

    Menurut Ventje, pertumbuhan industri perbankan syariah akan mencapai puncaknya pada fase 2020-2030 dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 30%.

    Data Bank Indonesia menunjukkan, aset bank umum per Desember 2010 telah mencapai Rp3.008,85 triliun, sedangkan aset bank syariah baru mencapai Rp 97,51 triliun. Dana pihak ketiga (DPK) bank syariah mencapai Rp76,03 triliun, dengan penyaluran pembiayaan Rp68,18. Sementara DPK bank umum adalah Rp2.338,82 triliun dan penyaluran kredit Rp1.765,84 triliun.

    Ventje menambahkan, beberapa faktor yang dapat mendorong pertumbuhan bank syariah adalah layanan dengan biaya yang relatif lebih terjangkau dari bank umum. Hal ini menunjukan pergeseran nilai bank syariah yang awalnya menawarkan perbankan yang halal agar cocok dengan nilai agama tertentu, menjadi perbankan yang lebih akomodatif atas kepentingan nasabah.

    “Misalnya saja kami menerapkan sistem cicilan kredit rumah yang nilainya sudah ditentukan di awal dan tetap selama 15 tahun, tentu saja hal ini tidak hanya menarik bagi yang menerapkan ajaran muslim, tetapi juga bagi masyarakat pada umumnya,” jelasnya. (mmh) 

    Post a comment

    All Articles | Contact Us | RSS Feed | Mobile Edition